
Alena buru-buru mengganti pakaiannya ,ia tampak begitu sempurna dengan tampilan baju gaun berwarna Hitam ,baju itu ia dapatkan dari Anastasya sebagai kado pernikahan untuk nya dan Arya
Alena pun langsung buru-buru keluar dari dalam kamarnya
"Wah cantiknya menantu ibu mau kemana nak?"
"Mau makan malam dengan Kak Arya ,Bu
ibu mau ikut ?"
Arya mendadak cemas ia takut jika ibunya malah ingin ikut ,tapi untungnya ibunya menolak
"Tidak usah nak , kalian saja,ibu juga mau menonton sinetron kesukaan ibu "
"Baiklah kalau begitu , Alena pamit ya Bu "
Arya sudah beberapa kali membunyikan klakson mobil nya
Tut..
Tut..
"Maaf Kak aku terlambat "
"Lama sekali , kau itu mau berdandan seperti apapun juga tetap saja seperti ondel-ondel tak akan berubah"
Alena langsung tertawa mendengar Arya mengatakan nya ondel-ondel
"Ya Tuhan kak Arya kau lucu sekali bagaimana mungkin kau memuji ku selucu itu ,tentu saja aku sangat senang ,apa kau tau aku sangat menyukai ondel-ondel , apa lagi ondel-ondel itu adalah boneka yang di buat sebagai simbol penolak bala pada zaman penjajahan Belanda kala.itu , itu tandanya kau ingin aku menjadi pelindung mu dalam menyingkirkan para penjajah hati mu ya kan kak..."
Alena kembali bersikap agresif padanya
Arya langsung menyingkirkan tubuh nya
*Astaga gila ya perempuan ini sungguh tak bisa membedakan mana pujian atau pun hinaan
mendadak semuanya menjadi horor begini
Alena terus memperhatikan Arya saat menyetir mobilnya hingga membuat Arya menjadi gugup
seakan Alena akan menerkam nya ,hanya karena kata ondel-ondel Alena kembali pada sifat nya semula , tingkat kepercayaan diri yang terlalu berlebihan
"Kau jangan melihat ku terus-menerus ,kau mau aku menabrak ,karena tak berkonsentrasi "
Alena pun langsung tersenyum bahagia
"Konon katanya jika seseorang merasa gugup saat di perhatikan oleh seorang perempuan itu tandanya ia benar-benar mencintai perempuan itu secara tulus sekali"
Lebih baik aku tak usah menghiraukan nya
karena sebentar lagi ia akan mendapatkan balasan yang setimpal
Selama perjalanan Alena terus mematung memperhatikan Arya bahkan Alena sampai hapal berapa kali mata Arya berkedip
__ADS_1
"Syukurlah kita sudah sampai, ayo kita turun "
Alena kaget karena tempat nya ramai sekali dan Sepertinya sedang ada acara juga
Arya langsung menuju meja nya , tak lama seorang MC memberi tau kan jika permainan ini akan di mulai , yang tidak bisa menjawab akan di lemparkan telur beramai-ramai
Tak ada satupun peserta yang mau ikut permainan itu , sampai akhirnya Arya memancingnya
"Wah jam di pajangan itu bagus sekali, aku pasti akan sangat tampan jika memakai nya "
Terakhir MC menyebutkan jika jam tersebut akan di berikan pada peserta yang bisa menjawab semua pertanyaan nya ,
Mendengar perkataan dari Arya , Alena langsung mengangkat tangannya ,
Arya tersenyum melihat itu
"Bagus kau masuk perangkap ku ,aku yakin kau tidak akan sanggup mendapatkan nya dan di situ lah aku akan menghancurkan mental mu !"
"Nona apa kau yakin dengan permainan ini ?"
Kedua MC saling berpandangan
"Tentu saja ? sekali lagi aku bertanya padamu ,apa kau yakin ingin mengikuti permainan ini , apa kau tau peraturan nya ?'
Alena tersenyum "Aku tak perlu tau apapun itu peraturan nya tapi yang terpenting bagi ku ,aku harus mendapatkan jam itu "
"Oke baiklah , beri tepuk tangan untuk nona ini kalau boleh tau tolong perkenalkan diri anda "
.
Arya tersenyum bahagia melihat Alena berada di depan nya, Permainan ini sangat hobi ia lakukan dahuli bersama Aditya, dan Dimas , mereka selalu membully orang-orang yang menjadi peserta nya ,salah atau pun benar siapa pun yang menjadi peserta nya akan tetap di lempari telur
Nampak lah beberapa gerombolan anak muda yang sama seperti nya dahulu dengan telur yang di siapkan di tangan mereka masing-masing , mereka tersebut adalah pemuda-pemuda yang tak ada kerjaan biasanya anak-anak orang kaya yang tak punya beban keuangan , dan para peserta biasanya adalah mahasiswa-mahasiswi yang berasal dari perantauan yang kehabisan uang kiriman
permainan itu kejam sebenarnya , lucu untuk mereka yang kaya , mempertontonkan ketidakberdayaan orang-orang lemah yang tak memiliki uang ,namun itu lebih baik dari pada harus menjual diri,merampok dan melakukan kejahatan lainnya ,itu menurut mereka yang pernah jadi peserta permainan tersebut
"Oke musik, mulai "
"Dalam hitungan ketiga kau harus menjawab pertanyaan nya dengan cepat kita mulai "
"Yes adalah Ya ?"
"Yes ..".
"Salah .. jawabannya adalah Ya ?"
"Lemparkan pakai telur "
Ada sekitar tiga puluh orang yang melemparkan Alena dengan telur , berarti ada tiga puluh telur yang menghantam tubuh nya
Alena masih terlihat tersenyum, dan ia masih berdiri dengan kokoh kearah Arya
di iringi oleh suara tawa para pemuda dan pemudi tersebut ,hingga pertanyaan ke tujuh itu berarti sudah dua ratus sepuluh telur yang menghantam tubuh nya ,
__ADS_1
Awalnya Arya tertawa namun lama kelamaan ia tau jika Alena melakukan semuanya untuk nya
rasa iba mulai muncul di hatinya
wajah Alena berlumuran telur rambut nya basah dan berbau amis sekali
"Stop hentikan "
Arya menghampiri MC acara tersebut
"Ayo cepat kita pulang ?"
Namun Alena melarang MC tersebut
"Lanjutkan "
"Hentikan atau aku akan meninggalkan mu sendirian di sini "
Alena yang masih berdiri kembali tertawa
"Aku adalah Alena jika aku mengatakan Iya maka aku sanggup melakukan nya sampai akhir , dan aku tak akan berhenti di tengah jalan ... berapa pertanyaan lagi ?
"masih ada 10 pertanyaaan lagi !"
"Baik lanjutkan"
Arya langsung membalikkan tubuhnya
terdengar suara telur pecah menghantam Alena
Arya hanya memejamkan mata saja
ia langsung mengambil kunci mobil dan keluar dari restoran tersebut
"Memuakkan ya sudahlah aku lebih baik pergi saja dari tempat ini , berurusan dengan orang tak waras hanya akan menambah beban hidup ku saja "
Arya masuk kedalam mobil , sekitar tiga puluh menit ia masih berkeliling saja, ia tak mungkin pulang tanpa Alena , akhir nya ia memutuskan untuk kembali kerestoran tadi
Melihat mobil Arya kembali Alena tersenyum dengan jam di tangannya
"Itu dia , astaga sudah seperti kerbau di dalam kubangan lumpur saja"
"Aku tau kau akan kembali menjemput ku kak Arya , kau tak akan mungkin meninggalkan aku dalam keadaan seperti ini kan "
"Aku hanya ingin memastikan jika kau masih ada atau tidak , lagi pula kau juga tak bisa masuk kedalam mobil ku ,kau sungguh bau sekali "
"Tak masalah aku sudah menyiapkan gerobak untuk aku naik kedalam nya dan seutas tali sebagai pengikat dimobilmu"
"Ya sudah ayo "
Arya bersikap santai saja padahal di dalam hati nya ia banyak-banyak beristighfar
"Sumpah dia ini makhluk dari belahan bumi bagian mana ?!"
__ADS_1