
Berbeda dengan Siska dan Arjuna, rumah baru mereka lebih besar dan lengkap dengan pembantu baru mereka
"Selamat siang Nona Siska saya yang bertugas melayani anda sekarang "
"Baik Bi , Terimkasih "
Arjuna sengaja menggendong Siska sejak pertama masuk kedalam rumah ,
"Arjuna aku rasa kau tak perlu melakukan hal ini ,ini terlalu berlebihan bagiku "
Wajah Siska menjadi merah
"Lagu pula aku punya kaki, biarkanlah aku berjalan sendiri "
Memegang tangan Arjuna
"Kau memang punya kaki dan tangan tapi aku tak ingin sampai tangan dan kaki mu kelelahan "
Rumah berwarna putih dengan di kelilingi taman bunga yang cantik itu sangat lah indah dan cantik
"Ini rumah siapa?"
"Ini rumah milikku yang akan aku berikan untuk mu dan anak kita ,jika dalam satu bulan ini aku berhasil merebut hati mu "
"Cepat turunkan aku, aku ingin melihat suasana dari atas jendela"
Mereka berdua berdiri melihat suasana yang indah dari atas jendela .namun tiba-tiba
Selembar Poto terjatuh dari atas lemari
seperti nya angin sengaja membawa nya turun kebawah
"Poto siapa ini ?"
perempuan berambut pendek sebahu dengan lesung pipi yang manis saat ia tersenyum
"Oh ini , mungkin Poto pemilik rumah yang lama ,jangan khawatir aku akan menyingkirkan nya "
Arjuna lalu keluar dari dalam kamar
Siska pun mengangguk setuju ,tak ada yang perlu ia pikirkan tentang Poto tersebut lagi pula Arjuna benar-benar tidak di ragukan lagi cintanya pada Siska
"Siska boleh aku memanggil mu sayang "
Siska mengangguk setuju ,apa lagi yang harus ia pikirkan ,meski rasa rindu saat memandang Arya yang berada di sebelah rumah nya kemarin masih menari-nari di benaknya
Rumah ini memang besar dan jauh lebih besar dari rumah maminya , namun tetap saja hatinya masih hampa, Mungkin benar ia mulai belajar membuka hati nya untuk Arjuna ,tapi sosok lelaki yang sempurna yang di tunjukkan oleh suaminya ini tak mungkin bisa membuat Siska mencari celah kekurangan nya
Hembusan angin masuk mengibas rambut panjangnya, sambil memegang perutnya yang sekarang masih rata ,ada nyawa yang hidup di dalam perut nya meski ia ada tanpa rasa cinta
"Sehat-sehat di perut mama ya anakku "
__ADS_1
Siska menarik nafas dalam-dalam berharap hidup nya kedepan kembali berubah saat telah menjauh dari Arya dan semua nya
namun rupanya , takdir Seperti menguji terus sebatas mana mereka bisa menahan rasa cinta nya
Satu buah email masuk , Aditya dan Ana kembali membuat acara syukuran atas peresmian restoran baru mereka
"Siapa sayang"Arjuna membawa minuman dingin di tangan nya
"Ini ada undangan dari Aditya dan Ana , undangan peresmian restoran baru mereka, tapi jika kau tak mau datang tak masalah kok "
Siska langsung meletakkan ponsel nya di atas meja
"Kita akan datang"
"Tapi nanti kita akan bertemu dengan Arya juga apa kau tak masalah "
"Tak masalah justru aku senang bersaing tentang hati semakin kau bertemu kau akan tau bagaimana perasaanmu padaku"
Arjuna aku tak yakin jika aku bisa dengan mudah menyingkirkan Arya dari hati ku ,tapi aku berjanji akan menjadi istri yang baik untuk mu
...
Di tempat yang berbeda dan waktu yang bersamaan Arya pun mendapatkan undangan yang sama dari Aditya dan Ana
"Hei Dit ,sms apa ini "
Arya langsung masuk kedalam ruangan Aditya
"Iya malam nanti kau harus datang kerestoran baru milik Ana ,aku menghadiahi restoran itu untuk nya , agar dia tidak suntuk sendirian saat aku bekerja aku mau dia merasa bahagia dengan kesibukan nya yang baru "
"kau yakin akan sanggup melihat kemesraan Siska dan Arjuna nanti nya "
"Hah aku rasa hati ku cukup kuat untuk itu "
"Baiklah jika tidak ada lagi pekerjaan yang harus di kerjakan ,aku akan segera pulang dan kau bersiaplah "
Sehabis pulang dari kantor ,Arya menyempatkan diri untuk mampir menjemput Alena yang sedang bekerja , lagi-lagi ia menunjukkan sikapnya yang tidak biasa
"Eh kak Arya kau di sini juga "
"Iya aku menunggumu pulang "
"Terimakasih "
Ucap nya datar dan terkesan biasa saja
"Masuklah aku akan mengajak mu malam ini keacara peresmian restoran Aditya sebagai atasan ku tentu saja semua karyawan harus datang tak mungkin aku tak mengajak mu"
"Baiklah "Jawab Alena santai
Sial kenapa ia seperti nya tidak bersemangat sekali , biasanya dia yang paling antusias jika aku mengajak nya untuk pergi kesebuah acara
__ADS_1
"Oh ya,apa acara nanti malam ada pelemparan telur lagi ,jika ada aku akan membawa baju ganti ,agar tak menyusahkan mu dengan bau amis dari ku "
Arya langsung gelagapan menjawab nya
baru kali ini ia merasa gugup di hadapan Alena
"Oleh, tentu saja tidak ini acara milik Ana ia tak suka melakukan acara yang seperti itu "
"Oh...baguslah "
Masih sama selama perjalanan Alena sama sekali tak memandang nya dan mengajak nya bicara ,di dalam mobil terasa sunyi sekali
sesampainya di rumah ,Arya turun terlebih dahulu , biasanya Alena akan dengan cepat berlari membukakan pintu ,namun kali ini tidak ia asik menerima telpon dan berjalan masuk tanpa memperdulikan Arya
"Wah dia benar-benar merasa hebat sekali ternyata "
Masuk kedalam Alena mencium dan memeluk ibu mertua nya ,selerti biasa semenjak pulang kerja Alena selalu membawakan bingkisan untuk ibunya ntah itu permen ,coklat atau hanya sekedar eskrim
"Ibu ini coklat untuk mu"
Perhatian Alena full untuk ibunya ,Arya benar-benar merasa di abaikan
Melihat Alena yang asik sekali dari tadi menerima telpon ia bahkan sampai berteriak untuk Alena membawakan pakaian milik nya
"Alena di mana pakaian ku , cepatlah "
"Ia..ia..sebentar "
Alena dengan cepat memberikan pakaian nya dengan telpon yang masih di pegang nya
"Bukan yang ini ,yang biasa aku pakai "
Arya sengaja berteriak-teriak agar orang yang menelpon tersebut segera mematikan ponselnya ,namun sepertinya Alena tak memperdulikan Arya
"Tunggu sebentar ya,jangan di matikan aku mencari pakaian dulu "
Meletakkan di atas meja , diam-diam Arya penasaran melihat nama seseorang yang menelpon nya tersebut sampai-sampai ia tak mau di ganggu
"Romeo ? apa itu lelaki ?"
"Ini pakaian mu "
"Ehem...jangan lupa siapkan pakaian mu kita akan pergi malam ini...."
Alena mengangguk
"Maaf Pak ,iya maksudnya bagaimana ya pak.."
Kembali menelpon
"Siapa yang menelepon nya lebih penting kah orang lain itu dari pada aku ,heh berani sekali ia mengabaikan aku ,apa dia lupa tugasnya seharusnya ,ia sama sekali tak bisa menjalankan kewajiban nya sebagai seorang istri,baru saja bekerja sebagai marketing toko bunga namun sikap nya sudah seperti Nyonya besar saja "
__ADS_1
......
Hai... Tolong dong Vote nya untuk author terima kasih banyak ya π