Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Part 202


__ADS_3

"Hoammmm hahhhhh"


ucap Raja


untunglah ia tak pernah makan jengkol ataupun Pete kalau tidak bisa pingsan orang-orang yang berada disebelahnya ,Panji terutama


Arika langsung buru-buru mencubit Raja


"Mas bertingkah laku dengan baik ya Mas,


Arika mohon sekali mereka tak sama dengan kita di kota , mereka sangat lemah lembut ,bisa kaget mereka nanti melihat mas dengan kelakuan Seperti itu , tolonglah Ya "


Arika melipat kedua tangannya


Raja langsung buru-buru menutup mulutnya sambil mengangkat dua jarinya


" Memangnya Mas kurang lembut bagaimana, mereka juga harus belajar bagaimana tata Krama orang kota ya Kan "


Arika langsung melotot "Please Mas Raja kali ini saja ,mas tak perlu repot-repot mengeluarkan sifat asli Mas , Arika mohon , ya nanti apapun yang menjadi urusan Mas akan Arika bantu "


Mendengar ucapan Arika akan membantu nya ,Raja langsung bersemangat kembali


"Ya Oke baiklah ,dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung kan , seperti itu kan yang kau harapkan , ya ..ya... mas paham sekarang mas ngantuk dimana tempat istirahatnya "


,ayo cepat "


Raja langsung berjalan masuk


lagi-lagi tingkahnya yang salah membuat Arika harus ekstra hati-hati ,


"Astaga mas Raja mau kemana ?"


"Ya mau kemana lagi mau masuk kan istirahat "


Raja berjalan masuk kedalam rumah


" Haduh main nyelonong aja , Mas emang ada yang nyuruh masuk apa ?"


Raja menggaruk kepalanya ia tak terlalu mengerti tentang tata cara dan etika, karena memang Rima dan Dimas tak mengajarkannya kala itu


Panji langsung tertawa


"Ah kak Arika sama Mas Raja aja seperti itu , mas inj rumahnya kak Arika juga jadi ya nggak apa-apa lah Mas rajanya langsung masuk "


"Nah itu dia Arika langsung keluar dari mulut adikmu sendiri , masa sama Mas aja dari tadi banyak sekali peraturannya "


.


"Hah..."


Arika menarik nafas panjang


"Panji kau tidak mengerti dia itu sangat berbeda dengan apa yang kau pikirkan , aduh .."


"Ya sudahlah jadi boleh kan Mas masuk ya , ngantuk sekali ini , hoammm"


Membiarkan mulutnya terbuka lebar seperti Alat penyedot debu yang siap untuk memasukkan debu kedalam mulutnya


Lagi-lagi Panji memberikan penawaran langsung pada Raja


"Mas sini istirahat dikamarnya Panji saja "


ucap Panji karena ia beranggapan kalau Raja adalah saudaranya juga karena merupakan kakak sepupu kakaknya juga


dengan cepat Arika langsung nampak sangat emosional sekali , karena ia tau pasti Raja nanti malah akan membuat kekacauan jika ia tidur dikamar Panji yang rapi itu


"Eh jangan ,Mas raja sebaiknya tidur dikamar tamu saja ya , nggak usah dikamar Panji "


ucap Arika sebagai lemah lembut sekali


"Loh kenapa begitu kak "


Raja heran


"Udah biar lebih aman saja ,nanti Mas Raja ini suka menghidupkan musik dengan kencang nanti bisa heboh satu rumah "


"Ya nggak apa-apa lah Kak , biarkan saja memuliakan tamu itu kan termasuk mendapatkan pahala "


"Oh


Arika langsung menarik tangan Raja


"Tapi kan Mas Raja adalah sepupunya kak Arika berarti kakak sepupu Panji juga "


"Lebih baik Mas Raja ditempatkan ditempat yang aman saja , tidak usah ditempatkan dikamar kamu yang rapi dan tertata itu ,selera musik kalian berbeda , nanti bisa heboh satu rumah jangan khawatir "


Raja tak berani lagi berkomentar jika kakaknya sudah mengatakan hal tersebut


Arika pun langsung menarik tangan Raja kearah kamar tamu


"Eee.... Arika mau kemana"


Arika langsung menarik tangan Raja masuk kedalam rumah ,


"Nah Mas ini kamarnya Mas ,nanti aku suruh pelayan untuk membawakan makanan ketempat ini Mas ,jangan banyak bicara sudah istirahat saja , dulu istirahat dengan tenang dan jangan banyak cerita , tinggal pejamkan mata saja oke Mas"


Arika langsung membukakan pintu kamar tersebut dan mendorong Raja langsung masuk kedalam kamar tersebut


"Arikaaaa...hei .."


"Selamat malam Mas Raja "


Raja langsung menghela nafas panjang


"Huh .. Ya baiklah aku akan segera beristirahat , hoammm "


untunglah saja Raja sedang mengantuk sangat berat sekali jadi ia tak terlalu memikirkan ocehan Arika


Seperti biasa Raja langsung menarik selimut didalam kamar itu dan tertidur dengan nyenyak


Arika tampak sangat lega sekali


"Ah untunglah dia sudah tidur ,aku sangat tau sekali jika mas Raja sudah kelelahan seperti itu ia bisa mendengkur dan suaranya akan kemana-mana , untunglah kamar tamu itu kedap suara , kasihan sekali Panji jika sampai harus menaruhnya di dalam kamar pribadinya "


Panji terheran-heran melihat tingkah Arika dan Raja


"Kak Arika Kenapa kelihatannya ganas sekali dengan mas Raja ya , mmm"


Arika langsung menghembuskan nafasnya dalam-dalam


"Ah syukurlah akhirnya aku bisa juga membuat ia tenang ,tak bisa aku bayangkan jika mas Raja membuat kerusuhan disini huh..."


Arika menghela nafas panjang sambil memegang dadanya


Tak lama ia berdiri seorang perempuan bertubuh besar dengan menggunakan sanggul di kepalanya memandang Arika dari dalam sebuah ruangan


"Seperti cucuku arika "


Saat ia hendak melangkah keluar , Silvi lebih dahulu berjalan menghampirinya


"Apa aku tidak salah lihat"


mengucek kedua matanya dari kejauhan , Silvi berjalan mendekati Arika


Memperhatikan gerak-gerik semuanya apa lagi karena akibat terlalu sering menangis ,matanya jadi terasa kabur


"Itu seperti Arika ?"


ibunda Panji langsung menghampirinya


"Arika ? benar ini kau nak?"


Arika langsung kaget saat melihat Silvi yang sudah berdiri dihadapannya dengan wajah yang sangat lusuh tak terurus namun masih tetap kelihatan wajah cantiknya


"Iya Tante ini Arika , Tante kenapa wajah Tante ?


langsung mengambil tangan Silvi dan menciumnya


Arika selalu tau tata Krama ia selalu berlaku sopan dan menghormati orang tua ,

__ADS_1


namun berkali-kali ia merasa sangat heran sekali karena wajah cantik itu tak sesegar biasanya


ia langsung menangis tersedu-sedu melihat Arika yang berdiri dihadapannya


"Nak ..."


memeluk Arika dengan sangat erat sekali


"Tante kenapa menangis ?"


Arika langsung kaget dengan kedatangan Silvi secara mendadak tersebut


"Kapan kau datang anakku "


memegang wajah Arika dengan sangat lembut , meski ia tau betapa sakitnya hati Siska namun jauh di lubuk hatinya yang paling dalam ia sangat menyayangi Silvi , karena dari kecil Silvi selalu mengajaknya bermain ,lagi pula Silvi juga tak pernah memperlakukannya dengan sangat berbeda , bahkan terkadang ia lah yang sering datang kekamarnya Arika untuk menemaninya tidur bahkan sampai Arika menginjak usia remaja


"Baru saja Tante "


Arika merasa tidak enak dengan apa yang terjadi sebenarnya, namun ia juga tak mengerti kenapa Silvi menangis berlebihan seperti itu


Kenapa Tante Silvi berlebihan sekali ya , memangnya papa kenapa sampai menangis tersedu-sedu Begitu sih ,aku jadi penasaran


Lihatlah wajah cantiknya sepertinya benar-benar kusut ,


"Apa kau sudah menemui papamu Nak?"


tanya Silvi dengan terbata-bata


"Belum "jawab Panji menghampiri mereka


"Kak Arika baru tiba Ma "


langsung memeluk mamanya ,Panji selalu melakukan hal itu , karena hanya dengan cara seperti itu tangisan mamanya bisa mereda


Mengelus kepala Panji


"Baiklah ajak kakakmu untuk menemui papamu" Silvi sambil menangis tersedu-sedu


Arika semakin tak mengerti apa yang terjadi dengan semua yang ada dirumah ini ,nampak juga ibunda Silvi yang juga sering dipanggil Arika nenek / Mbah Putri muncul dihadapannya


"Arika kau baru tiba cucu ku "


Arika langsung mencium tangannya meski hubungannya dengan ibu Silvi itu tak terlalu dekat namun ia tetap juga menghormatinya , karena ibunda Silvi itu terkesan sangatlah cerewet , tapi sekali lagi dibalik sikapnya yang cerewet itu ibunda Silvi juga sering memberikannya perhatian


"Nenek apa kabar ?"


Dengan mata yang berkaca-kaca ia pun menjawab dengan sangat lembut juga


"Nenek harap nenek akan baik-baik saja ,namun tidak semudah itu untuk mengatakan hal itu "


Arika semakin heran mendapatkan jawaban dari neneknya seperti itu


"Panji memangnya ada apa sih ? papa kenapa ?"


"Nanti saja kak Arika akan melihat sendiri keadaan Papa" Panji berusaha untuk bersikap dengan tegar meski ia sendiri kelihatan sangat rapuh sekali


"Arika papamu sangat merindukanmu "


suara yang sangat tidak asing sekali didengarnya dari mulut neneknya tersebut , sebuah ungkapan yang sama sekali tak pernah ia dengar ,dan itu termasuk hal yang sangat aneh sekali


Arika langsung berusaha tersenyum bahagia mendengarnya meski itu adalah hal yang sangat ia harapkan selama ini memang ,


Harapan untuk dirindukan oleh seorang papa


Meski didalam hatinya siapa yang tau, apa lagi saat melihat ibunda Silvi yang tak pernah bisa dekat dengannya tersebut , karena Arika merasa ia bukanlah nenek kandungnya


"Baik Nek ini Arika mau melihat Papa, dulu emangnya papa kenapa Nek ?"


Panji dan Silvi saling berpandangan


"Kalian tidak memberi tau Arika?"


"Biar kak Arika yang melihat sendiri keadaan Papa Nek"


Arika langsung terheran-heran "Memangnya papa kenapa sih ?"


iya semakin penasaran saja


Panji berjalan mendahului Arika agar ia bisa melihat apa yang sebenarnya terjadi dengan papanya


Memangnya papa kenapa sih , kok sampai begitu sekali mereka semuanya


Arika pun langsung berjalan menuju kamar papanya


namun Panji langsung kembali menegurnya


karena Arika salah kamar


"Kak papa tidak ada disana "


"Loh , lalu papa dimana? diruangan kerjanya ?"


masih sangat heran


Arika tampak kebingungan apa lagi dari wajah mereka semua menunjukkan sikap yang agak aneh


"Diruangan tempat Eyang putri kak "


Ruangan eyang putri adalah ruangan yang di tempati oleh mamanya Arjuna saat sakit keras dahulu


Arika langsung heran


"Kenapa papa ada diruangan itu , itu bukannya ruangan khusus ya , kenapa papa di sana ?"


ribuan pertanyaan berada didalam otaknya ,namun ia tak berpikir yang tidak-tidak


"Ayo Kak "


Suara Panji sudah mulai bergetar


Arika pun langsung mempercepat langkahnya


"Dek papa kita tak apa-apa kan "


Mereka pun langsung menuju ruangan tersebut , betapa kagetnya arika saat melihat didepan kamar ada suster jaga yang bertugas lengkap dengan seorang dokter yang duduk disampingnya


Mereka semua sengaja di bayar untuk mengurusi papanya hal yang biasa terjadi untuk orang kaya pada umumnya


Suster,dan dokter pribadi sudah berada diruangan tersebut lengkap dengan peralatan pribadi yang memang sudah disiapkan


Ntah kenapa perasaan Arika menjadi tak karuan saat melihat suasana tersebut ia memang sempat mendapatkan kabar jika papanya sakit tapi jika sampai seperti ini berarti sakit papanya bukan main-main lagi


jantungnya mendadak berdebar sangat cepat sekali


deg..


deg...


Kenapa ada dokter pribadi didepan kamar ini


aku harap ini tidak sesulit yang aku bayangkan


"Papa ?"


cekrek... pintu kamar langsung terbuka


Arika langsung membuka pintu kamar tersebut dengan perasaan tak karuan dan terlihat lah Arjuna sudah terbaring lemah dengan peralatan yang lengkap sekali sudah terpasang


tangis nya pun langsung pecah dengan sangat histeris


"Astagaaaaa Paapaa..."


air. matanya langsung menetes dan mengalir di pipi , tangisannya seketika pecah saat itu juga


rasa benci,kesal semuanya langsung menghilang begitu saja ,saat melihat sosok tampan itu sudah terbujur tak berdaya dengan alat-alat yang menempel ditubuhnya


"Papa , kenapa papa Panji ,papa sakit apa?"


Arika langsung memeluk papanya

__ADS_1


"Paapaa kenapa jadi begini "


"Kak hati-hati nanti alat-alatnya lepas kak "


Panji berusaha memegang tangan Arika


Perlahan Arika melepaskan pelukannya ia terus -menerus menangis


"Paapaaa...."


Panji langsung berbicara dengan terbata-bata


"Ya kak semenjak kakak dan mama Siska pergi papa langsung jatuh sakit ia terkena serangan jantung, lalu papa mengalami pembekuan darah di otak , stroke iskemik, tapi setiap hari ia hanya menyebutkan dua nama saja Arika dan mama Siska , setiap harinya hanya itu Kak "


Tangis Arika semakin pecah , karena jauh dihatinya ia sangat menyayangi Arjuna namun kondisi yang selama ini membuat ia tersisihkan karena kehadiran Panji ,ia tak henti-hentinya menangis tersedu-sedu


"Paapaaaa ini Arika Pa, bangun Pa,


ya Tuhan ada apa kenapa jadi begini , paapaaa.... kenapa papaku ya Tuhan"


Arika Mengusap wajahnya


"Papa...ini Arika pliss paapaaa bangun Pa?"


Perlahan mata Arjuna terbuka


", Papa...ini Arika Pa "


Arika langsung berdiri melihat Arjuna dan mengecup keningnya


Sayup-sayup suara Arjuna mulai terdengar


"Arika... Arika..."


"Paapaaa"


tangis Arika kembali pecah


Perlahan tangan Arjuna mengangkat tangannya dan menaruhnya di kepala Arika " Arika "


Panji langsung menghapus air matanya


ia sangat bahagia karena melihat Arika berada disamping papanya


Arika masih menangis tersedu-sedu lagi melihat keadaan Papanya "Sejak kapan kondisi papa Seperti ini ?"


sambil menangis tak henti-hentinya


"Sejak kakak dan mama pergi papa langsung jatuh sakit ,dan awalnya hanya jantung saja setelah beberapa bulan kondisinya semakin menurun dan akhirnya papa hanya bisa terbaring lemah ,papa harus dibantu oksigen saat bernafas "


Silvi langsung kembali menangis histeris


"Arika papamu sangat mencintai kau dan mamamu "


Silvi memeluk ibunya


Lalu ia berlari keluar dan menangis meninggalkan tempat itu , yang ada hanya tangisan saja yang sangat dalam didalam ruangan tersebut


Panji berdiri dan memeluk Arika


"Asal kakak tau saja , setelah kepergian kakak dan mama saat papa bersamaku ,papa selalu menceritakan semua tentang kakak ,kadang aku iri dengan kakak meski papa selalu mengajak aku kemanapun tapi dihati papa hanya ada kak Arika saja , mungkin benar raga papa memang selalu bersama Panji kak tapi jiwa papa selalu bersama kakak kemanapun kakak berada , kakak tidak pernah tau kan isi hati Papa , Panji tau papa sangat menyayangi kakak melebihi apapun yang ada didunia ini , papa pernah mengatakan pada Panji , untuk selalu menjaga kak Arika ,dan apapun yang diinginkan kak Arika Panji harus memenuhinya "


Panji menghapus air matanya ,


Secara perlahan mata Arjuna terbuka


"Arika ..."


ia nampak tersenyum meski selang saluran oksigen masih berada di hidungnya


Arika langsung tersenyum sambil menangis


"Paapaaa ini Arika Pa, Arika "


"Arika anak papa , sudah kembali Nak ?"


nampak Arjuna berbicara dengan bersusah-susah payah sekali


"Iya Pa ,ini Arika "


"Mana mamamu Nak,apa dia tidak ikut kemari"


Arika menahan sakitnya ,ia tak mungkin menceritakan jika mamanya sudah bahagia dengan laki-laki yang ia cintai , meski ia tau bagaimana sakitnya mamanya atas semua perlakuan papanya namun sekali lagi ia memiliki hati yang baik ,tidak diajarkan untuk membalas dendam apa lagi terhadap orang tua , karena Tuhan tak pernah tidur setiap perbuatan pasti akan mendapatkan balasannya masing -masing


Melihat Arjuna membuka matanya Arika langsung bahagia namun Panji menjadi panik


"Cepat panggilkan dokter jaga"


"Kenapa Panji bukannya bagus papa bangun kembali ?"


"Tidak kak justru ini bisa membahayakan kesehatan papa ,ia tak boleh terlalu letih ia memaksakan diri itu kak , cepat panggilkan dokter saat ini juga "


Tiba-tiba mata Arjuna kembali tertutup


dokter pun masuk


"Dok cepat periksa papa saya "


Dokter langsung memeriksanya


"Ya ini hal yang biasa terjadi namun terlihat pernapasannya normal ,tapi coba jangan dipaksakan untuk berbicara dulu karena pasien harus banyak istirahat dulu "


"Baik Dok Terimakasih "


Dokter langsung keluar "Tapi saya masih ingin bersama papa saya disini Dok tidak apa-apa kan"


Panji langsung menarik tangan kakaknya


"Kak sebaiknya kakak istirahat saja dulu , jangan sampai kakak sakit nanti ,lagi pula papa juga tak boleh banyak diajak bicara lagi kak "


"Tidak apa-apa dek kakak disini saja , biarkan kakak menemani papa "


"Baiklah Kak "


Panji langsung keluar dari dalam kamar tersebut karena Arika ingin bersama Papanya ia juga tak mungkin bisa membantahnya


Kesedihan kembali menyelimuti Arika ia langsung menangis tersedu-sedu seakan semuanya telah berakhir saja apa lagi melihat papanya yang tampan ,gagah dan berwibawa harus terbaring dengan kondisi sangat lemah sekali seperti ini


"Papaaaa maafkan Arika , Arika sudah membuat papa menjadi begini ,Arika tau tidak ada orang tua yang bersalah ,Arika lah yang salah papa , maafkan Arika papa ,papa Arika mohon papa harus bertahan sekuatnya Pa , papa pernah berjanji pada Arika bahwa apapun yang Arika inginkan papa akan mengabulkannya , sekarang Arika mohon papa untuk kembali sehat seperti dulu lagi , Arika mohon papa kabulkan permintaan papa yang satu ini ,bisakan Pa?"


Arika menangis tersedu-sedu melihat Arjuna


Didalam ruangan itu hanya tinggal Arika dan ibunya Silvi , lalu ia menggenggam tangan Arika


"Arika ikut Nenek sebentar nenek ingin menunjukkan sesuatu padamu"


Arika langsung menghapus air matanya


"Ada apa Nek "


"Ayo ikut sebentar Nenek ingin menunjukkan sesuatu padamu "


Pikiran Arika langsung kembali bertanya-tanya ada apa gerangan


Kenapa nenek wajahnya serius sekali , apa yang ingin ia tunjukkan padaku , aku jadi penasaran ?


"Nek ikut kemana?"


"Ayo ikut lah dulu dengan nenek sebentar "


Arika langsung berdiri


"Pa , Arika pergi sebentar dulu ya , nanti Arika kembali lagi "


.....


Duarrrrrr....


hayoo Hayoooo apa yang ingin ditunjukkan ibunya Silvi pada Arika ya ?

__ADS_1


terus apa pernikahan Arya dan Siska akan berjalan dengan lancar kah ?


yuhuuuuuuu


__ADS_2