Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Ruangan


__ADS_3

Langit tampak begitu mendung sekali Sepertinya alam juga sedang ikut merasakan sedih saat melihat Arya yang teluka , tangis Alena terdengar begitu menyayat hati ,meski ia tau Arya tak mencintainya namun satu hal yang harus ia tau jika ada kehidupan lain di dalam rahimnya saat ini ,ada detak jantung yang berdetak kencang yang hadir ditengah mereka


bunyi suara sirine ambulance Terdengar mengaung-ngaung , sekitar lima belas menit perjalanan akhirnya mereka sampai di sebuah rumah sakit


Alena langsung turun dan berlari mendekati Arya yang sudah tak sadarkan diri


Matanya masih terpejam meski wajahnya terlihat memar-memar


"Kak Aryaaaaaaaa"


Teriak Alena turun dari mobil


"Sabar Nona , sebaiknya anda tenang saja dulu tak perlu khawatir ,karena tim dokter akan melakukan yang terbaik "


Aditya langsung menenangkan Alena


"Alena sabar , serahkan semuanya kepada tim Dokter ,kau jangan seperti itu , sebaiknya kita berdoa saja "


Alena masih menangis dan beruraian air mata ia seperti orang yang benar-benar kehilangan arah "Tolong lakukan yang terbaik untuk suami saya Dokter , apapun itu tolong lakukanlah yang terbaik jika kalian butuh donor Apapun maka katakan saja padaku ,aku pasti akan memberikan semuanya untuk mu "


ucap Alena lirih


"Nona tenang saja dulu ya , sebaiknya berdoa saja ,kami pasti akan melakukan upaya semaksimal mungkin "


Meninggalkan Alena dan langsung membawa Arya kedalam ruangan operasi


Berbeda dengan Alena ibu Arya nampak sangat tabah menghadapi semuanya , tangannya tak lepas berzikir dan mulutnya tak henti-hentinya mengucapkan doa untuk kesembuhan Arya


"Aku yakin puteraku pasti baik-baik saja "


Sebuah ucapan singkat namun mustajab sekali hasilnya, doa seorang ibu yang akan selalu di dengar hingga sampai ke langit ketujuh


"Kak Arya..."


Alena menangis tersedu-sedu ia benar-benar lemah sekali tak pernah ia merasakan perih seperih ini , ia merasa benar-benar bersalah atas segala sikapnya karena telah membuat banyak kesalahan pada Arya


Aditya duduk ditemani ibu Arya


sambil mengenggam tangannya


"Kalian bersahabat begitu dekat Nak, bahkan Arya selalu saja menganggap kau lebih dari Sahabat"


Aditya mengangguk


Tak lama Arjuna datang juga kerumah sakit , anehnya ia datang sendiri tanpa ditemani oleh Siska


ia berjalan menuju ruangan operasi tempat Arya di operasi karena tulang kakinya patah dan harus segera di operasi


"Arjuna ?"


Aditya kaget dan ia langsung berdiri ,


"Hai aku ingin menunggu disini untuk menemani ibu Arya , aku ingin berterimakasih kepada putra anda Bu, putra anda telah menyelematkan nyawaku dan isteri ku "


Ibu Arya mengelap air matanya

__ADS_1


"Kau suami Siska bukan ?"


Seakan tak percaya jika laki-laki yang telah merebut cinta putranya itu berbicara seperti itu , Arjuna datang dengan pujian memuji putranya


"Iya benar Bu,aku tetangga ibu "


Arjuna tersenyum


Wajah tua itu untuk pertama kalinya memandang Arjuna secara seksama , mungkin secara fisik Arjuna tak kalah tampan dengan putranya namun Arya kalah jauh soal harta dibandingkan laki-laki dihadapannya itu ,


"Terimakasih kau telah memuji putra ku,Nak"


Arjuna mengangguk , Suasana pun kembali hening , hanya terdengar suara Isak tangis Alena yang terus-menerus mengalir deras


Ya Tuhan tolonglah selamatkan kak Arya ,aku berjanji jika ia kembali sembuh seperti sedia kala ,maka aku tak akan pernah menyakitinya lagi , aku mohon ya Tuhanku dengarkanlah permintaan ku , kali ini saja aku bersedia menukarkan seluruh kebahagiaan hidup ku asal Kak Arya bisa kembali sehat seperti semula


Sekitar satu jam lebih Arya berada di ruangan operasi dan akhirnya dokter keluar ,


"Keluarga Tuan Arya "


Semuanya berdiri


"Syukurlah operasi berjalan lancar ,dan kita tinggal menunggu Tuan Arya siuman saja "


Aditya langsung berucap syukur , termasuk Arjuna Alena dan juga ibunya


melihat petugas membawa Arya keluar dari ruangan Arjuna pun langsung berdiri dan berpamitan untuk segera pulang


"Bu saya pamit dulu ya, Istri saya lagi hamil tak baik ditinggalkan sendirian dirumah ,saya sangat bersyukur melihat putra ibu dalam keadaan baik-baik saja "


"Terimakasih Nak, sampaikan salam untuk istrimu ya "


Sambil menepuk punggung tangannya


Arjuna melangkah meninggalkan rumah sakit ,bibirnya tersenyum tapi tatapan matanya kosong ,ntah apa yang ada dipikirannya saat ini


ia meninggalkan Siska yang sedang tertidur lelap di kamar hotel yang baru ia pesan


Menjelang pesawat pribadi miliknya datang menjemput


"Siska kita akan segera pulang "


Meninggalkan rumah sakit dan kembali ke hotel menjemput istrinya yang nampak tidur dengan mata yang bengkak ,Arjuna tau jika Siska sedang menangis sedih memikirkan Arya namun ia tak menunjukkan kesedihan hatinya didepannya


"Sayang... " Mengelus kepala Siska yang sudah tertidur dengan lelap sekali


Tapi masih sama Siska tak juga terbangun


"Sayang...."


badan Siska ternyata panas sekali ,Arjuna langsung panik dengan cepat ia berdiri dan menggendong tubuh Siska


"Sayang.. bangunlah kau kenapa ?"


Arjuna terlihat begitu cemas sekali ia menggendong Siska masuk kedalam mobil

__ADS_1


Para petugas hotel nampak kaget saat melihat Arjuna "Ada apa Tuan?"


"Istri saya tiba-tiba tak sadarkan diri , cepat buka pintu mobil saya"


Petugas langsung membuka pintu mobil Arjuna dan dengan cepat ia langsung tancap gas menuju rumah sakit


Rumah sakit terdekat dan rumah sakit yang sama tempat Arya dirawat


"Ada apa Tuan "


"Tolong istri saya tak sadarkan diri Dokter ,dia sedang hamil muda "


Arjuna begitu panik sekali


Dokter langsung memeriksa Siska


sekitar lima belas menit


"Bagaimana Dokter keadaan istri saya ?"


"Istri anda mengalami kelelahan dan perlu istirahat total Tuan ,tapi dirumah sakit ini tidak ada kamar kosong hanya ada satu kamar yang tersisa ,jika anda mau ada satu kamar yang tersisa tapi untuk dua orang pasien "


"Tidak masalah Dokter asal istri saya mendapatkan penanganan yang tepat "


jawab Arjuna dengan bersungguh-sungguh


"Baiklah kalau begitu , petugas akan membawakan istri anda langsung keruangan , semoga dalam beberapa hari ini kondisi istri anda akan menjadi lebih baik lagi "


"Terimakasih Dok"


Terdengar suara roda yang membawa tubuh Siska menuju ruangan , melewati beberapa lorong rumah sakit dan berbelok -belok ,rumah sakit besar tak bertingkat tersebut begitu luas sekali


"Sayang kau akan baik-baik saja percayalah "


Akhirnya sampai juga mereka didepan pintu kamar yang akan ditempati oleh Siska


"Ayo Tuan ini ruangan istri anda "


Pintu terbuka dan merekapun langsung melangkah masuk kedalam


Apa yang terjadi ?


Arjuna kaget saat melihat didalam ruangan tersebut ternyata ada Arya dan juga Keluarga nya


"Kalian ?!'


Batin Arjuna bergetar , bagaimana mungkin mereka bisa bertemu kembali padahal jelas-jelas Siska tak mau menemui Arya ,


Alena dan Ibunya juga kaget saat melihat seseorang yang. baru masuk ruangan tak sadarkan diri itu adalah Siska


....


Assalammualaikum author mohon maaf dalam beberapa Minggu kemarin tak bisa update


dikarenakan author baru saja kehilangan orang tua tercinta , ayahanda yang sangat author sayangi ,masih dalam keadaan berduka

__ADS_1


namun kewajiban menyelesaikan novel ini sudah menjadi tanggung jawab author , semoga dengan Vote dan hadiah yang banyak yang kalian berikan membuat mood author kembali membaik lagi , terimakasih reader semuanya


__ADS_2