
Karena kelelahan Arika langsung tertidur
Satu jam untuk sebuah pertarungan cukup membuat ia kelelahan sekali
sedangkan Bian langsung mandi dan berendam dengan air panas dengan wajah yang sumringah
"Ternyata ini yang dinamakan surga dunia, jika saja aku tau rasanya seperti ini, kenapa tak dari dulu saja aku menikah"
Bian tersenyum lebar
"Original dan mantap sekali"
Suara air terdengar mengguyur tubuhnya, hari ini jadwal mereka jalan-jalan pun harus ditunda padahal penduduk di pulau itu sudah menunggu kedatangan mereka, tapi karena ada hal yang sangat urgent yang harus di tinggalkan. yang masalah internal tentang kebutuhan batin sih, jadi Bian memutuskan untuk besok pagi saja pergi jalan-jalan keliling pulau, mengingat kondisi Arika yang sedang terbaring dengan lemah diatas kasurnya karena kelelahan.
Bian keluar dari kamar mandi masih dengan menggunakan handuk ia langsung mengganti pakaiannya dengan memakai baju kaos dan juga celana pendek boxer
"Tunggu sebentar, aku akan membawakan makanan untukmu"
Bian keluar dari kamar dan meminta chef untuk memasak makanan yang enak-enak untuk Arika, tidak lupa juga juz buah yang enak-enak
yang memang di khususkan untuk stamina tubuh Arika agar kembali fit
Arika ternyata ingin buang air kecil tapi iantak sanggup untuk berdiri karena rasa perih yang teramat sakit sekali
__ADS_1
"Ya Tuhan aku ingin buang air kecil, tapi ini sangat perih sekali, bagaimana caranya agar aku bisa kekamar mandi" Arika yang sedang berusaha berdiri tapi kembali jatuh lagi diatas kasur
"Awww, astaga sungguh sangat perih sekali, ini semua gara-gara dia!" Arika benar-benar sangat marah sekali hingga membuat ia akhirnya mengumpat Bian, padahal hari ini ia mendapatkan banyak pahala karena telah membuat Bian menjalankan tugasnya
Saat bersamaan Bian masuk kedalam kamar dengan membawa banyak makanan
karena Arika masih tak menggunakan pakaian sama sekali ia pun langsung meminta pelayan tak usah masuk
"Cukup saya yang bawa masuk, kamu boleh pergi"
"Baik Tuan terimakasih"
Bian langsung msuk dengan membawa banyak makanan yang didorong, tak lama setelah itu ia melihat Arika yang nampak dengan susah payah sekali untuk berdiri
"Arika kau kenapa?"
"Tak usah pegang-pegang aku!"
"Lah kenapa aku tak boleh pegang?"
"Terserah aku lah, ini tubuhku bukan tubuhmu"
"Iya tapi kan tetap saja tubuhmu itu milikku, aku yang berhak atas segala pada mu saat ini "
__ADS_1
"Aku mau ketoilet, banyak bacot."
"Ya sudah ayo aku bantuin"
Karena sudah tak tahan lagi, Arika pun akhirnya menyetujui pertolongan Bian meski ia terlihat dengan susah payah sekali untuk bisa berjalan
"Pelan-pelan saja Arika"
"Ini semua gara-gara kamu, perih sekali ini ya Tuhan"
"Iya, aku minta maaf tapi kamu suka kan?"
Arika langsung berhenti berjalan dan langsung menjitak kepala Bian " Seenak jidatmu, sebaiknya kau pikirkan ucapanmu itu, kau yang melahirkan dan menyusui jika sampai aku hamil!"
Bug ..
Arika membanting pintu kamar mandi
"Enak saja ia berbicara dengan entengnya, aku sungguh sangat kesal sekali"
Di depan pintu kamar mandi Bian masih tetap saja menggoda Arika
"Tapi tadi kamu mendesah Arika, kau tak sadar jika tadi kau juga menyukainya, tinggal jujur saja kok repot sih"
__ADS_1
Arika menarik nafasnya dalam-dalam
"Aku akan menghajarnya sebentar lagi, tunggu saja!"