
Siska sangat bahagia sekali malam ini ia benar-benar merasa sangat nyaman dan tentram sekali bersama Arjuna
"Coba dengarkan aku Siska bintang yang jauh tinggi di atas langit itu sangat tinggi dan paling bersinar "
"Iya benar sangatlah tinggi dan bersinar sekali bahkan cahaya nya mengalahkan sinar bintang yang berada di sekelilingnya "
"Sayang , aku sangat bahagia sekali bersama mu ,aku ingin kau berjanji jika kau merindukan aku di manapun kau tinggal menatap bintang di atas langit dengan menyebutkan namaku maka aku akan selalu bersamamu "
Peluk Arjuna dengan erat sambil mengelus perut Siska
"Memangnya kau mau kemana sampai aku harus menatap bintang seperti itu "Tanya Siska polos
"Tidak kemanapun karena aku akan selalu ada di hatimu , sampai kapanpun "
Peluk Arjuna dengan erat
Siska pun membalas pelukannya kembali
Mereka tak tau dari atas gedung hotel tersebut ada seseorang yang sedang menangis dengan tatapan terluka ,ya ia adalah Arya
namun di balik rasa sakitnya ia malah jadi teringat dengan Alena yang selalu memperlakukannya dengan istimewa
"Hmm terkadang aku merasa jika Alena memang bisa menghiburku ,namun ya itu dia sudah mulai terkontaminasi dengan banyak sekali orang-orang yang membuat ia tau jika dunia ini bukan hanya aku saja laki-laki di dunia ini ,oh..."
Arya berguling-guling di kamarnya, berharap Alena akan menelponnya ternyata tidak juga
__ADS_1
sudah hampir dua jam ia sibuk memperhatikan ponselnya namun sepertinya semuanya hanya sia-sia saja
"Hebat sekali ternyata ia memang akan memilih tua Bangka itu ketimbang aku,oh baiklah Alena jika itu yang. kau mau silahkan saja aku baik-baik saja "
Arya menutup wajahnya dengan bantal lalu tertidur dengan pulas "Selamat tidur cahayaku "
ucap Arya pada ponsel nya
Sedangkan Alena malam ini tidur dengan memeluk ibu mertua nya
"Ibu boleh aku bertanya ?"
"Apapun itu tanyakanlah nak "
"Ibu lebih memilih pergi dengan hati yang sakit atau bertahan dengan hati yang sakit "
"Pertanyaan mu itu menjebak atau bagaimana nak "
"Aku hanya ingin ibu menjawabnya Bu"
"Tentu saja ibu akan memilih bertahan dengan hati yang sakit, kalau ibu pergi itu tandanya ibu menyerah belum tentu dengan pergi dari masalah akan menyelesaikan masalah ,bisa saja malah menambah masalah baru "
Ucap ibunya
Alena terdiam namun tak di duga ponselnya kembali berbunyi
__ADS_1
"Nak ponsel mu berbunyi "
Alena langsung berdiri dan mengambil ponselnya kembali "Nomor yang sama kak Arya ?"
"Siapa yang meneleponmu nak ?"
"Kak Arya Bu"
Alena mengangkat telponnya
Lalu suara Arya terdengar begitu keras sekali
"Apa yang kau lakukan ha ? lama sekali mengangkat telepon apa kau sedang tidur di luar bersama tua bangka itu ha ?"
Ibu Arya kaget sekali mendengar suara Arya yang marah-marah apa lagi lampu kamar mereka sudah di matikan ,tentu saja Arya hanya melihat dalam gelap
"Hebat sekali kau ya ! sungguh kau benar-benar hebat bermain dalam kegelapan !"
Ibunya langsung berdiri dan menghidupkan lampu ,lalu terlihat jelas wajah Alena dan ibunya dari belakang
"Sekarang kau lihat kan wajah ibu? apa ?!"
Ibunya memarahinya
"Bisa-bisanya memarahi Istrimu tanpa sebab apa menurutmu itu baik , kau ini sungguh keterlaluan sekali apa begitu cara mu menelpon perempuan ,kau keterlaluan ,Alena matikan saja ponselnya!"
__ADS_1