
"Ya ibu ikut Alea saja ,Weee"
"Alea akan ikut kemana Arya Bu "
"Ibu nggak ngikutin kamu tapi ngikuti kemana Alea pergi ,gitu aja kok repot "
Arya tertawa dan pergi
Sesampainya di kampus ,Alea langsung memarkirkan mobilnya dan ia turun dan berlari langsung menuju aula yang telah ditentukan
karena terburu-buru ,tak sengaja sepatu yang ia pakai terlepas , alhasil ia hanya menggunakan sepatunya sebelah saja
"Alea , kemarilah "
Arika memanggilnya untuk duduk disebelahnya
"Ya , tunggu sebentar "
Alea langsung duduk disamping Arika
"Hah aku takut telat "
"Alea dimana sepatu mu ?" dan itu ?"
Arika menunjuk kearah kakinya dan ia kaget saat melihat sepatu yang dikenakan oleh Alea
Alea yang tersadar langsung bangun dan kaget saat melihat ia memakai sepatu papanya
"Astaga ini sepatu papa ,ya ampun lalu dimana sepatu ku "
Seorang laki-laki muda langsung menghampiri mereka
"Hei Nona Cinderella ini sepatu kacamu ketinggalan , ceroboh sekali "
Arika langsung menepuk pundak Raja
"Mas Raja ini temanku ,jangan sewot begitu kenapa "
"Iya habis wajahnya aja yang cantik , tapi ceroboh "
Alea yang hendak marah langsung terdiam karena rupanya Arika mengenal laki-laki tersebut
"Kau kenal laki-laki itu ?"
"Dia Mas Raja ,anak om Dimas"
"Om Dimas yang ..."
"Iya kakak mama ku ,ya ia anak tiri tapi bukan anak kandung ,karena om Dimas belum dikasih keturunan sampai sekarang "
"Oke baiklah ,tapi ia kelihatannya pemarah juga ya "
"Dia memang begitu suka ribet ,nggak suka sama cewek pecicilan ,soalnya kan dia itu disiplin sekali ,hanya sayangnya ia fuckboy "
Arika memotong lehernya dan menjulurkan lidahnya
"Hiii amit -amit deh kalau begitu ,mending nggak usah terlalu akrab deh "
Alea merasa jijik melihat Raja karena ia tak pernah diperlakukan begitu oleh papanya ,tapi Raja sudah berani mengatakannya ceroboh
Untung saja kau sepupu Arika jika bukan aku pasti akan memakiku balik ,
Pada saat acara pembukaan ospek bersama ,Bian adalah ketua ospek fakultas tahun ini sebagai mahasiswa tingkat akhir dan juga sebagai anak pemilik yayasan kampus ini
"Kita akan mendapatkan kata sambutan khusus dari ketua panitia yang sering kita panggil kak Bian . kepada kak Bian yang gantengnya kebangetan dipersilahkan untuk melamar saya ...eh maksudnya kemari "
Semua hadirin bersorak apa lagi wajahnya Bian benar-benar sangat tampan sekali
Arika masih asik dengan ponselnya ia sedang mencari cara agar mamanya dan papa Alea bisa bertemu namun Alea menyenggol lengan Arika
"Arika lihat itu dia ketua panitia kita"
"Sudah biarkan saja ,nggak penting "
"Dia melihat kearah kita dan sekarang ..."
Rupanya Bian sangat hapal sekali dengan wajah Arika ia berbicara dari atas mimbar
"Itu Maru yang main handphone saja dari tadi ,apa tidak bisa menghargai orang yang sedang berbicara didepan ini ya , hello...."
Alea menyenggol lengan Arika "Arika cepat letakkan handphone mu "
"Ada apa sih ?!"
Rupanya Bian turun dari mimbar dan langsung berjalan kearahnya ,Bian langsung mengambil handphone Arika dari tangannya
"Maaf Nona handphone mu nanti bisa diambil setelah pembukaan acara ini selesai "
"Hei... jangan..kau !"
Arika kaget seketika
Alea langsung menarik tangan Arika
"Jangan melakukan hal buruk apapun dia itu ketua panitia ospek kita ,ikuti saja "
Arika sadar jjka ia sekarang sedang menjadi pusat perhatian orang-orang di sekelilingnya
lalu ia kembali duduk , sedangkan Raja nampak tertawa geli melihat handphonenya diambil oleh Bian
"Tapi aku mengenalnya Alea ,kau tau dia itu adalah laki-laki paling sombong didunia ini yang pernah aku temui "
"Bagaimana ceritanya ?"
"Nanti aku ceritakan "
Bian kedepan dengan memegang ponsel milik Arika
"Jadi beginilah jika kita hidup tidak bisa menghargai orang lain , mau seperti apapun kita ,sekaya dan sehebat apapun kita jangan suka seenaknya dengan orang lain seperti ini kan , seharusnya kita bisa lebih menghargai orang lain jangan sampai karena keegoisan kita .orang lain jadi merasa tersinggung dan terabaikan , ini pelajaran pertama yang harus kalian ingat ,jangan sampai kalian bersikap seperti gadis itu ,
__ADS_1
saya ini bukan patung yang berbicara dari tadi ,
baru kali ini saya diperlakukan seperti ini ,
dan kamu nanti temui saya dibelakang untuk mengambil ponsel ini "
Semua orang menatap Arika termasuk seluruh panitia ,
"Arika Sepertinya ia punya dendam pribadi padamu "
"Aku rasa benar ,tapi aku tak takut padanya sama sekali"
"Ya tapi aku mohon padamu untuk jangan melakukan perlawanan apapun sampai ospek kita selesai , kau jangan khawatir setelah ini aku pasti akan membantumu untuk membalasnya Arika jangan khawatir "
"Menyebalkan sekali !"
Bian terus saja berbicara didepan tak ada yang tau siapa ayah Bian karena hanya disebutkan jika ia adalah putra pemilik yayasan
"Tapi papaku mengenal pemilik perusahaan Brawijaya itu Arika ,apa perlu aku cari tau siapa papanya , karena dia kan cuma pemilik yayasan bukan yang punya kampus "
"Aku rasa tidak perlu ,aku tidak berurusan dengan papanya tapi dengan dirinya "
Selesai acara pembukaan dengan beraninya Arika langsung mengajak Alea untuk menemaninya ,tapi beberapa panitia perempuan langsung mendekati Arika
"Dek,kalian jangan melawan ya nanti ,kalau di kata-katain sama kak Bian , soalnya dia itu orangnya emosional sekali jangan sampai terjadi sesuatu hal yang membuat kamu sulit waktu berkemah nanti "
Seorang perempuan yang mengenakan jilbab panjang sepertinya ia adalah salah satu anak jurusan keguruan
"Baik kak terimakasih infonya "
"Ingat ya setelah ini jangan lagi berurusan dengannya "
Arika semakin penasaran dengan sosok Bian
"Siapa sih dia ? sampai orang-orang sangat takut berurusan dengannya perasaan kakinya masih menginjak bumi juga "
Arika menahan emosinya ,ia padahal tak pernah bisa marah sama sekali
rupanya Alea dan Raja dari tadi saling sinis Alea yang sama sekali tak pernah mengenal laki-laki kecuali papanya , benar-benar merasa terhina sekali
apa lagi dari kecil ia selalu dimasukkan kedalam sekolah yang semuanya hanya ada anak perempuannya saja ,bahkan pada saat acara kantornya Arya sama sekali tak pernah membawa Alea ,alasan hanya satu ia takut Alea terkontaminasi virus -virus anak lelaki di luaran sana
"Disana kak Bian nya "
Ucap Alea
"Wajahnya saja sudah seperti monster "
"Benar mirip sekali dengan monster "
ucap Alea sambil melirik kearah Raja , maksud hatinya adalah mengatakan Raja
"Ayooo Alea "
Bian sedang tertawa bersama teman-temannya sambil memegang ponsel milik Arika ia terlihat melihat-lihat isi galeri poto milik Alea
pada saat ia ingin membuka pesan di ponsel Arika
"Terimakasih kak , sudah mengembalikan ponsel milikku "
Arika langsung pergi tanpa bicara apapun
Salah satu teman Bian mendekat
"Cantik ya apa dia yang bakal kau kerjai nanti ?"
"Cantik itu soal wajah tapi aku akan membuat ia menderita nanti lihat sajalah , sekarang biarkan saja dulu ia bebas melakukan apapun karena besok pagi saat kita sudah memasuki bumi perkemahan garden tak ada satupun yang bisa melepaskannya "
Bian nampak berapi-api sekali
Arika dan Alea langsung pergi meninggalkan tempat tersebut
Mereka berpapasan dengan Raja "Mas Raja mau kemana ?"
"Mau pulang"
"Mas jadi ikut besok "
"Malas ah mau barengan anak-anak maru tahun depan aja , soalnya tahun ini nggak ada yang cantik jadi nggak semangat mau pergi kemah "
Wajah Alea langsung memerah
Ya Tuhan sombong sekali dia ya , tak ada yang cantik ? what ? seberapa gantengkah dia sampai-sampai ia mengatakan tak ada yang cantik ,apa dia tak bisa melihat banyak sekali perempuan cantik di tempat ini
Raja langsung pergi meninggalkan kampus dengan motor besarnya ,ia persis sekali seperti
Dimas meski bukan darah dagingnya namun Dimas lah yang membesarkan ia sejak kecil maka ia sama persis kelakuannya dengan Dimas ,ada benar juga kata orang tua zaman dahulu jika lingkungan itu sangat berpengaruh terhadap kepribadian seseorang , jadi wajar saja jika Arya sangat over protective sekali dengan pergaulan putrinya
"Jadi besok kau akan pergi dengan nenekmu ya ?"
"Iya karena papaku langsung minta izin sama rektornya ,dari pada aku tidak bisa ikut sama sekali , hah..."
"Ya aku ingin juga mengajak mamaku tapi nanti kau ajak juga papamu ,kita akan membuat mereka bertemu ditempat itu ,aku malam tadi mengecek tempat perkemahan itu Arika ,dan kau tau tempatnya, Benar-benar indah sekali. ada air terjun dan dekat pegunungan juga , udaranya sejuk sekali "
"Hah mau seindah apapun tempat itu jika ada dia semuanya jadi jelek !"
Alea terdiam lalu ia berbisik pada Arika untuk sebuah ide yang besar sekali
"Bagaimana ?"
"Baik aku setuju "
.....
Siska yang duduk sibuk dengan segala pekerjaannya mengurus bisnis furniture nya sedang mengerjakan laporan keuangan tahunan di kagetkan dengan kedatangan Aditya dan Ana ,
"Selamat siang "
Siska yang sedang duduk dimeja tak menyadari kedatanganmya karena sudah ada beberapa anak buahnya yang menyambut konsumen didepan .
__ADS_1
"Bisa saya bertemu dengan ibu Siska ?"
"Ibu Siska ? tunggu saya panggil kan Nyonya "
"Eh tidak usah biar saya saja yang menemuinya"
"Baik Nyonya kalau begitu ayo ".
Ana memang sengaja tak menceritakan status Siska pada Aditya karena ia tau jika nanti Aditya pasti akan menyampaikan pada Arya ,
Ana tak mau kisah cinta mereka yang gagal akan terulang kembali apa lagi Ana berpikir Arya tidak terpikirkan untuk menikah lagi , dilihat sejauh ini ia sama sekali tak pernah terlihat berkencan dengan perempuan manapun
"Ibu Siska ada yang mencari anda "
"Oh iya "
Siska langsung kaget saat melihat Aditya dan Ana telah berdiri dihadapannya
"Ana dan kak Aditya "
"Iya besan "
jawab Aditya sambil tertawa
"Wah kalian bisa saja , apa ini berarti perjodohan diam-diam ini akan berjalan mulus"
Aditya dan Ana tertawa "Kita akan berusaha bukan karena jodoh itu juga harus diusahakan ,kalau cuma pasrah saja ya maka juga tidak akan dapat "
"Oke baiklah kau bisa saja "
"Bian Sudah dijalan aku sengaja minta antar suamiku kemari agar Nian menjemputku dan kau bisa melihat bagaimana bentuk calon suami masa depan Arika "
Aditya mengangguk "Kalian lakukan saja yang terbaik karena aku harus segera kembali kekantor , aku tak bisa menolak keinginan sang ratu jadi sesibuk apapun pekerjaan ku aku akan tetap meluangkan waktu untuk nya "
Ana tersipu
"Baiklah kalau begitu kalian aku tinggal dulu ya ,"
Mengecup Ana saat hendak pergi
Siska tersenyum "Hmm cinta Aditya padamu tak lekang oleh waktu ya ,aku sungguh bahagia sekali melihat kau dan Aditya bisa mesra sampai tua "
hampir saja Ana keceplosan ingin mengatakan jika Arya sudah lama menjadi Duda ,cuma ia merasa ini bukanlah waktu yang tepat untuk ia mengatakan hal itu pada Siska
karena Siska baru satu tahun berpisah dari Arjuna ,lagi pula Ana sangat mengenal Siska
ia tau bagaimana perasaan Siska ,ia tak semudah itu untuk mengambil keputusan untuk menikah lagi , jadi Ana menyerahkan semuanya berjalan seperti takdir apapun yang terbaik untuk Siska dan Arya
Tak lama seorang laki-laki muda yang berkulit putih bersih ,alis yang tebal, hidung yang mancung masuk kedalam toko furniture milik Siska Tersebut
"Bian ..."
Siska langsung takjub sekali melihatnya
"Ya ampun Siska ini benar Bian ?"
"ya ini Bian "
"bagaimana "
Ana melirik memberikan kode
Siska langsung mengangguk tanda setuju
sebelum Bian datang mereka sudah merencanakan sesuatu untuk mempertemukan mereka
"Bian kau pasti sudah lupa kan ?"
"Tentu saja tidak Ma , ini Tante Siska kan ? mana mungkin Bian lupa ,kan Poto mama dan Tante Siska terpampang dirumah.kita ,satu lagi Poto Tante Rima juga "
Siska langsung tertawa "Oh Poto kami bertiga masih dipajang mama mu ya ,Tante pikir sudah tidak ada ".
Bian langsung mencium tangan Siska
"senang berjumpa Tante kembali , ya ampun rupanya mama dan Tante sama-sama awet muda sekali ya "
Siska tersenyum "Ya...ya..kau bisa saja , bagaimana kuliahnya Bian ?"
"Sudah semester akhir Tante insha Allah tahun depan sudah wisuda "
"Ya ampun tak terasa ya Ana , Bian sudah besar dan tak lama lagi kau akan memiliki menantu dan cucu "
"Benar sekali Siska ,aku tak menyangka jika kita sudah tua dan tak terasa sebentar lagi akan menjadi nenek-nenek , mereka terus tertawa
Sampai Bian melihat jam ditangannya
"Ma ,ayo kita pulang . karena besok nian akan berangkat keluar kota ada kegiatan kampus Ma "
"Ya ampun Kenapa buru-buru sekali Nak ".
"Bian panitia di kampus soalnya Tante ,jadi harus sudah berada disana besok pagi-pagi ".
Ana langsung menimpali "Tenang saja Siska nanti kita atur waktu untuk bertemu kembali ,agar lebih lama ngobrolnya "
"Oh iya kau benar memang enak nya kita mencari waktu yang pas untuk mengobrol mengenang masa muda kita ,agar anak-anak kita juga bisa akrab nantinya "
Bian tersenyum ia lebih kurang sudah tau apa tujuan mamanya dan juga Siska ,
karena Karin kemarin sempat mengatakan padanya jika ia bertemu anak teman mama yang cantik sekali
"Kali begitu aku pulang duluan ya Siska "
"Oke baiklah Ana sampai jumpa lagi "
"Mari Tante , Bian permisi juga "
"Oh iya Nak hati-hati ya dan sukses untuk acara kampusnya "
"Terimakasih Tante "
__ADS_1
Siska langsung Tersenyum bahagia melihat Bian
"Hmm samoga saja Arika mau menikah dengan Bian ,karena aku sangat menginginkan Arika bisa bahagia hingga akhir hidupnya seperti Aditya dan Ana .