
Bian dan keluarga Arika sudah selesai makan sore itu,
"Jadi kalian belum akan menempati rumah itu?" Tanya Arya
"Nanti Pa, tunggu satu bulan lah, karena mama masih ingin dekat dengan Arika, juga.tapi semuanya terserah Arika juga kapanpun ia mau pindah Bian siap, apa lagi akan lebih baik juga kita berdua untuk segera mandiri"
Siska tersenyum saja, karena memang ia sangat yakin Arika pasti akan nyaman dan bahagia berada ditangan dan tempat yang memang baik untuk putrinya
"Iya mama terserah Kalian saja mau dimana juga, yang terpenting kalian selalu bersama"
"Jelas Ma,Bian tau itu"
Tiba-tiba Alea langsung menyeletuk
"Aku juga nanti ya Pa, kalau sudah menikah akan tinggal di rumah sendiri"
Arya langsung melotot"Menikah?, apa yang ada di pikiranmu itu ,kau itu masih sangat muda dan tak ada nikah muda, selesaikan kuliah mu dulu, sampai S3, melebihi papa, jangan membuat papa kecewa!"
Bian dan Siska langsung berpandangan dan memilih untuk berpura-pura tidak melihatnya karena apa yang dilakukan oleh Arya itu tak akan boleh di ganggu gugat juga
"Jadi Nak Bian nanti mau pergi kemana lagi?" Siska berusaha untuk mengalihkan pertengkaran yang terjadi diatas meja makan itu
__ADS_1
"O,anu Ma, nanti mau langsung pulang juga, paling mampir kerumah sana dulu, untuk mengambil perlengkapan kuliahnya besok"
Arya dan Alea saling berpandangan dengan tatapan perang
"S3?, papa Alea bisa keburu tua, kan bisa menikah lalu melanjutkan kuliah lagi, kenapa Papa tak mengerti juga!"
"Ehemm..." wajah arya sudah merah sekali, karena ia tau tujuan Alea adalah menikah dengan raja
"lihatlah Arika dan kak Bian, menikah muda dan masih bisa melanjutkan kuliahnya kan, lalu kenapa aku tidak bisa Pa?"
Suasana terlihat begitu tegang sekali,Siska langsung memegang punggung Arya,agar ia tak lepas kendali.sedangkan Bian berpura-pura menambah lauk lagi kedalam piringnya agar tak terlalu kelihatan sekali apa yang terjadi
"Baiklah jika kau terus-menerus memaksa untuk menikah, kau boleh menikah tapi dengan laki-laki yang papa jodohkan"
namun kemudian ia tersenyum
"Baiklah aku setuju, karena aku tau papa akan melakukan hal yang terbaik untukku"
Alea berpikir jika ia akan dijodohkan dengan raja, karena melihat Bian yang dijodohkan dengan Arika, jadi ia tersenyum bahagia
"kau yakin Alea?"
__ADS_1
"Tentu saja Papa"
Siska dan Bian langsung terbatuk-batuk mendengarkan ucapan Alea dan Arya
"Mama, aku pamit dulu ya ini sudah sore, takutnya nanti mama dan papa marah kalau keluyuran bawa Arika yang masih lemah itu"
"Oh iya Nak, baiklah mana tadi Arika ya?"
"Di kamar ujung, panggil aja kak Bian" ucap alea santai
"Baiklah,"
"Bian ayo Mama temani" Siska sebenarnya sedang mencari cara agar tak terlibat dalam pertengkaran sengit Arya dan Alea yang sama -sama keras kepala itu
"Ma, apa mereka akan baik-baik saja nanti?"
tanya Bian
"Sudah biarkanlah mereka, mama juga tak mengerti apa yang ada didalam otak papamu itu,nanti dia baik sendiri itu, ayo cepat kau panggil Arika, dari tadi tak mau keluar dari kamar"
Arika yang sedang berbaring uring-uringan nampak masih kesal pada Bian,
__ADS_1
"Aku tidak mau pulang pokoknya,titik" ucapnya