Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Part 320


__ADS_3

Raja dan Arya saling berpandangan, mereka seperti dua orang yang siap bertarung


"Apa yang sedang dilakukan anak ini, kenapa dia sepertinya keras kepala sekali, benar-benar tidak tahu malu, dulu aku tak seperti ini, memaksakan kehendakku, kenapa dia ngotot sekali" mereka saling bertatapan,


tapi apa yang dilakukan oleh Raja dan Keluarganya, benar-benar tak diketahui oleh Alea, dia asik tertidur dengan musik di telinganya


"Jadi sekarang apa yang kau inginkan?" tanya Arya


"Aku ingin menjadi menantu anda, apapun syaratnya akan aku lakukan" Dimas dan Rima, langsung kaget, karena Raja benar-benar spontan tanpa ada basa basi sama sekali mengutarakan isi hatinya


"Anak itu benar-benar tak memiliki basa-basi dulu" Dimas menutup wajahnya


"Dia benar-benar berbeda, kenapa aku melihatnya lebih cocok menjadi anak Arya, dari pada anak kita, karena kita berdua tak memiliki sifat to the point seperti itu" ucap Rima cemas sungguh Raja memang berbeda, sekali dia berkehendak, semuanya langsung dia upayakan untuk mendapatkannya


Siska langsung pergi ke dapur untuk mengambil minuman


"Aku mau mengambil minuman dulu, sebaiknya kalian duduk mendampingi Raja di sana" Siska dengan cepat menghilang


Dimas dan Rima pun duduk disampingnya Raja, wajah Dimas benar-benar tak karuan, padahal status dia saat ini adalah kakak ipar Arya, tapi wajar saja karena seorang ayah akan melakukan segalanya untuk melindungi putrinya dari hal-hal yang buruk, Dimas saja dulu melakukan segala cara agar Siska tak menikah dengan Arya, dan ini yang sekarang dirasakannya, Dimas makanya tak bisa berbuat banyak tentang apapun itu


"Apapun akan aku lakukan untuk membuat anda percaya jika aku memang pantas untuk menjadi suami Alea" ucap Raja dengan sangat yakin

__ADS_1


"apapun syaratnya apa kau yakin bisa?, justru aku khawatir nanti, kau malah tak sanggup memenuhi apa yang aku inginkan, karena konsekuensinya sangat fatal, jika gagal kau harus berjanji untuk tidak akan menganggu putriku lagi" ucap Arya dengan tegas


Dimas langsung berkeringat dingin mendengarkan apa yang diucapkan Arya,


"Ya Tuhan, sebaiknya anak ini mundur saja, karena aku yakin Arya akan melakukan segalanya untuk membuat dia gagal memenuhi semua syarat yang akan di lakukannya, aku rasa ini tak akan berhasil"


dia yang seolah-olah paham apa yang akan dilakukan oleh Arya, karena dahulu itulah yang ada di otaknya, untuk menggagalkan cinta Arya pada Siska


"Aku tahu dulu bagaimana rasanya menjadi Dimas, pantas saja dia tak menyetujui aku menjadi suami Siska, lelaki seperti ini tak akan mungkin bisa membuat putriku bahagia, kalaupun aku langsung menyetujuinya maka masa depan putriku, akan di pertaruhkan"


Arya merasa juga bagaimana berada di posisi Dimas kala itu


Arya menarik nafasnya dalam-dalam, dan dengan berat hati dia mengatakan pada Raja


dengan pikiran yang matang akhirnya dia menyetujui pernikahan Raja dan Alea


semuanya langsung kaget tak percaya dengan apa yang baru saja mereka dengar


"Arya apa kau tak salah?" Dimas sendiri merasa tak percaya dengan apa yang dia dengar


"Ya tidak salah, setelah aku pikir, aku tidak mau ada Arya, ataupun Siska dimasa datang, aku memaafkan Raja,dan lamarannya aku terima, karena yang menjalankan kehidupan adalah mereka berdua, kita sebagai orang tua hanya bisa mendoakan yang terbaik, karena lambat laun, juga nantinya Alea juga harus menikah dan pergi dari kehidupan ku" matanya nampak berkaca-kaca saat berbicara, karena dialah yang mengurus Alea hingga sampai saat ini, tanpa menikah lagi

__ADS_1


Siska benar-benar terharu dengan keputusan Arya, dia langsung memeluknya


"Terimakasih suamiku"


"Karena pada akhirnya yang akan menemani kita adalah pasangan hidup, aku tak ingin membuat Alea bersedih"


ternyata Alea sudah keluar dari dalam kamar, dan dia langsung menangis saat mendengar ayahnya mengatakan hal yang sangat manis tersebut, Alea merasa bersalah, tapi suatu hari nanti dia juga akan menikah,dan akan meninggalkan Arya juga


"Papa!" Alea langsung memeluk ayahnya


Dimas dan Rima nampak lega, mereka juga ikut meneteskan air mata,terharu, akhirnya raja dan Alea bersatu kembali


"kita akan menjadi keluarga besar" Dimas mengulurkan tangannya pada Arya, lalu berpelukan


"Maafkan aku Arya atas segalanya"


"Tidak usah mengatakan apapun, karena aku juga tahu bagaimana berada di posisimu, hari ini kau adalah besan sekaligus kakak ipar ku, kita akan merawat dan menjaga anak-anak kita dengan baik, dan bersama-sama lagi selama nya" Arya tersenyum.


Pernikahan Raja dan Alea pun berlangsung, dan akhir kisah ini semuanya hidup rukun dan damai dengan takdir masing-masing, tentunya hal tertinggi dalam kehidupan manusia adalah Ikhlas dengan segala ketentuan yang terjadi, memaafkan masa lalu, karena setiap kejadian akan selalu ada hikmahnya.


Tamat

__ADS_1


__ADS_2