
Perjalanan menuju rumah maminya pun terasa hangat kali ini Arjuna terlihat bahagia sekali
ia menang Memang soal raga Siska ,tapi soal hati dan cinta kita tak tau bukan ...
"Mampir sebentar di depan ya ,kau tunggu saja di mobil "
Siska tak memperdulikan nya karena masih kesal sekali
"Ntah kenapa aku begitu kesal saat melihat ia bersama Silvi , tingkahnya membuat ku ingin menghajar wajah mereka berdua saja ,benar-benar tidak menghargai ku, jika aku mau aku bisa saja melakukan hal yang sama. untuk membalas nya , tapi sayangnya aku bukanlah perempuan seperti itu "
Siska langsung mengalihkan perhatian nya sesaat Arjuna masuk kedalam mobil
"Ini pegang , mami sangat menyukai makanan ini "
Siska terhenyak, memang benar Arjuna adalah sosok menantu idaman untuk semua orang tapi sayang nya , sedalam-dalamnya lautan kita tak pernah tau sedalam apa hati manusia
"Mami sangat suka makanan ini , mami juga mengatakan jika sang penjual makanan tak pernah mengurangi takaran makanan nya meski sudah laris manis seperti sekarang "
Arjuna tersenyum bahagia
Mungkin benar yang di katakan kak Dimas kenapa ia begitu istimewa di mata keluarga, Arjuna tak hanya perduli dengan ku tapi selalu memikirkan mami juga , dia laki-laki baik
Meski aku sudah berusaha menerima takdir ku
Tapi aku belum bisa sepenuhnya menerima ia di hati ku , mungkin sudah saatnya aku belajar menerima kenyataan ini *
Mereka pun melanjutkan perjalanan nya
"Kita sudah sampai ayo turun "
Arjuna langsung membuka kannya pintu
"Tak semudah itu untuk aku bisa turun , cepat lah bantu aku "
Arjuna langsung menggendong Siska , kebetulan maminya hendak melangkah keluar dari rumah nya. dan melihat pemandangan yang menurut nya sangat indah itu
"Ya ampun manis sekali, apa ini pertanda mereka sudah..."
Wajah maminya terlihat tersipu malu
"Mami ! cepat turunkan aku "
Arjuna menurunkan nya perlahan
"Mi "
Memberikan bingkisan untuk mertuanya
"Ya ampun nak Arjuna ,mami sangat terharu "
Siska langsung masuk kedalam kamarnya
dan mendapatkan kakaknya Dimas yang masih tertidur
"Ah dasar tukang molor , padahal sebentar lagi dia akan menikah "
Siska langsung membiarkan nya saja
tapi ia kembali bertanya-tanya
"Tapi tumben ,kak Dimas belum bangun jam segini "
Siska langsung masuk kedalam kamar nya
"Hei..kak..bangun ..ayo.."
__ADS_1
Dimas langsung kaget "Astagaaaaa jam berapa ini ? "
ia mengambil ponsel nya tapi tak menemukan panggilan masuk
"Tumben biasanya ia menelpon ku jam segini "
Dimas langsung mencuci muka dan mengusir Siska keluar dari kamarnya
"Sudah ayo pergi sana ,kakak mau mandi "
mendorong Siska keluar
"Hei pelan-pelan tau "
Siska langsung keluar tapi ia melihat maminya sedang bercengkrama dengan Arjuna dan ia benar-benar tampak bahagia sekali
Lalu Siska masuk kedalam kamar nya ,dengan memegang dadanya
"Mungkin aku harus mengalah untuk kebahagiaan Mami , mengubur semua perasaan cinta ini , tugas ku selesai bukan , aku sudah memberikan kewajiban ku pada Arjuna yang sekarang adalah suamiku "
Siska meneteskan air matanya lalu membuka lemari ,dan menemukan jaket yang masih tersimpan rapi
"Ini milik Arya ,aku akan mengembalikan nya nanti , Terimakasih telah membuat hati ku pergi bersama kisah kita ini , aku akan berusaha untuk menyimpan semua nya , seorang diri ,meski saat ini aku sedang berjuang untuk mencoba mencintai Arjuna "
Jreng....
Siska langsung membungkus jaket Arya dan memasukkan nya kedalam tas
lalu duduk di luar bersama Arjuna dan maminya
....
Persiapan perayaan pernikahan Arya dan Alena sudah disiapkan Aditya dan Ana sangat bahagia mendapatkan kabar tersebut dari ibu Arya, apa lagi akhir nya Arya melepaskan masa lajangnya
meski perayaan pernikahan ini akan menjadi kejutan baginya ,Ana dan Aditya sengaja memberikan yang terbaik untuk Arya
Aditya langsung menelpon ibu Arya untuk segera bersiap-siap , karena mobil jemputan mereka sebentar lagi akan segera tiba
"Alena ..nak "
Bergegas kedapur untuk menyampaikan berita bahagia pada menantunya itu
"Iya Bu "
Wajah ibunya Benar-benar berseri-seri penuh kebahagiaan
"Ayo cepat bersiap kau mandi lah dulu , kita akan segera pergi kesuatu tempat"
"Hanya kita berdua saja Bu?"
Alena nampak keheranan
"Tidak nak kau ,ibu dan Arya .cepat sekarang bangunkan suami mu kita akan pergi sekarang juga "
"Tapi aku sudah masak Bu , kita sarapan dulu "
"Ya sudah ,nanti ibu makan ayo cepat "
Alena masuk kedalam kamar untuk membangun kannya , ia tau Arya tak suka jika ia menyentuh kulit nya , lalu ia mengambil pensil dan mencolek tubuh Arya
"Kak ayo bangun , ibu mengajak kita pergi "
Arya menutup wajahnya dengan bantal
"Pergi kemana ? tidak penting aku mau tidur "
__ADS_1
Lalu dari luar kamar Terdengar suara teriakan ibunya yang memanggil namanya
"Aryaaa cepatlah bangun ibu sudah siap ini !"
Dengan cepat Arya langsung berdiri dan dalam waktu lima menit ia sudah terlihat begitu rapi
"Iya Bu aku sudah siap , Kita mau kemana ?"
Ibunya kaget saat mendapati Arya yang hanya memakai kaos oblong dan celana boxer bola saja
"Astaga kau yakin akan memakai pakaian itu nak .."
"Iya ayo Bu "
"Tunggu dulu, istri mu belum siap "
Wajah Arya tampak kesal tapi ia berusaha untuk bersikap tenang di hadapan ibunya ,ia sama sekali tak mau melukai perasaan ibunya
dengan menunjukkan sikapnya yang kasar pada ibunya
Tak lama Alena keluar dari dalam kamar ia nampak begitu manis dengan tampilan rambut yang ia gerai ,
tapi Arya sama sekali tak bisa melihat kelebihan yang ada pada Alena
"wah kau sungguh manis sekali nak "
"Ayo cepat lama sekali ,"
ia langsung berjalan kedepan masuk kedalam mobil
"Kita mau kemana Bu !"
"Sudahlah bawa saja dulu mobil nya ,nanti kau juga akan tau kita akan kemana !"
"Kita akan kemana ? "
ibu Arya lupa jika Aditya menyuruh nya untuk menunggu jemputan , untung saja Arya belum meninggal kan rumah tersebut
"Nah itu mobil Aditya ? "
"Astaga ? "
ibunya langsung segera keluar
"Ibu sampai lupa ,ayo kita naik mobil itu "
Menarik tangan Alena
"Bu sebenarnya kita akan kemana sih ?"
"Ayo cepat jangan banyak tanya , cerewet sekali "
"Ah iya..iya.."
Arya langsung berdiri dengan langkah yang sangat berat ia masuk kedalam mobil Aditya
"Ah sebenarnya ada apa sih "
Ibunya nampak menikmati sekali perjalanan itu
tapi di tengah perjalanan Alena meminta izin pada supir yang membawa mereka untuk singgah di rumah sakit karena ia ingin melihat keadaan ibunya
"Bu bolehkah aku meminta izin untuk menjenguk ibu ku di rumah sakit"
"Tentu saja sayang , ayo kita mampir untuk melihat keadaan ibu mu , dahulu , katakan saja pada sopir nya itu "
__ADS_1
Alena langsung ceria kembali