
Para kru dan awak pesawat tertawa geli melihat apa yang terjadi pada sang kapten sementara itu tragedi dibelakang belum juga usai ternyata Bian yang sedang galau, langsung membungkukkan tubuhnya agar tak melihat kearah pandangan halal itu, tak terbayangkan sudah berapa banyak Arika panen pahala karena telah membuat Bian menggebu-gebu melihatnya.
"Tolong aku, kenapa ia begitu membuat aku menggebu-gebu sekali"
Sementara itu Arika juga berdoa agar cepat sampai, karena mereka tak tau juga akan dibawa liburan kearah mana
Pramugari memberitahukan jika pesawat akan segera mendarat
"Akhirnya sampai juga"
Arika sudah tak sabar ingin keluar dari dalam pesawat tersebut
akhirnya mereka pun sampai disebuah pulau nan cantik dan juga sangat indah sekali
"Ya ampun cantik sekali "
ucap Arika saat menginjakkan kaki pertama kalinya
Bian langsung turun untuk segera mencari toilet
"Selamat bersenang-senang Tuan dan Nona, satu Minggu lagi kami akan kembali kemari untuk menjemput anda kembali "
sapa sang pramugari dengan sangat ramah dan penuh,, kelembutan. meski pandangannya nggak bisa bohong, karena ia kedapatan sesekali melirik Kebagian tubuh Arika, Karena rasa penasarannya, tentang kejadian yang ia temukan tadi. apakah meninggalkan bekas atau tidak,dibagian -bagian tertentu
"Baiklah terimakasih"
__ADS_1
ucap Arika langsung berlari menyusul Bian yang sudah berlari pontang-panting
"Aku sangat suka tempat ini, ya Tuhan pulau ini sangat indah sekali"
Arika mengembangkan sayapnya
"Apa disini hanya ada kami saja,atau ada penduduk lain juga yang tinggal disini"
Arika lupa dengan pakaian yang ia kenakan
tujuannya kan saat sampai di pulau ia langsung ingin mengganti pakaiannya tapi karena pemandangannya terlalu indah benar-benar tak bisa ditinggalkan sekali
Seorang anak kecil laki-laki berlari dan memberikan ia bunga "Selamat datang Nona, kau sungguh sangat cantik aku sangat senang melihatmu" lalu ia menghilang berlari kembali ke pemukiman penduduk
Arika tersenyum "Ternyata di sini banyak sekali penduduk juga ya"
angin sepoi-sepoi menyapu lembut rambutnya yang panjang berwarna hitam itu.
Bian yang sudah kembali dari kamar mandi langsung nampak sangat lega sekali
"Akhirnya bisa juga tersalurkan dengan cara ini, astaga. bahaya sekali jika berada didekatnya
seperti otomatis langsung tersengat listrik"
Bian merapikan pakaiannya
__ADS_1
"Selamat datang Tuan"
Salah satu pelayan perempuan yang menjaga hotel tersebut pun, mendekatinya.
Namun Bian buru-buru langsung menghindarinya karena ia tau jika ia sekarang adalah suami orang,
"Terimakasih.mana istri saya apa kau melihatnya?"
"Istri anda masih di luar Tuan"
"Baiklah terimakasih banyak"
Bian langsung berlari keluar dan melihat Arika yang sedang mengepakkan sayapnya seperti ingin terbang itu
Bian yang iseng langsung menghampirinya, namun sialnya ia malah tersandung ranting kayu, dan jatuh dengan menyundul bokongnya Arika seperti orang yang sedang menanduk bola
"Hei, apa yang sedang kau lakukan ha?"
Arika kaget sekali ia yang sedang menikmati pemandangan tersebut langsung ambyar seketika
"Maaf .. maaf aku sungguh tak sengaja, maafkan aku"
Bian berusaha untuk berdiri tapi tak bisa
"Biannn.. cepatlah menyingkir dariku, aku sungguh-sungguh sangat marah padamu ini!"
__ADS_1
"Iya tapi bagaimana aku mau beranjak dari sini, kalau kau menduduki kepalaku"
Arika langsung berdiri, dan cepat-cepat berlari masuk kedalam hotel tersebut