
Siang berganti malam tak terasa sudah cukup lama mereka berlibur ditempat itu,
"Besok kita akan segera pulang, dan aku harap kau juga sudah siap untuk menjalankan rutinitas sebenarnya sebagai Nyonya Bian"
sambil mengedipkan matanya.
mereka pun tak terlihat canggung seperti awal-awal mereka datang, justru Arika nampak sudah mulai nyaman saat bersama Bian" Ya, tapi aku pasti akan kuliah seperti biasanya, dan aku tak mau kau bersikap berlebihan padaku, kau harus terlihat sangat ramah sekali ya tentunya, karena tak mungkin aku harus selalu bersama dengan mu di kampus" pinta Arika
"Jadi kalau begitu,apa yang akan kau lakukan jika bertemu dengan ku di kampus?"
"Ya tentu saja aku akan bersikap sama denganmu seperti biasa, kita bersikap senatural mungkin"
"Tapi ingat Arika, aku ini suamimu, dan kau tau bukan fungsi suami adalah kau harus datang saat ia butuhkan,dan itu akan berlaku pada kau saat di kampus nanti"
Arika langsung menoleh kearahnya,"Tapi ingat tugas suami adalah ia harus melindungi istri nya dan juga tidak mempermalukan istrinya"
__ADS_1
tak mau kalah dengan Bian.
"Ya tentu saja, aku tak akan sanggup untuk hanya diam saja tak bisa melakukan apapun, karena aku ingin anak-anak ku kelak mengenali ibunya dengan ibu yang cerdas karena kecerdasan seorang perempuan itu sangat berpengaruh pada anak-anaknya nanti"
"Iya aku tahu, tapi jangan lupa jika aku ini adalah istrimu, yang akan selalu membutuhkan bimbingan laki-laki yang baik untukku" sambil tersenyum sendiri, langsung saja Bian menarik tangan Arika
"Kau itu milikku dan akan menjadi milikku selamanya"
"Dan kau adalah milik ibumu, karena aku adalah istri yang akan selalu membuatmu taat pada kedua orang tuamu, apa lagi mama ku pernah cerita padaku,jika kau adalah anugerah yang terindah yang didapatkan oleh mama Ana dan Papa Aditya "
"Jadi setelah ini, kita akan menjalani kehidupan baru, dirumah baru kita, agar bisa belajar lebih banyak dulu untuk membina rumah tangga"
Arika langsung berdiri"Aku mau mandi, karena malam ini malam terakhir kita menghabiskan waktu ditempat ini, aku ingin malam nanti kita bisa melihat apa yang ada ditempat ini dengan hati, apa lagi beberapa malam ini cahaya bulan purnama begitu sangat indah sekali" ucapnya sambil tersenyum geli
baru saja Arika berdiri ia tiba-tiba langsung mendadak pusing
__ADS_1
"Aww kepalaku"Bian langsung memegang tangan Arika
"Arika kenapa?"
"Ntahlah kepalaku mendadak pusing"ucap nya dengan memegang kepalanya
"Ya sudah bawa duduk dulu, mungkin kau kelelahan karena beberapa malam ini aku ..." Bian merasa bersalah dengan apa yang terjadi pada Arika
"Aku hanya butuh istirahat saja, mungkin benar aku kelelahan "
"Kalau begitu kau istirahat saja dikamar dulu ya, ayo aku gendong " tanpa pikir panjang Bian langsung menggendong istri nya itu
walaupun sebenarnya Arika sama sekali tak tertarik diperlakukan berlebihan seperti itu, namun karena ia memang sangat lemah sekali,tentu saja ia hanya bisa pasrah saja
"Kau jangan banyak bergerak istirahat yang cukup, karena aku tak mau disalah kan mama jika kau pulang kenapa -kenapa begini" mendadak cemas melihat Arika yang seperti itu mendadak pusing
__ADS_1