
Sementara itu Siska dan Arya nampak Tersenyum lebar karena telah berhasil melewati malam yang indah malam ini
"Sungguh aku sangat bahagia sekali malam ini sayang"
mengecup dahinya Siska
"Terimakasih telah menerima aku kak ..."
"Stop, jangan katakan hal itu lagi, karena aku tak suka mendengarnya, kau adalah cinta yang akan menemaniku sampai aku menutup mata"
"Ya ampun kak Arya kau so sweet sekali"
Siska memeluk Arya dengan erat sekali
Mereka berdua kemudian terdiam dan memandangi langit yang nampak dari kaca jendela kamar mereka
Namun tiba-tiba Siska kembali teringat dengan
handponenya tadi yang berdering
"Sayang, mana handphone ku tadi?"
"Oh ya ada dibawah sayang, biarkanlah saja, aku malas untuk mengambilnya lagi"
"Tapi mana tau itu penting sayang"
"Kalau memang penting, ia akan menelpon lebih dari satu kali,tapi Kenyataannya ia hanya menelpon satu kali saja ya kan?"
Apa yang dikatakan oleh Arya itu benar juga,
"Ya kak Arya kau benar juga, kalau begitu aku akan kembali memelukmu saja, pelukan mu ini sungguh benar-benar sangat hangat sekali"
"Kau tau pepatah yang mengatakan tak ada bantal yang sehangat pelukan suami"
Siska dan Arya tenggelam dalam kebahagiaan yang tak terkira malam ini, akhirnya setelah sekian lama melewati berbagai rintangan yang ada, mereka kembali bersatu dengan jalan hidup yang menemukan jalannya sendiri"
Disela-sela pelukan malam itu, Siska kembali tepikir apa yang akan dilakukan mereka besok pagi
"Kak, jadi besok pagi kita akan pulang kemana dulu? karena aku bingung kita akan tinggal dimana? rumah mami atau rumah ibu?"
Arya langsung mengelus kepala Siska
"Aku rasa sebaiknya kita pulang saja besok pagi-pagi sekali, karena aku ingin membuat kejutan untuk Ibu dan Mami, jangan pikirkan kita akan tinggal dimana, karena kita akan selalu bersama-sama Mami dan ibu adalah orang tua kita, mereka harus menikmati masa tuanya dengan tenang, tanpa harus memikirkan apapun lagi, tugas kita hanya satu membuat mereka bahagia dengan segala perhatian kita untuknya"
Siska tersenyum,"aku tau kau tak akan pernah meninggalkan orang tua kita,tapi Sayang, aku sungguh tak tau kita akan tinggal dimana setelah menikah? karena tak mungkin kan kita akan meninggalkan mereka hidup terpisah Arika, Alea mami dan ibu sendirian didalam rumah kita masing-masing, aku belum menemukan solusinya sayang..."
Siska menoleh kearah Arya ia tampak khawatir, namun tak memiliki prasangka negatif karena Arya akan selalu memberikan yang terbaik pastinya untuk keluarga kecil mereka ini
Arya terdiam sejenak"Jadi begini, sebenarnya aku ingin aku berencana untuk membangun rumah yang baru untuk kita pindah, jadi kita bisa tinggal sama-sama"
"Lalu bagaimana dengan rumah kita masing-masing Kak Arya?"
"Kita kan punya Arika dan Alea, biarkanlah untuk mereka nanti jika sudah menikah, sebagai hadiah dari kita"
"Iya, kak Dimas dan mami juga sudah mengatakan jika aku lah yang akan memiliki rumah itu"
"Tapi aku ingin membangun istana untuk keluarga besar kita"
mencium dahi Siska
"Baiklah ayo kita istirahat malam ini,nanti kita akan pulang jam lima subuh, aku juga ingin lari pagi disekitaran rumah mami, aku ingin melihat bagaimana sekeliling rumah mertuaku, aku ingin melihat semuanya dengan tatapan penuh cinta"
"Baiklah kak, sebaiknya kita semua istirahat dulu, nanti subuh-subuh kita akan segera pulang kan?"
"Iya benar, ayo kita kembali tidur"
Malam itupun berlalu dengan indah semuanya, Arya bisa tidur dengan nyenyak disamping Siska, tanpa ada gangguan sedikitpun.
Tapi berbeda dengan Raja dan Alea, malam ini Raja menjadi benar-benar tak karuan sekali, karena memikirkan Alea yang sedang marah sekali padanya, ditambah pula ia terjebak dengan tontonan bola bersama Dimas dan Rima.
"Haduh, bagaimana caranya agar aku bisa meminta maaf dengan Alea ya, aku tak ingin ia marah padaku, atau aku keluar saja ya untuk meminta maaf padanya?"
melihat jam
Ya Tuhan acara bola di televisi ini jam berapa habisnya Ya ampun tolonglah aku ya Tuhan,aku sungguh tak bisa berkata apapun lagi, bagaimana caranya agar aku bisa lari, dari sini
"Wah... sedikit lagi ayo, sedikit lagi"
"Kanan...kanan...."
Teriakan dikiri kanan telinganya membuat Raja sungguh benar-benar tak bisa berkutik
belum lagi popcorn bersemburan dilantai karena kedua orangtuanya itu begitu bersemangat sekali
Bagaimana ini aku sudah tak sanggup lagi berada di tengah-tengah mereka berdua, aku ingin segera pergi saja dari sini,tapi tak mungkin Mama dan Papa menggandeng tanganku
Raja mencoba untuk mengajak Dimas untuk berbicara
"Pa, sebenarnya...."
__ADS_1
"Goll...."
teriakan keduanya membuat mereka kembali melompat-lompat bahagia sekali
"Astaga, aku sungguh tak bisa lari dari tempat ini"jam sudah menunjukkan pukul satu, dan Raja tak bisa berbuat apapun lagi.
Keinginan Raja untuk segera pergi dari tengah-tengah keduanya kembali membuat pusing kepalanya
"Tapi ini tengah malam, bisa-bisanya nanti aku diteriakin maling lagi sama satpam komplek, hmm sebaiknya jam lima saja aku kesana untuk meminta maaf pada Alea, sekalian mengajaknya lari pagi"
Tapi sangat sulit sekali baginya untuk segera pergi dari tempat itu, ia bahkan sampai harus berpura-pura ingin buang air kecil agar bisa segera pergi dari Dimas dan Rima
"Satu babak lagi akan segera berakhir, kau jangan kemana-mana Raja, duduklah yang manis disini, kalau perlu kita semua tidur disini sampai pagi Nak"
"Apaa!"
Raja berteriak heran "Tidak bisa,Pa.besok raja ada kuliah pagi, sebaiknya Raja segera pergi saja dari sini ya Ma, Pa.ngantuk sekali ini"
Hoammm.....
"Sudah bobo sini aja dipangkuan Mama, ayo cepat"
Rima menarik kepala Raja untuk berbaring dipangkuannya
"Ma, tapi..."
"Sudahlah ayo cepat tidur sajalah, jangan banyak cerita" memaksa dan saat ini kepala Raja Sudah berada di pangkuannya
Raja pun langsung terdiam, namun ia tak kehabisan akal, saat Rima mulai lengah ia langsung tersenyum dan dengan cepat langsung berdiri "Dagh Ma, Raja tak bisa tidur disini ngantuk sekali"
bug
Pintu kamar kembali tertutup
"Untunglah aku bisa melarikan diri secepatnya, aku tak mungkin bisa lama-lama bergabung duduk bersama Mama dan Papa tidak nyambung sama sekali"
Raja pun langsung memasang alarm untuk bangun jam lima pagi.
"Baiklah semoga aku bisa bangun tepat waktu"
Raja langsung memejamkan matanya ia akan bertemu lagi dengan Alea pagi-pagi sekali itu yang seperti ia pinta
....
Keesokan paginya
alarm berbunyi
"Sayang ayo kita pulang"
Mereka bangun jam empat pagi, lalu menghabiskan waktu diperjalanan sekitar tiga puluh menit, dan akhirnya Siska dan Arya sudah sampai di rumah .
"Kak aku masih capek sekali, kak Arya saja ya yang lari pagi, aku mau istirahat dulu,masih perih "bisik Siska ditelinga Arya dengan mesra sekali
"Iya sayang, maafkan aku, tapi aku memang harus menerebos agak lama karena terowongan yang sudah lama tak dilewati itu terasa sangat susah dilewati karena sudah banyak tumbuh rumput yang banyak"
Siska langsung tertawa "Ya Tuhan, ada-ada saja kau ini kak Arya, baiklah aku akan langsung beristirahat saja"
"Beristirahatlah aku akan segera mengganti pakaian dulu, agar bisa segera berolahraga pagi"
Arya pun langsung berganti pakaian dan bersiap-siap untuk jalan pagi keliling kompleks.
Jam yang sama juga dengan dengan Raja untuk lari pagi
"Hoammmm ..... sudah jam lima, sebaiknya aku akan segera pergi dan bersiap-siap untuk mengajak Alea lari pagi, pasti nenek sudah bangun jam segini"
tak seperti biasanya Raja yang bangun lebih awal, membuat kaget Rima,
padahal ia sama sekali tak pernah bisa bangun pagi,hanya demi menunjukkan cintanya pada Alea saja, sampai-sampai Rima kaget saat melihat putranya yang bangun pagi-pagi sekali itu, padahal ia baru saja tidur jam satu dini hari.
pikir Rima
"Pagi Ma ..."
Raja langsung mengambil kunci motornya yang tergantung didekat Rima tersebut.
"Wah, anak mama. tumben pagi-pagi sekali bangun.mau kemana Nak?"
"Mau lari pagi Ma, keliling kompleks"
Raja menunjukkan berbagai gerakan dihadapan Rima
"Pake motor ya?"
"Iya Ma, nanti motornya di taruh ditaman aja, Raja mau disana saja olahraganya"
"Lah lebih enak jalan kaki sayang, dari pada naik motor"
"Nggak apa-apa Ma,kan biar keren juga"
__ADS_1
Raja tertawa geli melirik mamanya
"Ya sudah hati-hati ya"
Rima senyum-senyum sendiri, Karena biasanya kalau seorang laki-laki mulai hobi lari pagi itu tandanya ia sebenarnya sedang jatuh hati dengan seseorang yang sedang berada dihatinya yang sangat istimewa, karena ia juga pernah muda, zaman mereka dulu, lari pagi adalah hal yang paling menyenangkan saat ingin bersenang-senang
Terdengar suara Auman motor Raja yang benar-benar besar sekali, sungguh sangat memekakkan telinga di pagi hari, apa lagi dapat mengganggu tetangga kiri kanan yang sedang beristirahat, tapi untungnya semua rumah di komplek tersebut sudah dilengkapi alat kedap suara, dan juga letaknya sangat tinggi dan besar para tetangga juga sama sekali tidak terganggu dengan suara knalpot motornya tersebut
Namun suara knalpot tersebut pastilah sangat menganggu pengguna jalan yang selewatan dengannya
Arya sudah hampir separuh berjalan dari rumah pagi itu, namun ia dikagetkan suara motor dengan knalpot yang memekakkan kedua telinganya
"Astaga, tidak sopan sekali yang menggunakan motor itu, tak tau apa masih ada orang di mesjid, lihatlah suara motornya sungguh benar-benar menganggu saja"
Raja yang melewati Arya pun akhirnya v langsung ditegur oleh Arya dengan keras
"Hei,Mas, bisakah knalpot motornya tidak sebesar itu, lihatkan ini jam berapa, bisa menganggu jam istirahat orang!"
Raja yang mendengar ada orang yang memarahinya langsung berbelok arah untuk melihat siapa laki-laki yang sudah berani menegurnya itu
"Hei, siapa yang berani sekali menegurku ini ha?"
Brumm....
brumm....
"Besar sekali nyali anak muda ini rupanya lihatlah dia berani sekali berhenti disampingku ini!"
Raja pun langsung berhenti disampingnya dan membunyikan gas tersebut lebih kuat lagi.
Arya langsung naik pitam, emosinya sudah tak terbendung lagi
"Anak muda kurang ajar! tidak tau sopan santun!" ucapnya
Dia belum mengenal siapa Raja rupanya ya, awas saja!
Raja pun langsung turun dari motornya dan membuka helmnya, mereka berdua pun langsung kaget satu sama lainnya saat melihat wajah masing-masing
"Kau!"
Raja kaget saat Arya melihatnya, begitu juga Arya
Astaga dia kan laki-laki yang memberikan aku ganti rugi cek satu milyar itu , kenapa aku bertemu lagi dengannya di tempat ini, apa rumahnya disekitar sini juga ya?"
"Oh ternyata kau, bapak-bapak cerewet yang sudah membuat motor milikku lecet kemarin, ada apa memangnya kau berada di daerah sini, Apa kau baru pindah kemari ha? atau kau sengaja ingin mencariku lagi ?".
Arya mengepalkan tangannya ia ingin sekali menghajar wajahnya Raja, karena sama sekali Tidak sopan berbicara dengan orang yang lebih tua darinya, tak ada adab dan sopan santun Sama sekali
"Kau ini sungguh sangat menjijikkan sekali kelakuannya, apa kau tak pernah dididik sopan santun dengan orang tuamu, bagaimana berbicara Dengan orang yang lebih tua darimu?".
Raja langsung tertawa "Sok tau lu bos, sebaiknya pulang sana, urus anak Lu biar bapaknya nggak jantungan dengar suara knalpot anak muda, lagian pagi-pagi buta keluar juga, pulang sana!"
Arya mengelus dadanya melihat kelakuan Raja yang tak sopan sama sekali itu
"Untunglah aku mendidik anakku dengan sangat baik sekali, jangan sampai Alea mendapatkan laki-laki seperti ini, sungguh kasihan orang tuanya, mendidik anak dengan kekayaan tapi kelakuannya sangat minus sekali"
Arya benar-benar marah sekali
Raja Tersenyum puas karena sudah memarahi Arya
Rasakan kau orang tua lucknut, itulah akibatnya terlalu ikut campur urusan orang lain,
"Aku mendidik anakku dengan sangat baik sekali, dan aku harap anakku tidak pernah bertemu dengan laki-laki seperti mu, kau benar-benar sudah mencoreng nama orang tua mu dengan kelakuan burukmu!"
Raja langsung tertawa sambil naik keatas motornya
"hahaah orang tua Tolo*, aku juga sama sekali tak tertarik untuk bertemu putri anda, karena aku sudah memiliki seorang perempuan dihati yang sangat istimewa sekali, lagi pula tak akan ada juga yang tertarik dengan putri anda jika kelakuan bapaknya kampungan seperti itu, dagh bos"
Raja mengaung- gaungkan bunyi knalpot motornya sebelum pergi meninggalkan Arya seorang diri terakhir ia menjulurkan lidahnya sebelum pergi.
"Astaga, aku tak habis pikir,ada anak muda yang tak sopan seperti itu"
menggelengkan kepalanya berkali-kali
"Untunglah aku sedang bahagia karena Siska,jika tidak ia sudah habis aku hajar tepat diwajahnya, sungguh generasi muda jaman sekarang tak tau etika dan adab sopan santun lagi, generasi yang sudah sangat rusak moralnya, ini juga kesalahan para orang tua yang mendidik anak-anak dengan cara dimanja dan juga memberikan segalanya yang dikehendaki oleh anak-anaknya dengan cara yang sangat mudah sekali"
Arya mengelus dadanya "Ya Tuhan semoga saja aku dan seluruh keturunanku di jauhi dari anak-anak muda yang tak punya masa depan seperti mereka itu, karena memohon doa perlindungan dari sesuatu yang buruk itu adalah wajib hukumnya, sungguh sangat mengerikan sekali, mendadak mood untuk lari pagi ini langsung menghilang seketika".
Berbeda dengan Raja, sepanjang perjalanan ia terus mengumpat Arya
"Hahah bapak tua yang merasa jika anak perempuannya itu banyak yang suka, sungguh terlalu sangat percaya diri sekali dia memuji anaknya, aku yakin anaknya pasti tak jauh berbeda darinya, sama-sama menyebalkan sekali!"
Brummm
brummm...
Raja melewati rumah neneknya, tapi sepertinya Alea belum juga bangun, maka untuk itu ia pun langsung pergi kembali
"Baiklah aku sebaiknya jangan menganggunya karena nanti ia tambah marah lagi"
__ADS_1