
"Oh itu tangisan anak Adit , Tante "
Aditya tersenyum
Wajah Arya langsung kaku ,
"Matilah aku "
Arya menempel kan wajahnya di dinding sambil berbicara
"Dit , hentikan karena setelah ini aku pasti akan di suruh ibu ku untuk menikah "
Ibu Arya langsung kaget , tentu saja selama ia sakit banyak peristiwa di luar sana yang tak pernah ia sadari ,salah satu nya pernikahan Aditya dan Ana
"Aditya kau sudah menikah dan punya anak ? Astaga berarti Tante sudah punya cucu sekarang , aduh.. Arya tak pernah cerita , mana cucu Tante ? aduh Tante tak sabar ingin menggendong nya "
Kebetulan yang sangat pas sekali Ana dan Siska keluar dari dalam rumah
"Sayang ayo kita pulang , seperti nya Bian sudah mulai ngantuk ,rewel sekali dia "
"Nanti dulu sayang ,kesini sebentar ayo Ibu Arya ingin berkenalan dengan kalian "
Wajah ibu Arya nampak bahagia terlebih ia Sangat kaget karena melihat wajah Ana yang cantik "Adit ,apa ini istri mu ?"
Mendekati Ana
"Iya Tante "
Ana mencium tangan ibu Arya
"Sungguh cantik sekali ,dan ini cucu nenek,ya ampun kau tampan sekali sayang..."
Bian yang tadi nya menangis langsung tertawa geli
"Dia tertawa ,ya ampun menggemaskan sekali "
"Iya dia tertawa karena melihat Om Arya yang belum menikah , lihat lah ya kan "
ucap Aditya
"Adit ..!"
Menginjak kaki Aditya
"Awwwwwww, sakit tau !"
Arya melotot kearah Aditya ,
yang di takutkan Arya pun terjadi ,
"Arya Lihat lah mereka yang seumuran dengan mu nak , semua nya telah menikah , hmm ibu sudah tua sudah sewajarnya jika ingin juga menimang seorang bayi "
"Ya ibu menikah saja lagi dan berikan Arya seorang adik bayi pasti sangat seru "
Arya tersenyum menenangkan hatinya apa lagi di samping Ana juga sedang berdiri luka yang setiap hari ia lihat yaitu Nona Siska yang cantik jelita
Plak...
Satu pukulan mendarat di wajahnya
"Sembarangan kau ini ,kau pikir ibu mau menikah lagi ha"
Semua nya tertawa , hanya Siska yang bertekuk wajahnya ,Ana paham bagaimana perasaan Siska ,
Kau ingin menikah kak Arya ? hmm sakit sekali
tapi aku tak sanggup melihat mu bermesraan dengan istri mu, apa lagi jika ia adalah Alena,
__ADS_1
"Kau menikah saja lah ,nanti aku kenalkan perempuan untuk kau jadikan istri "
ucap Adit
"Nak sebenarnya ibu menyukai seorang perempuan yang sangat baik dan menurut ibu dia sudah sangat pantas untuk Arya "
"Siapa Tante ?"
Tanya Ana
Siska langsung menjawab "Alena kah ?"
Ibu Arya langsung tersenyum "Benar sekali nak Siska "
Tak butuh waktu lama ,
tiba-tiba terdengar suara keras dari dalam rimbunan pepohonan Cemara di depan rumah mereka
Gubrak.....
"Hah suara apa itu "
Semuanya berlari melihatnya , nampak lah seorang perempuan berdiri sendiri dengan rambut yang di penuhi oleh sampah dedaunan di kepalanya ,tapi ia masih tersenyum
"Halo semuanya ,aku baik-baik saja ,dan selamat pagi kak Arya dan ibu mertua ku "
Duarrrr......
Siska langsung berlari masuk kedalam rumah nya ,Ana tau jika Siska tak sanggup Mendengar ucapan dari perempuan itu ,tapi biar bagaimanapun keadaannya sudah berbeda
Arya Melihat Siska yang berlari masuk , ia ingin sekali mengejar nya ,namun ia masih tak terima karena handuk yang melilit di kepala Siska
"Maafkan aku sudah membuat kalian semua khawatir terutama kak Arya dan calon ibu mertua ku , kebetulan rem motor ku blong,jadinya menabrak pepohonan cantik ini "
Ana dan Aditya saling berpandangan , mereka tau jika tak boleh berlama-lama di tempat itu
untunglah Bian kembali menangis
"Aduh sayang mama ,ayo kita pulang ya ,ajak papa ayo cup..cup.."
Aditya langsung menggendong Bian
"Ayo sini anak papa ,kita pulang dulu ya "
Arya yang emosional sekali melihat Alena langsung saja berbicara ketus
"Lihatlah biasanya anak bayi itu tau jika bertemu makhluk halus ,tapi sayangnya makhluk di depan ini adalah makhluk kasar ,nyata di depan mata "
Ana dan Aditya langsung buru-buru naik kedalam mobil dan berpamitan pergi meninggalkan tempat itu
"Untunglah kita segera pergi sayang , kau tak melihat tadi Siska dan Arya "
"Hah ntahlah sayang aku juga bingung bagaimana lagi harus bersikap di depan mereka , tapi aku juga merasa jijik melihat perempuan yang siapa namanya itu..."
"Alena ,iya Alena "
"Kenapa dia seperti hantu saja selalu tiba-tiba muncul di manapun saat Arya berada "
Ana pun terdiam lalu menggelengkan kepalanya
"Aku juga bingung,tapi jika Arya menikah aku yakin semua masalah akan selesai sayang "
"Semoga saja sayang "
.....
Alena yang sudah terjatuh berdiri seakan tak terjadi apapun padahal tangan dan kaki nya berdarah , hidungnya juga mengeluarkan darah
__ADS_1
meski ia berjalan agak sempoyongan tapi ia masih bisa tersenyum
"Nak kau tidak apa-apa "
Ibu Arya cemas sekali
"Biar mampus aja sekalian "
Arya langsung masuk meninggalkan mereka
"Alena tidak apa-apa Bu, Alena kangen sama ibu "
"Nak tapi hidung mu berdarah nak "
Alena meraba-raba dedaunan di sampingnya
lalu menggulung nya
"Daun sirih ,ini akan menghentikan darahnya Bu jangan khawatir "
"Ayo kita masuk kedalam rumah dulu ,ibu akan mengobati luka mu"
Ada rasa kagum yang teramat dalam bagi ibu Arya ,ia melihat Alena bukanlah seorang gadis yang tidak tau malu,tapi ia memang membutuhkan Gadis yang mencintai putranya Dengan tulus, dalam kesakitan pun Alena masih bisa tersenyum
"Ibu aku pergi kerja dulu "
Arya terburu-buru sekali
"Nak..nak.."
Arya langsung masuk kedalam mobil
tapi ibunya terus memanggil nya, karena kesal melihat Alena ia tak sengaja membentak ibunya
"Apa lagi Bu !"
Ibunya langsung kaget tapi untungnya ibu nya tau jika Arya tak bermaksud seperti itu
"Ibu cuma ingin mengingatkan jika kau lupa memakai baju nak "
Alena dan Ibunya langsung tertawa ,Arya pun langsung menyadari jika ia hanya mengenakan kaus singlet berwarna putih dengan dasi yang di kalungkan , sementara itu ,bagian bawahnya sudah rapi dengan celana kerja dan sepatu yang mengkilap
"Astaga "
Ia pun buru-buru masuk dan mengambil pakaian ,
lalu menyalami ibunya
"Arya pamit dulu Bu "
"Nak apa sebaiknya kau tidak memakai pakaian mu dulu "
Karena malu Arya pun langsung masuk kedalam mobil "Tidak usah Bu, aku lebih suka memakai pakaian seperti ini adem rasanya "
Alena langsung melambaikan tangan nya
"Hati-hati di jalan pemilik hatiku "
"Cuihhh....."
Arya langsung merinding
"Bisa-bisanya ia selalu muncul di manapun ,ini tidak bisa di biarkan ,aku harus segera mencari cara agar ia segera menjauh dari hidupku "
.....
Siska meneteskan air mata nya ,ia sungguh tak sanggup melihat Arya dan Alena apa lagi ia mendengar ibunda Arya menyuruh nya Segera menikah
__ADS_1
"Aku bahkan tak tau apa yang akan terjadi pada hidup ku selanjutnya "