
"Tapi bisakah berikan saya obat agar saya bisa mengurangi rasa sakit didada saya agar keluaga saya tau jika saya baik-baik saja sampai hari ini ?"
Belum sempat Dokter menjawab ibu mertuanya langsung masuk dan nongol didepan pintu
"Ya Tuhan keterlaluan sekali aku terkunci didalam toilet "
Ibunya nampak berantakan sekali
Alena menoleh iba pada perempuan tya itu namun tetap harus ia lakukan jika tak begitu maka ibu mertuanya pasti akan sedih apa lagi ia pernah terguncang jiwanya ,Alena takut jika jiwanya kembali terguncang maka tentu saja akan menyulitkan Arya kembali sedangkan ibunya adalah orang tua satu-satunya yang ia punya
"Maafkan ibu Nak ibu tak bisa menemani mu , Dokter maafkan saya tak bisa menemani menantu saya , bagaimana hasilnya Dokter "
Wajahnya nampak begitu bahagia sekali ,kedua Dokter tersebut langsung memahami bagaimana perasaan Alena
"Dokter terimakasih banyak "ucap Alena
Namun Dokter langsung buru-buru mengeluarkan resep "Ini resep obat ambil di apotik depan ya Nyonya ,dan juga ini hasil Poto kandungan Nyonya Alena Bu, Alhamdulillah cucu anda baik-baik saja "
Wajah tua itu pun kembali tersenyum lebar ia begitu semangat sekali mengambil hasil USG tersebut
"Terimakasih Dokter "
Merekapun segera pamit ,
"Alena ini akan menjadi hadiah terindah untuk suamimu ,ibu yakin ia akan semakin sayang padamu, kau lihatkan bagaimana ia sekarang sangat memanjakanmu karena bayi ini "
"Ibu terlalu berlebihan sekali "
"Nak ini bukan soal berlebihan sama sekali ,tapi lambat laun Arya pasti akan mencintaimu , diawali dengan cinta terhadap anaknya tentu saja nanti akan merangkap juga cinta pada ibunya"
Ibunya memegang tangan Alena
Namun Alena sadar jika ia harus melakukan sesuatu "Bu ,aku ingin membeli jilbab "
"Jilbab? untuk apa Nak ?"
"Sudah lama Alena ingin memakai hijab ,dan juga ingin membeli rambut palsu yang berwarna-warni agar tampil cantik didepan kak Arya ?"
Ibunya langsung melepaskan tangannya
"Untuk hijab okelah ibu setuju tapi untuk rambut palsu warna-warni apa itu tidak terlalu berlebih-lebihan Nak, bisa membuat Arya menjadi geli nanti padamu "
Alena tersenyum berusaha untuk memaksakan dirinya agar tak diketahui banyak orang ia pun mengajak ibu mertuanya untuk bercanda
"Ibu bukankah aku sudah ibu anggap seperti anak ibu sendiri, aku ini sedang hamil jadi hobiku juga berubah Bu, bukankah perempuan yang sedang hamil itu memiliki hobi yang berubah-ubah Bu,saat ini aku sedang ingin memakai hijab dan dirumah aku ingin memakai wig dengan berbagai jenisnya "
Rengeknya manja sambil bersandar di bahu ibu mertuanya itu
Tentu saja ibu Arya tak akan mungkin bisa menolak.keinginan menantunya itu
"Baiklah Nak ayo kita beli sebanyak apapun yang kau suka , ini lihatlah ibu memiliki uang yang banyak ,jangan khawatir"
__ADS_1
sambil memperlihatkan isi dompetnya ia tersenyum dan mengelus kepala Alena
"Ibu baik sekali ,aku sungguh sayang dengan ibu "
Memeluk ibu mertuanya , merekapun langsung kembali ke pasar untuk membelikan apa saja yang diinginkan oleh Alena
Sedangkan Arya dirumah tampak kesal sekali apa lagi sudah dua jam lebih Alena dan ibunya belum pulang
ia terbangun dan melihat jam
"Sudah jam tiga "
Ia berdiri dan mencari ibu nya dan juga Alena
"Ibu...ibu ... Alena...Alena...., tak ada suara ? kemana mereka ?"
Arya mencari kesetiap sudut rumah tapi tak juga menemukan mereka berdua
"Astaga apa yang terjadi sudah jam segini mereka juga belum pulang !"
Arya pun langsung mengambil ponselnya untuk menghubungi ponsel milik Alena
tapi baru saja ia menekan nomor telponnya
sama sekali tak ada jawaban dari Alena
"Tidak diangkat? "
Rupanya Arya melihat ponsel milik Alena yang tertinggal diatas meja
Arya benar-benar kesal karena ia ditinggalkan sendirian dirumah itu
"Tunggu saja nanti saat mereka pulang aku akan memarahi mereka berdua "
Tak berapa lama terdengar suara mobil berhenti didepan rumahnya ,Arya Langsung berdiri dan melihat siapa yang datang
"Akhirnya mereka pulang juga"
terdengar suara Alena dan ibunya yang tertawa bahagia sekali didepan rumah dengan membawa barang belanjaan yang banyak sekali
Baru saja melangkahkan kaki masuk kedalam rumah Terdengar Arya berteriak
"Wah hebat sekali pergi baru pulang jam segini ,dari mana saja kalian berdua ,mm "
menaruh tangannya diatas pinggang
Wajah Alena nampak cemas ,namun ibunya dengan sigap mengeluarkan hasil USG kehamilan Alena
"Nih lihat sendiri dari mana kami, jangan marah-marah tidak jelas "
Arya langsung mengambilnya dan membuka hasilnya , ia langsung tersenyum bahagia
__ADS_1
"Syukurlah anak Arya baik-baik saja Bu"
menggaruk kepalanya
Langsung saja ibunya mengambil koran dan memukuli kepalanya
"Makanya jangan suka marah-marah apa lagi sama Istrimu , jadikan istrimu ini sebagai wanita hamil paling bahagia di dunia ini apa kau dengar ?"
Arya langsung tersipu malu "Baik ibu "
Ibunya langsung masuk kedalam kamar tidak menyadari jika Arya sudah berdiri seperti biasanya ,
lalu ia kembali berlari keluar dan memegang tubuh Arya
"Arya apa ibu tak salah lihat "Matanya terbelalak tak percaya
"Emangnya kenapa Bu?"
"Ya Tuhan syukurlah kau sudah kembali normal Nak,jadi tak perlu merepotkan Alena lagu setiap malam ibu akan sangat sedih melihat Alena yang setiap malam harus rela begadang untuk menjagamu "
Arya langsung Tersenyum "Tentu saja Bu,aku kan kuat dan tangguh jadi tulangku kembali normal kembali "
Alena langsung permisi ia sudah tak sabar ingin mencoba semua wig yang ia beli tadi, wig akan ia gunakan didalam rumah sedangkan hijab akan ia kenakan saat berada diluar rumah
"Permisi Bu,aku mau kekamar dulu "
Alena menaruh obatnya diatas meja riasnya dan juga menata beberapa wig lengkap dengan patung didalam kamarnya
Setelah itu ia kembali membersihkan diri karena sudah berjalan seharian takutnya nanti malah membuat kotoran dan virus menempel ditubuhnya
Arya langsung masuk kedalam kamar sesaat ia Melihat Alena yang keluar untuk mandi
Baru saja ia masuk kedalam kamar ia langsung kaget dan berteriak
"Setan.... setan...."
Ibunya langsung berlari , sedangkan Alena juga kaget saat mendengar suara teriakan Arya apa lagi posisi kamar mandi berada tepat disamping kamar tidur mereka
"Arya ada apa !"
"Itu Bu didalam kamar ada setan berjejeran didepan kaca "
Arya bahkan sampai terkencing dicelana
"Setan mana ? biar ibu lihat dulu!"
masuk kedalam kamar dan melihat beberapa patung kepala yang menggunakan wig berjejer diatas meja
"Astaga anak itu "
Ibunya kembali Berteriak "Arya cepat masuk !"
__ADS_1
"Nanti saja Bu"
ia bersembunyi dibelakang pintu Arya memang sangat penakut Sekali soal itu apa lagi ia tahu Istrinya sedang hamil