
Selesai menelpon ,Alena langsung buru-buru mandi ia sangat gerah sekali
seperti biasa Alena menaruh ponselnya di dalam tasnya
Melihat Alena yang sedang mandi Arya langsung mengunci kamar nya dengan cepat ia membuka tas berwarna merah muda tersebut ,
"Oke aku akan mengetahui apa saja yang kau sembunyikan dari ku "
Sambil tersenyum licik ia memeriksa isi ponsel milik Alena
ia membuka setiap pesan masuk dari ponsel tersebut ,lengkap dengan tanggal dan waktu penerima nya
termasuk pesan dari Dimas saat Alena memohon uang untuk biaya pengobatan Ayah dan ibunya dan juga perjanjian agar ia bisa membuat Arya menjadi milik nya
Arya tak percaya jika selama ini telah berprasangka buruk tentang perempuan tersebut , "Pantas saja ia amat menyayangi Ibu,ia pun melakukan hal yang sama pada kedua orangtuanya "
Tak sampai di situ saja Arya memeriksa galeri ponsel milik perempuan yang menjadi istrinya tersebut dan ia mendapatkan Alena berpoto dengan gadis yang sangat tak asing bagi nya
"Dia ? ha "
Perempuan yang selalu menuntut tanggung jawab atas kesucian yang telah ia renggut
lalu perempuan itu tiba-tiba menghilang tak lama setelah itu kehidupan keluarga nya hancur berantakan
"Apa hubungan nya ia dan Alena "
Arya kembali memeriksa akun media sosial milik Alena dan mendapatkan sebuah caption di atas sebuah Poto 'Istirahat yang tenang kakak ku tersayang , jangan khawatir aku akan menjaga bapak dan ibu bagaimana pun caranya"
Kletek..
bunyi pintu kamarnya , buru-buru Arya memasukkan ponsel milik Alena di tempat semula
"Ya... tunggu sebentar "
Arya membuka pintu , untuk pertama kalinya ia ketakutan memandang Alena ,ia takut jika Alena akan membalas Semua yang telah ia lakukan pada kakaknya ,tapi satu-satunya cara ia harus menemui Dimas ,semua ini tak bisa di biarkan begitu saja Hanya Dimas saja yang bisa mengungkapkan semua nya
"Cepat lah ganti pakaian mu ,kita akan segera pergi "
Ibu nya yang sedang menonton televisi tampak sungguh bahagia melihat kebersamaan yang di tunjukkan oleh Arya dan Alena
"Ibu tinggal dulu ya ,Arya dan Alena akan pergi keacara Aditya dan Ana "
"Baiklah hati-hati sayang "
__ADS_1
Sekitar lima menit menunggu akhirnya Alena keluar dari dalam rumah , mengejutkan sekali ia hanya mengenakan celana jeans dan baju kaos oblong
"Kau memakai pakaian ini ?"
"Memang nya kenapa ,jika tak suka aku lebih baik Tingggal saja ,tak apa "
Membuka pintu mobil
Namun Arya menahannya "Duduklah tak masalah , lagipula hanya sebatas pakaian saja "
Di dalam perjalanan menuju restoran Arya langsung membuka obrolan
"Bagaimana cara mu mengenal Dimas ?"
Deg..
Alena langsung gugup menjawab nya
""Tak usah takut bukankah status mu sekarang adalah istri ku tak ada satupun yang boleh kau sembunyikan dari ku ,aku berharap kau harus Jujur padaku, bukankah hubungan yang di awali dengan kebohongan tidak akan berakhir dengan baik "
Arya menatap serius kedepan
Suasana kembali hening dan Arya kembali bercerita
pipi ku ini adalah langganan tamparan dari berbagai perempuan "
Sambil tertawa kecil
"Hingga akhirnya aku mencari Tuhan dan menyesali perbuatannya , sayang nya Tuhan menghukum ku dengan menjatuhkan hati ku pada sosok Siska gadis yang tak biasa , ia pemarah ,jutek dan apa adanya, sama sekali bukan tipe ku "
Mata Arya tampak berkaca-kaca
"Aku tau jika aku terlalu banyak menyakiti perempuan .aku meminta maaf termasuk pada mu , percaya lah aku ini tak pantas di cintai oleh gadis sebaik mu ,malam ini aku akan menceraikan mu , jatuh talak untuk mu , maafkan aku Alena ini memang menyakitkan untuk mu ,tapi aku yakin dengan begini kau akan bahagia ,tak akan ada hati yang tersakiti
kau itu masih muda dan kejarlah mimpimu setinggi-tingginya aku tak pantas untuk mu "
Alena tersenyum dengan manis , Sepertinya ia sudah sangat siap jika ini akan terjadi pada nya
"Aku sudah tau ini akan terjadi padaku kak, kau benar cinta memang tak panas untuk di paksakan apa lagi menikah adalah sebuah ikatan suci yang tak bisa di permainkan, aku sangat senang kau bisa akhir nya mengucapkan ini, aku memang mencintai mu,namun aku juga tak bisa memaksakan perasaan mu pada ku "
"Terimakasih Alena ,kau mengerti "
Alena Tersenyum
__ADS_1
Tak lama terdengar Alena menepuk pundak Arya
"Hei kak Arya..ini sudah lampu hijau , kenapa kau diam saja ".
Arya tersadar dari lamunannya , rupanya ia sedang menghayal
ia juga belum ada nyali untuk mengatakan hal itu pada Alena , sampai ia meminta Dimas menjelaskan semua nya
Restoran cantik dengan konsep garden , di kelilingi lampu-lampu kecil dan ikan-ikan yang sengaja di letakkan di dalam akuarium yang besar dan bening
"Ayo turun kita sudah sampai "
Bersamaan dengan itu Arjuna dan Siska juga baru sampai
"Ayo..."
Arya memberikan tangannya pada Alena
namun Alena malah memberikan ponsel nya
"Hadeh bukan ini ! tapi tangan mu, ayo pegang tangan ku "
Karpet merah telah terbentang berbagai macam tamu undangan datang dengan pakaian yang mewah dan glamor termasuk Siska dan Arjuna ,namun lagi-lagi Sepertinya alam masih ingin membuat Siska dan Arya Saling berpandangan ,baju yang mereka kenakan sama-sama berwarna sama yaitu coklat muda , Arya dengan batik coklat bercorak , sedangkan Siska dengan menggunakan Dress panjang batik coklat yang sama "
Saat di minta media untuk berpose mereka sempat di kira sebagai pasangan suami istri yang serasi ini adalah kedua kalinya Arya di kira suami Siska , untung nya Arjuna berjiwa besar ia menganggap para media sedang bercanda
"Ayo sayang kita masuk "
Tak mau kalah dengan Siska Arya pun langsung menarik tangan Alena
"Ayo cepat gandeng aku sekuat-kuatnya"
Berada di tengah kaum elite sosialita tak membuat Alena minder ataupun rendah diri,meski ia menggunakan celana jeans dan kaus ketat namun ia sengaja menggeraika rambutnya , bersikap elegan
"Wah Nona Alena kau di sini juga "
Seorang lelaki yang seperti nya tampak lebih tua dari mereka menyapa Alena
"Tuan Romeo ,hai "
Oh jadi lelaki tua ini yang bernama Romeo
hmm tapi ia terlihat sangat kaya dengan pakaian yang ia kenakan, wajahnya juga tampan meski rambut nya nampak beruban
__ADS_1