Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Kabar bahagia untuk Arya


__ADS_3

"Siska ?"


Alena langsung berdiri , sambil mengelus dadanya tak disangka jika perempuan yang menjadi saingannya di hati Arya berada tepat disampingnya saat ini terbaring lemah dengan selang oksigen yang berada di hidungnya


"Arjuna ,Siska kenapa ?"


Arjuna juga kaget saat melihat istrinya masuk ruangan yang sama dengan Arya


"Alena "


Arjuna mengusap dadanya seakan ia sedang berusaha untuk menyabarkan hatinya ,ia tau apa yang dirasakan Alena sama saja dengannya


Arjuna Tersenyum ruangan Arya dan Siska hanya terbatas oleh tirai pembatas saja ,apa lagi ruangan tersebut begitu kecil ,padahal.Siska sama sekali tak ingin tau bagaimana keadaan Arya ,


namun sepertinya Tuhan sengaja memberikan ia kesempatan untuk melihat Arya ,ntah itu untuk terakhir kalinya ntah itu sebagai tanda perpisahan jika ia dan Arya memang tidak di Takdirkan untuk bersama ,


Ya Didalam tahun Alena ada darah daging Arya yang tinggal menunggu waktu ia akan lahir kedunia , begitu juga didalam rahim Siska ada darah daging Arjuna


Didalam kamar tersebut semuanya terdiam sepi termasuk ibunya Arya ,tak ada sama sekali Terdengar suara , mereka semuanya seolah terdiam sepi dengan segala isi pikiran mereka masing-masing yang ada di otak mereka semua


Satu jam berlalu,dua jam berlalu masih sama Siska dan Arya sama-sama belum terjaga , hingga akhirnya mereka semuanya tertidur sedangkan Aditya ia sedang menunggu pesawat pribadinya datang untuk menjemput Arya yang akan segera dibawa kembali kekota mereka


Malam tepat pukul sepuluh Terdengar suara bersahutan memanggil seseorang ,Siska memanggil Arya dan Arya memanggil Siska


tentu saja membuat kedua keluarga tersebut kaget sekali terlebih ibu Arya , semakin keras suara Arya semakin sakit batinnya ia tau jika putranya begitu tersiksa dengan perasaannya


Sama halnya Siska pun , berteriak hal yang sama "Kak Arya ...kak Arya "


Arjuna berdiri lalu membuka tirai pembatas tersebut dan terlihatlah keduanya sedang berbicara dan dalam beberapa menit kemudian keduanya langsung tersadar


Arya langsung membuka matanya begitu juga Siska


"Aku dimana ?"


Tanya Siska heran


"Tenangkan dirimu sayang kita dirumah sakit "


Arjuna mengenggam erat tangan Siska ,jari jemari lembut itu tampak begitu lemas sekali ,ntah apa yang ada didalam batinnya


"Kak Arya ? kau sudah sadar "


Ucap Alena dengan sangat bahagia sekali ,matanya nampak berbinar-binar saat melihat wajah Arya yang terbangun


"Aku dimana ?"


pertanyaan yang sama yang dilontarkan oleh Arya pada Alena

__ADS_1


"Kita dirumah sakit kak ,apa kau tak melihat ada bidadari disini "


menunjuk ibunya yang nampak sembab karena menangis semalaman memikirkan dirinya yang tak kunjung sadar


"Ibu juga ada disini "


Arya nampak heran


"Sakit....."


Terdengar suara Siska kesakitan karena jarum infusnya yang tak sengaja tertarik


"Siska ?"


Arya Langsung menoleh kearah samping dan melihat Siska yang juga sedang berbaring disampingnya dalam keadaan kesakitan


"Tunggu sebentar sayang aku akan memanggil perawat ,sebentar "


Siska dan Arya saling berpandangan satu sama lainnya didalam kamar tersebut


melihat mereka berdua yang saling berpandangan membuat ibu Arya Langsung mengambil langkah cepat ia tak mau Alena yang menjadi istri sah Arya menjadi semakin terluka apa lagi Alena sedang mengandung cucunya


"Arya ..ibu ingin memberikan kabar bahagia untukmu "


"Kabar bahagia ? maksudnya Bu?"


Ibunya buru-buru menarik tangan Alena dan memegang perutnya ,lalu menarik tangan Arya


"Didalam perut istrimu ini sekarang ada darah dagingmu ,kau harus segera sembuh Nak,besarkan anak kalian dengan baik ,kau akan menjadi seorang ayah yang bahagia dan ibu akan menjadi seorang nenek "


Arya langsung menoleh kearah Siska yang Masih berbaring lemah


"Selamat kak Arya semoga ibu dan bayinya selalu sehat dan kak Arya juga bisa cepat pulih kembali "


Arya mengangguk dengan mata berkaca-kaca ntah apa yang ada di hati mereka masing-masing ,hanya Tuhan saja yang tau bagaimana isi hati mereka berdua


"Terimakasih Siska "


Tak berapa lama Arjuna masuk dengan membawa suster bersamanya


kebetulan juga ternyata ada salah satu kamar Vviv yang kosong , Arjuna berniat memindahkan kamar untuk Siska


"Sayang kita pindah kamar dulu ya,kamar yang lebih besar agar kau bisa bergerak secara leluasa "


Siska tersenyum dengan manis mengangguk setuju


"Baik lah "

__ADS_1


Arjuna pun berpamitan dengan Arya dan keluarganya untuk pindah kamar , sebenarnya itu memang yang diinginkan oleh Siska dan Arya karena jika mereka berada dalam satu kamar akan banyak hati yang terluka ,


Arya turut bahagia dengan kabar kehamilan Alena karena ia akan menjadi seorang ayah , namun rasa cinta itu tak akan sanggup ia hilangkan begitu saja


"Nak...lihat ibu"


Ibunya berusaha menjernihkan pikirannya dengan sangat cepat agar Arya tak hanyut dalam pikirannya


"Kau lihat nak Istrimu memilih bertahan hidup denganmu ia sangat panik sekali saat mendengarkan berita gempa yang terjadi ditempat mu,kami langsung kemari "


Kakinya masih terasa sakit ,lengan juga terasa sakit mungkin efek obat bius yang sudah menghilang itu


"Benarkah bagaimana mungkin kalian bisa berada disini ?"


Arya keheranan


"Kak Aditya yang membawa kami kemari "


Ucap Alena dengan sangat lembut sekali


"Lalu kemana dia sekarang?"


"Tadi dia keluar sebentar , katanya kau akan dibawa pulang besok dengan pesawat pribadi miliknya "


Arya Langsung menggelengkan kepalanya


"Hah jam segini aku tau pasti Aditya sedang tertidur pulas di hotel ,aku sangat tau sekali pasti Ana sedang menelponnya dan jadwal.ia tidur memang jam segini "


"Jangan begitu Arya ,kau tau Aditya juga menangis saat memikirkan nasibmu ,dia sama saja dengan ibu dan Alena "


Arya hanya terdiam sejenak dan kembali melihat Alena yang masih berdiri di hadapannya


"Hmm aku pikir kau telah pergi bersama tua bangka itu ,dia kan kaya raya pasti kau akan bahagia sekali "


"Arya !"


Ibunya berusaha menenangkan Arya yang kelihatannya masih kesal sekali dengan Alena


"Tak apa Bu, biarkan saja kak Arya meluapkan kekesalannya padaku ,ini memang kesalahan ku memang sudah sewajarnya ia melakukan hal.itu padaku,ibu bayangkan saja seharusnya sikap seorang isteri adalah bertahan sekuat tenaga dalam situasi apapun tapi aku malah mencari cara agar bisa bahagia dengan caraku sendiri ,aku memang pantas mendapatkan Omelan darinya , biarkan saja Bu "


Alena sambil menundukkan kepalanya


"Apa lagi yang ingin kakak katakan padaku katakanlah karena aku sama sekali tak akan mau dan tak akan pernah menjawabnya "


Arya langsung membuang wajahnya


"Untung saja kau sedang hamil.anakku jika tidak mungkin aku sudah melemparkan tubuhmu dari jendela itu , seharusnya kau belajar banyak dulu bagaimana untuk menjadi istri yang baik dan perempuan yang taat akan suami"

__ADS_1


"Arya... hentikan kau ini tak boleh banyak berbicara dulu Nak"


__ADS_2