Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Part 183


__ADS_3

Arya langsung memarkirkan mobilnya dan buru-buru berlari masuk kedalam rumah


"Ya ampun dia pasti marah besar"


"Alea..Alea..."


Terdengar suara ibunya yang sedang mengaji, didalam kamar


Walaupun rambut ibunya berwarna biru tapi ibunya selalu ingat ibadah ingat akan penciptanya apa lagi ia sudah tua tak terlalu tergila-gila lagi dengan dunia


"Ah mana Alea "


Arya langsung buru-buru mandi sebentar untuk menjalankan kewajibannya ia benar-benar sudah berubah mungkin Tuhan sengaja menemukan Arya dan Siska pada semuanya telah lebih matang


Setelah selesai berdoa Arya langsung menarik nafas dalam-dalam ia langsung mengetuk pintu kamar Alea


"Lea..Lea.."


"Iya papa tunggu sebentar "


Arya kaget karena dari suaranya Alea ia terdengar begitu bahagia sekali


"Aastaga suara anak itu ceria sekali ,apa dia sedang bahagia ya ? atau perasaan ku saja dia tidak marah "


Arya masih deg-degan rasa takutnya dimarahi oleh Alea melebihi rasa takut saat ia bertemu guru matematika


Cekrek...


pintu terbuka..


"Alea maafkan paapaaaa Nak tadi papa tidak bermaksud untuk meninggalkan Alea dirumah Tante Ana dan om Aditya "


Arya menundukkan wajahnya ia benar-benar tak bisa membuat Alea marah


"Papa jangan begitu ,Alea Tidak marah kok papa santai saja ya ,cup... cup papa baik hati"


Arya semakin heran dengan tingkah putrinya bagaimana bisa Alea tidak marah Padahal seharusnya putrinya itu akan marah-marah dan merajuk padanya


"Alea apa kau baik-baik saja Nak"


heran sambil memegang kepala Putrinya


"Tidak panas "


heran


"Ya ampun papa Kenapa Alea harus marah-marah dengan papa bukannya papa adalah orang tua Alea satu-satunya tentu saja Alea tak semudah itu mengungkapkan rasa marah ,Alea kan sudah dewasa papa,jangan khawatir ini cuma perkara kecil , sebaiknya papa istirahat saja dulu ,besok papakan harus bekerja , jadi papa jangan capek-capek ya , Karena Alea juga ngantuk sekali Pa, besok mau kekampus pagi-pagi "


Menutup pintu kamarnya "Selamat malam papa"


"Alea ini masih jam tujuh malam , kenapa kau buru-buru sekali untuk tidur Nak "


"Tidak ada apa-apa Papa karena besok Alea harus kekampus dan belajar buat cepat tamat wisuda jadi sarjana , bikin papa bangga pastinya "


Arya langsung syok "Kenapa dengan putriku ,ia bisa-bisanya tidak marah padaku ,aku jadi merasa aneh ,atau ini hanya perasaan ku saja ya "


Arya menggaruk-garuk kepalanya


Lalu ibunya keluar dari dalam kamar dan menarik tangan Arya


"Arya kemarilah dulu , ada yang ingin ibu bicarakan nak "


"Ada apa Bu ?"


melihat wajah ibunya yang sedikit aneh


"Ini tentang Alea "


"Alea ?"


"Iya Nak , tentang putrimu ,yang juga cucu ibu "


Arya menahan tawa saat melihat wajah ibunya


Tentu saja dia putriku dan cucu ibu ,mana mungkin dia cucu tetangga


"Ayo duduklah dulu disini "


wajah ibunya terlihat sangat serius, membuat ia semakin deg-degan


"Bu ada apa cepat katakan "


Ibunya berbisik dan sesekali melihat kearah pintu kamar Alea


"Sabar sebentar ibu sangat takut jika ia terjaga ,bisa repot kita nanti "


"Sebenarnya ada apa sih Bu? jangan membuat aku cemas!"


"Begini Nak ,yang ibu takutkan akhirnya terjadi juga , kau harus siap-siap menerima kenyataan ini "


Arya semakin cemas saja


"Ibu cepat katakan jangan terlalu bertele-tele aku jadi penasaran sebenarnya ada apa ?"


"Begini nak .."


ibunya kembali melihat kearah pintu kamar Alena , karena sekarang mereka sedang duduk dikursi teras ,ibunya mengintip melalui pintu


Cekrek....

__ADS_1


pintu kamar Alea terbuka ia sedang keluar untuk mengambil aie minum


"Tiarapp..."


ibunya membuat posisi tiarap diluar rumah , karena melihat posisi ibunya yang yang tiarap Arya pun jadi ikut-ikutan


"Bu kenapa kita harus seperti ini , Lihatlah para tetangga melihat kita dengan aneh "


"Sudah biarkan saja katakan saja jika mereka bertanya kita sedang mencari kodok"


"Bu sampai kapan kita seperti ini ?"


"Sabar sebentar lagi , Alea sudah masuk kedalam kamarnya "


Bug...


terdengar bunyi pintu kamarnya tertutup


"Nah ia sudah masuk sekarang sudah aman ,ayo cepat berdiri "


Arya menarik nafasnya dalam-dalam dan merapikan pakaiannya


"Ada-ada saja ulah orang tua "Arya bergerutu kesal


Tiba-tiba ada sesuatu yang jatuh diatas kepalanya


"Apa ini "


Arya mengambilnya dan mencium nya


"Astaga kotoran cicak" buru-buru ia mencuci tangannya


"Arya kau mau kemana ? "


"Tunggu sebentar ibu tangan ku terkena kotoran cicak "


"Bagaimana bisa ,ibu saja tidak kena ?"


Arya langsung sadar "Astagfirullah ini pasti karena aku kesal dengan ibu , untunglah melalui kotoran ini Tuhan menegurku , karena tidak sepantasnya aku kesal pada perempuan yang telah mengandungku selama sembilan bulan , ibu bertingkah aneh karena ia sudah tua , sudah menjadi kewajibanku sebagai seorang anak untuk sabar menghadapinya "


Arya mengelus dadanya lalu buru-buru keluar menemui ibunya


"Sudah kau cuci tanganmu?"


"Sudah Bu"


"Kepala mu tidak kau cuci sekalian itu najis "


",Nanti saja Bu , sebelum tidur ,Arya penasaran apa yang sebenarnya ingin ibu ceritakan "


"Baiklah Nak tolong kau pahami baik-baik jika saat ini anakmu mengalami masa transisi ia sudah menjelma menjadi seorang gadis yang tertarik dengan lawan jenis ,ia tadi mengatakan pada Nenek ia sangat bahagia diantar pulang oleh temanmu Dimas , yang ingin ibu katakan jadilah ayah yang baik dan bijak jangan terlalu keras ,anak perempuan itu hatinya sangat lembut, bimbing dia baik-baik Karena dia jatuh cinta dengan anak temanmu itu "


Arya langsung mengusap wajahnya ia tampak sedih karena dihati putrinya ada laki-laki lain selain dirinya


Ibunya mengelus punggung Arya


"Sabar anakku , lambat laun pasti ini akan terjadi yang penting kau bersyukur karena dia jatuh hati dengan laki-laki yang jelas asal usulnya dan kau juga mengenal Dimas dengan baik "


Arya mengangguk perlahan "Ibu tau dari mana soal ini "


"Tadi ia sendiri yang mengatakan pada ibu ,jika ia sangat bahagia sekali "


Arya langsung menundukkan wajahnya ia tampak ingin meneteskan air matanya


"Nak sudah menjadi hakekat anak perempuan jika ia akan pergi dari rumah dan ikut tinggal bersama suaminya , dan juga kau harus tau jika suka tidak suka ,mau tidak mau Alea Memang harus kau leepaskan ,maka dari itu ibu ingin sebelum ibu pergi dari dunia ini ibu ingin melihat kau bahagia hidup bersama perempuan yang kau cintai"


Ibunya mengelus punggung Arya , sedikit banyak ibunya tau jika sekarang Siska telah menjadi seorang janda ,dari Alea juga yang bercerita padanya


"Baiklah ibu aku setuju saja dengan laki-laki manapun yang menjadi pilihan Alea asal dia seiman , bertanggung jawab dan memiliki rasa sopan santun pada sesama,jika itu telah dipenuhi aku akan menerimanya ,soal harta itu tak menjadi tolak ukur ,Karena setelah menikah Rizki akan datang dengan sendirinya "


Ibunya tersenyum "Ibu percaya padamu , syukurlah kau tak memiliki kriteria khusus untuk calon menantumu nanti , karena kasihan Alea nya juga jika standar mu dalam menerima menantu terlalu tinggi "


"Jangan khawatir ibu ,aku sudah melalui banyak kisah dalam hidupku , jadi aku sangat mengerti bagaimana sulitnya masuk kedalam lingkungan seseorang yang tidak menyukai kita ,ya asal jangan sampai seperti pemuda yang tidak sopan sekali itu saja "


Matanya terlihat marah sekali


"Maksudnya Nak ?"


"Ya Bu hari ini aku kehilangan uang tabungan satu milyar rupiah dari tabunganku Karena seorang pemuda yang sombong dan tidak tau tata Krama , ia tampan sekali dan aku rasa ia juga anak orang kaya tapi rasa empati ,adab kepada orang tua sangat minus sekali "


"Namanya juga manusia ada banyak tingkah manusia didunia ini , Tapi ibu yakin jika Alea tau menempatkan hatinya pada siapa , karena apa ? karena ia bercontoh dengan papanya , lagi pula anak Dimas dan Rima pasti lah sangat bagus dirikan nya , kau sendiri yang tau kan bagaimana mereka , sesungguhnya buah itu jatuh tak jauh dari pohonnya "


Mendengar nasehat ibunya Arya langsung Tersenyum "Ibu benar,Alea tak mungkin salah menempatkan hatinya karena ia adalah darah dagingku"


Ibunya berdiri " Selera papanya saja bukan kaleng-kaleng ya kan "


Arya langsung tertawa


"Bu ..."


"Ada apa lagi Nak "


"Jadilah teman curhat Alea berikan ia banyak nasehat karena aku belum bisa menjadi tempat curhat untuknya , katakan Bu jangan menjalin hubungan sebelum halal, karena tak ada cinta sejati selain pernikahan ,sah -sah saja ia tertarik dengan lawan jenis namun ada baiknya ia tetap harus menjaga harga diri nya "


"Iya kau tenang saja nanti akan ibu katakan padanya , oh ya bagaimana pertemuan tadi , apa kau sudah mengobrol dengan Siska ?"


Wajah Arya mendadak merah


"Oh Siska iya tadi ada Bu ,mm baiklah Arya mau mencuci kepala dulu"

__ADS_1


ia langsung menghindar dari ibunya


Wah ibu ini pengen tau saja urusan pribadi ku


aku bukan anak kecil lagi ,Bu .


sudah hampir jadi kakek orang juga


Ibunya tersenyum-senyum saja


didalam kamar Alea tak berhenti tersenyum membayangkan ia menjadi istri raja


"Dia akan melindungiku dengan segenap jiwa dan raganya "


Meski Arya sangat sedih karena Alea mulai tertarik dengan lawan jenis ,tapi di sisi lain ia mulai bersyukur karena kehadiran Siska


"Aku berharap kali ini aku bisa mendapatkan Siska kembali , aku ingin dia menemaniku disepanjang hidup ku "


Arya Tersenyum bahagia didalam kamarnya membayangkan obrolan nya dan Siska Siang tadi


"Bahkan ia harus pindah ke Jogja karena untuk fokus mengabdi sebagai seorang istri,itu berarti jika ia berada di kota ini ia selalu memikirkan aku , ya kan aku tau itu Siska hanya saja kau adalah seorang perempuan tak mungkin kau mengungkapkan apa yang ada dihatimu dihadapan ku , Karena kodrat wanita itu hanya menunggu saja, tugas laki-laki lah yang bergerak cepat"


....


Dirumah Siska


Sama halnya dengan Arya malam ini ia juga tak bisa tidur nyenyak berkali-kali ia membolak-balikkan tubuhnya tapi ia tak bisa juga tidur dengan nyenyak


"Aastaga aku bahkan tak bisa menyingkirkan bayangan kak Arya , bagaimana mungkin padahal aku dan dia sudah berpisah belasan tahun lamanya tapi masih saja sama seperti saat pertemuan kali bertemu dengannya "


Duduk dan senyum-senyum sendiri


Rupanya Arya bernyali tinggi , diam-diam ia meminta nomor handphone Siska dari Ana melalui Aditya ,lalu ia mengirimkan pesan ke handphone Siska


"Aku tau malam ini kita sedang memandang satu bintang yang sama dari luar jendela kamar


pasti kau juga sedang memandang bintang yang paling terang kan ,Arya "


Siska langsung tersipu malu "Astagaaaaa bagaimana mungkin ia tau "


Siska langsung membalas pesan dari Arya Tersebut "Bagaimana mungkin kau tau jika aku sedang melihat cahaya bintang dari jendela kamar ku "


Arya Tersenyum-senyum saat mendapatkan respon balasan Begitu cepat dari Siska


"Karena cahaya wajahmu terpancar sampai keatas langit malam ini membuat aku tak bisa tidur karena terbayang-bayang dengan wajah mu "


Arya mengedit puisi yang dikirimkan Aditya dari ponselnya ,


tapi karena terlalu gemetaran ia sampai lupa menghapus tulisan yang dikirimkan oleh Aditya Tersebut


"Arya jangan lupa kataakan Miss u di akhir kalimat"


Pesan terkirim keponsel Siska


dan Siska langsung tertawa saat membuka nya


"astaga kak Arya kau ini selalu saja begini , sungguh memalukan bahkan untuk sekedar mengucapkan kata gombal saja kau membutuhkan kak Aditya ,aku jadi tertawa tengah malam begini "


Siska pun langsung mengirimkan balik pesan pada Arya "Terimakasih untuk puisi indahnya ,tapi sebaiknya sebelum mengirimkan pesan tolong pastikan dulu editannya rapi"


Siska tertawa cekikikan , kebetulan jendela kamar Siska tak jauh dari kamar Arika


sama halnya seperti mamanya Arika juga tak bisa tidur ,jika malam ini Siska ,Alea dan Arya bahagia karena jatuh cinta ,tapi tidak dengan Arika ia justru merasa sangat kesal sekali dengan apa yang dilakukan oleh Bian padanya


"Aku sampai tak bisa memejamkan mata karena membayangkan betapa menjijikkan sekali wajahnya , bahkan ia benar-benar sangat menjijikkan seperti !"


Arika berdiri dan duduk lagi ,namun ia langsung mendengar suara Siska yang sedang tertawa cekikikan


"Tunggu dulu . itu bukannya suara mama?"


Arika memasati suara nya


"Iya benar suara mama,tapi kenapa mama tertawa cekikikan jam segini tak seperti biasanya dan ini aneh sekali "


Arika mendadak merinding


"Itu benar suara mama kan ya ?"


ia mendengarkan suara nya dengan seksama


"Sebaiknya aku keluar kamar saja dari pada aku penasaran "


Arika memberanikan diri membuka pintu kamar nya meski sebenarnya ia agak sedikit merinding


Pelan-pelan ia berjalan menuju kamar mamanya yang kebetulan tidak terkunci,Arika langsung mengintip dan benar saja mamanya sedang tertawa sambil melihat ponselnya , karena ia penasaran apa yang membuat mamanya tertawa ia pun langsung masuk kedalam kamar Siska


"Mama ada apa ?"


Siska yang sedang bahagia keceplosan mengatakan "Ini kak Arya mengirimkan pesan tapi lupa di edit"


masih tertawa


"Maksudnya Ma itu pesan dari om Arya ya ?"


Sadar jika ia sedang berbicara dengan Arika .


Siska pun langsung salah tingkah


"Oh iya..eh bukan , maksudnya mama sedang menonton film India ini "

__ADS_1


Arika langsung mengerti


Oh jadi mama sudah mulai mengirimkan pesan dengan om Arya ya,hmm pantas saja mama terlihat begitu bahagia sekali


__ADS_2