Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Ibu mertua


__ADS_3

Arya tau perasaan Alena tak karuan


"Bolehkah aku menciummu Seperti kau yang suka diam-diam mencuri ciuman ku , bukankah saat ini kita sudah resmi menjadi sepasang suami istri ?"


Arya mendekati nya wajah brengse* yang sudah lama tidak ia perlihatkan lagi terpaksa ia kembali kan lagi karena beranggapan jika Alena memancing nya


Menghadapi perubahan sikap Arya pasca operasi membuat Alena ketakutan ia langsung memegang wajah Arya dengan kedua tangannya yang sudah dingin sekali


"Ba..ba..iklah nanti saja kak Arya "


Tersenyum dengan memaksa ,


Ternyata ini dirimu yang sesungguhnya ya..


kau bukan lah Seperti yang terlihat selama ini


bersiy memalukan dan mengejar-ngejar ku


hanya karena sebuah nominal saja ,maka kau bisa berubah secepat itu , kau akan tau siapa si brengse* ini mencoba bermain-main dengan ku , atau kau sudah menjual dirimu juga dengan Dimas ha...


Alena mengeluarkan keringat dingin , senyuman yang ceria dari wajahnya tak terlihat lagi


Seorang suster tiba-tiba masuk kedalam ruangan Alena


"Maaf Nona Alena ,ibu anda sudah sadar tapi kondisi nya memburuk ia meminta di pertemukan dengan anda "


Alena yang baru selesai operasi langsung berdiri


tapi bekas operasi nya ternyata benar-benar sakit sekali


"Awww"


"Nona kau tidak apa-apa"


Arya sebenarnya sangat malas sekali untuk menyentuh kulit perempuan itu jangankan untuk menyentuhnya memandang nya saja ia tak Sudi , sekarang nasibnya tak kalah dramatis dengan Siska namun ia sudah tak sabar ingin membalas semuanya termasuk Dimas yang tak bisa ia diamkan


"Kau lihat saja Dimas dan Alena kalian berkelompok untuk membalas ku ,kalian pikir aku ini tak punya hati ,kau lihat lah Alena aku akan membuat mu menyesal pernah terlahir di dunia ini "


Alena memegang pinggul nya


Dengan Sigap Arya langsung menggendong nya "Suster tolong kau pegang botol infus istriku ini ,aku akan mengantarkan nya mendekati ibunya "


"Kak Arya kau tak perlu melakukan ini aku bisa berjalan sendiri "


Alena tak berani menatap Arya meski ia sebenarnya memang menyukai Arya ,namun ia tak berharap jika Arya akan membalas cinta nya secepat itu ,kak Arya kau tak ..."


"Jangan khawatir aku sedang belajar bagaimana nanti menggendong mu kedalam kamar ,aku sudah tak sabar"


Mengedipkan sebelah matanya


Panik nggak... panik nggak? paniklah masa nggak wkwkwkw.


"Dimana ruangannya Sus?"


Sialan kelihatan nya kurus tapi badannya berat juga ,keberatan dosa seperti nya


"Ini Tuan di depan"

__ADS_1


Merasa pun langsung masuk kedalam dan Arya Lansung melemparkan tubuh Alena ke bawah


Gubrak..


"Kak Arya ...kak Arya ..."


Alena memanggil Arya , membuat Arya langsung tersadar dari lamunannya


"Cepat turun kan aku "


Untunglah aku sedang menghayal ,jika saja ini di rumah pasti aku sudah melakukan hal yang sama melemparkan ia kalau perlu aku lemparkan ke tengah jalan raya , argghhhhhhhh


"Oh iya ..."


Ibu Alena yang melihat Arya berdiri langsung matanya melotot dan nafasnya tersengal-sengal


"Lelaki itu adalah lelaki yang melakukan perbuatan terkutuk itu padamu kan nak "


Sambil memegangi dadanya


"Dan dia adalah suami mu kan "


Alena nampak sangat cemas belum lepas kesedihan nya karena di tinggal pergi oleh ayahnya ,sekarang ibunya yang dalam keadaan seperti itu


"Bu tenang kan dirimu ,dia sangat baik ibu lihatlah ia memperlakukan Alena dengan sangat baik "


Arya yang berdiri di belakang Alena meletakkan tangannya di belakang leher Alena seolah ia hendak mencekik Alena


ibunya langsung berteriak histeris


"Alena laki -laki itu sama sekali tidak kelihatan baik kau lihat lah ia ingin membu*uhmu nak !"


"Kenapa ibumu berhalusinasi seperti itu padaku "


Alena yang merasa tidak enak pun langsung menenangkan ibunya


"Maafkan atas kelakuaan ibu ku kak Arya "


menundukkan kepalanya


Bukan ibumu yang melakukan kesalahan tapi kau yang tak punya otak sama sekali telah menjebak ku , kau tau bagaimana perasaan ku ha! setelah aku melihat Siska menikah dan sekarang kau menambah masalah baru untuk ku , jangan salah kan aku jika aku membalas mu dengan membabi buta !


"Ibu tenang .."


"mungkin akibat efek biusnya "


Arya berbicara perlahan padahal ia kembali berulah dengan membuat wajahnya seperti monyet , dibelakang punggung Alena


"Alena ibu rasa nyawa ibu sudah tak bisa lagi tertolong !"


Ibunya memegang dada nya dengan tangan yang di perban Arya tak tau jika ibunya baru saja menjalani operasi amputasi tangannya


yang sudah membusuk karena penyakit diabetes yang di deritanya


Arya langsung panik ia tak bermaksud untuk membuat ibu Alena seperti itu


"Tunggu lah sebentar aku akan memanggil kan dokter dulu "

__ADS_1


Arya langsung berlari keluar "Aku tak bermaksud untuk menghabisi ibunya ,aku hanya ingin mengerjai anaknya saja oh Tuhan jangan sampai ia meninggal karena ulahku"


Dokter pun langsung memberikan oksigen


"Ibu sebaiknya Jangan terlalu banyak bicara dulu ,karena ibu baru saja selesai operasi "


Arya berdiri dan tak melihat kearah nya karena ia tau tatapan mata ibu Alena dari tadi tak berhenti melihat kearah nya meski sekarang mulutnya telah di tutupi dengan oksigen


"Nona Alena sebaiknya anda juga beristirahat "


"Kapan ibu saya bisa pulang Dok"


Tanya Arya


"Kapan anda mau silahkan saja pulang Tuan hanya saja obat dan kontrol ulang saja"


"Kalau begitu , sekarang bisa Dok "


penuh harapan


"Ya bisa Tuan"


Alena tak mungkin meninggalkan ibunya sendirian di rumah sakit


tapi Arya langsung memaksa


"Sebagai seorang istri bukankah sudah sepantasnya kau ikut pulang kerumah dengan ku "


Alena tak berani berkata apapun meski dari wajah ibunya terlihat jika ia tak boleh pergi dengan Arya


"Kau jangan khawatir di rumah sakit ini kan banyak suster penjaga ia yang akan merawat ibu mu di sini , maksudnya ibu mertua ku "


Menatap sinis kearah ibu Alena


Dengan memegang bekas operasinya Alena pun setuju meski ia sebenarnya sangat ketakutan sekali , rencana yang ia harapkan tak seperti ini ,tapi Arya malah welcome terhadap nya


"Bu Alena pulang dulu ,besok Alena akan menjenguk ibu lagi "


"Iya Bu jangan khawatir "


Terdengar sayup-sayup suara dari mulut nya


"Alena jangan pergi dia itu berbahaya nak.. Alena dengar kan ibu "


"Ayo kita pulang Alena "


Arya langsung berpamitan dengan Suster


"Titip ibu mertua saya ya Sus..."


"Baik Tuan "


Sebelum keluar ruangan Arya kembali meletakkan tangannya di leher nya seperti seseorang yang ingin menyembelih leher


Ibu Alena langsung kembali memberontak tapi Arya dengan cepat mengajak Alena meninggalkan tempat itu


"Ibu tak apa-apa?"

__ADS_1


Suster pun langsung menyuntikkan obat penenang pada ibu mertua Arya itu .


__ADS_2