Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Part 263


__ADS_3

"Aku sudah tidak tahan lagi"


ucap Arika sambil memegang perutnya


"Cepat menyingkirlah dari kepalaku ini"


ucap Bian dengan marah sekali, padahal ia sangat menikmati sekali setiap momen bersama Arika tersebut.


"Arika kau mau kemana? jangan kemana-mana dulu, kau tak bisa meninggalkan aku dalam keadaan seperti ini, aku mohon jangan pergi dulu"


Arika langsung berdiri dengan ketakutan, ia tampak sungguh panik, karena keadaan Bian yang sangat mengerikan sekali seperti itu, dengan kedua matanya yang menatap seperti seorang peredator yang siap menerkam mangsanya


"A-arika tolonglah aku Arika, aku benar-benar sudah tak tahan lagi Arika"


"Aku juga sedang sakit perut dan tak tahan juga mau ke toilet, tapi jika kau memaksa untuk tetap ingin kebelakang untuk buang air kecil, ya aku ikhlas jika kau harus duluan, silahkan saja aku akan baik-baik saja tentunya"


Tapi wajahnya Bian sungguh benar-benar tak bisa dibohongi, ia semakin mengerang karena tak tahan, apa lagi Arika tak mengerti apa yang terjadi pada Bian itu adalah naluri normal dari seorang laki-laki yang ingin mendapatkan haknya


"Apa yang akan ia lakukan padaku"


ucapnya dengan terbata-bata


Nampak mata Bian melirik kearahnya seakan ingin menghantamnya saat itu juga, tapi syukurlah Bian bisa menahan semuanya dengan susah payah


"A-arika kau harus segera menolongku". tatapan matanya Bian mengisyaratkan jika ia harus segera melepaskan hasratnya


Astagaa sepertinya aku tau masalahnya dimana


Arika menyadari jika ia sedang berpakaian seperti itu dan Bian adalah laki-laki yang normal tentu saja ia memiliki nafsu layaknya manusia normal pada umumnya


"Sebaiknya aku segera pergi dari hadapannya dulu"


Arikaaaa langsung berlari kembali keruangan ganti dengan mengambil kain batik yang ia kenakan tadi


"Arika kau mau kemana, jangan kemana-mana, tolonglah aku Arika, kau harus segera menolong aku Arika, karena ini tak seperti yang kau bayangkan Arika, aku mohon ..."


"Tidak ... tidak... jangan macam-macam!"


teriak Arika dari dalam ruang ganti tersebut


"Baiklah, aku akan memasang kain ini saja dulu" Arika buru-buru melilitkan kainnya di pinggang.


Para awak pesawat dan kru pun langsung , memilih untuk menjadi berpura-pura tuli, karena mereka mengerti jika Arika dan Bian adalah pengantin baru, meski terdengar suara ribut-ribut dari belakang


"Sepertinya kita berdiam diri di sini dulu ya?"


"Ya itu hal yang sangat benar sekali, lebih baik kita berdiam diri dan tak usah kemana-mana dulu, sampai pesawat ini mendarat di pulau cinta"


Mereka nampak memasang wajah yang tegang. rasa penasaran dan juga geli bercampur menjadi satu karena ulah mereka ini


"Aku rasa mereka baik-baik saja"


mencoba menenangkan dirinya


"Kau yakin semuanya baik-baik saja?"


"Tidak usah berpikiran yang aneh-aneh karena semuanya baik-baik saja jangan khawatir"


"Awwwwwww ...."


suara Bian terdengar lagi

__ADS_1


"Suara itu?"


"Ehemmmm, jangan berpikiran yang tidak-tidak, fokus kedepan dan jangan pusingkan suara-suara yang ada dibelakang kita, aku harap kau mengerti" mengedipkan matanya sambil menahan gelak tawa


Sementara itu dibelakang.


Arika, berlari dan buru-buru duduk kembali ketempat ia duduk dengan semestinya,


"Aku harus segera kabur dari hadapannya jangan sampai ia melihat aku"


"Arika...kau mau kemana?"


nampak Arika langsung duduk dengan hanya melilit kain tersebut, hanya di lilit saja, agar auratnya yang halal oleh Bian tersebut tak terlihat olehnya.


"Sial, bokongku terjepit"


teriak Bian dengan kesakitan. daging bokongnya terjepit disela-sela besi, bayangkan bagaimana sakitnya.itulah rupanya yang membuat ia berteriak-teriak dengan histeris tadi, untung saja cuma daging bokong, yang lebih gawat jika daging pedang tersangkut di resleting celana itu yang sangat berbahaya sekali.


"LihaylajPerempuan itu malah kabur dengan meninggalkan aku dalam keadaan begini, sungguh ini sangat keterlaluan sekali"


Bian berusaha berdiri dan akhirnya.. dengan bersusah payah ia keluar dari kabin, tapi ia Melihat baju ganti milik Arika yang masih tertinggal


"Dia selalu saja berpikiran negatif denganku"


Arika langsung cemas saat mendengarkan langkah kaki yang mulai menghampirinya


"Ya Tuhan kenapa harus begini, aku tau aku ini sekarang adalah seonggok daging yang halal untuknya, tapi tak begini juga caranya. aku tak bisa di paksa seperti seorang perempuan yang ingin di perko*a "


Bian masih dalam keadaan tegangan tinggi saat melihat Arika yang bohay, bisa jatuh air liurnya saat melihat tubuh molek itu.


"Hei ,nona ini baju gantimu, ayo pakai cepat!"


Ya Tuhan tolonglah aku, lihatlah bagaimana dia


Arika menutup wajahnya.


"Jangan, aku tak mau! aku belum siap jika harus melakukan hal ini sekarang. tolonglah mengerti aku tak mungkin bisa melakukan hal yang aku tak suka, aku bukanlah perempuan yang sama seperti perempuan diluaran sana yang pernah kau temui,aku mohon jangan lakukan ini!"


Suara Arika terdengar bergetar


Bian langsung tersenyum kecil


Hmm aku pikir dia jagoan, kenapa jadi seperti anak tikus begini ya ...


"Hei jagoan, bukannya kau itu jago beladiri, kenapa harus ketakutan begitu. ayo lakukan apa yang kau mau,pipi kiri dan kananku masih standby"


ya Tuhan matilah aku, mana mungkin aku bisa melakukan bela.diti dalam keadaan setengah tekanja*g seperti ini, kain ini tak kuat ikatannya, bagaimana kalau terlepas, dia itu laki-laki aku takut sekali ...


Bian langsung duduk dan memegang punggung Arika


"Maaf aku menyentuhmu, tapi kita sudah halal. aku rasa kau sudah paham itu kan"


"Aku mohon Kak Bian, please.kasihanilah aku, aku hanya ingin tenang, nanti saja jangan di tempat umum , ini pesawat. bahaya nanti jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,apa kau mau kita menjadi tontonan,apa lagi ada cctv di pesawat ini, bisa terkenal kita nanti"


Bian tetap memaksa untuk membuka resleting pakaian Arika


"Tidakkk....."


Bian langsung tertawa


"Jangan pernah berpikiran buruk tentangku, karena apa yang ada didalam pikiranmu itu akan mengsugesti pikiranku, aku tau kau tak bisa membuka resleting pakaianmu itu, cepat lah kau ganti pakaian mu. kau pikir aku ini tak punya otak apa, cepat pergi sana!"

__ADS_1


Arika terdiam lalu membalikkan badannya, dengan cepat ia langsung berdiri berjalan dengan kemiringan sembilan puluh derajat menghilang dengan cepat menuju ruangan ganti pakaian


"Astaga untunglah ia tak melakukan hal-hal yang aneh padaku"


Arika langsung melepaskan pakaiannya dan mengenakan baju ganti yang telah disediakan.


sialnya baju ganti tersebut sangatlah seksi.dengan punggung yang terbuka dan belahan dada yang terbuka, hingga membuat dua buntalan menyembul indah


belum lagi mini dress tersebut berada diatas pahanya.


"Ya Tuhan, pakaian apa ini?"


Arika sungguh sangat tak nyaman sekali dengan pakaian yang ia kenakan. apa lagi ini untuk pertama kalinya ia menggunakan pakaian seperti itu


"Aduh, bagaimana ini apa aku pakai kebaya itu lagi ya?"


Tiba-tiba terdengar bunyi geruduk, sepertinya pesawat menabrak awan, Arika pun langsung buru-buru keluar dari tempat ganti pakaian tersebut


ia langsung memilih untuk duduk berjauhan dari Bian, apa lagi dengan kondisi pakaiannya yang seperti itu, bisa membuat Bian semakin menggebu-gebu nantinya.


Serr.....


Arika melewati Bian yang sedang mencoba untuk menetralkan perasaannya.


"Astaga, kenapa ia harus menggunakan pakaian seperti itu , lihatkan semuanya terlihat dengan jelas sekali"


Bian berusaha mengalihkan pandangannya. tapi kepalanya seolah-olah seperti ada magnet yang membuatnya kembali menarik kepalanya kearah Arika yang sedang duduk.


sama halnya seperti Bian Arika yang ketakutan juga mencoba melirik kearah Bian


"Apa dia melihatku? atau tidak ya?"


Ternyata, Bian menatap dengan air liur yang menetes seperti seseorang yang sangat dahaga sekali, dengan makanan yang lezat yang ada didepannya.


Arika kembali ketakutan, dengan cepat ia membuang wajahnya" ya Tuhan kenapa dia seperti itu?, sungguh aku sangat takut sekali.


kenapa ia menjelma seperti seekor singa yang kelaparan seperti itu ha?"


Arika menaikkan kakinya agar Bian tak melihat lagi, namun justru itu membuat kesalahan baru, karena dengan ia mengangkat kedua kakinya.malah membuat beberapa helai rambut yang terletak dibagian tak terlihat menyembul kesamping, mungkin terlalu rimbun. atau tak sanggup berada ditempat yang sempit hingga berteriak untuk segera keluar dari tempatnya


"Ya Tuhan kuatkan imanku, sekarang rambut-rambut itu malah berkeliaran, kenapa aku ini Tuhan!"Bian sungguh benar-benar tak karuan lagi karena Arika yang terus menerus membuatnya seperti itu


"Aku ingin cepat-cepat sampai,ketujuan agar bisa mengganti pakaianku ini, sungguh aku tak nyaman sekali. bagaimana mungkin aku bisa bergerak dengan bebas jika seperti tak mengenakan pakaian seperti ini!"


Para pramugari dan pilot saling berpandangan


"Tak ada suara lagi dibelakang?"


"Ehem.... sebaiknya tak usah kemana-mana dulu Kapten ..."


"Aku tapi sudah tak tahan lagi ingin buang air kecil"


Salah satu pramugari pun langsung memberikan botol


"Untuk keadaan darurat dan kenyamanan penumpang lebih baik ini solusinya Capt ...."


Mereka semua langsung berbalik badan


"Baiklah demi kebaikan bersama dan kenyamanan penumpang di pesawat pribadi miliknya, huh ... untunglah aku hanya ingin buang air kecil. tak bisa aku bayangkan jika aku juga ingin buang air besar. kalian semua akan pingsan berada didalam sini"


Mereka semua tertawa geli

__ADS_1


"Capt sangat profesional sekali, pantas saja selalu menjadi pilot dengan bayaran tertinggi"


__ADS_2