Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Part 164


__ADS_3

Aditya langsung berdiri dengan wajah bingung


"Siska ? "


Mengusap wajahnya , waw..waw..www...


"Ternyata benar ini masih berada di bagian hati , dan lagi-lagi nama itu yang selalu membuatmu tidak tenang "


Arya berdiri dan berkacak pinggang "Aku ingin tau Dimas dimana "


"Oh ya aku hampir lupa mengatakan padamu , Karena menurutku juga tidak terlalu penting bagimu bukan , soal Dimas yang telah kembali pada Rima "


"Apaaa?"


Arya kaget


"Santai saja ,tak usah kaget ,ya wajar saja mereka menikah Rima janda dan Dimas single


lagi pula mereka normal kan laki-laki dan perempuan ,tidak melanggar norma-norma yang ada di masyarakat kita , seharusnya kau bersyukur Dimas menikah ,aku dan Ana saja sampai cemas mengira Dimas itu tidak normal "


Arya langsung syok dan mengusap wajahnya


"Hah ! beruntung sekali nasibnya , bagaimana mungkin ia bisa menikah kembali dengan perempuan yang jelas-jelas sudah ia tinggalkan"


Arya langsung menghempaskan tubuhnya ke atas kursi


"Ada satu hal yang ingin aku katakan padamu ,dan kau harus tau itu "


"Apa lagi Aditya ,apa lagi yang kau ingin tau "


Aditya langsung bercerita tentang penyakit Dimas yang ternyata ia sembunyikan ,namun akhirnya ia tau jika ia tak memiliki penyakit sama sekali , tentang rasa penyesalannya karena memisahkan ia dan Siska


"Yah itu namun pada akhirnya Dimas mengatakan jika ia percaya takdir ,jika memang kalian berjodoh pasti takdir akan menemukan jalannya namun jika tidak ya,sudah seperti yang dikatakan tadi , semua nya sudah jalan dari Tuhan "


Arya terdiam


"Kenapa saat aku mendengar kata takdir aku semakin tak percaya diri lagi . untuk mengejar cinta Siska , aku merasakan jika itu hanya akan sia-sia saja , terlebih Siska dan Arjuna itu bercerai hidup bukan bercerai mati , hmmm "


Aditya mengangguk mengerti ,"Apa kau masih mencintai Siska , Arya?"


Arya berdiri dan menarik nafasnya dalam-dalam


"Untuk saat ini cintaku pada putriku lah yang begitu besar , tak ada yang mengalahkan rasa itu "


"Aku akan membantumu untuk mencari tau tentang Siska dan Arjuna nanti dari Ana ,kau santai saja lah , itu masalah gampang , jangan khawatir"


Arya langsung menarik nafas nya dalam-dalam


"Sepertinya aku akan betah sendiri saja sampai nanti putriku menikah "ucap Arya


Ditengah obrolan mereka ponsel Aditya berbunyi


"Istriku menelpon "


Aditya tersenyum bahkan kemesraan antara mereka berdua masih sama ,seperti saat mereka baru menikah , Arya langsung menaikkan alisnya


"Ya aku tau kau memiliki kehidupan yang maha sempurna sekali , Aditya ,dan aku sudah cukup bahagia hanya dengan melihat kalian selalu tersenyum bahagia seperti itu "


Aditya masih menerima telpon "Oke baiklah jadi hari Minggu ini kita akan mengadakan pesta kecil-kecilan untuk menjalin erat silaturahmi kembali oke baiklah sayangku jangan khawatir aku akan mengatakan pada Arya juga ,i love u pemilik hatiku"


Arya hanya menghela nafas panjang melihat Aditya dan Ana yang selalu mesra


"Memang kalau hidup bersama orang yang dicintai sangat lah mengenyangkan sekali, tapi sayang sungguh disayangkan nasib mu belum beruntung Arya , puk..puk...sabar "


Mengelus dadanya


Aditya langsung tersenyum dan mematikan teleponnya


"Sudah jangan banyak pikiran , sana kembali bekerja ,jangan lupa hari Minggu ini dirumahku ada acara kumpul-kumpul "


Arya langsung berdiri "Ya baiklah Dit, aku akan kembali melanjutkan pekerjaan ku , selamat pagi Tuan Aditya"


Aditya tertawa geli melihat tingkah Arya


"Ternyata memang kalau masalah hati ,tak perduli setua apapun masih tetap sama ternyata "


Aditya tertawa geli , diam-diam ia memiliki rencana untuk membuat Siska dan Arya semakin dekat, ia akan meminta bantuan Dimas ,Ana dan Rima untuk menyatukan cinta yang telah lama tenggelam tersebut


"Sebaiknya aku harus melakukan gladi resik dahulu sebelum mempertemukan mereka berdua dalam satu meja lagi , dan aku yakin Dimas akan sangat setuju dengan ide ku ini , dia juga sangat menyesal telah membuat Arya dan Siska terpisah , baiklah"


Aditya langsung tersenyum dan merebahkan tubuhnya dj kursi


Sementara itu di kampus , Siska yang kesal dengan tingkah laku Raja langsung mengejarnya kembali kelapangan bola basket , memang benar Siska tak terlalu akrab dengan anak tiri kakaknya itu , menurut nya gaya hidupnya terlalu bebas dan tak bertata Krama seperti ia dan Arika


yah tentu saja Siska beranggapan begitu karena ia sudah belajar banyak dari keluarga Arjuna , walaupun dulu sebenarnya ia sama saja seperti Raja terkesan tak terlalu memikirkan perasaan orang lain


"Raja !!"


Raja yang sedang bermain dengan teman-temannya langsung berhenti main saat salah satu temannya memanggilnya


"Raja itu kakakmu memanggilmu "


Raja sangat suka basket bahkan ia beberapa kali menjuarai pertandingan bola basket bersama klub nya saat berada di luar negeri


"Kakakku ?"


Raja berhenti melemparkan bola dan menoleh kearah temannya "Kakakku ? siapa ?"


"Itu disana "


Raja menoleh dan melihat Siska berdiri dengan melipat kedua tangannya

__ADS_1


ia sangat menghormati Siska ,bahkan raja sama sekali tak berani untuk membantah perkataan Siska


"Oh itu Tante ku mamanya Arika "


Mereka semua kaget , wajar saja memang ,itu karena Siska memang masih sangat cantik dan muda untuk dikatakan sebagai seorang ibu , bahkan tak ada satu kerutan pun diwajahnya , selain faktor uang dan perawatan juga dipengaruhi inner beauty yang membuat kecantikan pada dirinya semakin terpancar


"Wah jadi gadis yang populer dikampus ini adalah sepupu mu Raja , boleh dong "


"Ah sembarangan !"


"Ah payah pelit dengan teman sendiri ,ya sudah kalau tidak boleh dengan sepupu mu ,teman nya sepupu mu itu juga tak kalah menarik siapa itu namanya ..."


"Maksudmu Alea ? "


"Nah benar Alea , dia juga sangat menarik "


"Tidak bisa cari yang lain saja "


"Payah !, tapi wajar saja sepupumu cantik lihat ibunya saja Sangat cantik sekali ,juga ,kalau begitu aku jadi oom mu saja "


Raja langsung mengacungkan tangannya


"Kalau mau tangan ini mendarat di wajahmu , silahkan saja "


ucap Raja sambil tertawa


"Raja...kau sungguh benar-benar Raja tega sekali "


menggelengkan kepalanya


Raja langsung menghampiri Siska


"Tante Siska ia ada apa ?"


"Raja kenapa tadi kamu tidak meminta maaf sama temannya Tante yang terkena lemparan bola kamu itu "


Raja langsung menundukkan kepalanya


"Maafkan Raja Tante "


"Minta maaf nya bukan sama Tante ! tapi sama teman Tante tadi , kenapa ?"


Suaranya Siska Terdengar meninggi


"Teman Tante kan sudah pergi , besok saja Raja minta maafnya lagi pula Raja tadi tidak melihat bolanya mengenai wajah dia !"


Alasan Raja


"Kamu itu selalu saja banyak alasan nanti Tante bilangin sama mama kamu baru tau rasa "


Raja langsung memegang tangan Siska


"Jangan Tante , please Raja janji kalau raja bertemu lagi sama teman Tante ,raja akan segera meminta maaf "


"Siap Tante "


masih dengan menundukkan kepalanya


Teman-teman satu timnya tertawa terkekeh-kekeh melihat Raja yang seperti kerupuk dihadapan Siska


"Kau lihat seorang Raja saat berhadapan dengan Tante nya langsung jadi kerupuk "


"Haha jangan kan tantenya dia paling takut juga sama bonyok nya \= bokap nyokap nya "


"Oh ya ,aku baru tau ,jika Raja seperti itu "


"Ya dia pernah mengatakan padaku jika didunia ini tak.ada yang ia takutkan kecuali kedua orangtuanya nya "


"Serius ah brow?"


"Iya ,Raja mengatakan jika doa kedua orangtua itu bisa menembus langit ketujuh , bayangkan saja betapa kerenn sekali kedua orang tua kita"


Mereka langsung geleng-geleng kepala


"Gila aku pikir ia raja tega sungguhan"


"Hah Jangan menilai orang dari penampilan luarnya saja "


"Hah tetap saja ia berbakti pada orang tuanya tapi dzalim dengan orang lain ,noh tadi Lu pada nggak liat ape , Om-om yang sempoyongan karena bola dia , malah di makinya balik bukannya minta maaf "


Mereka langsung diam saat Raja kembali bersama mereka


"Husss diam , orangnya sudah datang "


"Iya...iya ..."


Raja langsung mengambil bola


"Yukk kita main lagi "


Saat asyik bermain bola , nampak lah Alea dan Arika yang hendak pergi ke kantin , teman-teman Raja pun langsung berhenti main dan bersorak saat melihat mereka berdua


"Hai Nona cantik ..."


"Manis, cantik jadi ibu dari anakku mau "


"Siapa aja lah dari kalian berdua yang mau sama aku hayyukkk"


Mereka pun tertawa geli


Wajah Raja terlihat merah

__ADS_1


"Ayo cepat mau main nggak ?"


Arika dan Alea tak memperdulikan mereka semuanya


"Mereka seperti mbek-mbekan di belakang mobil "


"Busyett mbek? kambing dong "


tertawa terkekeh-kekeh


Arika tak pernah seperti itu , tertawa lepas sambil mengobrol , terbahak-bahak pula , tapi bersama Alea ia merasakan menjadi dirinya yang sesungguhnya tanpa peraturan yang mengikat , namun itu hanya ia lakukan bersama Alea saja ,dengan orang lain ia tetap kembali pada dirinya yang sebenarnya Den Ayu Arika


Sedang asik mengobrol dan bercanda Arika lagi-lagi tak sengaja menabrak punggung Bian yang sedang berdiri


"Arika oops !"


Alea langsung syok


"Lagi-lagi kau bertemu dengan ..."


Bian langsung memutar tubuhnya


"Lagi-lagi kau ! kenapa kau menabrakku ,coba lihat pasti banyak sekali bakteri yang menempel di punggungku ,coba lihat ini Bejo "


Bejo adalah teman akrab Bian , itu hanya panggilan mereka saja meski nama lengkapnya adalah Betrand Jonathan


Bejo tau dari gelagat Bian ia mencium bau-bau ketertarikan yang terselubung pada Bian ,apa lagi Arika adalah gadis yang menarik dalam berbagai hal , dan juga ia bukan keturunan orang sembarangan juga


ia langsung mengatakan "Ya benar lihatlah banyak sekali bakteri nya ,behh lagi-lagi kau mencari masalah dengan Tuan Bian yang terhormat ini , kau tau tidak harga bajunya berapa ? hah tau tidak ?"


Arika langsung menjawab "Aku tidak tau dan tidak mau tau , jangan mentang-mentang kamu Mahasiswa baru ya ,bisa semena-mena ,lagi pula aku hanya menabrakmu tidak membuat tulang rusuk mu patah kan !"


Arika melawan meski nada suaranya sangat halus dan lembut sekali


Bian tersenyum sinis "Sudah lah Bejo jangan di ladenin kasihan nona ini , ia tak akan mengerti merk pakaian luar negeri , bisa bergetar ginjalnya nanti kalau tau berapa harga pakaian ini "


Arika menggenggam tangannya


Sombong sekali dia ,Berani meremehkan aku , seberapa kaya sih dia , sampai berani sekali meremehkan orang lain , seharusnya orang kaya yang sesungguhnya itu memiliki sikap yang baik dan dermawan , Seperti ilmu padi semakin berisi semakin menunduk ,tapi dia ini sungguh luar biasa sekali sombong nya ,apa dia dengan iblis adalah saudara


Alea mengerti perasaan Arika ,ia langsung menggenggam tangan Arika ."Arika ayo kita pergi saja , lihatlah semua orang memperhatikan kita "


Alea takut jika ia terlibat perkelahian nanti sampai kepada Rektor lalu rektor akan menyampaikan pada papanya , dan papanya akan mendapatkan masalah di kantornya karena ulahnya ,apa lagi ia sempat mendengar jika Bian ini sangat kaya sekali


"Arika ...ayo..."


Sepertinya kesabaran Arika habis ia langsung melepaskan tangan Alea darinya


dan mulai menunjuk dada Bian dengan jarinya


"Kau terkena bakteri ..kan ini aku taruh semua bakteri didadamu ,agar bisa masuk kedalam tubuhmu lalu menggerogoti hati mu yang sombong dan busuk itu ,ini kau rasakan "


Bian kaget sekali ia sama sekali tak pernah disentuh oleh perempuan dan baru Arika saja yang. berani menyentuh tubuhnya tepat pula di dadanya


Bian langsung balik emosi "Kau baru saja menyentuh tubuhku ya "


"Iya kau lihat kan ,aku menyentuh mu !"


Bian memejamkan matanya dan menarik nafas dalam-dalam dan berbicara dengan keras


"Kalian lihat semuanya yang ada disini kan, aku dilecehkan perempuan ini dan dia dengan sengaja menyentuh dadaku , kalian lihat kan "


Mendekat kearah orang-orang yang berdiri


"Kau lihat apa barusan ?"


"Aku melihat ia menyentuh dadamu !"


"Kau juga lihat kan ?"


"Iya aku juga Lihat "


"Sudah cukup bukti untuk menyeret mu kekantor polisi ,karena kau sudah melecehkan aku sebagai seorang laki-laki kau menyentuh bagian sensitif pada tubuh ku "


Bejo tertawa geli melihat tingkah Bian , sedangkan Arika dan Alea langsung panik saat mendengarkan kata kantor polisi, karena apa yang dikatakan oleh Bian itu memang benar jika menyentuh tubuh orang lain secara sengaja dan orang tersebut tidak terima itu adalah sebuah pelecehan


"A. A ..a"


Arika terbata-bata


"Sudah Bejo ayo kita segera laporkan perempuan ini dengan pasal pelecehan "


Arika langsung Berteriak "Tidak bisa seperti itu kau yang mulai duluan ,jadi aku melakukan hal itu "


Bian langsung menjawab


"Ya kenapa tak kau balas hal yang sama saja dengan yang aku lakukan ,tak perlu kau menyentuh tubuhku , bagaimana jika aku melapor perbuatanmu barusan pada mama dan papa ku , kau telah melecehkan putra semata wayangnya , bagaimana ?"


Arika dan Alea tak berani berbicara lagi


"Ya tapi kan aku tak bermaksud begitu "


"Tak bermaksud begitu bagaimana ? jelas-jelas banyak saksi yang melihat dengan mata mereka kau menyentuh dadaku dan menunjuk-nunjukkannya dengan sangat kuat , bagaimana jika terjadi cedera atau luka dalam didalam sini , apa kau mau tanggung jawab !"


Bian mendekat dan memandang kedua bola mata Arika


Alea langsung berbisik


"Please Arika minta maaf saja ,jangan cari gara-gara ini akan membuat kita semakin sulit nanti , ayo mengalah saja ,nanti baru kita cari cara untuk membalas nya , ingat megalah bukan berarti kalah ,kita yang waras mengalah saja dulu "


......,.....................************

__ADS_1


insha Allah 2 bab lagi hari ini ,tapi kadih vote nya dong reader ,jangan lupa like ,vote dan komen nya ya...๐Ÿ‘


__ADS_2