Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Part 274


__ADS_3

Tapi Arika yang panik langsung spontan membanting tubuhnya Bian yang berada diatas kasur tersebut


"Astaga Arika, kenapa sadis sekali jadi perempuan, ya ampun..."


"Sudah jangan banyak cerita, yang jelas masih 9 hari lagi kita disini masih panjang perjalanan, besok kita akan dibawa untuk berkeliling pulau ini kan, sebaiknya kita segera tidur saja!"


Arika langsung menarik selimutnya, dan menaruh bantal guling di tengah-tengah sebagai pembatasnya "Ingat jangan ada yang melewati pembatas ini, kau ingat ya .."


"Iya aku tau, cerewet sekali jadi perempuan coba kalem sedikit kenapa sih!"


Arika langsung menarik selimutnya dan membalikkan badannya


tapi rupanya Bian tak tinggal diam, diam-diam ia mencolek pantat Arika yang gemoy dengan kakinya, lalu ia berpura-pura membalikkan tubuhnya


"Astaga,..."


Arika langsung kaget dan melihat kebelakang


"Hei Bian, kenapa kau ini centil sekali ha? kau baru saja mencolek bokong ku kan?"


marah


"Apa? mencolek bokongmu? aku rasa tidak level bagiku mencolek-colek itu bukan hobiku, jika aku mau aku tak perlu mencolek langsung saja gass keun, ya kan?"

__ADS_1


"Awas saja jika kau berbohong"


Arika langsung berpura-pura membalikkan tubuhnya padahal ia masih melihat kearah Bian


kau pikir aku bisa kau bohongi ha? kau itu juara Kalau soal berbohong Bian


Benar saja rupanya Bian kembali membalikkan tubuhnya untuk menggoda Arika lagi


"Dasar cerewet, tapi aku selalu suka saat melihat ia marah-marah begitu"


Saat Bian membalikkan tubuhnya ia langsung kaget saat melihat Arika yang melotot menatapnya


"Kau mau apa ha?"


"Aku mau tidur menghadap kesini, sepertinya lebih enak"


"Waaw kebetulan sekali Ini sungguh hal yang sangat Indah kita berdua ternyata memiliki satu misi yaitu saling berhadapan satu sama lainnya"Bian tersenyum


"Oh ya , kalau begitu ayo cepat sekarang pejamkan matanya, jangan sampai kita sama-sama memandang takutnya nanti kelilipan"


Arika dan Bian pun langsung beristirahat dan benar-benar sangat kaget sekali ternyata Bian semakin mendekatkan wajahnya pada Arika,


Kenapa aku merasa hangat sekali wajahku ya?

__ADS_1


Membuka mata dan kaget sekali saat melihat Bian sudah berada didepannya


"awwww ..."


lagi-lagi Arika reflek menendangnya


"Ya ampun Arika, kau sungguh..."


"Sebaiknya aku tidur diatas kursi saja, sangat tidak aman sekali tidur di atas kasur berdua denganmu di sini!"


.


"Baguslah tidur di atas kursi yang bentuknya seperti itu sangat bagus mengatur posisinya dan aku sangat suka sekali dengan posisi kau nanti"


"Banyak bacot sekali dia!"


Arika nampak kesal sekali


padahal Bian itu sudah beberapa kali kena hajar Arika


Tapi karena Arika tak meresponnya maka Bian memutuskan untuk keluar dari dalam kamarnya


"Hah, hei Arika kau tidur saja dulu di atas tempat tidur aku mau mencari suasana baru di luar sepertinya lebih asik, apa lagi kalau bisa bertemu dengan para gadis desa "

__ADS_1


Bian langsung keluar dari dalam kamarnya, dan menelpon Raja.


meski Raja sempat berkelahi dengannya tapi ia mendapatkan nomor Raja dengan sangat mudah sekali,ia ingin tahu apa yang bisa membuat Arika ketakutan "Sebaiknya aku meminta Raja saja untuk membantuku dan aku yakin ia pasti akan sangat senang membantuku, setelah itu aku pasti akan membantunya juga.malam ini ia harus aku taklukkan!"


__ADS_2