Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Part 209


__ADS_3

"Mas Raja nanti kalau sudah siap bisa langsung pergi dengan dia "


menunjuk laki-laki yang berada disebelahnya


Wajah Raja berubah seketika , seperti seekor musang


"Astaga Arika bisa-bisanya kau meninggalkanku disini meninggalkanku seorang diri , bagaimana jika nanti ada yang menculikku, apa lagi wajahku ini tampan dan cute "


canda Raja dengan sangat kesal sekali


"Permisi Mas"


Panji langsung pergi meninggalkan Raja


"Baiklah kalau begitu Mas, Panji Permisi dulu "


Raja tak bisa berkata apapun lagi


"Bisa-bisanya ia meninggalkan aku seorang diri bukankah sudah menjadi tugasku untuk menjaga ia pulang dan pergi ,haduh bisa kena marah mama dan papa kalau begitu kacau, nanti tiba-tiba melihat dia pulang seorang diri ,kacau ,kacau "


Saat sedang kesal dengan Arika , Tiba-tiba ponselnya berdering , mana hatinya masih kesal karena menelpon Alea malam tadi dan sekarang harus ditinggal oleh Arika


Tut..tutit..tutit...


"Hadeh siapa lagi yang mengirimkan pesan _


Tut..tutit...tutit....


Raja langsung segera bergegas mendekati ponselnya


ia pun langsung membuka Pesan yang masuk keponsel miliknya tersebut


"Dari Arika "


Dengan sangat malas ia membuka isinya


"Mas besok sore aku sudah kembali lagi ,mas jangan marah ya di tinggal sebentar tadi aku nggak enak mau pamit sama Mas Raja soalnya jam segini pasti mas sedang tidur dan mendengkur dengan keras , menganggu tidur mas Raja sama saja dengan mengganggu mimpi indahnya mas , aku hanya ingin memberi tahukan jika papaku sedang sakit keras


Mas bisa mengerti kan , aku hanya pulang sehari saja setelah itu aku pasti akan segera kembali , jangan khawatir Mas ,ya. tunggu saja mas disana jangan khawatir semuanya akan baik-baik saja, selamat bersenang-senang Mas , semua kebutuhan sudah aku siapkan untuk mas disana tinggal ngomong aja sama sopirnya , Mas akan di perlakukan sama seperti nama Mas , bye "


Raja langsung terdiam saja


"Hah banyak sekali alasannya memperlakukan mas seperti raja ? , padahal aku baru saja keluar tanpa pakaian kau langsung mengurungku tak boleh kemana-mana , Arika pintar sekali mencari alasan untuk berkelit ,tapi untungnya aku memiliki hati yang baik dan lembut , mmm baiklah bukannya seorang kakak yang baik harus mengikuti apa yang diperintahkan dari adiknya ,lagi pula aku juga bisa besok saja menemui Alea dan laki-laki itu , setelah Arika kembali aku pastikan laki-laki yang mengangkat telponnya tersebut akan aku kirimkan sampai masuk kedalam kerek neraka !'


Raja nampak benar-benar marah sekali


Ia duduk termenung memperhatikan sekeliling kamer tersebut


"Huh...jika aku hanya diam saja tak melakukan apapun didalam kamar ini , pasti sangat membosankan sekali untukku ,tapi yahh baiklah aku harus segera mencari angin segar dulu , melihat berbagai macam tempat wisata di kota ini dan juga mencicipi berbagai macam kuliner yang lezat pastinya ,apa itu yang terkenal angkringan ya ... aku harus mencobanya "


Raja langsung bersiap-siap untuk pergi


ia tampil sangat rapi sekali


"Selalu ganteng sekali masnya Arika ini , ganteng sekali yang pastinya "


memasang kacamatanya dan langsung membuka pintu kamar nya ia sudah tak sabar lagi ingin menikmati pemandangan kota indah tersebut


Tapi sebelum pergi ,Panji sudah menitipkan pada sopir tersebut agar nanti membawa Raja lewat jalan belakang saja karena didepan akan ramai dengan kerabat dan tetangga yang akan mengadakan doa bersama untuk mendoakan neneknya .


"Ayo kita pergi "


Raja langsung berjalan menuju arah depan namuan sopir tersebut langsung menghadangnya


"Maaf Tuan mau kemana ?"


"Ya mau keluarlah "


Merasa kesal karena ia diperlakukan seperti seorang penjahat saja


"Maaf Tuan tapi anda tidak boleh kesana "


menjawab dengan lembut dan sopan


Raja kemudian kembali emosi


"Kau tau aku ini siapa ?"


"Iya Tuan tau ?"


"Siapa aku ?"


"Tuan Raja , sepupunya Nona Arika "


"Kau tau juga jika kau harus melakukan apa untukku ,apa kau lupa ?"


Masih nge-gas


"Iya tau Tuan saya harus melayani anda dengan baik "


"Nah itu tau ,lalu kenapa kau melarangku kesana "


"Ya sudah kalau Tuan mau kedepan saya nggak masalah "


"Sialan beraninya dia membantahku "


Raja langsung berjalan kearah depan ,dan kaget saat melihat orang-orang sedang mengaji


"Astaga acara apa ini ,tak mungkin aku melewati kerumunan orang-orang yang sedang mengaji kan "


Raja langsung kembali mundur kebelakang , sedangkan sang Sopir langsung tersenyum-senyum melihatnya yang kembali mundur


"Ada apa Tuan ?"

__ADS_1


"Didepan ramai sekali ,ada acara apa ?"


"Kan sudah saya katakan tadi jangan kedepan , tadi Tuan Panji berpesan kalau Tuan Raja mau pergi keluar lewat pintu belakang saja "


"Hadeh kenapa kamu tidak mengatakanya dari tadi ha ?"


"Saya tidak berani membantah perkataan Tuan , soalnya Tuan sudah marah-marah dari tadi "


Raja langsung mengambil langkah kebelakang


"Ya sudah kalau begitu ayo kita pergi "


Raja berhenti tak berjalan sama sekali


"Mari Tuan lewat sini "


"Ya..ya..kau jalan saja duluan , kalau begitu biar aku yang mengikutimu dari belakang "


"Baik Tuan "


Raja pun berjalan melenggang dibelakangnya


Malam itu Raja pergi mengelilingi daerah istimewa tersebut yang sangat cantik dan asri sekali , orang-orang yang terkenal Begitu ramah dan juga ramah dikantong untuk para pelancong apa lagi berbagai jenis makanan yang harganya benar-benar sangat ekonomis , pantas saja para mahasiswa dari berbagai daerah sangat betah kuliah disana ,


"Bagaimana Tuan apa kota ini membuat Anda menjadi nyaman ?"


Raja tersenyum didalam hatinya ia masih memikirkan Alea , padahal tubuhnya ada di Jogja namun jiwanya berada dirumahnya Alea ,Raja sedang membayangkan apa saja yang sedang dilakukan oleh Alea


Hmm sudah beberapa kali aku melihat Mbak -mbak Jogja ini manis-manis sekali dan juga aduhai , tiap kenapa bayangan wajah Alea tak bisa pergi , ingin rasanya aku cepat kembali malam ini juga , untuk meminta penjelasan darinya siapa sebenarnya laki-laki yang mengangkat telpon tersebut aku sungguh sangat tidak tenang sekali


"Tuan mau makan dimana ?"


tanya sang sopir tersebut


"Makan di rumah Alea?"


Jawab Raja dengan tatapan yang kosong


"Rumahnya Alea ? maaf maksudnya Tuan rumahnya siapa?"


Raja langsung tersadar dari lamunannya


"Iya , maksudnya apa ? bagaimana ya ?"


"Hehe Tuan ngelamun saja , pikiran Tuan sedang tidak berada pada tempatnya ya ?"


Canda sang sopir yang ternyata begitu asik sekali untuk diajak mengobrol , Panji memang tau sekali memilih sopir yang pantas untuk diajak mengobrol


"Ah kau bisa saja , peramal ya ?"


"Halah Tuan saya ini juga pernah muda , dan saya tau kalau orang yang suka senyum-senyum sendiri itu biasanya ada dua hal , pertama kalau tidak sedang jatuh cinta ya. gila"


Tertawa dengan terkekeh-kekeh


"Hah iya benar Pak, tau aja, temani saya untuk membeli oleh-oleh ,ayo pak ,atau kita jalan-jalan ketempat yang banyak pernak pernik unik "


"Baiklah kalau begitu kita ke Malioboro saja ,disana nanti Tuan bebas mau belanja apa ,tapi mas ini wajahnya mirip orang luar negeri apa keturunan ya ?"


Bahu Raja langsung naik , memang itu adalah perkataan yang sering dilontarkan oleh orang-orang padanya , karena memang ayah kandungnya masih keturunan Rusia ditambah lagi Rima yang berwajah cantik dan berkulit putih tentu saja peraduan gen yang sangat bagus membuat wajahnya semakin memukau


"Oh sebenarnya kalau keturunan ada karena ibunya almarhum Daddy orang Rusia asli ,grandma "


"Pantas saja ya Tuan mirip kompeni jaman penjajahan "


Raja langsung menggaruk kepalanya "Berarti saya tampang penjajah ya Pak "


"Heheh saya hanya bercanda Tuan , tapi kalau wajah seperti anda itu seleranya biasanya dengan wajah -wajah khas pribumi ya kan "


Raja terdiam karena apa yang ditebak oleh sopir tersebut lagi-lagi benar pula


karena Alea memang manis sekali rambut nya hitam panjang , Bulu mata yang lebat dan lentik dengan kulit nya yang kuning Langsat


"Wah-wah benar sekali tebakan bapaknya bukan main pasti bapak ini peramal ya "


"Hadeh ..hahaha saya kan sudah pernah bilang saya dulu pernah muda Tuan ,meski wajah saya lebih mirip Paklek ,tapi memang pesona gadis asli Indonesia memang tiada duanya kan "


Raja tertunduk malu


...


Saat hendak berpamitan pergi mata Arika masih benar-benar basah sekali


"Pa ,Arika tinggalkan papa sebentar saja ya "


mengelus pipi papanya


Arika tampak lemah sekali , sebelum pergi ia mencium pipi papanya dan berbisik


"Arika akan mengajak mama kembali kesini Pa untuk menemui Papa , setelah semua urusan disana Arika pasti akan kembali kesini untuk menemani Papa, maafkan Arika selama ini tak tau apa yang terjadi , janji Arika pada nenek agar tak mengatakan ini pada siapapun akan Arika pegang tapi Arika tetap akan membawa mama kemari untuk menemui papa, papa harus bertahan ya Pa , harus kuat sampai Arika datang bersama mama kembali "


Arjuna sama sekali tak meresponnya lagi setelah dokter menyuntikkan obat-obatan melalui infusnya


ia tertidur antara sadar dan tidak


Arika menghapus air matanya membayangkan wajah laki-laki yang pertama kali ia dengar suaranya


Arika duduk di pesawat seorang diri ia tak memikirkan apapun lagi kecuali papanya ,ada perang batin didadanya yang membuat ia tak bisa berkata apapun lagi


"Ya Tuhan tolonglah berikan mukjizat untuk kesembuhan papa, karena dokter hanya perantara saja semuanya nanti akan kembali ditanganmu ya Tuhanku"


menyeka air matanya yang hampir tumpah


Malam itu ia kembali tanpa sepengetahuan Siska .

__ADS_1


"Cepat yang disebelah sana dipasang agak rendah sedikit "


"Yang ini Nyonya "


"Ia bunga-bunga yang hidup akan diantarkan subuh hari nanti kan "


"Jangan lupa saya mau semuanya fresh ya ,kalau bisa nanti aromanya langsung alami dari bunga-bunga yang baru dipetik tersebut "


"Baik Nyonya "


Siska ingin semuanya tampil sesuai keinginannya


Para panitia sedang sibuk melakukan dekorasi ruangan akad nikah yang akan dilaksanakan jam sepuluh pagi ini


"Persiapan sudah 90 persen "


Siska Tersenyum ia mengirimkan potonya pada Alea


"Cantik sekali calon mama"


balasan dari Alea


Siska pun menjawabnya "Anakku terimakasih ,jangan lupa istirahat besok dandan yang cantik kita akan melakukan sesi Poto keluarga nanti "


"Siapa calon mama ku "


Siska tersenyum manis


Tak lama setelah itu terlihat taksi masuk kedalam rumah Siska


"Eh ada taksi , tolong jangan biarkan ia masuk kedalam karena bisa mengenai karpet itu disana "


Siska langsung menoleh kearah taksi yang baru saja datang tersebut


"Taksi siapa ?"


tanya Siska penasaran


"Tidak tau Nyonya malam-malam begini tidak sopan sekali "


ungkap salah satu panitia yang kelelahan karena dari pagi bekerja untuk hasil yang baik


Arika langsung buru-buru menghapus air matanya


saat ia masuk dan melihat persiapan pernikahan mamanya sudah hampir selesai


"Cantik sekali pasti mama sangat bahagia sekali ,aku tak mungkin menghancurkan semuanya , senyuman mama dan juga harapan om Arya dan Alea yang akan menjadi bagian dari keluargaku "


"Nggak apa-apa masuk Non"


tanya sopir taksi


"Iya nggak apa-apa "


Memberikan beberapa lembar uang


"Nona ini kebanyakan "


"Sudah ambil saja kembaliannya untuk bapak ,anggap saja sedekah untuk kesembuhan papa saya"


"Terimakasih Nona "


Arika pun langsung keluar dari dalam mobil tersebut ia buru-buru menghapus air matanya agar semuanya kelihatan baik-baik saja ,,ia tak mau menyakiti perasaan banyak orang . lagi pula papanya Arjuna juga sudah dalam keadaan seperti itu


Siska yang penasaran siapa yang naik taksi pun langsung mendekat dan ia langsung kaget saat melihat putrinya keluar dari dalam mobil tersebut "Arika ?"


"Maama....."


Arika langsung memeluk Siska dan tak kuasa menahan air matanya


"Ada apa Nak ,apa yang terjadi ? mana Masmu Raja?"


Siska melepaskan pelukannya dan menghapus air matanya Arika , namun Arika terpaksa berbohong untuk menyelamatkan semuanya


"Tidak ada Ma,Arika hanya terharu saja akhirnya mama bisa menemukan kebahagiaan kembali setelah sekian lama mama merasakan sabar yang luar biasa , kalau mas Raja ia masih tinggal di Jogja katanya mau jalan-jalan dulu ,bilang saja sama mama nanti ia Poto nya nyusul saja "


"Oalah Kenapa tidak pulang anak itu ,biar mama telpon saja "


Siska mengeluarkan handponenya


dengan cepat Arika menarik handpone Siska


"Tak usah Ma , biarkanlah Mas Raja jalan-jalan dulu kan agar ia bisa lebih mengenal budaya kita , lagi pula kan mama besok resepsinya bulan depan kan?"


Arika berbohong kembali


Ya Tuhan maafkan aku membohongi mama kali ini, dan mas Raja maafkanlah aku aku sudah mengorbankan mas untuk urusan kali ini


aku berdoa semoga pengorbanan mas ini nanti mendapatkan ganjaran yang setimpal dari Tuhan , maafkan arika harus bawa-bawa nama mas


"Kenapa diambil handphone mama nak "


"Ini tidak penting ,mas Raja jangan di ganggu ya Ma , biarkan ia fokus liburan dulu , sebaiknya mama harusnya banyak istirahat agar besok pagi semuanya berjalan dengan lancar "


Siska langsung memegang wajah Arika


"Terimakasih Nak,, kau sangat perhatian sekali dengan mama, mama sangat bersyukur sekali memiliki putri. sebaik ini dan cantik sekali "


Arika kembali memeluk Siska


"Arika sayang mama "


Mamaaa.. maafkan Arika berbohong tapi ini semua sudah takdirnya, nanti setelah mama sudah resmi menikah dengan om Arya baru Arika akan menceritakan semuanya , Arika ingin mama tau jika seorang Siska amatlah beruntung dilahirkan di dunia ini karena memiliki cinta dua orang laki-laki yang sangat mencintainya ,,papa dan om Arya sangatlah mencintai mama, aku sangat bahagia memiliki mama seistimewa mama Siska , meski sebenarnya sangat sakit sekali menyimpan semua ini

__ADS_1


__ADS_2