
Puk...
"Mass..mas ."
Seorang pramugari menepuk pundaknya
Panji langsung terbangun dari tidurnya
ia kaget saat melihat sekeliling ternyata ia masih berada didalam pesawat
"Astaga cuma mimpi rupanya"
Panji langsung mengusap wajahnya
"Maaf Mas mengnggu mas tapi teriakan suara Mas dan tawanya Mas menganggu kenyamanan para penumpang yang lainnya "
Panji langsung tidak enak ia segera melihat kesekelilingnya dan mendapatkan orang-orang yang sedang menatapnya dengan wajah marah
"Oh iya Mbak maafkan saya sudah membuat kegaduhan mungkin karena saya terlalu kelelahan sekali "
"Baiklah permisi kalau begitu "
pramugari pun segera meninggalkan Panji
lagi-lagi ia mengusap wajahnya
"Sepertinya sangat nyata sekali ,aku sampai tak bisa berkata apapun lagi ,ini sungguh diluar
Ya Tuhan kenapa aku mimpi papa sehat dan semuanya kelihatan baik-baik saja "
Panji sangat cemas sekali ia langsung berkali-kali mengucap zikir
sampai penumpang disebelahnya menyapanya
"Ada apa Nak?"
__ADS_1
"Tidak ada Bu saya hanya sedang bermimpi yang sangat nyata sekali Bu tentang orang tua saya saja dari tadi "
ibu yang duduk disebelahnya langsung berbicara dengan sangat ramah sekali
"Iya aku melihatmu sejak pertama kali duduk nampaknya kau benar-benar tidur kelelahan sekali , mungkin kau lupa membaca doa saat tidur tadi "
Panji langsung mengucapkan "Astagfirullah "
ia berterimakasih pada sang pencipta karena atas izinnya lah ia masih diingatkan melalui ibu yang berada disebelahnya
Ya ibu ini benar aku lupa membaca doa karena terlalu lelah dan banyak pikiran mungkin , ya Tuhan semoga papa baik-baik saja aku takut mimpiku itu adalah suatu pertanda ,ya Tuhan
Berkali-kali Panji mengusap wajahnya , hingga lagi-lagi membuat perempuan yang berada disampingnya menasehatinya kembali
"Jika kita mengalami mimpi buruk nak sebaliknya meludah kekiri tiga kali dan ucapkanlah doa meminta perlindungan kepada Tuhan , satu hal lagi jangan ceritakan mimpi buruk pada siapapun bisa saja itu gangguan dari syetan karena kita yang lupa membaca doa saat tidur"
Panji pun terdiam namun ia tak pernah sombong dengan siapapun Panji selalu bisa menerima nasehat dan ucapan dari siapapun dengan sangat baik "Terimakasih ibu wejangannya mudah-mudahah bisa menambah ilmu buat saya
"Sama -sama Nak "
tapi aku tak sedang bermimpi buruk Bu aku justru sebaliknya aku bermimpi bagus namun aku takut jika mimpi yang aku alami ini adalah kebalikannya , semoga saja tidak akan terjadi apa-apa ya tuhanku
Perasaan panji semakin tak karuan saja ,ia bahkan sampai tak berhenti berdoa agar tak Terjadi sesuatu yang buruk pada papanya , bukan apa-apa tapi memang karena ia tak pernah sama sekali tertidur didalam pesawat
apa lagi sampai mimpi seperti itu
Saat turun dari pesawat Panji langsung disambut oleh sopir nya
ia kaget sekali
"Mas Panji sudah sampai "
Nampak juga Raja berdiri disampingnya
"Mas ?"
__ADS_1
"Iya Panji mas akan pulang hari ini tadi mas sudah menelpon Arika juga katanya besok ia akan segera kembali kemari , terimakasih ya sudah membuat nyaman sekali berada disini , dan memberikan mas sopir hebat ini "
menepuk pundak laki-laki yang berada disampingnya
"Terimakasih mas ya sudah mau tinggal dulu disini maafkan Panji tak bisa menemani mas Raja "
"Santai saja Panji , justru mas merasa sangat bersyukur sekali karena Panji sudah menyuruh mas berkeliling dengan mas Mul ini dia benar-benar seorang tour guide yang sangat luar biasa , lihatkan mas diservisnya malam tadi benar-benar luar biasa sekali "
Panji tersenyum "Mas doakan papa kalian cepat sehat ya , jangan khawatir percaya saja sama kekuatan doa ,tak usah berpikiran yang tidak-tidak , Tuhan tau yang terbaik untuk umatnya "
"Baiklah Mas kalau begitu Panji pulang dulu ya Mas , sering-seringlah kemari Mas "
"Siap pasti itu "Raja mengacungkan jempolnya
Panji langsung pergi begitu juga Raja yang langsung berpamitan untuk kembali ke kotanya.
Diperjalanan pulang kerumahnya
Panji langsung bertanya kembali pada sopir nya "Papa saya bagaimana keadaannya Pak?"
"Oh Papanya Mas Panji ? saya kurang tau karena dari semalaman saya nggak pulang kerumah ,mas Raja mengajak saya menginap di hotel Mas malam tadi "
"Oh ya baiklah "
tiba-tiba perasaannya kembali tak karuan karena memikirkan mimpinya di pesawat tadi
Ya Tuhan tolonglah kegelisahan yang ada di hatiku ini tak sama dengan kenyataannya
Panji tak berani menelpon mamanya karena ia tak siap untuk mendengarkan sesuatu yang malah menyakiti hati nya nanti
"Ya Tuhan semoga keadaan papa baik-baik saja , aku belum siap untuk menghadapi situasi Sulit ini seorang diri , mama Silvi sangat rapuh sekali dan aku tau itu ,aku butuh kak Arika berada disini ia adalah kakak kandungku , karena situasi terburuk sekalipun hanya ada keluarga tempat kita berbagi"
Panji bersandar di kursi mobil tersebut ia tampak benar-benar lelah lahir batin
"Bawa minum Mas Panji ,jangan terlalu dipikirkan semua masalah didunia ini pasti ada jalan keluarnya , mas jangan sampai sakit karena banyak pikiran "
__ADS_1
"Terimakasih Pak Mul "
ucap Panji dengan sopan sekali