
"Paham !!"
ucap seluruh mahasiswa serentak
"Baiklah karena aku sudah basah kuyup jadi kita mulai saja dari badut ompong duluan "
Arika langsung terdiam , ia tak pernah basah-basahan ditengah hujan ia nampak cemas namun Alea menenangkannya
"Jangan takut Arika ,kau tau tidak jika hujan itu berkah dari Tuhan,dan konon katanya air hujan bisa menyembuhkan berbagai penyakit , aku sangat suka dengan hujan karena hujan bisa membuat aku bahagia , jangan khawatir ,ayo kau berlari dan kembangkan tanganmu ,jangan berpikir aneh-aneh soal hujan air hujan itu Rahmat , kau tau tidak jika salah satu waktu mustajab dalam berdoa adalah pada saat hari hujan tiba "
Mendengar ucapan Alea ,Arika pun langsung bersemangat
"Baiklah kalau begitu "
Arika langsung tertawa saat membentangkan tangannya
Bian langsung tertawa puas melihat Arika yang berada di tengah hujan , namun wajah cantik Arika justru semakin terpancar saat terkena air hujan
apa lagi Arika mengikuti saran Alea untuk membentangkan kedua tangannya
sambil memejamkan matanya ia tersenyum dan mengadahkan wajahnya keatas
"Ternyata Alea benar hujan ini tak menakutkan ia justru membuat semuanya menjadi indah , aku merasakan perasaan yang sangat tenang ya Tuhanku aku mohon berikanlah kebahagiaan untuk mamaku dan juga papa Alea biarkan cinta mereka bersatu setelah sekian lama mereka tersiksa dengan perasaan mereka masing-masing , karena kebahagiaan mamaku Sangatlah penting dibandingkan kebahagiaanku sendiri ,aku tau Tuhan mamaku sangat baik dan sabar ,aku ingin melihat mama bahagia bersama cintanya "
Melihat Arika sangat bahagia ,Alea langsung bersyukur "Syukurlah ternyata Arika berhasil aku sugesti , haduh sebentar lagi giliranku ya ampun Arika asal kau tau saja aku sama saja dengan mu aku tak pernah mandi hujan ,apa lagi aku takut dengan hujan , hah terkadang menasehati orang lain itu memang gampang sekali "
Arika telah kembali dengan pakaian yang basah kuyup "oke selanjutnya ia kamu ....dan kamu yang dibelakang "
Giliran Alea ,Arika yang sudah duluan terlihat tersenyum mengacungkan jempolnya
"Arika aku ini takut hujan ,haduh... bagaimana ini "
Arika langsung berlari namun pada saat ia menginjak tanah ,suara petir menggelegar ia langsung kaget dan langsung jatuh terguling , saat mendengarkan suara petir tersebut
"Ya Tuhan tolonglah aku , kuatkan fisikku "
Raja yang satu kelompok dengannya langsung menarik tangannya
"Ayo cepat , pegang tanganku "
"Terimakasih "
Alea berhasil berdiri namun seperti biasa Raja langsung menyeletuk didalam hujan tersebut
"Jadi perempuan jangan lemah ,masa iya sama hujan takut sampai jatuh terguling-guling begitu,heh dasar anak manja "
Alea kembali emosi "Kalau kau tidak mau menolongku tidak apa-apa ,jangan setelah kau menolongku kau malah mengata-ngatai aku paham !"
"Aku tak suka berdebat dengan perempuan "
Raja langsung kembali berlari kedalam pendopo,di susul oleh Alea dengan wajah yang
sudah pucat
"Ternyata dingin sekali ,mengsugesti diri sendiri
tak segampang mengsugesti orang lain "
Alea berlari pasrah
Arika langsung mendekati Alea "Lea kau kenapa ?"
"Tidak, aku hanya merasa sangat senang saja akhirnya merasa menjadi paling bahagia karena terkena air hujan yang tenang "
Rupanya Bian masih mengincar Arika ,
"Badut ompong ,ayo kemari !"
"Apa lagi yang ingin ia lakukan lagi padaku !"
"Sudah tenang saja ,dia tidak akan melukai fisikmu "
"Iya fiskikku tidak ,tapi batin ku iya "
Ucap Arika pada Alea
"Badut ompong , ayo kemari !"
Ia pun berdiri dan langsung mendekati.Bian
"Ada apa lagi kak ?"
"Ayo ikut aku "
Bian bermaksud untuk mengajak Arika merangkak ditengah hujan ,karena melihat Arika yang tangguh , tentu saja Arika jago bela diri seperti Siska latihan fisik seperti itu bukan apa-apa baginya
"Baiklah ada apa kak ?"
"Coba ambil bendera yang berada disana ? "
menunjuk kearah ujung didekat pohon
"Baik kak "
Arika mengangguk perlahan
"Tapi mengambilnya pakai mulut dengan cara berguling ".Bian tertawa
Arika menarik nafasnya dalam-dalam
"Dia bukan manusia ,tak sepantasnya memperlakukan perempuan seperti ini , untunglah hujan hanya gerimis saja ,aku pasti akan membalasnya nanti lihat saja "
Pada saat Arika berguling di tanah untuk mengambil bendera , Bian mendapatkan telpon dari mamanya ,jika Omanya meninggal dunia ,
"Mama ... yang benar ada apa mama menangis?"
"Oma mu sudah tidak ada lagi didunia ini Nak "
Bian langsung Berteriak histeris sambil menangis "Omaaaa Tidakkk"
Bian langsung berlari kedalam mobilnya "Nian ada apa ?"
ucap temannya
"Oma ku meninggal , aku serahkan semua urusan pada kalian semuanya "
tanpa memikirkan Arika lagi ia langsung pergi
meninggalkan tempat itu
Melihat Bian yang berteriak dan menangis histeris , membuat Arika langsung heran
__ADS_1
"Ternyata dia bisa mengeluarkan air mata juga , aku pikir dia manusia batu tak punya hati "
Bian langsung melajukan mobilnya , sedangkan mobil Siska dan Arya
melaju dengan kecepatan tinggi karena sudah memasuki kawasan hutan ,
ditengah perjalanan mereka berpapasan dengan mobil Bian , Arya mengenali plat mobil tersebut
"Nah itu plat mobil Bian ,atau aku yang salah lihat ya "
Arya pun akhirnya melambatkan laju mobilnya karena ingin memastikan jika itu adalah mobil Bian ,namun rupanya karena Siska yang berada dibelakang mobilnya masih khawatir ia langsung ikut berhenti
"Astaga apa yang dilakukan mobil didepanku ini ,bukankah itu mobil yang tadi berada dibelakang mobilku? apa dia ingin merampok aku ?"
Pada saat itu hari sudah mulai gelap ,
Siska merasa sangat khawatir sekali , sedangkan Arya tak terlalu memperdulikan mobil dibelakang mobil nya ,
"Aku harus sampai lebih dulu ,karena di depan kalau tidak salah ada perkampungan penduduk"
Siska langsung memotong mobil Arya ,
melihat ada mobil yang memotong mobilnya ,Arya langsung kaget
"Astaga kurang ajar sekali mobil yang ada di depanku ini , seenaknya saja ia memotong mobil ku , baiklah aku akan mengejarnya "
Terjadilah adu balap di tengah hutan tersebut
Siska yang memantau lewat kaca spion mulai cemas "Astaga apa yang harus aku lakukan kalau begitu , ternyata benar mereka mengejarku , baiklah aku akan segera tancap gas "
Bak seperti dilapangan sirkuit mereka melaju dengan kencang , tangan dan kaki sudah mulai kebas tak terasa lagi karena ,rasa emosi yang sudah diatas rata-rata
Arya yang sedang mengemudi akhirnya dapat mengejar mobil Siska didepan ,
"Dia dapat mengejar mobilku ?
Mobil mereka berdua melaju dengan kecepatan tinggi dan berdampingan
"Heh semakin malam aku semakin bersemangat ,mau kemana mobil ini aku akan mengikutinya "
"Kurang ajar aku merasa kembali muda gara-gara mobil ini , baiklah jangan kau pikir aku perempuan ,aku bisa kau kalahkan , aku ini Siska dan kau harus tau jika aku tak semudah itu kau kalahkan perampok sialan !"
Siska tancap gas dan berhasil mengungguli mobil Arya dibelakang
"Baiklah kau kalah hahaha "
Arya panas dan kembali lagi menyusulnya tapi karena tak melihat jalanan yang licin mobilnya masuk kedalam semak-semak
Siska langsung bertepuk tangan ,ia bersorak dengan sangat bahagia
"Wahahaha yess aku adalah pemenangnya ,kau pikir bisa mengalahkan aku , jangan meremehkan tenaga perempuan "
Siska langsung melepaskan kumis diwajahnya dan kembali melaju dengan cepat untuk segera sampai kebumi perkemahan tempat Arika menginap
Tak lama kemudian Arya langsung turun dari mobil "Sialan ! mobil itu membuat aku terpuruk"
Arya berusaha untuk keluar dari dalam semak-semak tersebut dengan berbagai upaya , untungnya pada saat itu ada beberapa warga yang melintas akhirnya mobilnya dapat ditarik keluar
,"Terimakasih banyak Pak "
Dengan kecepatan tinggi ia pun langsung menyusul Alea meski dengan perasaan yang masih sangat kesal sekali
Siska yang sudah sampai duluan langsung memarkirkan mobilnya dan terlihat ia sangat bahagia sekali ,
ia langsung membawa turun bantal untuk Arika ,tapi ia melupakan sesuatu yaitu melepaskan kumisnya
Siska langsung meminta izin kepada penjaga untuk masuk ,dan langsung saja ia melihat banyak sekali para maru didalam aula tersebut
Arika langsung mengenali mamanya meski mamanya memakai kumis tersebut
"Nah itu mama sudah datang "
Arika langsung memeluk Alea
"Kau sembarangan itu laki-laki Arika , apa kau sedang kesurupan ?"
Alea mendadak ngeri
"Itu mamaku Alea , lihatkan ia membawakan bantal kesayanganku "
Arika langsung permisi pada panitia dan menghampiri Siska
"Mamaaaa..."
Siska kaget saat melihat Arika yang basah kuyup dan kotor sekali "Nak kenapa pakaian mu basah ? dan itu kau kotor sekali sayang ?"
"Namanya juga ospek mama "
Siska tak menceritakan tentang Bian yang mengerjainya ia takut nanti mamanya akan khawatir dan memikirkan ia
"Baiklah kalau begitu ini ?"
Alea yang sangat bahagia melihat kehadiran mama Arika sekarang sedang menunggu kedatangan papanya Arya
"Sekarang aku tinggal menunggu kedatangan papa , aku yakin papa sedang berada dijalan saat ini "
Alea sudah tak sabar lagi
lalu Arika bertanya pada Siska
"Mama tak mungkin pulang kan malam ini ?"
Siska langsung Tersenyum "Malam ini mama menginap di mobil saja, lagipula sudah malam juga "
padahal Siska juga cemas jika berpapasan dengan mobil tadi
"Baiklah ,kalau tidak mama tidur di pendopo saja bersama neneknya Alea , kamarnya bagus disana Ma "..
"Ya sudahlah nanti saja , mama sementara ini tidur dimobil saja dulu"
Siska langsung menyuruh Arika untuk kembali bergabung bersama teman-temannya ,dan ia kembali masuk kedalam mobil ,tanpa melepaskan kumisnya
Arika tidak mengkhawatirkan mamanya karena Ia tau bagaimana tangguhnya mamanya
"Baiklah mama , sayang "
Sekitar satu jam lamanya akhirnya Arya pun tiba dibumi perkemahan tersebut ,dan ia memarkirkan mobilnya tepat disamping mobil Siska
"Ini bukannya mobil yang tadi ya ?"
Arya langsung emosi sekali melihat mobil tersebut , sedangkan Siska ia sudah tidur di dalam mobil itu karena benar-benar kelelahan sekali ,bukan karena perjalanan yang ia tempuh tapi karena lebih kepada pertandingan ekstrim yang ia lalui bersama dengan Arya malam ini
__ADS_1
"Memang benar ternyata aku tak sekuat dulu ,hah lelah sekali "
Siska langsung mengambil selimut dan mengunci pintu mobilnya , Lalu tertidur dengan lelap
Sementara itu Arika kembali berkumpul dengan teman-temannya
"Arika bagaimana mama mu ?"
"Sudah aman ,kau tenang saja ,mamaku sudah berada didalam mobil , sekarang tinggal tunggu kedatangan papamu saja "
Mereka berdua langsung TOS
"Semoga berhasil saudara ku "
"Ya saudara ku "
Mereka berdua saling berpelukan
"Tapi sepertinya aku melihat itu cahaya lampu mobil , mungkin itu mobil papaku aku mau melihatnya dulu "
"Baiklah lakukanlah ,jangan lupa minta izin sama panitia takutnya nanti tak diizinkan "
"Oke siap baiklah "
Arya yang baru saja sampai langsung turun dari mobil ia ingin mengetahui siapa yang mengemudikan mobil tersebut
Pada saat Arya ingin mengetuk pintu mobil Siska ,Alea langsung Berteriak
"Papaa..."
Alea langsung memeluk Arya " Alea "
ia pun mengurungkan niatnya untuk memarahi sang pemilik mobil dan memeluk putri semata wayangnya
"Anakku papa sangat merindukanmu Nak , papa tak bisa jauh darimu ,"
Siska yang sedang tertidur berusaha menutupi telinganya
Kenapa aku seperti mendengar suara kak arya , hentikan suara ini Ya Tuhan aku tak mau mendengarkannya lagi cukup , hah ini pasti karena Poto tadi yang aku temukan
Siska menutup kedua telinganya ,namun secara bersamaan telpon milik Arya dan Siska berbunyi
"Sebentar nak "
Arya mengangkat telponnya
"Siapa Pa ?"
"Om Aditya ? Kenapa ia menelpon papa malam-malam begini ?"
Arya langsung mengangkatnya "Iya Ditt ada apa ?"
"Oma sudah tidak ada lagi didunia ini Arya "
Terdengar suara tangisan Aditya Diponselnya
"Inalillahi wainnailayhi rojiun ,baiklah aku akan segera datang kesana ,kau jangan khawatir !"
"Papa, kenapa?"
"Oma om Aditya meninggal Nak , papa harus pulang malam ini juga "
"Baiklah Pa , hati-hati "
"Iya sayang "
Mencium kening Alea dan langsung pergi
Siska yang juga mendapatkan telpon dari Ana pun kaget "Kau jangan bercanda Ana "
"Aku serius Siska ,Oma sudah tidak ada lagi "
Tangis Ana dan Siska pecah
"Baiklah aku akan berangkat kesana malam ini juga "
Siska langsung turun dari mobil dan mendapatkan Alea masih berdiri diluar melihat mobil papanya yang melaju dengan kecepatan tinggi
"Tante Siska ?"
"Alea ? mana Arika Nak "
Sambil menangis'
"Ada disana , baiklah untunglah kau ada disini Nak , tolong kau sampaikan pada Arika Tante harus pulang malam ini karena neneknya teman mama meninggal dunia , tolong sayang ya "
memegang tangan Alea
"Baik Tante jangan khawatir nanti Alea sampaikan Tante hati-hati dijalan ya "
"Iya sayang "
Siska pun mengeluarkan banyak makanan dan jajanan yang ia beli tadi
"Ini bawalah kesana dan kalian bagi-bagikan dengan teman-teman ya Nak ,Tante pergi dulu "
Alea sangat takjub pada Siska ia merasa bahwa Siska sangat lah baik dan istimewa
pada saat Siska hendak masuk kedalam mobil ia memanggil Siska
"Tante ... Tante Siska "
Siska kaget bagaimana mungkin Alea bisa tau namanya , tapi ia langsung sadar pastilah Arika mungkin yang memberi tau nya
"Ada apa Nak ?"
jawab Siska lembut
"Dari kecil aku tak pernah melihat wajah mamaku dan tak pernah merasa kasih sayang seorang mama , tapi saat melihat Tante aku merasakan perasaan itu , boleh aku mencium tangan Tante ?"
Siska langsung memeluk Alea karena terharu dan sangat sedih sekali mendengarkan ucapan Alea "Nak kau sangat boleh mencium tangan Tante , jangankan untuk mencium tangan Tante , Alea boleh menganggap Tante seperti mama Alea sayang "
Siska mengecup kening Alea
"Terimakasih Tante , Alea berharap nanti Tante bisa jadi mama Alea sungguhan "
Karena Siska yang tidak terlalu fokus maka ia tak terlalu mendengar ucapan Alea.
......
Sabarrrr yaa..... bentar lagi up ...
__ADS_1
.