Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Part 215


__ADS_3

Arika berusaha untuk memanggil Alea karena ia terus-menerus menoleh kesegala arah , ditambah lagi Panji dan Bian yang sudah membuat kepalanya pusing sekali


tapi Alea masih saja melihat kesegala arah dan tak ngeh dengan Arika yang dari tadi memanggilnya untuk memberikan isyarat padanya jika itu adalah dia yang sebenarnya


"Dimana kau Rajaku, kenapa kau tau bisa melihat ada sang ratu sedang menunggu mu disini ,ayolah kau lihat aku sungguh cantik sekali hari ini "Ujar Alea dengan wajahnya yang sangat khawatir , ingin sekali Arika melepaskan kacamata dan masker yang sedang ia pakai saat ini , biar Alea tau jika itu adalah dia , namun nanti semuanya bisa kaget


Arika langsung bergerutu didalam hatinya


Alea percuma saja kau melihat dan mencari mas Raja, hah asal kau tau saja Alea dia aku tinggalkan di Jogja , hadeh....


bisa tidak Panji dan Alea bertukar posisi saja


tempat duduknya , aku sudah benar-benar tak tahan ingin melepaskan masker yang aku pakai ini agar Alea tau jika aku adalah Arika yang asli dan Bian bisa pingsan kalau dia tau yang disampingnya itu adalah laki-laki aku rasa ia tak akan berani membuka matanya lagi


Saat yang ditunggu-tunggu pun tiba , detik-detik pembacaan ijab qobul pun mulai ,Arya nampak sangat gugup sekali begitu juga Siska mereka sekarang sudah duduk bersebelahan


Ya Tuhan akhirnya tinggal beberapa menit lagi ia akan sah menjadi suamiku , seperti mimpi akhirnya aku mengikuti garis nasib mami , sungguh aku tak menyangka jika akhirnya ini benar-benar terjadi sungguh aku tak habis pikir sekali kenapa ini bisa terjadi ,huh...


Siska deg-degan sekali , perasaannya dipenuhi bunga-bunga yang bermekaran hari ini


sama halnya dengan Siska Arya pun tak bisa berkata apa-apa lagi ia terlihat begitu bahagia sekali


Aroma parfumnya saja sudah menggelitik imanku ,apa begitu indahnya nikmat menjadi seorang suami ini,aku tak percaya jika hari ini akan segera tiba aku bersanding disamping Siska setelah sekian lama ya ampun aku seperti mimpi saat ini


Mereka berdua tak menyadari jika sikap mereka yang deg-degan tersebut dari tadi diperhatikan oleh teman-temannya kalau Siska dan Rima sibuk memperhatikan sikap Siska begitu juga sebaliknya Aditya dan Dimas yang dari tadi ketawa cekikikan


padahal jelas-jelas Dimas akan menjadi wali Rima


"Ana kau lihat Siska sepertinya sudah deg-degan sekali ya ?"


"Ya kau ingat saja bagaimana dulu kau akan menikah dengan kak Dimas bagaimana perasaanmu "


"Ya kalau dengan kak Dimas aku tau bagaimana rasanya deg-degan menjadi Siska saat ini memang berbeda jika menikah karena paksaan dengan kerelaan "


Ana tertawa "Ya tapi aku awalnya juga dipaksa tau "


"Dipaksa tapi akhirnya Indah kan ,ayo mengakulah "


Ana tersenyum saja


"Baiklah kita mulai saja acara akad nikah


nya ,apa pasangan yang tak muda lagi ini sudah siap?"


ucap penghulu


"Rima sudah jangan banyak bicara lagi lihatlah acaranya akan segera dimulai , tapi kenapa aku jadi ikut deg-degan begini ya ?"


"Iya sama aku juga"


"Padahal yang mau menikah mereka tapi kita yang deg-degan ya ..."


Penghulu pun kembali bertanya pada Arya sekali lagi


"Bagaimana pak Arya apa sudah siap untuk melepaskan status Duda nya ?".


Dengan sangat keras Arya langsung menjawab


"Sudah siap sekali Pak !'


Karena suaranya sangat besar , membuat para hadirin yang datang langsung kaget dan tersenyum-senyum melihat tingkah Arya , .hanya Aditya saja yang tak tahan dengan kelakuan Arya , ia langsung tertawa terkekeh-kekeh melihatnya


"Astaga sungguh ia terlalu bersemangat sekali ,apa dipikirannya sudah membayangkan sebuah pertempuran yang sangat hebat ,aku rasa "


tertawa terkekeh-kekeh dengan sangat besar sekali


Ya ampun Dit kau enak sekali ya tertawa ,aku yakin kau sangat bahagia sekali melihat aku dengan penderitaan ku saat ini ya kan , ehemm . baiklah Aditya aku sangat paham sekali apa yang ada di otakmu, lagi pula memang salahku juga kenapa menjawab dengan terlalu bersemangat seperti itu huh...


Ana merasa sangat malu sekali dengan kelakuannya Aditya dengan wajah yang sangat merah sekali ia mencoba menenangkan suaminya itu apa lagi ia melihat wajah Arya dan Siska sudah merah


"Sayang hentikan , lihatlah kau sekarang menjadi pusat perhatian mereka semuanya "


Ana mencoba menenangkan Aditya yang tertawa cekikikan


Tapi Aditya tak berhasil juga untuk dihentikan suaranya


"Cepatlah hentikan "


"Oke baiklah ,baik "


Aditya menghapus air matanya yang sampai keluar karena terlalu lucu sekali mendengar semuanya


"Bahkan aku sama sekali tak bisa berkata apapun lagi "


Arya semakin gugup karena mendengar suara Aditya


"Aduh Aditya bisa-bisanya ia membuat aku semakin gugup saja ,dari cara ia tertawa saja sudah membuat aku sangat gugup ,memang teman yang kurang ajar Sekali dia "


Rupanya Arika dan Alea sama saja seperti Aditya


"Papa terlalu bersemangat sekali ya ampun "


Alea menepuk jidatnya

__ADS_1


"Om Arya sangat manis sekali ya , cinta yang telah lama ia pendam akhirnya hari ini akan segera berlabuh "


"Stt diam acara akan segera dimulai "


Alea tersenyum-senyum sendiri ia sedang membayangkan jika ia dan Raja lah yang sedang disana


Sungguh aku tak bisa membayangkan bagaimana nanti aku sangat deg-degan saat Mas Raja mengucapkan ijab qobul untukku ,pasti aku tak bisa membayangkan bagaimana hari itu terjadi


Penghulu mulai berbicara dengan sangat panjang sekali sebuah nasehat pernikahan yang sangat menyentuh hati sekali ,namun karena Arya yang sangat gugup ia sampai tak perduli sama sekali dengan apa yang dibicarakan oleh penghulu.


justu kejadian tak terduga olehnya terjadi


Aduh kenapa perutku sangat sakit sekali


di suasana yang sedang khidmat seperti ini malah perutku tidak bisa diajak kompromi seperti ini


Tiba-tiba Arya benar-benar terlihat sangat gelisah sekali,ia menggesek-gesekkan bokongnya maju mundur


Menyesal sekali tadi kenapa sebelum pergi harus makan bakso dulu , mana tadi cabenya kebanyakan di masukkan Alea , haduhh...


Aditya langsung menyadari hal itu , ia menutup mulutnya menahan tawa , karena didalam pikirannya Arya sedang memikirkan hal yang tidak-tidak


"Pa , kenapa sih dari tadi ketawa terus , acaranya sebentar lagi ini "


"Tidak ada aku hanya geli saja"


ia sengaja merahasiakan dari Ana karena sama sekali tidak penting baginya


Lagi-lagi Arya tak bisa berkonsentrasi dengan apa yang ada dihadapannya , memang kebanyakan orang jika sedang gugup banyak melakukan hal-hal yang diluar akal sehat salah satunya Arya saat ia gugup ia akan merasa


sakit perut , ditambah lagi efek cabe yang baru terasa saat ia gugup seperti ini


Penghulu mulai memanggil namanya dan menyuruh Dimas untuk segera berucap dengan sangat khidmat ,namun Arya sungguh tak konsentrasi sekali


"Baiklah Arya Dinata sekarang aku nikahkan engkau dengan adik kandungku yang bernama Siska Rebecca bin Peter de jog dengan mas kawin seperangkat alat sholat dibayar tunai "


Arya sama sekali tak bisa berkonsentrasi lagi karena perutnya sakit


ia masih terdiam dan tak menjawab apapun hingga membuat para hadirin cemas termasuk semuanya yang ada disana karena rasa sakit di perutnya yang melilit sudah benar-benar tidak tertahankan lagi


"Arya ayo cepat , katakan"


"Arya ,ayooo..."


"Papa.. ayo cepat "


Alea langsung turun tangan karena melihat papanya belum juga menjawabnya , akhirnya Arya pun langsung menjawab meski keringat dingin mengucur deras dari dahinya


"Ya ampun kak Arya sampai begitu sekali Ana kau lihatkan bagaimana ia begitu terharu dengan kondisi ini "


"Dia sampai tak bisa berkata apa-apa lagi karena terlalu gugup "


Akhirnya Dimas langsung menginjak kakinya


"Cepat lah "


Dengan cepat ia langsung berucap


"Saya terima nikahnya yang tersebut dibayar tunai "


Arya langsung tersenyum


"Bagaimana sudah sah kan ..sah ?"


"Sah? sah gundulmu !"


ucap Aditya dengan kesal


"Hoy..Arya namanya tak kau sebutkan aastaga ,nama Siska nya mana bagaimana mungkin sah kau itu menikah dengan siapa? tak kau sebutkan namanya ?"


Aditya mengusap wajahnya


"Masa iya aku dak menyebutkan namanya , kalian salah dengar tau "


Dua orang saksi yang berada disampingnya pun ikut mengatakan jika pernikahan ini belum sah karena mereka pun sama tak mendengar suara Arya menyebutkan nama Siska


"Tidak sah sama sekali karena anda tidak menyebutkan nama mempelai wanita "


"Serius ?"


Arya balik bertanya dengan duduk dengan gelisah sekali ditambah lagi wajahnya juga terlihat sudah sangat kusut sekali


Wajah Dimas sudah terlihat merah padam sama halnya dengan wajah Siska


"Arya apa yang kau lakukan , kau sengaja ingin membuat malu Keluarga ku ya ? bisa-bisanya kau mengatakan jjka menyebutkan namanya argghhhhhhhh !"


Tatapan mata Dimas sudah sangat mengerikan sekali tapi bagi Arya saat ini yang lebih mengerikan adalah saat ia sudah tak tahan lagi dan semua Yang berada. ditempat itu bisa berhamburan keluar dari rumah


Aku tak perduli dengan tatapan matamu. itu Dimas ,saat ini aku lebih berkonsentrasi bagaimana caranya ijab qobul ini selesai dan semuanya baik-baik saja aku sudah tak tahan lagi sungguh ini sudah di ujung ya ampun , bagaimana caranya lari atau bertahan


"Kak Arya "


Panggil Siska dengan sangat lembut sekali , sepertinya ia tau jika ada sesuatu yang tak beres dengan Arya

__ADS_1


Arya terus memegang perutnya karena memang sakitnya sudah melilit sekali di tambah pula para hadirin yang sudah mencium aroma yang tidak enak karena hembusan angin bawah sadar Arya yang dari tadi terus menerus mengeluarkan laharnya


"Kalian mencium sesuatu tidak ?"


tanya Alea sambil mengendus -ngendus hidungnya


"Iya bau ,tapi dari mana ya baunya , apa pintu toilet terbuka ?"


Arika langsung mengendus kearah Arya


Astaga apa aku yang salah ya baunya dari sana ,apa om Arya?"


Alea bahkan sampai mual


"Sungguh bau sekali, siapa yang kentut ini "


"Bau ya ..."


menutup hidungnya


"Bukan lagi Bau sekali "


Para hadirin sudah mulai resah , begitu juga dengan wajah Penghulu dan saksi yang sudah berubah menjadi aneh karena aroma yang tidak bisa dikendalikan


Aduh kacau semua orang menutup hidungnya , kan bagaimana ini , lalu bagaimana wajah Siska saat ini ya ."


Siska melirik kearah Arya namun ia tak berani untuk menegurnya karena Arya sekarang dalam posisi grasak-grusuk


Tapi Siska tau jika aroma tidak enak itu memang berasal dari tubuh Arya


Kak Arya apa kau sudah tak tahan lagi ,tapi inikan ijab qobul kita ,apa kau begitu gugup sekali kak Arya ? sampai terkentut-kentut begitu ,


Sama halnya dengan Arya penghulu yang sudah tak tahan lagi dengan aroma kentutnya Arya pun langsung menarik tangan Dimas dan Arya


"Baiklah Tuan Arya bisakah kita ulangi ijab qobulnya sekali lagi, aku harap anda bisa menyebutkan semuanya dengan lengkap"


Siska pun langsung memegangi tangan Arya yang sedang memegang perutnya


"Kak pasti bisa jangan gugup "


astaga Siska jangan kau sentuh perutku malah semakin sakit sekali, maafkan aku tapi aku memang tak butuh sentuhan tangan dari siapapun saat ini , Siska !


Wajah Arya semakin masam ini bukan waktu yang tepat untuk menyentuhnya karena nsatu sentuhan saja bisa membuat ia akan keluar dimana saja


"I..iya Siska .."


Arya langsung mengangguk "Iya Pak bisa "


dengan wajah yang sudah mengedan


Ek...ekk..


Dimas langsung melotot "Kalau gagal untuk melakukannya lagi kali ini maka kau akan disiram pakai air baru boleh akad lagi ,kau paham!"


mengancam Arya sambil menutup hidungnya


"Apa ada kucing yang sedang buang kotoran disekitar sini ya , bau sekali !"


ucap Aditya dengan kesal


"Iya bau nya parah sekali , sepertinya baunya disekitar sini, mana panitia nya tolong cepat suruh kemari "


"Nanti saja Arya mau akad lagi ini "


ucap Rima yang juga menutup hidungnya


"Baik Tuan Arya sekarang tarik nafasmu dulu dalam-dalam setelah itu keluarkan "


Arya kembali panik tak mungkin ia akan menarik nafasnya dalam-dalam saat genting seperti ini jika ia lakukan maka sudah pasti akan keluar semuanya beserta ampasnya .


"Tidak usah pak langsung saja sekarang "


"Baiklah para hadirin dan tamu undangan sekalian Kita mulai lagi ya , semuanya siap tapi sebaiknya sebelumnya kita akan membaca doa dulu "


ya Tuhan banyak sekali dramanya penghulu ini , aku sudah tak tahan lagi, berapa panjang lagi doa yang akan ia bacakan ini benar-benar sudah di ujung , tinggal keluar saja


Dimas nampak kesal sekali "Awas saja jika sampai gagal lagi aku akan melemparkanmu keluar"


"Terserah kau saja Dimas aku tak perduli , seandainya saja kau diposisi aku kau tak akan sanggup menahan ini "


Setelah penghulu membacakan doa


selanjutnya Dimas kembali berbicara lagi dengan tegas


"Baiklah Arya Dinata aku nikahkan engkau dengan adik kandungku Siska Rebecca Binti Peter de jog dengan mas kawin seperangkat alat sholat dibayar tunai "


Tanpa menarik nafas tapi menahan bokongnya arya berbicara dengan sangat keras sekali meski wajahnya sudah tak karuan lagi bentuk nya , bahkan kopiah yang ia kenakan sudah miring letaknya tak sama dengan posisi awal saat ia datang


"Saya terima nikah dan kawinnya Siska Rebecca Binti Peter de jog dengan mas kawin tersebut dibayar tunai "


"Bagaimana hadirin sah ..."


Dua orang saksi langsung mengatakan

__ADS_1


" sah .."


"Alhamdulillah "


__ADS_2