Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Part 189


__ADS_3

Arjuna langsung terdiam begitu pula Silvi


"Aku tak mau terus-menerus dipojokkan seperti ini Mama"Silvi langsung keluar dari dalam kamar ,saat ia membuka pintu ia kaget saat melihat Siska yang sedang berdiri


"Mbak Siska?"


Silvi langsung menangis pergi


Siska pun langsung kembali pergi ke pendopo kecil yang dijadikan Mushola mini dirumah itu biasanya juga malam-malam tertentu para kerabat kerap kali menghatamkan ayat suci Alquran


Siska yang sudah taat sekali beribadah langsung memutuskan untuk kembali berdoa dengan sangat khusyuk sekali ia melakukan sholat sunah lagi kali ini ia melakukan sholat istikharah untuk meminta petunjuk kepada sang khalik


doa yang diungkapkan oleh Siska benar- benar menyayat hati sekali


"Ya Allah ya Tuhanku aku mohon padamu untuk yang kesekian kalinya untuk ketetapan hati ini ,aku ingin menjadi manusia yang berguna untuk orang lain ,tapi aku juga tak mengingkari ketetapanmu karena apa yang menjadi takdirku tak akan pernah bisa aku hindari , aku tau ya Tuhan ditahun kelima pernikahan kami kau berikan aku ujian yang sangat besar ,aku dihadapkan dengan dua pilihan yaitu bertahan atau. tinggalkan "


menangis terisak-isak


Rupanya dibalik tirai musholla yang berada didepan Arjuna juga sedang berdoa juga


ibu nya Silvi melihat suami istri yang sama-sama sedang menangis menghadap pada sang pencipta mengadukan segala kegundahan hati dan nestapa


"Maafkan bibi Arjuna ,Siska tapi keturunan terakhir keluarga kita hanya padamu dan kau tak mungkin membiarkan keturunan kita hilang dimuka bumi ini "


Siska pun melanjutkan doa nya


"Aku yang berlumuran dosa ini memohon ketetapan hati ya Allah aku ingin sekali hidup didunia ini dengan menjalankan semuanya dengan restu mu dan ridho suami


aku tau engkau sangat menyukai pernikahan dan membenci perceraian ,tapi aku sangat lemah dan rapuh untuk menjadi bagian dari takdir ini ya Tuhan , aku tak tau apa aku sanggup dan bisa sekuat ini untuk menjalankan semuanya , Ya Rabb "


Sama halnya dengan Arjuna dan Siska


Silvi juga mengadahkan tangannya memohon petunjuk


ia pun membuka kitab suci Al-Qur'an


dan membaca penjelasan tentang ayat yang membahas tentang pernikahan


Ayat pertama yang bisa menjadi renungan terkait pernikahan, yakni surat Al-Baqarah Ayat ini juga menjelaskan bagaimana seorang suami ketika menggauli istrinya dengan adab yang baik. Berikut arti dari ayat tersebut, yakni: 


"Istri- istrimu adalah ladang bagimu, maka datangilah ladangmu itu kapan saja dan dengan cara yang kamu sukai. Dan utamakanlah (yang baik) untuk dirimu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu (kelak) akan menemui-Nya. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang yang beriman.”


Dalam penjelasan ayat ini, istri-istri ibaratkan ladang tempat menanam benih, maka datangi ladangmu untuk menyemai benih kapan saja, kecuali saat istri sedang haid.


Utamakan juga hubungan suami istri itu dengan tujuan yang baik untuk keduanya. Ini demi kemaslahatan dunia dan akhirat kelak, bukan sekadar melampiaskan ***** saja.


Selain itu, suami istri harus selalu bertakwa kepada Allah dalam menjalin hubungan di atas ranjang. Perlu diingat juga bahwa kelak di akhirat akan ditanyakan pertanggung jawaban atas perbuatan di dunia.


Surah An-Nisa ayat 1


يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وَّاحِدَةٍ وَّخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيْرًا وَّنِسَاۤءً ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْ تَسَاۤءَلُوْنَ بِهٖ وَالْاَرْحَامَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا


Artinya:


"Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)-nya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.”


Pada ayat di atas, Allah menyerukan untuk meraih suatu tujuan bersama. Manusia perlu menjalin persatuan dan kesatuan, bahkan untuk saling menanam kasih sayang antar sesama.


Selain itu, manusia perlu bertakwa kepada Allah, karena Allah menciptakan Adam dan Hawa serta memberi keturunan menjadi beberapa suku bangsa yang berlainan warna kulit serta bahasa.


Silvi menangis "Jika Memang aku ditakdirkan untuk menjadi yang kedua aku mohon ya Tuhanku jangan sampai kehadiranku membuat mbak Siska dan Arika Seperti. berada di neraka jika memang aku ditakdirkan untuk menjadi madunya akan harap ia juga bisa menerima aku dan tak menganggapku sebagai saingannya "


Satu rumah tiga doa


Arjuna tampak begitu tak berdaya sekali ia menangis sejadi-jadinya


namun hanya Tuhan lah tempat manusia mengadu


"Ya Tuhan ku aku adalah manusia yang lemah dan sangat hina aku bahkan tak tau kapan kau akan memanggilku untuk menghadap mu ya Tuhan ku aku sungguh dihadapkan dengan pilihan yang sangat berat sekali ,istri dan amanat keluarga besar aku adalah manusia biasa ya Tuhan ku ,yang sangat lemah dan tak berani untuk menolak semua keinginanmu ,aku ini sangat lemah sekali aku tak bisa jika aku terus -menerus berdiam diri harus ada keputusan yang tepat untukku ya Tuhan .aku ingin semuanya baik-baik saja tapi ternyata ini yang terjadi , aku tak.bermaksud protes pada ketetapan mu tapi aku sangat takut jika aku malah mendzalimi perasaan orang lain ,aku takut istri ku tak bisa menerima ini dengan ikhlas ,aku sangat mencintai makhluk yang engkau ciptakan ini ya Tuhan "


air mata Arjuna tak berhenti mengalir deras


Sama halnya dengan Siska yang terus menangis tersedu-sedu


"Aku pernah mendengar ya Tuhan jika balasan seorang istri yang rela dipoligami adalah surga .namun yang membuat aku takut adalah aku takut jika ketetapan yang terjadi padaku itu malah membuat aku terseret kedalam neraka mu ,aku sangat takut sekali ya Tuhan ,takut jika aku tak bisa ridho dan ikhlas merelakan beberapa malam-malam suamiku pada istri keduanya , aku takutkan aku menjadi kufur atas banyaknya Nikmat yang telah kau berikan padaku , Arika memang terlahir tanpa cinta tapi aku sangat sedih jika nanti ia besar dan tumbuh dalam keluarga yang seperti ini ,aku takut nanti jika Arjuna benar-benar memiliki anak laki-laki , kasih sayang Arjuna pada Arika akan berkurang padanya , lima tahun pernikahan kata orang akan ada kebahagiaan setelah badai yang membentang tapi Tuhan aku malah sebaliknya saat menikah dan sampai saat ini malah semakin berat saja ujian rumah tangga yang bertubi-tubi datang kepadaku ,aku merindukan saat-saat dulu saat aku masih sendiri tak memikirkan apapun kecuali uang jajan , jalan-jalan dan itu saja , ternyata benar tak ada yang seindah kehidupan pada saat tinggal dengan orang tua"


Siska menangis dan memilih untuk langsung masuk kedalam kamar untuk beristirahat ia peluk Arika berkali-kali untuk menunjukkan jika ia sangat menyayangi anak itu ."Mama sangat menyayangi mu Nak,bahkan hidup mama semuanya untuk Arika tak akan ada yang berubah mama tak akan membiarkan Arika mengalami nasib yang sama seperti mama saat kecil dulu kehilangan kasih sayang dari seorang papa karena perceraian kedua orang tua , mama akan bertahan untuk Arika , sampai Arika tumbuh menjadi gadis remaja , mama akan melakukan semuanya demi Arika Nak , mama tak bisa membiarkan Arika tumbuh menjadi anak broken home ,tidak akan "


Untunglah Arika sedang tertidur pulas jadi ia tak melihat bagaimana sedihnya wajah Siska dengan berurai air mata , karena memang rumah tangga mereka tak memiliki masalah sekali ,hanya karena tuntutan jika Arjuna harus memiliki penerusnya , menjadi satu-satunya keturunan terakhir yang memang mau tidak mau harus menikah lagi


Arjuna tak sanggup untuk bertemu dengan Siska malam ini ,ia memutuskan untuk masuk kedalam ruangan kerjanya dan mencari ayat-ayat dan hadits yang membahas tentang poligami


ia mencari banyak referensi didalam internet hingga akhirnya ia menemukan kutipan ayat yang menjelaskannya


Berikut ini adalah kutipan ayat, transliterasi, terjemahan, dan sejumlah tafsir Surat An-Nisa ayat 3:


وَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَى فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَى وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ، فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ذَلِكَ أَدْنَى أَلَّا تَعُولُوا 


Wa in khiftum allaa tuqsithuu fil yataamaa fankihuu maa thaaba lakum minannisaa-i matsnaa wa tsulaatsa wa rubaa’, fa in khiftum allaa ta’diluu fa waahidatan au maa malakat aimaanukum, dzaalika adnaa allaa ta’uluu. 


Artinya, “Bila kalian khawatir tidak dapat berlaku adil terhadap anak-anak yatim perempuan, maka nikahilah dari perempuan-perempuan yang kalian sukai, dua, tiga atau empat. Lalu bila kalian khawatir tidak adil (dalam memberi nafkah dan membagi hari di antara mereka), maka nikahilah satu orang perempuan saja atau nikahilah budak perempuan yang kalian miliki. Yang demikian itu lebih dekat pada tidak berbuat aniaya.”


Ragam Tafsir


Ayat ini mengandung hukum tentang perintah nikah, batas maksimal istri dan keadilan. Pertama, apakah perintah menikah dalam ayat ini bersifat wajib atau tidak? Ada ulama yang cenderung memandang lahiriah redaksi ayat sehingga menyatakan wajib. Sementara Imam As-Syafi’i menyatakan tidak wajib, mengingat dalam ayat 25 Surat An-Nisa, Allah menjelaskan bahwa bersabar untuk tidak menikah dalam kondisi tidak berkemampuan finansial adalah lebih baik daripada menikah. Nah, penjelasan Al-Qur’an seperti ini menunjukkan bahwa hukum asal nikah adalah tidak sunnah, apalagi wajib.  (Fakhruddin Muhammad Ar-Razi, Tafsir al-Fakhr ar-Razi, [Bairut: Dar al-Fikr, tth.], juz IX, halaman 177-178).


Kedua, berkaitan dengan batas maksimal istri yang boleh dinikah. Ulama Ahlussunnah menjelaskan bahwa batas maksimal istri yang boleh dinikah adalah empat orang. Hal ini sesuai dengan beberapa riwayat hadits, ijma, dan pendekatan kebahasaan. 


Dari sisi kebahasaan, penafsiran frasa مَثْنَى وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ dengan makna “dua tambah tiga, tambah empat, sehingga batas maksimal istri adalah sembilan, karena huruf wawu menunjukan makna mutlaqul jam’i (penjumlahan)” adalah penafsiran yang keliru. Sebab bahasa Al-Qur’an adalah bahasa yang paling fasih, sementara dalam bahasa Arab penggunaan diksi “dua, tiga  dan empat” untuk menunjukkan bilangan sembilan adalah diksi yang sangat buruk.


Ini sebagaimana buruknya diksi “Berilah Si Fulan empat, enam dan delapan” untuk menunjukkan bilangan 18, dibandingkan dengan diksi “Berilah Si Fulan 18”.


Adapun huruf wawu dalam ayat berfungsi sebagai badal (menunjukkan makna pengganti), sehingga pemaknaannya yang tepat adalah: “Kalian nikahlah dua  istri; nikahilah tiga istri sebagai ganti dari dua istri; dan empat istri sebagai ganti tiga (3) istri”.


Dari sisi hadits terdapat riwayat yang secara jelas membatasi jumlah istri, yaitu saat keislaman Ghailan bin Salamah At-Tsaqafi Ra yang punya 10 istri dan Al-Harits bin Qais RA yang punya delapan istri, yang diperintahkan oleh Rasulullah SAW agar menyisakan empat istri saja sebagaimana riwayat berikut:


عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ غَيْلَانَ بْنَ سَلَمَةَ الثَّقَفِيَّ أَسْلَمَ تَحْتَهُ عَشْرُ نِسْوَةٍ، فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اِخْتَرْ مِنْهُنَّ أَرْبَعًا … (رواه الترمذي وابن ماجه وأحمد والبزار وأبو يعلى. ورجال أحمد رجال الصحيح)


Artinya, “Diriwayatkan dari Ibn Umar Ra, sungguh Ghailan bin Salamah at-Tsaqafi masuk Islam di saat mempunyai 10 istri. Kemudian Nabi Saw bersabda kepadanya: ‘Pilihlah empat orang dari mereka’ …” (HR At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad, dan selainnya. Para perawi riwayat Ahmad adalah para perawi hadits shahih.


عَنِ الْحَارِثِ بْنِ قَيْسٍ، قَالَ مُسَدَّدٌ ابْنُ عُمَيْرَةَ وَقَالَ وَهْبٌ الأَسَدِىِّ: قَالَ: أَسْلَمْتُ وَعِنْدِي ثَمَانُ نِسْوَةٍ، فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لِلنَّبِىِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ النَّبِىُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اخْتَرْ مِنْهُنَّ أَرْبَعًا (رواه أبو داود وابن ماجه)


Artinya, “Diriwayatkan dari al-Harits bin Qais Ra, Musaddad bin ‘Umairah dan Wahb al-Asdi berkata, ‘Al-Harits bin Qais Ra berkata, ‘Aku masuk Islam saat mempuyai delapan (8) istri, lalu Aku sampaikan kepada Nabi SAW dan ia bersabda, ‘Pilihlah empat orang dari mereka,’’’” (HR Abu Dawud dan Ibn Majah).


Sementara dari sisi ijma’, ulama Islam telah mencapai ijma’ atas ketidakbolehan menikah lebih dari empat istri. Sebab tidak ada satu riwayatpun yang menunjukkan bahwa ada sahabat atau tabi’in yang mempunyai istri lebih dari empat orang dalam satu waktu. (Abu Abdillah Muhammad bin Ahmad al-Qurthubi, al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an, [Riyadh: Dar ‘Alam al-Kutub, 1423 H/2003 M], juz V, halaman 17-18).


Ketiga, berkaitan dengan keadilan. Merujuk pakar tafsir generasi tabi’in, Ad-Dhahak (wafat 102 H) dan ulama lainnya, maksud keadilan yang dikhawatirkan tidak terpenuhi dalam ayat adalah kecenderungan hati, kecintaan, jima’, mu’asyarah dan pembagian waktu yang harus dilakukan oleh suami di antara para istrinya secara adil, ketika memilih berpoligami.


Karena itu, bila khawatir tidak mampu berbuat adil maka seorang lelaki hendaknya menikah dengan jumlah istri yang mampu dipenuhi keadilannya. Jika tidak mampu berbuat adil dalam poligami, hendaknya mencukupkan diri dengan satu istri. Sebab keadilan ini hukumnya adalah wajib. (Al-Qurthubi, al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an, juz V, halaman 17-18).

__ADS_1


Dalam bahasa lebih lugas, Ibnu Katsir menyatakan, bila khawatir poligami membuat seorang laki-laki tidak mampu berlaku adil di antara para istrinya, maka hendaknya ia mencukupkan diri menikahi satu istri saja. (Ismail bin Umar bin Katsir Al-Qurasyi ad-Dimasyqi, Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, [ttp: Dar Thaibah, 1420 H/1999 M], cetakan kedua, juz II, halaman 212).


Penulis Ahmad Muntaha AM, Founder Aswaja Muda


Arjuna yang sejak malam tadi terus mencari penjelasan tentang ayat tersebut pun akhirnya tertidur diruangan kerjanya ,


malam itu tak hanya Arjuna dan Siska saja yang mengadukan keluh kesahnya kepada sang pencipta tapi juga Silvi , karena memang Silvi adalah perempuan baik-baik yang tak mungkin berbuat tidak sesuai syariat nya


Pagi itu Siska bangun lebih awal dirinya agak lebih tenang karena semalaman ia berdoa meminta dan memohon petunjuk kepada sang pencipta


"Mamaaa."


Arika langsung mendekapnya saat ia baru saja selesai mandi


"Mama kenapa mata mama bentuknya aneh"


Karena menangis semalaman membuat mata Siska menjadi sangat bengkak sekali


"Mama kenapa memangnya Nak ,masih cantikkan ?"


"Tentu saja mama adalah perempuan secantik bidadari "


Arika memeluknya kembali


P**elukan anak yang tak sengaja tumbuh dirahim.ku ini benar-benar membuat aku melupakan segala nya Arika telah membuat aku menjadi kuat sekali untuk bertahan sampai saat ini ,aku tak akan mungkin egois memikirkan diriku sendiri ya Tuhan Arika berhak bahagia bahkan akan semakin bahagia jika ia memiliki dua ibu sekaligus


"Sudah mandi nggak ? ayo mandi dulu sayang"


"Arika mandi sama Tante Silvi saja ya Ma "


Arika langsung berlari keluar


jangan ditanyakan lagi bagaimana dekatnya ia dan Silvi , selain seorang dokter Silvi juga sangat menyayangi anak kecil ia juga membuat rumah singgah untuk anak-anak terlantar yang dananya ia sisihkan dari uang tabungan dan juga hasil praktek dokter nya


Melihat Arika yang sangat dekat dengan Silvi , pikiran Siska yang mulai jernih pun muncul


karena ia juga membaca hadis yang diriwayatkan tentang keutamaan orang yang sabar


Hadits Tentang Sabar dan Keutamaannya, Umat Islam Wajib Tahu!


Sabar membawa banyak keberkahan untuk kita


...   ...


Meskipun tidak mudah dan selalu saja ada ujiannya, Sabar merupakan salah satu sifat mulia yang dicintai Allah SWT. Tahukah kamu, kalau Allah SWT menjanjikan pahala dan berkah yang banyak kepada hamba-Nya yang sabar dalam menjalani kehidupan. Terutama ketika mendapat musibah atau sedang dalam masa-masa yang sulit.


Perihal sabar telah tertulis dalam Alquran dan hadis ini berarti bersikap sabar adalah sifat yang diperintahkan langsung oleh Allah SWT. 


Berikut ini terdapat hadis tentang sabar :


Dalil Alquran tentang sabar


Sebelum masuk ke pembahasan hadits mengenai sabar, sabar sudah lebih dulu dibahas di dalam Alquran. Ada beberapa ayat yang membahas mengenai sabar. Ayat-ayat tersebut adalah sebagai berikut.


Surat Al-Baqarah Ayat 45


وَٱسْتَعِينُوا۟ بِٱلصَّبْرِ وَٱلصَّلَوٰةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى ٱلْخَٰشِعِينَ 


"Wasta'īnụ biṣ-ṣabri waṣ-ṣalāh, wa innahā lakabīratun illā 'alal-khāsyi'īn."


Artinya: "Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu'."


Surat Al-Baqarah Ayat 153


"Yā ayyuhallażīna āmanusta'īnụ biṣ-ṣabri waṣ-ṣalāh, innallāha ma'aṣ-ṣābirīn."


Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar."


Surat Al-Baqarah Ayat 155


وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَىْءٍ مِّنَ ٱلْخَوْفِ وَٱلْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِ ۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ


"Wa lanabluwannakum bisyai`im minal-khaufi wal-jụ'i wa naqṣim minal-amwāli wal-anfusi waṡ-ṡamarāt, wa basysyiriṣ-ṣābirīn."


Artinya: "Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar."


Surat Al-Anfal Ayat 46


وَأَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَلَا تَنَٰزَعُوا۟ فَتَفْشَلُوا۟ وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ ۖ وَٱصْبِرُوٓا۟ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّٰبِرِينَ


"Wa aṭī'ullāha wa rasụlahụ wa lā tanāza'ụ fa tafsyalụ wa taż-haba rīḥukum waṣbirụ, innallāha ma'aṣ-ṣābirīn."


Artinya: "Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar."


Hadist tentang sabar dan keutamaannya


Pexels.com/Ono Kosuki


Tidak ada kerugian bagi mereka yang bersifat sabar dalam menghadapi segala macam cobaan dan ujian hidup dari Allah SWT. Sebaliknya, Allah SWT telah menjanjikan beragam hal bagi mereka yang mampu sabar menghadapi kesulitan hidup.


Berikut ini hadits dan keutamaannya jika kita bersikap sabar di situasi apa pun.



Sabar membuat kita dapat bertemu dengan Nabi Muhammad SAW



عَنْ أُسَيْدِ بْنِ حُضَيْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ أَنَّ رَجُلًا مِنْ الْأَنْصَارِ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَلَا تَسْتَعْمِلُنِي كَمَا اسْتَعْمَلْتَ فُلَانًا قَالَ سَتَلْقَوْنَ بَعْدِي أُثْرَةً فَاصْبِرُوا حَتَّى تَلْقَوْنِي عَلَى الْحَوْضِ 


Artinya: "Dari Usaid bin Hudlair radliallahu anhum; ada seseorang dari kalangan Anshar yang berkata; 'Wahai Rasulullah, tidakkah sepatutnya baginda mempekerjakanku sebagaimana baginda telah mempekerjakan si fulan?'. Beliau menjawab: 'Sepeninggalku nanti, akan kalian jumpai sikap-sikap utsrah (individualis, egoism, orang yang mementingkan dirinya sendiri). Maka itu bersabarlah kalian hingga kalian berjumpa denganku di telaga al-Haudl (di surga).'" ( HR. Bukhari ) [ No. 3792 Fathul Bari] Shahih.



Bersikap sabar dapat mendapat ganjaran surga



عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى مَا لِعَبْدِي الْمُؤْمِنِ عِنْدِي جَزَاءٌ إِذَا قَبَضْتُ صَفِيَّهُ مِنْ أَهْلِ الدُّنْيَا ثُمَّ احْتَسَبَهُ إِلَّا الْجَنَّةُ


Artinya: "Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: 'Allah Ta'ala berfirman: Tidak ada balasan yang sesuai di sisi-Ku bagi hamba-Ku yang beriman, jika aku mencabut nyawa orang yang dicintainya di dunia, kemudian ia rela dan bersabar kecuali surga.'" (HR. Bukhari) [ No. 6424 Fathul Bari] Shahih.



Sifat sabar mencegah kita dari kemungkaran



رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا لَمَّا نَزَلَتْ إِنْ يَكُنْ مِنْكُمْ عِشْرُونَ صَابِرُونَ يَغْلِبُوا مِائَتَيْنِ وَإِنْ يَكُنْ مِنْكُمْ مِائَةٌ فَكُتِبَ عَلَيْهِمْ أَنْ لَا يَفِرَّ وَاحِدٌ مِنْ عَشَرَةٍ فَقَالَ سُفْيَانُ غَيْرَ مَرَّةٍ أَنْ لَا يَفِرَّ عِشْرُونَ مِنْ مِائَتَيْنِ ثُمَّ نَزَلَتْ الْآنَ خَفَّفَ اللَّهُ عَنْكُمْ الْآيَةَ فَكَتَبَ أَنْ لَا يَفِرَّ مِائَةٌ مِنْ مِائَتَيْنِ وَزَادَ سُفْيَانُ مَرَّةً نَزَلَتْ حَرِّضْ الْمُؤْمِنِينَ عَلَى الْقِتَالِ إِنْ يَكُنْ مِنْكُمْ عِشْرُونَ صَابِرُونَ قَالَ سُفْيَانُ وَقَالَ ابْنُ شُبْرُمَةَ وَأُرَى الْأَمْرَ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْيَ عَنْ الْمُنْكَرِ مِثْلَ هَذَا 

__ADS_1


Artinya: "Dari Ibnu Abbas radliallahu anhuma tatkala turun ayat: 'Jika ada dua puluh orang yang sabar di antaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang yang sabar di antaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan seribu dari pada orang kafir…' (Surat Al Anfal: 65). Maka diwajibkan kepada mereka tidak ada seorang pun yang lari dari sepuluh orang. 


Abu Sufyan berkali-kali mengatakan: 'Jangan sampai ada yang lari dua puluh orang dari dua ratus orang.' Kemudian turunlah ayat: 'Sekarang Allah telah meringankan kepadamu.' (Al Anfal: 66). Maka diwajibkan jangan sampai ada yang lari sebanyak seratus orang dari dua ratus orang. Sufyan menambahkan juga; telah turun ayat; 'Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar di antaramu...' (Al Anfal: 65). Sufyan berkata; dan Ibnu Syubrumah berkata; 'Aku melihat seperti inilah menyuruh kebaikan dan mencegah kemungkaran.'" (HR. Bukhari) [No. 4652 Fathul Bari] Shahih.



Allah SWT menjanjikan ganjaran kebaikan bagi hamba-Nya yang sabar



وقال عليه الصلاة والسلام: {إذَا حَدثَ عَلى عَبْدٍ مُصِيبَةٌ في بَدَنِهِ أوْ مَالِهِ أو وَلَدِهِ فاسْتَقْبَلَ ذٰلِكَ بِصَبْرٍ جَمِيلٍ اسْتَحْيَا الله يَوْمَ القِيَامَةِ أَنْ يَنْصِبَ لَهُ مِيزانا أوْ يَنْشُرَ لَهُ دِيوانا 


Artinya: Nabi Shollallohu alaihi wasallam bersabda: 'Ketika terjadi musibah pada seorang hamba, baik pada badannya, hartanya atau anaknya kemudian dia menghadapinya dengan kesabaran yang baik, maka pada hari kiamat Allah malu untuk memasang timbangan baginya dan malu untuk membentangkan buku catatan amalannya.'"



Mendapat taufiq dari Allah SWT



وقال عليه الصلاة والسلام: {الصَّبْرُ عَلَى أَرْبَعَةِ أَوْجُهٍ: صَبْرٌ عَلَى الفَرَائِضِ، وصَبْرٌ عَلَى المُصِيبَةِ، وَصَبْرٌ عَلَى أذَى النَّاسِ، وصَبْرٌ عَلَى الفَقْرِ. فَالصَّبْرُ عَلَى الفَرائِضِ تَوْفِيقٌ، وَالصَّبْرُ عَلَى المُصِيبَةِ مَثُوبَةٌ، وَالصَّبْرُ عَلَى أذَى النَّاسِ مَحَبَّةٌ، والصَّبْرُ عَلَى الفَقْرِ رِضَا الله تَعَالى}.


Artinya: "Nabi Shollallohu alaihi wasallam bersabda: 'Sabar itu ada empat: sabar dalam menjalankan fardhu, sabar dalam menghadapi musibah, sabar menghadapi gangguan manusia dan sabar dalam kefakiran. Sabar dalam menjalankan kewajiban adalah taufiq, sabar dalam menghadapi musibah berpahala, sabar dalam menghadapi gangguan manusia adalah cinta dan sabar dalam kefakiran adalah ridho Allah ta'ala.''



Dengan sabar, kita akan mendapatkan sesuatu yang lebih baik dari seisi dunia



وقال عليه الصلاة والسلام: {صَبْرُ سَاعَةٍ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيها}.


Artinya: "Nabi Shollallohu alaihi wasallam bersabda: 'Sabar sesaat itu lebih baik dari dunia seisinya.'"



Mendapat pahala sebesar 70 derajat



وقال عليه الصلاة والسلام: {الصَّبْرُ عِنْدَ المُصِيبَةِ بِتِسْعمَائة دَرَجَةٍ}.


Artinya: "Nabi Shollallohu alaihi wasallam bersabda: 'Sabar ketika mendapat musibah itu memperoleh tujuh ratus derajat.'"



Sabar adalah bentuk rasa syukur kita kepada Allah SWT



وقال صلى الله عليه وسلم: {أَوْحَى الله تَعَالى إلى مُوسَى بنِ عمْرَانِ عَلَيْهِمَا السَّلامُ يَا مُوسَى مَنْ لَمْ يَرْضَ بِقَضَائِي وَلَمْ يَصْبِرْ عَلَى بلائي وَلَمْ يَشْكُرْ نَعمائي فَلْيَخْرُجْ مِنْ بَيْنِ أَرضي وَسَمَائِي وَلْيَطْلُبْ لَهُ رَبّا سِوائِي}


Artinya: "Nabi Shollallohu alaihi wasallam bersabda: 'Allah ta'ala mewahyukan kepada Musa bin Imran -alaihimas salaam-: 'Hai Musa, barang siapa tidak ridho dengan takdir-Ku, tidak bersabar atas cobaan-Ku, tidak bersyukur atas nikmat-Ku, maka keluarlah dari antara bumi dan langit-Ku, dan carilah Tuhan selain-Ku.'"



Sabar akan membawa kita pada keselamatan



وقال عليه الصلاة والسلام: {الصَّبْر وَصِيَّةٌ مِنْ وَصَايَا الله تَعَالى في أَرْضَهِ، مَنْ حَفِظَهَا نَجَا، وَمَنْ ضَيَّعَهَا هَلَكَ}.


Artinya: "Nabi Shollallohu alaihi wasallam bersabda: 'Sabar itu salah satu wasiat dari beberapa wasiat Allah Ta'ala di bumi, barang siapa menjaganya, maka dia selamat dan barang siapa menyia-nyiakannya maka dia celaka.'"



Mendapatkan ridho dari Allah SWT



وقال عليه الصلاة والسلام: {مَا تَجَّرَعَ عَبْدٌ جُرْعَةً أَفْضَلُ عِنْدَ الله مِنْ جُرْعَةِ غَيْظٍ كَظَمها ابْتَغَاء وَجْهِ الله تَعَالى}.


Artinya: "Nabi Shollallohu alaihi wasallam bersabda: 'Tidaklah seorang hamba menahan sesuatu yang lebih utama di sisi Allah selain menahan kemarahan karena mengharapkan ridho Allah Ta'ala.'"



Dicintai Allah SWT



وقال عليه الصلاة والسلام: {إذَا أَحَبَّ الله عَبْدا ابْتَلاَهُ بِبَلاءٍ لاَ دَوَاءَ لَهُ، فإنْ صَبَرَ اجْتَبَاهُ، وإنْ رَضِيَ اصْطَفَاه}. 


Artinya: "Nabi Shollallohu alaihi wasallam bersabda: 'Jika Allah mencintai seorang hamba, maka dia akan mencobanya dengan cobaan yang tidak ada obatnya. Jika dia sabar, maka Allah memilihnya dan jika dia ridho, maka Allah menjadikannya pilihan.'"



Mendapatkan pahala terbaik dibandingkan dengan apa yang telah kita kerjakan sebelumnya



مَا عِندَكُمْ يَنفَدُ ۖ وَمَا عِندَ ٱللَّهِ بَاقٍ ۗ وَلَنَجْزِيَنَّ ٱلَّذِينَ صَبَرُوٓا۟ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ


"Mā 'indakum yanfadu wa mā 'indallāhi bāq, wa lanajziyannallażīna ṣabarū ajrahum bi`aḥsani mā kānụ ya'malụn."


Artinya: "Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." (An-Nahl ayat 96).



Mendapatkan pahala yang tiada batasnya



قُلْ يَٰعِبَادِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمْ ۚ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا۟ فِى هَٰذِهِ ٱلدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗ وَأَرْضُ ٱللَّهِ وَٰسِعَةٌ ۗ إِنَّمَا يُوَفَّى ٱلصَّٰبِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ 


"Qul yā 'ibādillażīna āmanuttaqụ rabbakum, lillażīna aḥsanụ fī hāżihid-dun-yā ḥasanah, wa arḍullāhi wāsi'ah, innamā yuwaffaṣ-ṣābirụna ajrahum bigairi ḥisāb."


Artinya: "Katakanlah: 'Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. bertakwalah kepada Tuhanmu'. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas." (Az-Zumar ayat 10).



Perbuatan yang mulia



وَلَمَن صَبَرَ وَغَفَرَ إِنَّ ذَٰلِكَ لَمِنْ عَزْمِ ٱلْأُمُورِ 


"Wa laman ṣabara wa gafara inna żālika lamin 'azmil-umụr." 


Artinya: "Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan, sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan."

__ADS_1


Itulah tadi hadis tentang sabar. Semoga kita menjadi salah satu hamba Allah yang selalu sabar dalam menghadapi setiap cobaan dan ujian dalam hidup. Aamiin.


  


__ADS_2