
Sementara itu Karin tertawa terkekeh melihat Alea "Karin ingin tertawa terus saat melihat wajah kak Alea ,kak Alea ini memang benar-benar sangat lucu sekali "
Alea nampak basah kuyup ,tapi ia sama sekali tak marah pada Karin justru ia heran dengan sikapnya ,jika Karin saja sampai melakukan hal itu padanya itu tandanya berarti memang ia sudah kelewat batas sekali
"Kak Alea ayo kita kekamar Karin sebentar ,kak Alea ganti pakaian saja dulu, nanti setelah itu kita akan melihat kak Arika dan kak Bian"
"Oke kakak setuju "
ucap Alea penuh semangat ia berharap sekali jika Karin akan mengajak nya untuk melihat Bian.dan Arika , namun seperti yang terjadi selanjutnya setelah selesai mengganti pakaiannya ,Karin sengaja mengajak Alea untuk
mengobrol kembali
"Ayo kita keluar Karin "
"Eh nanti saja kak ,kita. biarkan dulu kak Bian dan kak Arika mengobrol dengan lama , untuk saling mengenal satu sama lainnya ,ya kak kita ngobrol disini saja dulu "
Wajah Alea langsung berkerut
Ya Tuhan aku berdoa semoga Arika baik,-baik saja , tak bisa aku bayangkan bagaimana keadaan Arika dibawah
Wajar saja Alea berpikir seperti itu , Karin sibuk mengajak Alea bercerita dari A sampai Z lagi-lagi Karin kembali mengajak Alea untuk menceritakan siapa belahan jiwanya
dan kejadian itu pun terulang kembali
membuat Karin langsung mengambil ponselnya ia merekam semua tingkah Alea
"Baiklah kak Alea eksyen"
Karin lalu duduk dan mengambil buku Novel Pavoritnya karya Sandi Hasan ,yang berjudul "Ramos ".
",Hmm untunglah aku membeli novel ini jadi aku bisa dengan mudah menghilangkan rasa jenuh ku , biarkan saja kak Alea berakting dahulu itu akan lebih baik lagi"
Alea yang sibuk dengan khayalannya tak menyadari jika dibawah Bian dan Arika sudah mulai panas dingin sekali
Siska dan Arya yang sedang asik mengobrol tak menyadari kedatangan Arika
"Mamaaaaa"
Siska langsung kaget begitu juga Arya
dengan cepat Arya langsung berdiri dan menjauhkan kursinya
"Hai Arika , Om dan Mamamu hanya mengobrol saja"
Arika tersenyum-senyum sendiri melihat hal yang dilakukan oleh Arya
Seketika rasa kesalku pada Bian mereda karena melihat tingkah mama dan om Arya ,aku tak menyangka jika om Arya selucu ini , bisa-bisanya ia tak menyadari apa yang sedang ia lakukan bersama mama , oh ya aku tak melihat Tante Ana dan Tante Rima , kemana mereka ya ?
Bian yang berlarian dari belakang langsung menghampiri Arika
"Arika tunggu "
Mendengar suara Bian , Ana dan yang lainnya langsung bangun
"Bian !"
"Arika "
Belum sempat mamanya bertanya Bian langsung berbicara dengan sangat bijak sekali
"Iya tadi Bian lama sekali mengobrol dibelakang dengan Arika ya ampun ternyata dunia ini sempit sekali ya Tante , Om rupanya Arika satu kampus dengan Bian "
"Oh ya , aastaga bagus sekali itu Nak "
Ana mendekati Arika
Apa lagi yang sedang ia rencanakan , benar-benar berbeda sekali apa yang ia lakukan di kampus dan dirumah pantas saja mama memuja ia seperti seorang malaikat, seandainya saja mama tau apa yang ia lakukan ntah apa yang terjadi
Arika tak bisa tinggal diam begitu saja pada Bian ,saat ia mulai bersuara Bian langsung memotong pembicaraan lebih awal
"Arika ini sangat cantik dan menarik ,Mama ,papa ,om dan Tante , Bian saat pertama kali bertemu dengannya langsung tertarik , senyumannya juga sangat indah "
Arika syok ia tak menyangka jika Bian akan melakukan hal gila seperti itu padanya
"Apa-apaan ini ?"
Siska juga nampak sangat bahagia sekali saat melihat Bian yang berdiri disamping putrinya tersebut
"Bian ..."
Ana dan Aditya juga tak menyangka jika Bian akan melakukan hal itu ,
"Karena sebentar lagi Bian akan wisuda juga maka Bian berharap Arika dan Bian harus segera dihalalkan "
"Apa !"
Arika nampak syok bahkan ia terlihat hampir pingsan karena mendengar ucapan Bian
ia tak mampu berkata apapun lagi karena terlalu kaget dengan apa yang ia dengar
Aditya ,Arya dan Dimas langsung bertepuk tangan melihat Bian yang dengan gagah berani mengakui perasaannya pada Arika
"Waww wawww Aditya aku tak menyangka jika putra mu ini sungguh sangat spesial sekali ia bahkan bisa melakukan hal ini kerennn"
"Aku yang sering berpetualang saja kalah telak dengan putramu Ditt"
__ADS_1
Arya menepuk pundak Bian
"Aku sungguh sangat bangga padamu Nak , kau akan menjadi contoh bagi Alea nanti jika ia ingin menikah maka harus mencontoh kak Bian ini, laki-laki sejati yang hebat sekali mengakui perasaannya sendiri ditengah orang banyak "
Giliran Dimas mendekati Arika
"Om rasa kita bisa memberitahu papamu jika putrinya akan segera menikah "
Muka Arya langsung berubah saat mendengarkan Dimas menyebutkan perihal papanya Arika
"Santai Bro ,jangan kusut begitu"
bisik Aditya
Arya langsung membisikkan kembali
"Dimas selalu saja begitu tak memikirkan perasaanku" ucap Arya dengan lesu
"Kau mau menyerah lagi , tinggal satu langkah lagi , setelah Bian menikah mereka akan tinggal dirumah mereka lalu itu kesempatan emas untukmu memanfaatkan rasa kesepian Siska yang ditinggal nikah putrinya "
Arya terdiam sejenak lalu kembali menoleh Aditya "Tumben kau cerdas soal ini Dit "
menampakkan giginya
"Aku ini tau membaca situasi , aku tau orang-orang yang jatuh cinta itu memang sering terlihat sangat tolol sekali"
Arya manggut-manggut "Iya..iya..."
Aditya tersenyum puas "Dit tapi tunggu dulu,apa yang kau katakan barusan Dit ? aku ini terlihat tolol?"
"Sudahlah itu tidak penting lagi sekarang tugas mu satu yaitu rebut kembali cintamu jangan biarkan ia lepas kembali "
"Siap bos Que "ucap Arya sambil cekikikan
"Jadi bagaimana ini Siska untuk Bian dan Arika apa Minggu depan bisa dinikahkan saja biar lebih cepat lebih baik tidak ada fitnah "
Bian dengan tenang menjawab "Mama., papa,om.dan Tante sebelumnya Bian meminta maaf , meski Bian memang menyukai Arika tapi jujur Bian tak mau terburu-buru untuk menikah apa lagi selama ini Arika tinggal di Jogja ,Bian memberikan ia kesempatan untuk Arika selama dua tahun ini untuk bisa memuaskan masa mudanya Ma ,Pa , om dan Tante "
Arika tak bisa berkata apa-apa lagi mulutnya seperti terkunci hanya saja ia sangat salut dengan Bian yang sangat lihai sekali mempermainkan kata-katanya
"Ya ampun anakmu Ana ia benar-benar sangat istimewa sekali bahkan aku tak menyangka dia lebih keren dari kak Aditya papanya "
puji Siska
Arya langsung maju kedepan dan berdiri sejajar dengan Bian
"Ehemmm...ehemm...."
Siska lebih fokus dengan Bian yang akan menjadi masa depan putrinya itu
"Ana aku ingin Bian Segera bertunangan saja dulu,itu lebih baik sekali Sepertinya "
"Siska kau dari tadi memuji Bian terus , coba kau perhatikan juga laki-laki yang berdiri disampingnya Bian Tersebut , bagaimana menurut penilaianmu ?"
goda Dimas , wajah Siska langsung kembali memerah
Ana juga menggoda "Aastaga aku hampir lupa dengan pasangan couple ini "
"Kutunggu jandamu "
Aditya tertawa
Arya merapikan rambutnya , sedangkan Bian langsung menoleh kearah Arika dengan tersenyum sinis
Hah sudah aku katakan jangan berurusan denganku ,kau salah orang jika berhadapan dengan ku , jangan kau pikir aku akan menyerah begitu saja , sekarang kau yang terjebak kembali dalam permainanku
Arika sudah tak perduli lagi dengan mamanya dan Arya
bagaimana mungkin aku bisa memikirkan mama dan om Arya lagi ,jika perasaan ku kini kacau dan tak karuan , bisa-bisanya ia mendapatkan banyak pujian dari semua yang ada disini , kalian semua tidak tau jika dia itu adalah penipu ,aku bisa memanggil Alea sebagai saksinya
Mereka pun kembali mengabaikan Arika dan Bian .kembali fokus pada Arya dan Siska
"Wah jadi ini sangat pas sekali ada dua pasang pengantin nanti nya"
"Arya apa kau tak malu pada Bian ,kau tak berani menyatakan perasaan mu seperti Bian ?"
Arya merapikan kerah bajunya"Bian itu baru menetas jadi ia memang perlu untuk mengungkapkan perasaannya agar Arika mengerti karena gejolak cinta kaula muda itu sangatlah berbeda dengan kita yang sudah memasuki usia senja ini "
Aditya langsung menyeletuk
"Kau tau santan kelapa kan? "
"Iya tau kenapa memangnya ?"
Dimas langsung menjawab "Santan kelapa itu semakin tua semakin bagus santannya ".Dimas tertawa terkekeh-kekeh
Ana dan Rima tersenyum-senyum malu
"Aku bahkan merasa tidak enak saat mendengar soal santan itu kasihan Siska "
"Sudah lah sekarang tunjukkan saja pesona santan kelapa mu itu Arya "
"Santan kelapa ,santan kelapa , Tidak perlu diungkapkan perasaan ku ini aura nya saja sudah cukup membuat ia tau bagaimana perasaan ku yang benar-benar luar biasa ini "
Siska tersipu malu ia yang sejak lama tinggal bersama keluarga bangsawan sama sekali telah berubah menjadi lebih lembut ,dan kalem ,sosok Siska yang bar-bar dan juga jagoan itu lambat laun sudah mulai terkikis
__ADS_1
"Aku tak mengerti apa lagi yang Kalian bicarakan "
Siska menunduk malu
"Nanti juga kau mengerti ini hanya tentang waktu saja "
Mereka semuanya asik tertawa mengobrol tapi Bian memanfaatkan kericuhan tersebut dengan berbisik pada Arika
"Aku memenangkan pertarungan ini "
Arika menoleh kearah Bian
"Kau pikir kau sudah menang ,tidak semudah itu aku akan membuka kedokmu "
"Buka saja kalau kau berani dan berhasil menyakini semua orang jika aku seperti itu , aku takutnya nanti kau juga yang akan repot untuk mendapatkan kepercayaan orang-orang kembali dan harus kau ingat tradisi keluarga kita sama ,kita sama sama tak diperbolehkan pacaran dan nikah muda , kau siap-siap saja mendapatkan balasan dari ku nanti !"
Arika yang kesal langsung beternak
",Mama..Tante Ana !"
Bian langsung kaget mendengar Arika yang bersuara tersebut
Aastaga mampus , apa yang akan ia katakan pada mereka semuanya ,ia juga tak bisa dianggap main-main ternyata ya
Bian tak berani berbicara apapun mendadak semua suasananya menjadi hening
"Arika apa yang ingin kau katakan sayang , katakanlah "Ana dan Aditya mendekati nya
Awalnya Arika ingin sekali mengadukan sikap Bian pada mereka semua ,namun saat Aditya dan Ana memperlakukan ia dengan sangat baik rencana Arika pun mulai berubah
Tante Ana dan.Om Aditya sangatlah baik dan lembut berbeda sekali dengan anaknya yang penuh tipu daya setan yang terkutuk
Siska juga mendekatinya "Ada apa Nak ?"
"He tidak mama ,om dan Tante , kenapa tidak sebaiknya aku dan kak Bian bertunangan saja dulu ,agar orang-orang tau jika diantara kami berdua terjalin hubungan yang resmi "
.
Astaga apa.yang sedang ia rencanakan padaku
dia sendiri yang menawarkan pernikahan ini semakin di percepat nanti, argghhhhhhhh padahal aku sudah mengatakan tadi jika kita berdua akan menunggu lagi selama dua tahun , dalam waktu dua tahun tersebut aku sedang mencari cara agar hubungan kami bisa renggang dan akhirnya bubar , kenapa sekarang harus pakai acara tunangan segala
Semua keluarga pun langsung bergembira dan tertawa bahagia
"Kau dengar Siska putrimu ingin segera bertunangan dengan Bian ,ya ampun aku tak menyangka jika mereka berdua bisa langsung cocok begini ya ,Siska aku sungguh sangat bahagia sekali "
berpelukan dengan erat
Aditya kebingungan "Aku memeluk siapa untuk dijadikan calon besanku "
Arya langsung maju dan melebarkan kedua tangannya
"Kau peluk aku saja , sama saja kan aku juga calon papa sambungnya "
Aditya langsung memeluk Arya "Kau harus berjuang kali ini, Dimas juga mendukungmu ingat jangan sia-siakan kesempatan ini "
"Jangan khawatir , tenang saja "
Bian panas dingin berada dibelakang mereka
"Sekarang bagaimana kak Bian ,aku mempermudah proses Semuanya bukan , sesuai yang kau katakan maka kita berdua akan hidup bersama ya kan Karena keturunan kita adalah menikah di usia muda"
Arika menantang Bian balik
"Aku tau kau tak serius dengan ucapanmu ,aku pun sama ,aku ingin menunggu kata-kata itu keluar dari mulut mu langsung , dengan Begitu mereka semua akan tau jika anaknya ini ucapannya sama sekali tak bisa di percaya"
Arika Tersenyum-senyum sendiri membayangkan ketakutan karena Arika yang benar-benar ingin mengabulkan pernikahan mereka
"Om Tante saya pamit mau sholat dulu"
Arika langsung bersuara kembali "Ya Arika juga mau sholat, barengan sama kak Bian ,biar kak Bian jadi imamnya Arika jadi Makmumnya "
Semua yang berada disana langsung memegang dadanya
"Mulus sekali kisah pertemuan mereka berdua ya "
"Benar tidak serumit jodoh kita"
jawab Dimas
"Iya mereka benar-benar sudah ditakdirkan untuk bersama ,jalan mereka mulus "
"Ya kau benar semulus jalan Tol "..
Arya tak henti-hentinya tertawa bahagia sambil sesekali melirik Siska yang tersenyum simpul
padanya
Tapi mereka tak tahu jika Bian dan Arika yang mereka kira sangat kompak dan serasi padahal mereka sedang beradu argument dibelakang
"Bagaimana kak Bian apa kau menyerah sampai harus mengadu kepada Tuhan , hahah kan sudah aku katakan kejujuran akan menolong mu , jika kita berbohong maka selamanya kita akan berbohong terus menerus
sampai kapanpun akan menutupi kebohongan satu sama lainnya "
Bian tak banyak bicara" Oh ya , atau jangan-jangan sebenarnya memang kau tertarik padaku ya kan , mengaku sajalah ,kau sudah tak sabar ingin menjadi istri dari kak Bian ya kan ?"
__ADS_1
......
Tolong Vote nya syaang ku