
Siska langsung pulang ,tapi Arjuna menggandeng tangan nya
"Bagaimana, apa sekarang kau baik-baik saja ?"
Menaruh tangan Siska di atas dadanya
Tak usah di jawab pun sebenarnya Arjuna tau bagaimana perasaan Siska tapi ia berusaha untuk menenangkan hati istrinya , Arjuna tak lagi merasa bersalah karena menurut nya tak ada yang bisa di salahkan , perasaan cinta itu sakral toh dia juga bukan merebut istri orang kan ?
Siska langsung menaruh kepalanya di lengan Arjuna
Dadanya terasa sesak sekali namun ini sudah menjadi takdir hidupnya
"Kita pulang sekarang ?"
"Iya "
Siska mengangguk
Lalu Arjuna mengajak nya kesuatu tempat untuk menenangkan diri
Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang
Siska berusaha untuk tersenyum pada Arjuna ia sedang berusaha menyembuhkan luka di hatinya ,namun tatapan matanya tak pernah bohong pandangan mata Siska terlihat begitu kosong sekali
Arjuna tak menyia-nyiakan kesempatan itu
Kesempatan untuk masuk ketempat yang tepat saat hati seseorang tengah kosong itu lah saatnya
Mobil milik mereka mulai memasuki kebun bi*atang tersebut , gerbang nya terbuka
Siska masih tak menyadarinya
namun setelah Arjuna membukakan kaca jendela ,kepala jerapah masuk kedalam mobil hingga membuat Siska berteriak
"Awwww,jerapah ? kita di mana?"
Melihat sekeliling
"Apa kau suka ? kita sedang berada di kebun bina*ang "
Siska langsung bahagia sekali terakhir kali di kebun b*natang saat ia masih kecil kala itu ia mengingat Dimas yang menangis di kejar-kejar oleh kawanan monyet yang menyerangnya
"Hahaha "
Siska tiba-tiba langsung tertawa
Arjuna pun ikut kaget semudah itukah Siska tertawa
Arjuna baru pertama kali melihat Siska tertawa lepas dengan begitu manis seperti itu ,ia sungguh benar-benar kelihatan manis sekali
"Apa kau suka tempat ini "
Sejenak Siska melupakan segalanya karena seseorang yang dari kecil tak pernah bisa merasa kebahagiaan karena perceraian orang tua justru suka sekali mengingat tempat yang pernah di kunjungi saat orang tuanya masih bersama dulu
"Iya aku sangat suka kebun bin*tang karena di sinilah kita bisa melihat bagaimana para hewan dengan berbagai jenis kelakuannya,dan apa kau tau apa yang membuat hewan dan manusia berbeda selain manusia punya akal ?"
Siska tiba-tiba mengajak Arjuna untuk bermain tebak-tebakan
"Apa coba ?"
Tanya Arjuna dengan tersenyum
__ADS_1
Siska menatap ke arah para kerumunan hewan
"Aku tak pernah melihat seekor hewan yang tak sayang dengan anaknya , mereka akan melindungi anaknya dari serangan musuh ,itu coba kau lihat ada sekelompok anak ayam bersama induknya , dan kau lihatlah bagaimana seekor ular yang hendak memangsa anaknya , dia akan melindungi nya ,
hmm tapi manusia zaman sekarang tak begitu
mereka terkadang lebih rendah dari pada hewan , kau tau kenapa ? "
Arjuna kembali menggelengkan kepalanya ia merasa geli saat Siska bisa berucap seperti itu
itu merupakan sesuatu yang sangat menggelikan sekali ,yah seorang Siska yang tak pernah belajar namun tiba-tiba melontarkan pertanyaan yang cukup aneh
Arjuna ingin melihat apa yang sebenarnya yang ingin di katakan oleh istrinya itu ,ia memperhatikan bagaimana bibir mungil nya berucap
"Banyak kelakuan manusia zaman sekarang yang lebih rendah dari hewan , bayangkan saja mereka bisa membu*uh anak-anak mereka dengan kejam sekali , lihat lah berita -berita di televisi kerap kali muncul ,seorang ibu yang tega membuang darah daging nya di tong sampah , dan ada yang membuangnya seperti kotoran , padahal di luar sana banyak yang menginginkan kehadiran seorang anak , apa lagi bayi itu adalah makhluk suci tanpa dosa , aku sungguh tak mengerti bagaimana pikiran manusia zaman sekarang "
Siska melihat takjub kebeberapa ibu hewan yang begitu menyayangi anaknya
Arjuna langsung tersenyum mendengar nya
ntah apa yang ada di dalam pikiran Arjuna , namun saat mereka sedang berkeliling di dalam mobil Arjuna mendapatkan telpon
"Siapa ?"
Tanya Siska
"Ini Silvi menelpon "
Arjuna memperlihatkan pada Siska
Wajah Siska langsung berubah tidak senang mendengar nama tersebut
Arjuna tau jika Silvi sudah sampai di Jogja dia mulai cemas , karena biasanya jika Silvi berada di Jogja ia sama sekali tak pernah menghubungi nya , jika bukan karena sesuatu yang penting sekali.
Arjuna menggenggam tangan Siska ,mencoba menenangkan Siska karena ia tau pasti Siska akan sangat marah besar sekali ,
Tapi Siska langsung melepaskan pegangan tangan Arjuna
dengan wajah jutek
"Halo ada apa ?"
Terdengar suara tangisan Silvi di ujung telpon
"Ada apa Dek?"
"Mas , mama mas ,mam kritis "
Arjuna langsung syok "Apa ?!"
"Iya mas , sebaiknya mas cepat pulang aku tak bisa sendirian di sini tanpa mas "
Kirana menangis tersedu-sedu
"Baiklah mas akan pulang sekarang "
Arjuna langsung berbelok arah dan membuat Siska heran
"Kita akan kemana ?"
ia sampai takut melihat Arjuna dengan wajah nya yang cemas itu
__ADS_1
"Aku akan mengantarkan mu pulang kerumah , aku harus pulang ke Jogja saat ini juga "
Siska tiba-tiba langsung berubah menjadi marah
Bisa-bisanya ia mau meninggalkan aku seorang diri hanya karena telpon dari perempuan itu ,enak saja dia mau berduaan tanpa aku di sana
"Aku tidak mau pulang kerumah !"
"Lalu kau mau kemana ? kalau tidak mau pulang kerumah ?"
"Ya tentu saja aku ikut kau pergi !"
Mendengar ucapan Siska Arjuna langsung menjadi senang di dalam hatinya
tanpa harus ia mengajak pergi tapi Siska langsung menawarkan dirinya sendiri
"Baiklah tapi kau tidak membawa baju ?"
"Ya tentu saja nanti kau akan membelinya disana untuk ku "
"Oke baiklah kalau begitu kita akan langsung berangkat sekarang "
Arjuna langsung menelpon petugas bandara untuk memesan tiket pesawat , kebetulan sekali ada dua orang yang cancel untuk keberangkatan ke Jogja dalam beberapa menit lagi
"Beruntung "
Arjuna langsung memarkirkan mobilnya
"Ayo cepat nanti kita bisa ketinggalan pesawat "
Arjuna memegang tangan Siska , dan mereka pun sampai di dalam pesawat
...
Di Jogja
"Bagaimana nak apa mas mu akan pulang ?"
"Iya ma,mas akan segera pulang"
Kirana nampak sangat sedih sekali
"Lalu apa mbak mu juga ikut kemari menjenguk mama ?"
Kirana nampak menundukkan kepalanya ia tak tau harus menjawab apa
"Kirana lupa menanyakan nya Ma , nanti saja tunggu mas Arjuna datang ,Kirana mau keluar sebentar ma "
Kirana mulai takut jika mamanya bertanya lebih jauh lagi tentang Siska ,ia tak mungkin mengatakan jika ia dan Arjuna sedang mengerjai Siska agar bisa jatuh cinta pada Arjuna
"Hah cinta mereka merepotkan sekali , bagaimana ini mas Arjuna , apa yang akan aku katakan pada mama lagi huh"
Mengelap keringatnya yang bercucuran
....
Haloha maafkan author sayang , kemarrin belum bisa up ..
slow respon ya mau daftarin anak-anak masuk SD ,juga ...
oh ya author mau kasih tau kakaknya Rima itu Marisa bukan Amanda hahaha maaf ya ..typo nya kebablasan π
__ADS_1