
Aditya tertawa geli melihat Arya , bukannya sedih ,tapi Justru melihat penderitaan Arya sebagai lelucon
"Sekarang begini saja , bagaimana jika kau dan Ana tak menikah apa kau bisa sebahagia saat ini ?"
"Heh aku dan Ana itu beda cerita Arya ,aku dan dia di jodohkan lagi pula aku sudah menikah dengannya baru jatuh cinta , sedangkan dalam kasusmu itu beda , sekarang kau pulang dan coba belajar membuka hati mu untuk Alena , terkadang kita tak sadar telah mencintai seseorang sampai ia tidak ada lagi di samping kita, aku harap kau tidak menyesal nantinya jika Alena sudah tak ada disampingmu, a
Arya aku tau sangat sulit sekali menerima kenyataan jika kau tak mencintai nya ,tapi apa kau sadar ,kau sangat di prioritaskan oleh Alena "
"Apa kau tau Alena itu bekerja sama dengan Dimas menjebak ku, apa kau tau dia itu tulus atau tidak padaku ! apa kau tau ?"
"Ya..ya.aku tak membela Dimas di sini , msalah nya Dimas adalah teman kita tak akan mungkin dia mau menjerumuskan mu "
Mata Arya masih berkaca-kaca "Tapi kenapa dia memisahkan aku dan Siska ,kenapa ia tak memberikan aku kesempatan untuk bisa memperjuangkan cinta ku dengan Siska "
Aditya langsung menepuk pundak nya
"Kelak kau akan menjadi seorang ayah dan kau akan tau bagaimana menjadi Dimas nanti ,Dimas berjuang untuk Siska dan maminya untuk menjadi sosok pengganti ayahnya "
Hanya ucapan Aditya lah yang dapat menenangkan nya, Arya Sepertinya mulai mengerti apa yang di ucapkan oleh Aditya
ia langsung menghapus air matanya dan berdiri keluar
"Kau mau kemana ?"
"Pergi ,aku izin cuti dulu Boss"
"Ya baiklah anak buah "
Aditya tertawa
"Tapi jika besok kau tak masuk aku akan mengirimkan surat peringatan "
"Siap!"
Arya melajukan mobilnya menuju kekampus
Terlihat Alena sudah turun dan hendak keluar bersama ibunya
"Selamat ya .."
Ucap Arya
"Kak Arya kau kemari ?"
Alena benar-benar antusias sekali
*Astaga ini benar -benar sangat sulit untukku
mana mungkin aku bisa mencintai ulat nangkyang terlihat begitu agresif sekali ini*
"Nak ibu sangat bahagia melihat kau berada di sini "
"I.iya ibu kita akan merayakan kelulusan Alena dengan makan siang bersama"
Alena langsung menggelengkan kepalanya
seperti nya ia trauma karena lemparan telur malam itu
"Tenang saja tak ada lemparan telur siang ini jangan khawatir "
__ADS_1
"Tunggu "
"Apa ?"
,"Berikan ponsel mu dulu "
Alena meminta nya
"Untuk apa ?"
"Cepatlah nak berikan saja "
Alena mengadahkan kedua tangannya
"Ini "
"Buka kunci nya "
Dengan cepat Arya membuka nya
lalu Alena segera mendekat ketubuh Arya
"Ibu ayo,kita selfie "
Mereka bertiga pun akhirnya mendapatkan fose bertiga juga
"Hasilnya bagus sekali , kamera nya bagus , tolong kirimkan ke ponsel ku "
Alena Memang cerdas ia sengaja melakukan itu agar nomor nya tersimpan di dalam ponsel
Arya
"Oke baiklah "
Dalam beberapa menit Poto tersebut sudah berada di dalam ponsel nya
Sebelum pergi Rima dan Dimas juga ada di sana , lagi-lagi Rima melihat Arya yang sedang berpoto dengan Alena
Apa artinya Arya dan Alena sudah bisa menerima kenyataan nya
lalu bagaimana dengan rencana ku ,apa harus aku lanjutkan atau bagaimana ,atau cukup Dimas saja yang harus aku balas
Rima terlihat begitu bingung dengan apa yang ada di hadapannya
Dimas mengajak nya untuk berpoto berdua namun mamanya menarik nya
"Rima ayo kita pulang "
"Tapi kita belum berpoto "
"Lain kali saja di mana pun kita bisa berpoto "
Mamanya menarik tangan Rima
Dimas merasa ada yang berbeda dari sikap
mamanya dan juga Rima ,ada yang hilang juga dari Rima. "Ya benar cincin di tangannya sudah tidak ada lagi"
Dimas kembali berpikir positif mungkin saja Rima sengaja menyimpan nya agar tak hilang
__ADS_1
Karena ia tau Rima tak akan mungkin melakukan hal yang tak semestinya ,Dimas tau bagaimana rasa cinta padanya benar-benar besar sekali
...
Di dalam rumah makan
Alena yang merasa tersanjung dengan perlakuan Arya duduk di samping ibunya saat pelayan menaruh semua makanan di atas meja
tapi ia adalah orang yang sangat sibuk sekali
ia berdiri dan memasukkan nasi kedalam piring Arya dan ibunya ,tanpa memikirkan dirinya yang belum makan dari semalaman
" Ayo ibu makanlah "
"Nak duduk lah , kau sendiri belum makan dari semalam "
"Nanti saja ibu makanlah dulu, aku akan menunggu sampai kalian selesai makan "
Arya ternyata merasa kesal dengan tingkah Alena hingga membuat ia membentak perempuan tersebut
,"Cepatlah kau makan apa yang mau di tunggu lagi ,ini bukan di rumah , selesai kami makan kita akan pulang aku akan kembali bekerja tidak ada waktu berlama-lama di sini "
"Arya..."
"Sudahlah ibu hentikan membelanya , kelakuan nya sungguh memalukan sekali bisanya hanya bersikap seperti itu terus -menerus tidak tau tempat, aku pusing , tinggal makan saja repot sekali "
Ibunya merasa tidak enak dengan menantu nya tersebut
"Nak kau..."
"Sudah lah ibu aku tak apa, biasa saja jika seoarang suami memarahi istrinya jika melakukan kesalahan dan itu bagus bukan untuk hubungan kami Bu, saling terbuka dan tak ada yang di tutupi satu sama lain nya "
"Banyak sekali cerita, lain kali aku tak suka terlalu di perhatikan seperti ini , bersikap lah normal seperti wanita pada umumnya , jangan kau tunjukkan pada dunia kelakuanmu yang seperti ulat nangka tersebut "
.Para pelayan hanya melihat saja bagaimana Arya memarahi Alena
"Sudah Bu, ayo kita pulang "
"Iya ayolah aku juga tidak lapar"
Sahut Alena berbohong
Seharusnya momen wisuda ini menjadi momen terbaik dalam hidup nya , menjadi sarjana di dalam lingkungan keluarga yang kurang mampu adalah impian nya sejak dulu,tapi harapan memang terkadang tak sesuai dengan kenyataan
Di sepanjang perjalanan Arya terus memaki Alena
"Iya kak aku paham ,kau utarakan saja apa yang tidak kau sukai dari ku aku akan mengubah nya"
"Oh ya..kalau begitu apa kau bisa mengubah waktu agar aku tak pernah bertemu dengan mu , apa kau bisa mengubah dirimu untuk menghilang selama-lamanya dari muka bumi ini!"
"Arya ! jaga ucapan mu dia ini istrimu "
"Ya istri yang tak pernah bisa aku terima keadaannya , aku sudah capek ibu melihat ia yang selalu bertingkah seperti itu , apa bedanya ia dan ulat nangka ,apa ibu tak malu memiliki menantu seperti dia , tidak punya rasa malu dan tidak punya atitude ,kau itu perbanyaklah bergaul di luaran sana kau lihat dunia ini luas , jangan terpaku di rumah saja !"
Baik.. baiklah kak Arya aku akan menuruti semua keinginan mu , aku tak akan lagi menunjukkan sikap ku yang seperti ini maafkan aku , setelah ini aku akan mencari kerja dan mencoba untuk mencari kesibukan di luar sana
sesuai apa yang kau inginkan
Bibir nya tersenyum namun batin nya terluka n
__ADS_1
rupanya Alena juga bisa terluka setelah sekian lama ia bersikap begitu kuat dan tegar