
Arya yang sudah memegang gagang pintu langsung ditarik oleh Aditya karena ia yang langsung mendengar ucapan dari Siska ditelpon tersebut belum usai
Aditya langsung menarik tangan Arya
"Hei Arya kau ini Cemen sekali sih nanti dulu dengar dulu ini , ambil dulu telponnya Siska belum selesai berbicara ini , ah main kabur aja , cepat "
Wajah Arya tampak sudah merah karena malu , sakit hati dan banyak sekali rasanya ibarat permen rasanya nano-nano sekali
"Hentikan cepat kau lepaskan tangan ku ini Dit " Memberontak Seperti disinetron-sinetron padahal Aditya hanya menarik bajunya saja
"Halah banyak drama , cepatlah "
kesabaran Aditya kembali di uji oleh cinta abege tua ini
"Dit kau lihat apa yang sudah ia katakan barusan ,ia sama sekali tak berminat untuk menjadikan aku sebagai tambatan hatinya ,apa kau dengar ! kau buka telingamu itu baik-baik dan dengarkan !"
masih berdiri di pintu berharap apa yang ia pikirkan itu salah
"Halah kau ini banyak sekali drama cepatlah ambil telpon ini , ia mengatakan apa memangnya aku tak mendengar ia menolakmu , coba kau dengarkan baik-baik dulu jangan seperti anak kecil ,ingat umur kau itu sudah tua ,ah malu dengan Alea ,ambil ini cepat !"
Aditya sudah tak tau lagi bagaimana caranya untuk membujuk abege tua ini
"Sejak kapan kau menjadi Cemen begini ,ayo kemarilah dulu Arya"
Siska langsung berbicara dengan keras agar Terdengar suaranya karena ia tau pasti saat ini Arya sedang berpikiran yang tidak-tidak karena ia menggunakan kata 'Maaf' saat ingin menjawab pertanyaan darinya barusan
"Kak Arya , kenapa kau tak menjawabku ?"
teriak Siska
Dukungan dari Arika ,Alea dan ibunya terus membuat Siska tak berhenti untuk berbicara ia tampak sangat bersemangat sekali
wajahnya benar-benar merah merona tak bisa disembunyikan lagi jika apa yang ditujukan oleh wajahnya adalah cerminan kebahagiaan hati
"Ayo Ma ,mama pasti bisa semnagatttttttttt"
Arika dan Alea Tersenyum bahagia
"Semnagat menantuku "
ucap ibunda Arya
Alea juga tak mau kalah dengan neneknya ia pun langsung menggoda Siska
"Ayo calon mama kau pasti bisa "
bisik Alea , Siska langsung tersipu-sipu malu
Sedangkan di kubu pertahanan ,Aditya masih berusaha keras untuk membujuk Abege tua Arya agar yakin jika ia tidak akan di tolak akhirnya jurus terakhir ia lakukan dengan langsung menaruh handphone ditelinganya Arya
"Sekarang ayo berbicaralah ,jangan banyak cerita "
Arya langsung menaikkan alisnya dengan tatapan mata yang sangat kesal
"Iya halo Siska?"
Aditya mengodenya dengan mengangkat kedua jempolnya pada Aditya
"Nah begitu kan enak, jangan banyak cerita ,santai dan tenang saja "
Wajah Arya tampak masam saat melihat Aditya
"Kenapa ketus begitu jawabannya kak Arya "
Tanya Siska dengan lembut
"Tak apa hidup ini keras jadi kita lebih baik untuk tegas " masih emosi
Aditya langsung menutup wajahnya "Hah dia sangat emosional sekali , bagaimana ia bisa menjadi sabar jika begitu terus "
Siska yang sedang tersenyum-senyum sendiri dan langsung kembali menggoda Arya, karena ia tau dimana letaknya kekesalan Arya tersebut
"Baiklah kak Arya apa kau masih menunggu bagaimana jawaban dariku ? atau jawaban ini sama sekali tak kau perlukan lagi kak ?"
tantang Siska membalikkan ucapannya
Arya hanya menjawab dengan berdehem saja
Siska langsung tertawa geli
"Kak Arya tak menjawab ya ,atau tak butuh jawaban dariku ? Padahal jujur ya aku belum selesai menjawab pertanyaan dari kak Arya barusan "
Jawaban... jawaban sama sekali tidak penting
ah.. tentu saja sangat penting , belasan tahun aku mengubur semua perasaanku padamu ,dan akhirnya kau muncul kembali ,apa aku tak penting bagimu , semua yang aku inginkan ada Semua padamu Siska tak.ada seorangpun yang mampu mengetuk hatiku hanya kamu saja , kau mengerti
Arya masih diam saja dalam lamunan kebengongan yang terjadi padanya
Aditya memperhatikan wajah Arya
"Apa lagi yang sedang ia pikirkan jika begitu terus -menerus diam seribu bahasa seperti tidak ada bahasan sama sekali ,ah "
Aditya pun langsung menepuk pundak Arya
"Ayo bersemangatlah kawan, selama janur kuning belum terkembang kesempatan itu jangan kau lewati , berjuang terus sampai titik darah penghabisan , ayo semangat !"
Aditya memberikan semangat
Siska langsung kembali bersuara memanggilnya
"Kak Arya apa kau sudah bisa mendengar apa yang ingin aku sampaikan "
tanya Siska dengan lemah lembut , karena Siska memang sudah sangat berubah ia yang kasar egois sudah menjadi perempuan yang sabar , lembut dan anggun sekali
"Ya Siska lanjutkan saja apa yang ingin kau katakan "
ucap Arya pasrah
"Tapi dari suara kak Arya kelihatannya tak terlalu bersemangat mendengarkan apa yang ingin aku katakan.
__ADS_1
padahal aku hanya ingin mengatakan maaf.."
Arya memotong pembicaraan Siska
"Maaf jika kau tak bisa menjadi pendampingku ya begitulah kan aku tau "
Aditya kembali menutup wajahnya "Sudah kuduga ia tak bisa mengontrol emosinya , sungguh ini benar-benar kelewatan sekali ,Arya please "
Untung saja Siska paham betul sifat keras kepala Arya yang selalu membuat ia pusing sendiri "Bukan Itu kak "
"Lalu maaf untuk apa ?"
Arya bertanya dengan ketus
Aditya sudah menutup wajahnya dengan kedua tangannya
"Maaf untuk perasaan ku bahwa aku juga memiliki perasaan yang sama untukmu kak Arya "
jawab Siska dengan sangat lembut sekali
Arya langsung terdiam ia belum bisa mencerna secara sehat ucapannya Siska karena sudah terlanjur emosional sekali
"Arya ,apa yang ia katakan ha ?"
Aditya yang kelihatannya sangat ingin tau sekali
ucapan Aditya yang bertanya membuat ia baru menyadari ucapan Siska tersebut
"Apa..apa Siska ,apa yang baru saja kau katakan itu ? apa benar ,aku tak salah dengar kan ?"
seakan tak percaya dengan apa yang ia dengar
Ibunya Arya dan yang lainnya langsung lemas
mendengar pertanyaan Arya
"Halah anak itu terlalu banyak Drama ,Alea lihatkan kelakuan papamu , memalukan nenek saja "
Dengan kekuatan seorang ibu yang gemes melihat tingkah anak laki-lakinya yang sudah tua tersebut pun dengan gerakan tanpa bayangan ia langsung saja merebut ponsel milik Siska dan menaruhnya di mulutnya
"Maksudnya jika Siska menerima cinta mu dan kalian bisa saling melengkapi satu sama lain ,apa kurang jelas atau mau ibu katakan berulang kali !"
Arika dan Alea langsung dengan kompak juga berbicara dengan keras"Selamat berbahagia papa Arya dan mama Siska "
semuanya tertawa geli
Arya langsung terperanjat saat mendengarkan ucapan dari ibu dan Alea
"Siska kau dimana ,dan itu suara ?"
"Halo Papaaa"
teriak Alea sambil tertawa geli
"Arya ini ibu "
Wajah Arya langsung merah padam , saat mengetahui jika mereka semua berada disitu
Aditya langsung tertawa terbahak-bahak
"Momen spesial yang langsung ambyar "
"Astaga bisa-bisanya mereka sedang berkumpul disana "menutup wajahnya
"Kenapa aku sangat bahagia sekali mendapatkan momen indahmu ini Arya "
Aditya tak berhenti tertawa dari tadi
Siska yang khawatir jika Arya akan malu , langsung buru-buru meminta Ponselnya kembali
"Ibu boleh Siska pinjam ponselnya sebentar "
"Oh iya Nak silahkan saja tak usah pinjam ini memang ponsel milikmu jangan khawatir "
"Terimakasih Bu"
"Sama-sama Nak"
benar-benar sangat konyol sekali mereka semua , mungkin karena dalam situasi yang sempit seperti itu
Lalu Siska kembali menenangkan Arya ,sosok yang akan menjadi suaminya itu , sekaligus cintanya
"Iya Kak aku sedang berada dirumahmu ,saat ini ,apa kau marah aku berada disini ?
biar saja mereka tau ,nanti juga kita akan tetap menjadi satu keluarga kan ?"
Siska tak pernah melakukan hal ini sebelumnya apa lagi ditengah orang banyak untuk membicarakan hal ini
Arya tak bisa berkata apapun lagi ia pun melihat Aditya yang sudah berguling-guling tertawa sampai menepuk meja
"Memang dasar teman tak ada akhlak , aku tak pernah melihat ia tertawa sebahagia itu ,dia benar-benar keterlaluan "
menaikkan bibirnya melihat kelakuan Aditya yang sangat keterlaluan sekali
"Sejak kapan kau berada dirumahku Siska?"
tanya Arya dengan wajah yang merah , jika bisa dilihat memakai mata batin dan digambarkan ,Arya saat ini dikedua telinganya sedang mengeluarkan asap yang banyak karena benar-benar malu sekali
"Sejak tadi kak Arya menelpon aku sudah berada disini"
"Astagaaaaa hancur meang "
Arya menepuk wajahnya
Lagi-lagi tawa Aditya kembali pecah sampai mengeluarkan air mata
"Astaga ini benar-benar lucu sekali aku seperti sedang menonton parodi komedi humor "
Siska langsung menyambung ucapannya
__ADS_1
"Tapi aku kemari juga ada maksud kak , aku juga ingin meminta izin padamu agar Alea bisa ikut Arika pulang ke Jogja untuk menemui papanya, karena aku tak pernah membiarkan Arika pergi seorang diri kemanapun "
Arya langsung terdiam apa lagi sudah menyangkut Alea , bukannya ia tak percaya pada Arika tapi ia tak mau jika putrinya bepergian jauh-jauh tanpanya sama halnya Siska
"Siska sebelumnya aku minta maaf aku tidak bisa melepaskan putriku sejauh itu , dia sama sekali tak pernah bepergian kesebuah tempat tanpa aku ,sama halnya seperti Arika , maafkan aku untuk hal yang satu ini aku tidak bisa , karena Alea adalah tanggung jawabku sampai ia menikah ,aku juga mengejar surga yang dijanjikan oleh Allah , untuk menjaga anak perempuan yang dititipkan padaku dengan sebaik-baiknya aku minta maaf "
Wajah Arika tampak sedih saat mendengar ucapan yang dilontarkan oleh Arya ,
namun ia juga mengerti jika itu adalah bentuk kasih sayang dan perhatian yang sangat besar dari seorang ayah kepada putrinya ia sangat bahagia jika kelak nanti Arya akan menjadi ayah sambungnya , bagaimana ia memperlakukan Alea dan neneknya dengan sangat baik pastilah nanti ia juga akan mendapatkan perlakuan yang sama dari Arya
bentuk kasih sayang dan cinta yang diberikan oleh Arya pada Alea, membuat ada rasa sakit yang amat dalam di hati kecilnya , kenapa ia tak mendapatkan kasih sayang seperti itu dari Papanya padahal anak perempuan sangatlah butuh kasih sayang dari seorang laki-laki yaitu ayahnya , tak hanya ibu saja sosok ayah sangat lah berperan dalam membesarkan dan memberikan kasih sayang pada seorang anak
"Sayang "ucap Siska memegang tangannya
ia seakan mengerti dan memahami apa yang ada didalam hati putrinya itu
"Sudah aku katakan tadi ,bahwa aku tak menjamin jika papa akan mengizinkan aku , papaku tak pernah mau nego soal aku ,tanya saja sama nenek "
Alea hanya bisa menunduk pasrah ia tak mungkin membantah ucapan papanya ,karena hanya papanya lah yang merawatnya selama ini , papanya juga selalu mengatakan hanya sesuatu yang berurusan dengan pendidikan saja yang bisa melonggarkan peraturan papa dan itupun harus berada dalam kondisi yang mengharuskan
Ibu Arya langsung meminta maaf pada Arika dan Siska "Maafkan Arya ya , tapi Alea Memang tak bisa pergi kemanapun apalagi sejauh itu jika tak bersama ku ataupun papanya Nak ,bukan apa-apa papanya Alea memang begitu karena ia tak mau melepaskan anak perempuan seorang diri apa lagi zaman sekarang sangatlah mengerikan pergaulannya , lebih baik mewanti-wanti semuanya dari pada nanti terjadi yang tidak-tidak "
Siska langsung mengerti karena ia tau bagaimana Arya dahulu mungkin ia takut jika sesuatu hal yang buruk akan menimpa putrinya karena Arya paham betul bagaimana kelakuan laki-laki
"Nak..."
Siska menoleh kearah Arika ,tapi ia tau jika putrinya ini sangatlah bijak ,tak segampang itu untuk putrinya marah atau berkecil hati
Arika langsung tersenyum manis ia sama sekali tak marah ataupun berpikiran yang tidak-tidak pada Arya ,namun ia langsung mengatakan hal yang membuat semuanya menjadi sedih
"Tidak apa-apa Nek ,Arika mengerti om Arya sangat menyayangi Alea bahkan ia tak mengizinkan Alea kemanapun karena bentuk rasa sayangnya pada Alea, justru Arika melihat bentuk tanggung jawab seorang papa yang tak hanya sekedar dari materi saja tapi melindungi sampai jiwa raganya, sayang sekali Arika tak seberuntung Alea "
Arika langsung menundukkan wajahnya
Siska langsung memeluknya dengan sangat sedih sekali ,ia sangat paham sekali bagaimana perasaan Putrinya tersebut
"Maafkan Mama Nak,"
Alea juga ikut sedih ia langsung ikut memeluk Arika ,
sadar jika telpon belum dimatikan
Arya yang tak sengaja mendengar semuanya melalui ponsel langsung Menenangkan Arika ia juga tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi dikeluarga Siska tersebut namun sebagai sosok papa dan juga laki-laki ia berusaha untuk memberikan nasihat pada Arika
"Arika , tidak semua papa itu sama cara mengungkapkan perasaannya kepada anak-anak nya karena setiap orang memiliki didikan masing-masing yang tak sama dari orang tuanya , papa Arika bukan tak sama dengan Om hanya saja posisi ia dan om berbeda , om tidak terlalu sibuk Seperti papanya Arika , jadi memiliki waktu yang banyak untuk Alea lagi pula kenapa om melakukan hal ini ,Alea dari kecil tak pernah merasakan kasih sayang dari seorang ibu jika bukan om yang memberikan kasih sayang full Alea pasti sangat sedih sekali karena tak merasakan kasih sayang yang sempurna dari orang tuanya "
Arya memang sangat bijak bahkan ia tak mau membuat seorang anak bisa membenci ayahnya sendiri walaupun posisi Arjuna adalah seseorang yang telah merebut cintanya
keluasan hati Arya dalam menerima kenyataan hidup membuktikan jika seseorang dengan masa lalu yang buruk sekalipun dapat berubah menjadi manusia lebih baik lagi , karena kita tak boleh menjadi manusia yang melihat seseorang di awalnya saja , Karena akhir hidup manusia akan terlihat saat ia telah tiada , dihinakan atau malah diangkat derajatnya oleh yang maha kuasa
Alea yang juga memeluk Arika pun langsung ikut sedih mereka berdua saling menguatkan satu sama lainnya apa lagi mereka berdua sadar jika mereka lahir bukan dari dua orang yang saling mencintai tapi dari keterpaksaan
hati
"Mama dan om Arya Harus segera menikah Jagan sampai di tunda lagi ,Arika hanya pergi beberapa hari saja ke Jogja nanti sepulang dari sana ,Arika mau semuanya sudah siap ,dan selesai , dan aku mau Alea tugas mu adalah siapkan pernikahan mama dan papa kita Semuanya dengan sangat baik , karena aku sudah tak sabar lagi ingin melihat cinta sejati ini bersatu, apa lagi kita akan menjadi saudara "
Siska dan nenek Alea langsung tersenyum
Sam halnya Siska , Arya juga langsung Tersenyum bahagia saat mendengarkan apa yang diucapkan oleh Arika
"Baiklah aku rasa telpon ini cukup ya ,nanti kita akan bertemu secara langsung untuk membicarakan hal ini, untuk Arika salak untuk keluargamu di sana ya , jangan lupa hati-hati dijalan Nak"
ucap Arjuna
"Iya Om Papa, jangan lupa om harus berjanji pada Arika untuk selalu menjaga mama dan membahagiakannya jangan buat mama sedih dan terluka om ,dan juga satu hal lagi,Arika minta nanti setelah Arika kembali semua persiapan sudah beres semuanya "
Siska menundukkan kepalanya karena malu
ia tak menyangka jika semuanya berjalan dengan sangat mudah , seketika ia ingat dengan kejadian yang menimpa maminya dahulu saat ingin menikah dengan pak kumis , tanpa disadari jika kita memudahkan urusan orang lain maka secara tidak langsung kita sedang memudahkan urusan kita sendiri , begitulah indahnya melakukan kebaikan karena
semuanya akan kembali kepada kita sendiri ,jangan pernah takut menjadi baik dan berubah menjadi lebih baik lagi , Karena setiap kebaikan yang kita tanam pasti akan kita tuai lambat ataupun cepat balasannya , kuncinya satu ikhlas berbuat baik tanpa pamrih
Arya yang sedang berbahagia langsung meminta Aditya untuk memesankan banyak manisan, seperti ciri khas orang India
apa lagi Arya adalah penggemar Bollywood
"Dit cepatlah kau pesankan manisan ?"
"Manisan untuk apa ? bukankah aku sudah manis "
canda Aditya
"Sudah pesan saja ?"
Dengan wajah yang memerah bahagia ,mungkin inilah satu-satunya hari dalam hidup Arya yang membuat ia begitu bahagia sekali
"Mau berapa banyak ?"
"Sebanyak-banyaknya dan antarkan keruangan ku inI "
perintah Arya , padahal yang menjadi bosnya adalah Aditya , lagi-lagi Arya yang berkuasa hari ini
"Baiklah untuk sahabat ku yang sedang berbahagia aku sangat bersyukur sekali akhirnya kau akan kembali menjadi double setelah lama single"
Arya Tersenyum dengan sangat lebar sekali
"Terimakasih banyak saudara ku "
Aditya langsung menutup pintu ruangan Arya , dengan satu kali telepon ia langsung memesan banyak manisan khas Indonesia , hahaa yaitu manisan jambu , rambutan dan buah-buahan lainnya ,tak sama dengan yang dipikirkan oleh
Arya yaitu bagi-bagi manisan seperti orang India itu ,
Cintailah makanan khas Indonesia wkwkwkwk
.....
Mohon maaf author up nya sedikit karena baru pindahan ,mohon bantu vote ya karena besok insha Allah sudah bisa crazy up banyak-banyak karena banyak hal yang lebih seru lagi nantinya ...
yang bosan silahkan minggir ...yang masih betah terimakasih banyak jangan lupa vote ya ๐
__ADS_1