
"Hei Arika mau kemana kau!"
Arika langsung berlari sekuat tenaga
masuk kedalam hotel yang bentuknya seperti villa tersebut
"Maaf dimana kamarnya?"
"Ini pasti Nona Arika ya? istrinya Tuan Bian?"
"Ya benar. bagaimana kau tau jika aku adalah Istrinya?"
"Tentu saja Nona, karena selama seminggu hanya kalian saja yang menyewa hotel ini, Tuan dan Nyonya juga sudah mengatakan jika sepulang dari sini Nona harus mendapatkan dua garis merah"
Arika benar-benar nampak tak rela dengan apa yang diucapkan oleh pelayan tersebut
Enak saja mereka semua mengatur kehidupanku, mereka pikir aku ini mamanya kucing apa, yang bisa dengan mudah mengeluarkan anak bayi secepat itu. dasar!
"Jadi kamarnya di mana ya mbak?"
"Disebelah sana Nona, mari saya antar"
Arika langsung masuk kedalam kamar dengan hunian sangat cantik sekali itu, bayangkan saja ditepi kamarnya itu langsung menghadap kepantai, sungguh sangat cantik dan romantis sekali.
"Arggh sepertinya aku bakal sangat nyaman disini" ia langsung berguling-guling
Namun tiba-tiba Bian langsung masuk kedalam kamar
__ADS_1
"Hei apa yang kau lakukan, ini kamarku cepat keluar!"
bentak Arika
"Lah kenapa harus marah-marah ini juga kamarku, jadi tentu saja aku masuk kesini kalau kau mau kau saja yang keluar"
Arika dengan kesal langsung keluar dari dalam kamarnya
"Baiklah aku akan tidur dikamar yang lain saja!"
Bug ... pintu tertutup
Bian tertawa "Aku pastikan dalam tiga puluh detik ia akan kembali kemari, kita mulai saja untuk berhitung mundur, tiga puluh, dua puluh sembilan ..."
Bian tampak senang sekali menghitung mundur
Arika langsung bertanya pada resepsionis
"Maaf Mbak saya mau tidur dikamar yang lain tolong berikan kuncinya segera"
"Kamar yang lain? maksudnya Nona dan Tuan ingin pindah kamar yang lain ya?"
"Nggak, saya sendiri saja. dia tetap di kamarnya"
"Oh begitu, tapi mohon maaf Nona, disini kita hanya bisa memberikan satu kamar saja, dari Delapan kamar yang tersedia karena hotel ini sangat mahal dan memiliki perawatan yang sangat khusus sekali"
Arika langsung heran "Tapi bukannya semuanya sudah disewa ya selama satu Minggu?"
__ADS_1
"Benar Mbak hanya di sewakan agar tak ada orang yang menginap saja, tapi tetap satu kamar yang boleh ditempati, apa lagi daerah sini masih sangat banyak mistisnya, penghuni di sini sangat haus akan darah perawan"
bisik sang resepsionis dengan melirik kekiri dan kekanan
Arika yang berasal dari lingkungan kejawen tentu saja langsung merinding antara percaya atau tidak, tapi memang mitos seperti itu ada
"Baiklah Mbak, terimakasih infonya"
Arika tidak ada pilihan lain, selain kembali kekamar tadi
Mitos darah perawan, aduh aku masih perawan.jadi bagaimana kalau setan itu mengincar aku, apa aku harus pecahkan dulu keperawananku. ada-ada saja mitos nya
Arika nampak galau,
"Sebenarnya aku sangat malas sekali satu kamar dengannya, Jika boleh aku lebih memilih untuk tidur di luar saja, masa bodohlah dengan jenis hantu seperti itu!"
karena Arika memang agak penakut
Bug ...
pintu kembali terbuka
"Satu ..."
ucap Bian selesai berhitung
ia tampak sedang menutup mulutnya karena tak tahan ingin tertawa
__ADS_1
"lah kenapa kembali? tidak jadi tidur di luarkah?"