Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Pembicaraan Alena dan Siska


__ADS_3

Sesuai pesan yang di kirimkan oleh Siska ,


Alena berpikir untuk datang atau tidak pagi ini


sempat muncul keraguan di hatinya ,apa sebenarnya yang ingin di sampaikan Siska padanya ..


Sama halnya dengan Alena , Siska sudah datang setengah jam lebih awal dari perjanjian mereka


"Aku akan tetap menunggu sampai ia datang "


Penasaran dengan Alena diam-diam Arya hari ini akan membuntuti kemana Alena pergi ia sengaja menyewa sepeda motor untuk mengikuti kemana Alena


"Baiklah aku akan pergi menemui Siska saat ini juga , setidaknya aku tau apa yang akan ia bicarakan nanti "


Alena meminta izin dulu hari ini untuk tidak masuk kerja


"Tuan maafkan aku hari ini aku agak telat masuk kerja karena ada urusan sebentar "


"Baiklah tidak masalah ,asal kau baik-baik saja "


"Terimakasih Tuan "


Arya yang mengira Alena akan pergi ketempat kerjanya langsung kaget saat taksi yang di tumpangi nya malah membawa nya jauh ketempat yang tidak diduga


"Restoran rajawali apa yang akan ia lakukan di restoran itu "


Arya merasa sangat kesal ia berpikir jika Alena sedang berduaan dengan Tuan Romeo


"Sudah kuduga akhirnya kecurigaan ku terjawab sudah , kau akan tertangkap basah Alena , bisa-bisanya kau menemui laki-laki lain di belakang ku, aku pikir kau sungguh tulus mencintai ku namun rupanya kau juga lebih suka pergi meninggalkan aku dari pada nya "


Siska mengangkat kedua tangannya dan melihat jam sudah menunjukkan pukul sembilan Lewat


"Kenapa ia tak datang ya "


Siska mulai gelisah namun saat ia hendak berdiri Alena menepuk pundak nya


"Siska maafkan aku karena datang terlambat "


"Halo Alena"

__ADS_1


Siska menyapanya dengan mencium pipi kiri dan kanan nya seperti bertemu pada perempuan pada umumnya


"Aku pikir kau tak datang , duduklah dulu , tunggu aku pesankan minum "


"Tak usah Siska aku hanya sebentar saja karena aku harus kembali bekerja "


"Baiklah langsung saja ada apa kau menyuruhku kemari "


Arya yang sedang memantau Alena langsung menyelinap masuk ia bersembunyi di balik pohon Cemara yang berada tepat di belakang mereka berdua


"Akhirnya aku akan menangkap basah diri nya ,kau lihat saja Alena "


Arya mengintip melalui celah pohon Cemara dan ia di kagetkan dengan perempuan yang sedang bersama Alena itu


"Siska? "


Mengucek matanya untuk meyakinkan jika benar apa yang ia lihat barusan


"Ada Siska bersama Alena ? apa yang akan mereka lakukan ?"


Arya memasang telinga nya baik-baik untuk mendengarkan apa yang akan di bicarakan Siska dan alena di tempat itu ,meski ia sangat deg-degan sekali ada dua orang perempuan yang mengusik hidup nya ,Siska yang merupakan cinta nya dan Alena yang sekarang berstatus istri nya


"Langsung saja untuk mempersingkat waktu aku ingin bertanya padamu ?"


"Apa kau dan lelaki kemarin ada hubungan ?"


Siska nampak serius sekali


"Lalu kenapa kalau aku ada hubungan dengan orang itu Siska apa yang ingin kau tau "


"Tidak ada aku hanya ingin memastikan jika kau adalah perempuan yang tepat untuk kak Arya , aku tak pernah ingin melihat ia menderita ,karena aku tau dia adalah lelaki yang tulus dan baik "


Alena tersenyum


"Aku tak menyangka jika perasaan mu pada Kak Arya masih sama ya Sis, tak perlu kau jelaskan rasa peduli mu sudah mewakili semua nya , sama halnya dengan pertanyaan mu pada ku tentang laki-laki yang kemarin bersama ku, ia adalah atasan ku yang menawarkan cinta nya padaku dengan Segala kenyamanan yang aku tak dapatkan dari Kak Arya , terkadang aku lucu Melihat kau dan Kak Arya padahal kalian berdua sama-sama sudah memiliki kehidupan masing-masing namun itulah ketulusan cinta ya , kalian masih sama , sama-sama tak pernah bisa melupakan satu sama lainnya "


Alena tertawa dengan tidak enak


"Alena maksud ku kemari bukan untuk menghakimi mu atau apapun itu ,aku tau kau sangat mencintai suamimu ,aku tak bermaksud apapun aku hanya ingin memastikan kau jangan pernah mengkhianati suamimu itu , kau harus yakin jika ia perlahan akan mencintai mu , percaya lah "

__ADS_1


Siska memegang tangan Alena "Kau hebat sekali sungguh hebat tak kusangka jika kau berhasil membuat Arya menikah dengan mu itu adalah suatu awal yang baik Alena "


Alena berusaha dengan tegar sekali sampai akhirnya ia menceritakan bagaimana Dimas merancang semuanya termasuk kenyataan yang harus dilakukan oleh Maminya dan Dimas soal kebangkrutan keluarganya , lalu semua rencana pernikahan yang ia lakukan dengan Arya agar bisa mendapatkan uang dari Dimas untuk pengobatan kedua orang tuanya


Siska kaget seakan tak percaya jika maminya juga berperan dalam rencana untuk mengerjai nya dengan Arjuna


"Apa itu semua benar ,Alena "


Alena mengeluarkan ponsel nya dan menunjukkan semua pesan dari Kakak nya tersebut


Siska langsung memegang perutnya


"Ya Tuhan ,Dimas sungguh keterlaluan sekali aku ingin sekali memukuli nya "


"Bagaimana Siska kau juga belum sepenuhnya mengikhlaskan Arya kan ? aku tau rasa cinta mu padanya begitu besar juga "


Tertawa


"Lalu apa.yang akan kau lakukan apa kau akan meninggalkan Kak Arya ? aku mohon pikir-pikir lah dulu , perasaan ku dan Arya itu hanya masa lalu saja ,aku mohon Alena jangan pernah permainkan pernikahan ,aku sudah ikhlas Dena apa yang menjadi takdir ku, meski aku memang tak mencintai Arjuna ,namun hidup ini adalah sebuah pengorbanan ,jika aku tak bisa mencintai nya maka aku akan mengorbankan perasaan ku demi anak ini ,aku mohon pikir-pikir dulu Alena"


Alena melihat jam dan langsung berdiri


"Siska aku rasa obrolan kita saat ini cukup , lihatlah bos ku sudah menelpon ku , jika aku tak datang maka ia akan berpikir yang tidak-tidak tentang ku , permisi"


Alena langsung pergi meninggalkannya sendirian


Setelah itu Siska berjalan kearah pohon Cemara yang berada di dekat nya tersebut


"Keluar lah Alena sudah pergi "


Arya yang sedang bersembunyi di belakang nya nampak kebingungan


"Apa Siska berbicara dengan ku ya ? bagaimana ia tau jika aku ada di belakang pohon ini "


"Tentu saja aku tau jika kau ada di sana, sekarang ayo keluar karena bau parfum mu itu tak bisa di bohongi hanya kau saja di Dunia ini yang memakai wewangian aneh itu "


Arya a langsung teringat ia masih memakai parfum bau melati , sampai sekarang parfum yang sama saat ia mengerjai Arya dahulu sampai detik ini Arya sama sekali tak mengubah nya


"Bagaimana mungkin ia bisa menebak itu aku "

__ADS_1


"Kau mau keluar dengan sendirinya atau aku yang akan muncul di belakang mu sekarang suaminya Alena ?!"


Tak ada pilihan lain Arya langsung berdiri


__ADS_2