
Arya berusaha berjalan dengan langkah gontai berusaha menegakkan kepalanya meski ia seorang playboy dulu nya , namun hari ini ia berdiri sebagai lelaki baik-baik ,tak mudah bagi seseorang yang pernah berada di dunia yang gelap dan banyak maksiat untuk mengangkat kepalanya kembali berdiri tegak dengan hati yang sudah hancur lebur ,
tapi setiap tindakan pasti ada konsekuensi nya mungkin ini adalah cara Tuhan sedang menegur nya
"Aku baik-baik saja jangan khawatir"
Menepuk dadanya
...
Rima pun langsung membantu Maminya pulang kerumah karena beberapa Minggu lagi ia akan melangsungkan acara wisuda itu berarti hari pernikahan ia dan Dimas semakin dekat
"Nanti acara nya di gedung ,kamu mau temanya apa Nak ?"
Rima hanya tersenyum saja "Nggak usah yang aneh-aneh lah Mi ,asal sah aja "
Maminya tersenyum
"Mami sangat bersyukur karena diberikan para menantu yang benar-benar mencintai anak-anak mami ,apa lagi Dimas adalah laki-laki yang baik dan bertanggung jawab "
Wajah Rima tersipu malu
"Mami sudah menelepon ibu mu tadi soal keterlambatan pulang kerumah ,nanti pulang nya kamu di antar Dimas ya nak "
"Iya mi "
Rima selalu bahagia saat mendengar nama Dimas,ya meski mereka resmi bertunangan namun Dimas sama sekali tak pernah mengajak Rima untuk dinner berdua mungkin karena memang Dimas karakter nya cool dan terkesan pendiam
Sesampainya di rumah nampak motor Dimas di depan
"Nah kebetulan sekali Dimas sudah pulang, kamu nanti temenin mami memasak ya "
"Tapi Mi ,Rima nggak bisa masak "
Maminya tersenyum manusia itu memang tak lah sempurna , Rima memang cerdas tapi ia tak memiliki keahlian memasak mungkin Karena ia di besarkan di lingkungan keluarga yang sederhana bukan tak pandai memasak sih tapi lebih kepada bahan masakan yang selalu di masak ibunya hanya itu-itu saja
"Sudah nanti kalau sudah menikah pasti bisa, kan kamu cerdas mami yakin perkara memasak Bukan hal yang sulit untuk kamu kuasai "
"Makasih mami "
Wajah Rima Benar-benar bahagia dia sudah membayangkan bagaimana bahagia nya nanti menjadi istri dari laki-laki yang ia cintai , Belum lagi perlakukan mami Dimas yang begitu baik padanya
Turun dari mobil dan segera masuk kedalam rumah tersebut ,Rima sudah tak canggung lagi bolak-balik masuk kedalam rumah tersebut meskipun tak ada Siska ,
Melihat keseluruh ruangan tapi tak menemukan Dimas, maminya pun langsung paham dengan apa yang di carinya
"Dimas paling di kamar nya lagi istirahat,apa lagi jam segini ,yuk kita langsung kedapur aja "
Mereka pun langsung menuju dapur ,
"Wangi sekali "
Dimas berdiri dan segera berjalan mendekati sumber masakan tersebut
"Mantap wangi masakan mami membangun kan tidur ku "
Dimas menghampiri maminya ,tapi hanya tersenyum saja pada Rima
__ADS_1
"Yah ini lihat calon istri mu yang membantu mami "
Rima tersipu malu mendengar pujian dari maminya
namun sikap dingin Dimas adalah hal yang sudah terbiasa bagi nya yang terpenting saat ini adalah Rima sedang berbahagia
"Dimas sebentar lagi kan kalian akan menikah mami bingung konsep pernikahan impian kalian itu seperti apa nak "
"Terserah Rima dan mami saja Dimas ikut saja , Mi Dimas kedepan dulu ya "
"Kenapa tak di sini aja temani mami dan Rima "
"Ah malas gabung cerita dengan perempuan "
Dimas tersenyum lalu segera pergi
"Dimas Memang Seperti itu tak banyak bicara berbeda sekali dengan Siska ,mami harap kalian nanti bisa saling memahami ya "
Rima tersenyum.
.....
Keesokan pagi nya
Masih di hotel tempat mereka menginap
Rima dan Arjuna bangun dari tidur nya
"Aduh lelah sekali malam ini "
Siska kaget saat mendapati ada bercak darah di atas tempat tidur dan ia merasakan perih yang teramat dalam
Arjuna masih tertidur lelap ,dan ia mencoba mengingat kejadian malam tadi
"Astaga ternyata kaki ku berdarah "
Kaki Siska ternyata terkena sesuatu sehingga membuat nya berdarah
"Ah untunglah kaki ku yang berdarah aku hampir saja berpikir yang tidak-tidak"
Berjalan mencari pembalut luka , untunglah di kamar itu tersedia kotak P3K jadi Siska langsung membalut lukanya
Kebiasaan bangun pagi membuat ia sudah bisa bangun lebih awal di bandingkan Arjuna
Siska Melihat jam dan membangun kan Arjuna
"Bangun kau tidak sholat"
Saat menyentuh tubuh Arjuna terasa badannya panas ,Siska pun kaget
"Astaga badannya panas sekali "
Siska langsung membangunkannya "Arjuna badanmu panas sekali ,ayo bangun cepat , bagaimana kita akan pulang jika keadaan mu seperti ini "
Siska tampak khawatir "Tenang lah kita akan tetap pulang kau jangan khawatir ,tak usah takut "
"Aku akan mengambil kan obat penurun panas "
__ADS_1
membuka kotak P3K
"Untunglah obat nya tersedia "
Siska langsung mengambil kan minum
"Ayo cepat minum "
"Tak usah aku bisa sendiri , biasanya Silvi yang selalu memberikan aku obat jika aku sakit "
Mendengar nama itu membuat mood Siska langsung kembali kesal
"Ya sudah kalau begitu kau suruh saja Silvi kemari !"
meletakkan gelas dan obat di samping Arjuna
Siska langsung berjalan membelakanginya
tapi dengan cepat Arjuna menarik tangannya
"Hei kau mau kemana , duduklah dulu aku kan hanya bercerita bagaimana baiknya Silvi padaku "
"Kenapa kau tidak menikah dengan nya saja kenapa harus mengorbankan perasaan ku "
"Bukan begitu , cepatlah aku mau minum obat "
"Suruh Silvi kemari saja aku tidak bisa memberikannya "
"Baiklah kalau begitu maumu aku akan menelpon Silvi "
Belum sempat Arjuna memencet tombol di ponselnya
"Ini minum ! ayo ,hah . tak usah di telpon nanti tambah panjang lagi ceritanya ,apa lagi kau tau lah kan bagaimana lebai nya reaksi keluaga mu jika tau Sultan kesayangan mereka sakit "
Arjuna berusaha menahan senyumnya
melihat tingkah lucu Siska ,namun sekali lagi ia tak mau terlalu percaya diri menganggap jika Siska mulai menyukai nya apa lagi Siska itu susah di tebak apa maunya
"Aku mau menyiapkan semuanya , pakaian kita "
"Uhuk..uhuk..."
Arjuna pura-pura menggigil agar Siska bereaksi
"Berikan aku selimut aku sungguh dingin sekali , matikan AC nya "
"Astaga kau kenapa ,ya Tuhanku kenapa kau sampai seperti ini , oke tunggu dulu aku akan mematikan ACnya "
"Tapi masih dingin "
Siska mulai panik karena ini pertama kali nya ia dalam situasi terjepit dan hanya berdua saja
"Lalu aku harus bagaimana hah , di sini tak ada api unggun untuk menghangatkan mu "
Siska memegang kepalanya terlihat sangat kacau
"Tak tau aku dingin sekali "
__ADS_1
Arjuna berusaha memberikan kode agar Siska memeluk nya namun tetap saja perempuan itu tak peka ,ia sama sekali tak mengerti karena bukan ahlinya dan tidak pengalaman sama sekali
"Atau mau aku suruh petugas hotel untuk membawakan selimut lagi ha ?