
"Baiklah Siska , terimakasih jaga dirimu baik-baik dan juga kandunganmu ,aku akan kembali jika nanti suamiku mengizinkan aku tuk kembali lagi "
"Baiklah Rima ,jika ada masalah apapun tolong kabari aku "
Telpon pun ditutup , Arjuna Segera pergi dari belakang Siska a
Siska langsung buru-buru kembali bergabung dengan maminya dan pak kumis sambil mengelus perutnya yang semakin membesar itu
"Mami ...Pak kumis"
Ia tak menemukan Arjuna
"Mana Arjuna ?"
"Tadi dia mengatakan ingin mencarimu "
Siska langsung teringat obrolan ditelpon tadi dengan Rima
"Astaga "
menepuk kepalanya menyadari jika ia berbicara seperti itu ia langsung ingat Arjuna adalah suaminya sangatlah berdosa jika ia sampai melukai perasaan lelaki tersebut yang merupakan suaminya imam yang bertanggung jawab atas segala perbuatannya didunia dan akherat ,
Meski aku tak mencintainya tapi aku memiliki tanggung jawab sebagai makhluk Tuhan yang taat , aku harus menghormatinya dan menghargai ia
Siska berkeliling lalu menemukan Arjuna yang sedang berdiri menghadap jendela menatap rintikan air hujan yang mulai mereda
"Mas Arjuna " ucap Siska dengan perlahan
Arjuna langsung menoleh seakan tak percaya dengan apa yang ia dengar
"Siska ?"
"Iya mas Arjuna ini aku Siska istrimu yang akan selalu menuruti apapun permintaan mu , sebagai seorang istri yang taat akan perintah suami "
Arjuna langsung memeluk Siska meski ia tau cinta perempuan itu tak akan mungkin untuknya namun satu hal ia berusaha untuk selalu melakukan yang terbaik untuk Siska jika seorang perempuan selalu ingat akan Tuhannya maka ia pun pasti akan melakukan semua hal-hal yang disuruh oleh agamanya
"Terimakasih untuk kewajibanmu "
Mengecup kening Siska , ia tau Siska Memang tak sepandai ia dalam agama namun melihat perubahan sikap Siska , Arjuna yakin ia bisa membimbing Siska hingga akhirnya nanti .
Aku tak mau menjadi orang yang pintar menasehati orang lain tapi diriku sendiri saja tak bisa aku nasehati ,
Aku ingin Rima dapat belajar dari ku ,jika menikah dengan pilihan orang tua tidak akan mungkin bisa menyusahkanmu
Tangan Siska berusaha untuk membalas pelukan Arjuna ia balas merangkul dengan erat , ada dua hati yang
Saat mereka sedang bermesraan , Terdengar maminy berteriak memanggilnya
"Siska..Siska..."
__ADS_1
"Sayang dengar itu Mami memanggil namamu "
Arjuna menarik tubuh Siska
"Iya benar Mas,mami memanggil ku ada apa ya"
Wajah Arjuna nampak bahagia sekali mendengarkan tutur kata sopan tersebut dari mulut Siska itu adalah sesuatu yang selalu ia harapkan dari dulu sekali apa lagi dalam keluarganya yang benar-benar menjunjung tinggi tata Krama
Mereka bergegas keluar dan langsung menemukan Dimas yang basah kuyup dirumah tersebut
"Kak Dimas ? astaga tumben kemari?"
tanya Siska heran
Sedangkan Arjuna langsung berlari mengambil handuk untuk diberikan pada Dimas
"Ini kak pakailah untuk mengeringkan tubuhmu"
"Terimakasih "
Dimas langsung mengeringkan tubuhnya
Lalu Arjuna memberikan beberapa pakaian untuk Dimas mengganti pakaiannya
"Ini kak gantilah pakaian kakak jangan sampai kak Dimas masuk angin "
"Terimakasih Arjuna ,aku kesini ingin memastikan keadaan kalian pasca gempa tersebut apa kalian baik-baik saja ?"
Dimas ,maminya dan pak kumis juga kaget mendengar ucapan Siska yang memanggil Arjuna dengan 'Mas' itu
Tapi mereka langsung berpura-pura mengalihkan pembicaraannya , Dimas langsung tersenyum bahagia itu tandanya adiknya dan Dimas dalam keadaan baik-baik saja baik lahir maupun batin
"Bukan begitu tapi kondisi Arya Memang mengkhawatirkan pasca operasi tersebut "
"Hmmm alasan yang tepat agar aku tidak marah padamu ,Kak Dimas tadi Rima menelpon ku "
Dimas duduk sambil makan kacang yang berada didalam toples
"Oh ya biarkan saja jika ia menelpon mu bukankah ia temanmu itu adalah hal yang wajar bukan "
Dimas terlihat cuek padahal dia juga penasaran apa yang dibicarakan Rima pada Siska , mungkin seperti itulah yang dirasakan Arya sekarang ia merasakan Semuanya
"Dasar tak punya perasaan !"
ucap Siska kesal
"Sayang jangan begitu tak baik tau ,kak Dimas itu pasti sedih juga karena Rima menikah "
"Kak Dimas itu manusia tak punya hati , Lihatlah bagaimana ia memperlakukan semua orang sesuka hatinya sungguh menyedihkan sekali kan "
__ADS_1
Arjuna langsung menarik tangan Siska
"Sayang dalamnya hati manusia siapa yang tau kau tak boleh bersikap seperti itu pada Kak Dimas biar bagaimanapun kak Dimas adalah kakak mu Sebelum kau menikah ia bertanggung jawab atas semua tentang mu "
Pak kumis hanya diam saja sibuk dengan koran ditangannya,ia menganggap pertengkaran tersebut bukanlah sesuatu yang penting sekali , namanya juga kakak beradik nanti pasti juga akan berbaikan dengan sendirinya
"Hehehe biarkanlah dia itu Arjuna memang seperti itu manusia keras kepala , yang sebentar lagi akan jadi ibu , semoga saja nanti keponakan ku itu lahir sifatnya tidak seperti ibunya yang keras kepala itu ,bisa repot nanti "
ledek Dimas
Siska kembali bergerutu
"Kak Dimas jika kakak datang kesini hanya untuk menceramahi aku sebaiknya kakak pulang saja sana , aku sudah tenang disini jangan kakak buat aku kembali tidak tenang "
"Sayang ! jaga bicaramu"
Arjuna menaikkan nada suaranya karena sikap Siska itu benar-benar keterlaluan sekali pada Dimas
"Maafkan Siska kak , namanya juga perempuan hamil emosinya suka naik turun "
Dimas kembali tertawa "Halah Juna ,Juna kau tak usah membela kepala batu itu ,hamil atau tidak ia kan selalu begitu suka marah-marah"
"Mami.....lihat kak Dimas meledekku Terus"
Rengek Siska
Langsung maminya berdiri dan menjewer telinga Dimas "Dimas sudah hentikan janhay lagi kau goda adikmu itu !"
"Awww..awwww sakit Mi"
Dimas langsung berdiri sambil memegang telinganya , kebetulan hujan diluar Sepertinya juga sudah berhenti
"Ah malas lama-lama disini nanti tanduknya keluar ,lebih baik aku pulang saja ,dagh...."
Dimas memakai helmnya
"Ayo Mi kita pulang , ayo pak rumah sepi tidak ada kalian ,atau kalian mau tidur disini ?"
Siska ingin sekali memukuli Dimas namun terlambat ,suara motor Dimas Terdengar keras sekali meninggalkan halaman rumah Siska
"Kak Dimasa !"
"Sudah-sudah kakakmu kan memang seperti itu tiada hari tanpa menggodamu "
"Pokoknya mami harus segera cari pengganti Rima ,Siska mau kak Dimas juga menikah dan mami yang mencarinya ,jangan Siska saja yany di jodohkan kak Dimas juga sama titik !"
Arjuna langsung menggaruk kepalanya ia sepertinya sedang terjebak dalam perdebatan keluarga sama dengan pak kumis mereka memutuskan untuk pergi keluar rumah meninggalkan mami dan Siska
"Pak Sepertinya ikan arwana ku bagus sekali"
__ADS_1
paham dengan kode yang diberikan Arjuna ,pak kumis pun langsung menyusul
"Ikan arwana ? wah mantap itu kesukaan ku "