Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Part 237


__ADS_3

"Sepertinya Alea juga suka ya Pa, dengan anak kita?"


Dimas langsung merangkul Rima


"Tentu saja Raja kan tampan dan rupawan seperti Papanya ini "Menunjukkan dirinya


Rima langsung tertawa bahagia, karena Dimas memang menganggap Raja seperti anak kandungnya sendiri


"Terimakasih Kak, karena sudah bisa menerima Raja seperti anak kandungnya kak Dimas sendiri"


Dimas mengelus kepala Rima


"Sayang, sebenarnya, ungkapan yang kau tujukan untukku itu sangat lah bodoh, itu sudah menjadi hal yang wajar karena seorang laki-laki yang benar-benar mencintai wanitanya, ia akan menerima semuanya dengan lapang dada berikut apapun yang ada padanya, jangan pernah lagi mengucapkan hal ini, karena antara aku dan Raja itu adalah satu,aku adalah Papanya sampai kapanpun aku akan tetap menjadi Papanya"


Rima balas memeluk Dimas dengan sangat mesra sekali, sementara itu Raja dan Alea sudah pergi dari hadapan mereka


"Lihatlah mereka sungguh sangat serasi sekali"


Rima sudah berpikir sangat jauh sekali mengenai hubungan Rima dan Raja


biasa terjadi saat seorang ibu menginginkan perempuan yang baik untuk putranya, apa lagi Alena ibunda Alea juga adalah perempuan yang baik dan juga cerdas otaknya


"Sayang, jam berapa sekarang?"


"Kenapa emangnya Kak?"


"Bukankah kita harus segera bersiap-siap untuk pergi"


"Oh iya aku sampai lupa kak, kita akan pergi"


melepaskan pelukannya


"Ya sudah ayo kita bersiap-siap dulu.nanti Aditya kelamaan menunggu lagi"


"Lalu Raja dan Alea bagaimana? apa kita tak masalah meninggalkan mereka berdua saja?"


Dimas tersenyum untuk menenangkan Rima


"Jangan berpikiran negatif pada Raja,biarkanlah saja mereka juga sudah dewasa, lagian aku tau bagaimana Raja ia tak akan mau macam-macam dengan perempuan seperti Alea, anak kita itu tau bagaimana memperlakukan perempuan yang baik dan yang buruk, dia itu laki-laki yang tau menempatkan dirinya, jangan khawatirkan itu"


"Hmm, sebaiknya kita tunggu mereka sampai kembali lagi saja?"


"Tidak usah itu hanya membuang-buang waktu saja, ayo kita segera bersiap-siap saja dulu"


Tiba-tiba,dari luar terdengar suara motor Raja kembali.


"Nah itu Raja dan Alea, kenapa mereka kembali"


Raja langsung memarkirkan motornya


"Tunggu sebentar, jangan turun dulu."


"Mas Raja tapi ...."


"Tunggu sebentar saja, jangan khawatir aku hanya mengambilkan helm saja untukmu tunggu "


Raja langsung berlari masuk kedalam garasi untuk mengambil helmnya,


Nampak Arika sedang duduk diatas motor tersebut dengan sangat deg-degan


"Ya Tuhan aku sungguh sangat takut jatuh"


motor yang berposisi tempat penumpang yang kecil dan lebih tinggi dari sang pengemudi bayankan saja bagaimana posisi Arika dibelakangnya, tapi benar saja tak sampai lima menit Raja sudah kembali dengan membawa helm ditangannya


"Nah ini ayo di pakai, kita harus taat lalu lintas dengan perlengkapan yang lengkap"


"Terimakasih Mas, Raja"


ucap Alea dengan semakin terpesona, melihat tingkah Raja yang memperlakukannya persis seperti seorang princes


ia sangat memperhatikan keselamatanku, ya ampun manis sekali dia mengambilkan helm untukku sungguh sangat manis sekali


Padahal itu hal yang wajar saja dilakukan karena dimanapun setiap pengendara motor harus memakai perlengkapan kalau tidak ingin ditilang polisi,taat lalu lintas adalah sebuah kewajiban sebagai warga negara yang baik disetiap negara manapun di dunia ini.


"Aku sungguh sangat penasaran sekali ingin melihat keduanya menikah dan duduk di pelaminan"


ucap Rima yang masih berdiri dengan Dimas


"Iya sama aku juga tak sabar lagi ingin melihatnya, apa kau merasakan Rima, jika kita ini benar-benar sudah tua, jika melihat anak-anak kita sudah dewasa seperti itu lihatlah aku tak menyangka jika Arya akan memiliki putri sebaik itu"


"Iya Kak, kita tak boleh memandang seseorang atas dasar masa lalunya, karena pada dasarnya kedua orang tuanya Alea memiliki hati yang baik, tak disangka juga kan Arya bisa bertahan dengan kesendiriannya selama bertahun-tahun lamanya, padahal latar belakangnya adalah penggila wanita"


Memeluk Rima


"Iya kau benar, Arya adalah ayah yang baik untuk Alea, aku sangat bahagia akhirnya ia dan Siska bisa bersatu kembali. tapi ngomong-ngomong soal tua, kita berdua ini memang sudah tua, tapi tua di umur itu adalah hak asal jangan tua di muka"


Dimas memeluk Rima


Sementara itu Raja yang langsung naik diatas motor

__ADS_1


Perasaan Alea kembali campur aduk, karena akhirnya ia seperti mimpi duduk diatas motor hanya berdua saja dengan Raja, untunglah Arya tak melihatnya, jika saja Arya melihatnya.sudah dipastikan Raja akan ditendang saat itu juga


"Ya Tuhan tampan sekali Raja ini, aku kenapa jadi deg-degan begini ya, ketemu calon imamku"


Alea malu-malu sendiri, wajahnya sudah benar-benar merah sekali


"Apa kau sudah siap?"


"Tentu saja aku sudah siap lahir batin"


jawab Alea.


"Apa yang kau katakan barusan itu Alea?"


Alea langsung menutup mulutnya


"Upss, Alea apa yang kau ucapkan barusan, bagaimana ini, apa Raja akan berpikiran jika aku ini adalah perempuan murahan ya, hadeh..gawat"


"Mm, maksudnya aku sudah siap,ayo cepat jalan"


"Ya baiklah"


Raja mengeggas motornya terlebih dahulu sebelum pergi,Auman motornya benar-benar sangat garang sekali, mungkin bagi anak muda itu sangat keren sekali, tapi berbeda sekali bagi para orang tua yang kebanyakan tidak suka dengan suara knalpot racing yang memekakkan telinga itu.


"Kau mau cepat sampai atau santai saja?"


Dengan polosnya Alea mengatakan jika ia ingin cepat sampai, karena memang tujuannya untuk mengambil buku saja, bukan untuk berduaan dengan Raja


"Iya lebih cepat sampai lah, karena tugasnya harus dikumpulkan besok pagi"


Setelah berada diatas motor, Raja Sama sekali tak berbicara sepatah katapun. ini semua terjadi karena perasaannya campur aduk gara-gara telpon yang ia terima saat berada dikota Jogja waktu itu.


Kenapa ia duduk diatas motor malah berpegangan dimotor ini, bukannya memegang pinggangku seperti perempuan pada umumnya, apa ia ini tak terbiasa naik motor ya?


Pertanyaan demi pertanyaan berputar-putar mengelilingi otaknya Raja saat berada diatas motor.sedangkan Alea ia masih tetap menjaga jarak dengan berpegangan disamping kiri dan kanan motor tersebut dengan sangat santai sekali, apa lagi ini kali pertamanya ia naik diatas motor, tau sendiri Arya ia tak pernah mau mengambil resiko anak gadisnya sampai kenapa-kenapa


Kenapa dia munafik sekali, tidak mau memelukku saat naik diatas motor, hmm dia benar-benar hebat sekali berprilaku seperti perempuan yang ah.. sudahlah,


hmmm apa tidak sebaiknya aku tes saja dia ya,


Pikiran Raja terus-menerus memikirkan hal itu


hingga akhirnya ia memiliki ide yang sedikit gila dan berbahaya dilakukan dijalan raya, jangan sekali-kali untuk mencobanya.


Raja langsung tancap gas ia ingin melihat bagaimana Alea menjaga harga dirinya.


lebih tepatnya Alea memang tak pernah dibiarkan oleh Arya untuk bergaul lebih dekat dengan laki-laki apapun itu, lagi pula sebelum kehadiran Raja didalam hidupnya, Alea hanya menaruh satu Poto laki-laki dikamarnya, yaitu Lee Min-ho aktor favoritnya yang menjadi tokoh idola drama Korea kesukannya,


tak ada laki-laki lain lagi yang ia sukai sebelumnya hanya itu saja


Brumm....


brumm....


Alea langsung kaget karena Raja membawa motor benar-benar ngebut sekali dijalan raya, hampir membuat Alea terpelanting karena benar-benar suka ngebut sekali


"Astaga mas Raja ..."


Hampir saja dadanya mengenai punggung Raja, Tapi dengan cepat Alea langsung menyilangkan kedua tangannya agar *********** tak tersentuh


"Ya Tuhan kenapa ngebut sekali dia, apa memang begitu kalau membawa motor harus ngebut-ngebut sekali"


Alea tak berani untuk menegur Raja ia terus berusaha menahan dirinya agar tak terjatuh


sambil berdoa didalam hatinya,jika tak ada yang akan melindunginya kecuali Tuhan saja saat itu.


Raja langsung kaget karena Alea masih menjaga tubuhnya agar tak saling bersentuhan satu sama lainnya


Dia benar-benar menjaga dirinya,


Lalu Raja pun kembali melambatkan laju motornya karena ia juta takut akan membahayakan keselamatan mereka masing-masing


" Kenapa ngebut sekali, aku hampir saja terjatuh"


Alea terdengar berteriak dibelakangnya


"Maafkan aku, aku tak sengaja.


Sekarang kita kearah mana ini?"


tanya Raja, untuk menghilangkan rasa bersalahnya pada Alea yang hampir saja membuat jantung Alea copot


"Didekat kampus kita rumahku, di komplek Cendana"


teriak Alea dari belakang, karena sedang memakai helm, Alea pikir suaranya tidak akan terdengar oleh Raja, padahal telinga Raja sampai sakit mendengar teriakan Alea yang tepat sekali.disebelah telinganya


"Baiklah ..."


Sekitar lima belas menit akhirnya mereka sampai didekat area rumah Alea, meski Raja baru beberapa bulan saja dikota ini tapi ia sudah hapal jalan-jalan didaerah sini, termasuk jalan-jalan tikus yang sudah ia kuasai.

__ADS_1


"Sebentar lagi kita akan sampai itu dipersimpangan depan itu"


Teriakan Alea sungguh membuat Raja kaget,


Huh, gadis ini berteriak terus, dia pikir aku tak dengar apa? untunglah dia cantik dan menarik


jika tidak aku pasti akan berteriak balik


Diatas motor tersebut ada dua perasaan negatif dan positif, Alea yang berpikiran positif dan Raja dengan pikirannya yang negatif. perjalanan menuju rumah Alea tersebut melewati banyak drama diantara kedua hati masing-masing insan manusia itu, namun perasaan dihati Raja yang masih tinggi sekali rasa penasarannya.


Aku tidak perduli dengan masa lalunya, namun yang jadi masalah aku hanya ingin tau jika memang benar dia sudah tidak...


"Nah iya belok kiri"


teriak Alea kembali mengagetkannya


"Hampir saja kelewatan, masuk sini rumahku Raja"


"Kenapa kau memanggilku berubah-ubah Alea, kalau Mas ya mas saja, nggak usah pakai namaku juga kan."


"Bedalah,kalau di rumah kan aku menghargai kamu didepan keluarga mu, ya kalau di luar kita kan seumuran"


Raja sedikit kesal mendengarkan jawaban Alea


"Ada siapa dirumah mu?"


tanyanya, ia ingin sekali melakukan hal yang buruk pada Alea tapi itu tak mungkin ia lakukan


"Nggak ada siapapun, tapi nanti kamu tunggu diluar aja ya, karena tak mungkin kamu ikut masuk juga nanti malah jadi fitnah pula"


Alea langsung turun dari motornya Raja


Raja langsung terdiam "Lah kenapa memangnya kan aku nggak akan mungkin ngapa-ngapain juga kan ..."


Belum sempat Alea menjawab pertanyaan dari Raja, salah seorang tetangga mereka muncul


"Nak Alea, kemana aja kok nggak kelihatan, neneknya juga mana?"


"Iya Bu,ada acara keluarga, beberapa hari nanti setelah itu akan pulang, Alea menginap di rumahnya Mama Siska, karena Papa dan mama lagi pergi bulan madu"


Para tetangga langsung tertawa"Nah itu setelah papanya menikah, sudah boleh dong berarti nak Alea menyusul juga untuk menikah, ya kan"


tertawa menggoda Alea


Wajah Raja langsung memerah dan tersipu malu


Sama halnya dengan wajahnya Alea


Sebenarnya ia aku juga berminat untuk menikah muda, tapi aku tak yakin papa akan mengizinkan aku semudah itu, apa lagi dia paling selektif dalam memilih pasangan untukku pastinya, tapi aku yakin jika dengan Raja pastilah papa akan sangat setuju sekali pastinya


"Nah ini ganteng, Nak. miripn aktor Korea siapa itu namanya Lekminno, kan?"


Alea langsung tertawa mendengar ibu-ibu itu mengucapkan nama Lee min ho, jadi Lekminno dengan aksen Jawa yang kental


"Iya anak ibu juga sangat mengidolakan Lekmino itu posternya besar sekali ada dikamarnya, mirip sekali dengan kamu Nak wajahnya tampan sekali, duh Alea pintar sekali mencari calon pasangan hidup, benar-benar sungguh sangat luar biasa sekali pesonanya Lekmino ini"


Raja yang kebetulan juga salah satu penggemar K-Pop itu pun langsung tersenyum menyeringai,ia sebenarnya sudah biasa dikagumi karena ketampanannya, tapi yang membuat berbeda kali ini adalah ia dipuji secara langsung didepan perempuan yang berhasil mencuri hatinya


"Dia bukan siapa-siapa Alea kok Bu, hanya teman saja, kebetulan dia anaknya kakak mama Arika yang sekarang"


lagi-lagi jawabannya Alea membuat hati Raja semakin kesal, walaupun Kenyataannya memang mereka tak memiliki hubungan apapun


"Oalah bagus sekali, benar nak jadi kamu belum punya pacar ya? tunggu disini dulu ya, ibu kenalkan dengan anak gadis ibu cantik sekali juga namanya Haruka sito sito, Papanya orang Jepang, tunggu sebentar ya "


Alea langsung tertawa begitu juga dengan Raja, Alea juga tak pernah melihat anak ibu itu karena anaknya ikut suaminya sekolah di Jepang


"Aku tidak yakin jika anaknya cantik"


pikir Raja Karena dari bentuk ibu itu saja sama sekali biasa saja


Alea pun sama ia tak menunjukkan rasa cemburunya karena memang ia yakin anaknya juga pasti tak jauh seperti ibunya,


namun saat ibu itu keluar, sungguh benar-benar tak disangka ia menggandeng seorang perempuan yang cantik sekali, tinggi putih dan benar-benar sangat berbeda sekali


"Nah ini anak ibu"


Tapi Raja langsung kaget saat melihatnya


"Uka?"


"Raja?"


Wajah Raja langsung berubah begitu juga dengan Alea


Astaga Raja dan anak ibu itu saling mengenal, atau jangan-jangan mereka adalah?


ah Alea, dia sangat cantik sekali, kenapa aku jadi insecure begini sih


Gadis itu tersenyum dengan sangat ramah sekali pada Raja

__ADS_1


__ADS_2