
Siska langsung bertanya pada Suster ruangan Rima , dengan cepat Suster menunjuk ruangan nya
"Ruangan Cemara kamar nomor dua "
"Terimakasih Sus,"
"Baik sama-sama"
Maminya nampak begitu khawatir karena apa yang di takutkan nya dari rencana ini benar-benar terjadi
Siska melihat maminya yang benar-benar cemas sekali
"Mami kenapa ?"
memandang wajah maminya dengan begitu heran ,
"Tidak apa-apa nak , ayo cepat kita jalan "
Mereka akhirnya sampai di kamar Rima di rawat
"Permisi "
Ibu Siska langsung memeluk nya , sedangkan Mama kandung nya baru saja pergi dari rumah sakit karena ada urusan yang tak bisa di tinggalkan
"Siska "
menangis di pelukan Siska
"Ibu yang tenang ya, Bagaimana keadaan Rima Bu?"
"Kata dokter ia hanya sedang depresi ,tapi ibu tidak tau apa penyebab nya , apa dia ada masalah dengan Dimas ?"
Wajah Mami Siska semakin pucat saja apa lagi melihat Rima yang masih belum sadarkan diri dari semalam
"Nak Rima ,ayo bangun nak "
maminya nampak Benar-benar merasa bersalah karena rencana mereka telah memakan korban ,yaitu Rima yang masih terkulai lemas tak sadarkan diri
"Mami tenang kan dirimu "
Siska tak menaruh curiga sedikitpun dengan sikap maminya yang ia tau jika maminya Memang sangat menyayangi Rima sahabat nya itu , rupanya keributan akibat tangisan suara maminya dan Siska membuat Alena yang sedang menunggu Arya merasa terganggu.
apa lagi ,kamar pembatas mereka hanya di batasi kain pembatas saja
"Ribut sekali !"
Berdiri dan membuka layar
"Berisik bisa diam tidak, ini rumah sakit "
Mereka yang membelakangi Alene pun langsung menoleh "Maaf..."
Siska langsung syok karena melihat Alena yang sedang berada di sebelah nya
"Kau ! "
"Eh Siska rupa nya , siapa yang sakit "
Tanya Alena dengan ramah
Kebetulan mami Siska mengenali Alena
"Lah ini bukannya Alena"
__ADS_1
"Iya Tante "
Alena berdiri dan mencium tangan mami Siska , Siska tak menyadari jika laki-laki yang terbaring lemah di samping Rima adalah Arya
"Kenapa aku sangat jijik sekali melihat wajah nya "
Tak di pungkiri aroma persaingan itu masih terlihat jelas , walaupun Siska sudah berusaha untuk melupakan rasa cintanya,sekali lagi tak semudah itu untuk menghapus kan rasa cinta di hati seseorang
"Alena apa kabar orang tua mu di kampung
nak "
Seketika sifat lebay dan menjijikkan itu hilang saat ia berhadapan dengan Ibu Siska ,
air mata nya hendak terjatuh namun Alena kembali ceria "Bapak dan ibu baik-baik saja Tante "
"Syukurlah nak ,lalu kenapa kau berada di sini "
dengan spontan Alena langsung berucap
"Itu orang yang Alena cintai sedang mengalami musibah Tante "
Siska langsung kaget yang ia tau seseorang yang di cintai Siska adalah Arya
"Kak Arya ?"
Siska melihat dan benar saja ia sedang terbaring lemah tak sadarkan diri ,
rasa di dalam hatinya kembali berkecamuk seakan tak terima dengan kedekatan mereka ,namun Siska sedang berusaha belajar untuk bersikap sewajarnya jika mungkin ia senasib seperti maminya tak akan pernah bisa bersatu dengan orang yang ia cintai, seperti drama saja kisah cinta maminya dan pak kumis
"Rima bangun lah ,kau harus sadar karena pesta pernikahan kau dan Kak Dimas akan terjadi setelah kau wisuda ayo bangun lah "
memegang tangan Rima
ia benar-benar jengkel sekali ,namun ia sama sekali tak punya hak untuk itu
Rima langsung terbangun dan ...
"Mami..."
"Rima , tunggu sebentar Alena"
langsung mendekati Rima
"Iya Tante tak apa-apa "
Alena duduk dan memperhatikan Rima yang sedang terbaring ,sambil menunggu Arya sadar dari obat bius nya
"Anakku apa kau sudah sadar "
Rima mengangguk dan meneteskan air mata
"Mana kak Dimas mi ?"
"Kak Dimas akan segera kesini sebentar lagi jangan khawatir "
ucap Siska
Padahal saat ini Dimas lagi berada di kantor Arjuna bersama Kirana juga, mereka sedang tertawa dan mengobrol untuk melanjutkan bisnis mereka berdua ,
"Jadi bagaimana menurut mu Siska sudah ada perubahan ?"
"Mudah-mudahan kak Dimas meski sangat sulit sekali aku menaklukkan nya ,yah dia keras sekali ,lebih keras dari batu "
__ADS_1
"Jangan khawatir ,Justru batu yang keras itu akan meleleh jika terus di tetesi air , apa kau percaya itu "
Arjuna tersenyum "Terimakasih mas "
Dimas menepuk pundak Arjuna
"Mungkin aku terlalu keras padanya dan terkesan jahat memaksakan pernikahan ini ,tapi kau tau lah bagaimana posisi ku di keluarga ini , sebagai seorang kakak dan juga saudara laki-laki , aku lah yang bertanggung jawab atas Mami dan Siska ,
Arya memang baik tapi aku tak yakin dengan cinta saja mereka bisa bertahan , hidup ini keras ,aku banyak belajar dari kehidupan , lihatlah mami dan Daddy ku , cinta tapi tak bertahan lama , aku percaya kau bisa membuat adikku menjadi lebih baik ,
walaupun nanti kedepan nya aku tidak tau apa yang akan terjadi ,tapi jika aku duluan menghadap sang pencipta ,aku sudah melakukan tugas ku sebagai seorang kakak "
Mata Dimas Nampak berkaca-kaca ,lalu Arjuna mendekati nya
"Adik kak Dimas cantik dan menarik , karena itu aku juga mau menjadi suami nya "
Semua nya pun tertawa
Kring...
Dimas mengangkat telpon nya "Siska ,Stt kalian diam lah dulu "
"Iya Siska ada apa "
"Kak Dimas di mana ?"
"Lagi ada urusan kenapa emang nya "
"Rima masuk rumah sakit , cepat lah kemari .
ada mami juga di sini "
"baiklah aku kesana"
Seperti tak ada rasa khawatir Dimas terlihat bersikap biasa saja
"ada apa kak ?"
"Tidak ada apa-apa , lanjutkan pekerjaan kalian , aku ada urusan "
Dimas Subagyo tampan dan berwibawa ,ia paling jago menyembunyikan perasaannya ,
dingin dan tak banyak berbicara , sama halnya seperti Arya ia masih menyimpan rasa cinta mendalam pada istri orang lain ,yaitu Anastasya
sebenarnya Dimas tak ingin menikah dengan Rima, cuma seperti nya setelah melihat semua ini ia yakin jika Rima lah yang akan ia nikahi,
jarang sekali ada seorang perempuan yang rela berkorban untuk mendapatkan cinta laki-laki apa lagi nanti setelah menikah ,Dimas akan memboyong Rima ikut tinggal bersama maminya ,
Terkadang cinta itu bukanlah alasan untuk kita bisa bahagia , aku akan menjalani kehidupan dengan cara ku , menikahi perempuan yang menyukai ku sudah cukup semua nya
Dimas melajukan motornya dengan kecepatan tinggi , menyalip kendaraan di depan nya satu persatu
hingga akhirnya sampai lah di rumah sakit tersebut
"Maaf aku telat"
Membuka pintu kamar tersebut
mendengar kedatangan Dimas,Rima pun langsung duduk dan mengulurkan tangannya pada nya
"Kak Dimas jangan pernah tinggalkan aku "
Siska mengernyitkan dahi nya
__ADS_1
"Heh Rima apa istimewanya kakakku ini sampai kau begitu mencintai nya , hadeh ..."