
Siska pun pulang kerumah di susul Arjuna ,tak lama mobil Arya pun ikut kembali ,
Arya membuka pintu
"Assalamualaikum "
Wajahnya pucat dan lesu sekali , membuat ibunya langsung khawatir
"Nak kau kenapa , wajah mu pucat sekali "
"Tak usah khawatir Bu, nanti juga baikan "
"Kau demam nak ?"
memegang dahi Arya
Tidak Bu, aku tidak demam hanya hati ku sedang tak karuan , aku hancur Bu , hancur
Arya menggelengkan kepalanya , bibir nya terasa sangat berat untuk tersenyum ,namun ia harus tetap terlihat baik-baik saja di hadapan ibunya
"Bu ,Arya ingin menikah "
"Apa !!"
Ibunya kaget , secepat itukah ia mengatakan hal yang tak mungkin ,
lalu ibu nya langsung memeluk nya
"Syukurlah nak akhir nya kau sadar jika memang kodrat nya manusia itu adalah memiliki pasangan "
melepaskan pelukannya
"Baiklah kalau begitu ibu akan segera melamar Alena untuk mu "
Arya langsung berdiri "Bu , Arya hanya bercanda he "
Arya langsung berdiri dan menutup pintu kamarnya
"Ah menikah dengan makhluk itu sama saja dengan aku masuk kedalam lubang neraka , tak akan memecahkan masalah justru menambah masalah saja "
Arya memejamkan matanya lalu , kembali memegang dinding kamarnya
"Terlalu menyakitkan ,namun jika aku tak mengobati luka ini ,apa bedanya aku dengan Dimas ,aku tau Dimas tidak menyukai Rima, didalam hatinya masih terukir nama Ana ,namun demi kebaikan semuanya ia berusaha untuk melupakan semua nya , hah padahal cuma masalah hati saja namun menyusahkan sekali ,oh Tuhan tolonglah aku "
Arya memejamkan mata nya, lalu tertidur
ia tak memperdulikan nasib Alena bagaimana
Siska langsung mandi dan bersiap-siap untuk melakukan tugasnya , seperti biasa Arjuna
pun duduk di kursi ,malam ini Siska berpakaian seperti biasanya
"Bagaimana apa kau sudah selesai ujian ?"
Siska mengangguk "Duduklah temani aku makan "
Malam ini Siska tak banyak bicara hanya diam saja ,
"Besok aku akan ada kegiatan di luar kota , aku harap kau bisa ikut "
__ADS_1
Siska menaikkan kepala nya dan kaget sekali
ia mulai berpikir jika Arjuna akan memanfaatkan hal yang tidak-tidak
"Maksudnya ?"
"Jangan terlalu percaya diri dulu , aku hanya ingin kau menemani Silvi ,dia tak mungkin kan tidur satu kamar dengan ku nanti , lagi pula hanya untuk beberapa hari saja "
"Apa kita akan naik pesawat ?"
"kita akan naik mobil , dan kau bertugas untuk menyiapkan apapun kebutuhan ku , apa lagi sebentar lagi kau akan membayar uang kuliah mu kan "
Siska terdiam ,lalu mengangguk pasrah
"Terserah padamu saja aku mengikuti mu saja"
Arjuna tersenyum "Kau menghabiskan tiga hari berlibur bersama teman-teman mu kan , tapi kau akan menghabiskan seluruh hidup mu untuk ku nanti Siska "
Arjuna tersenyum geli
Ia sedang merencanakan sesuatu untuk Siska seperti apapun rencananya semoga berhasil Arjuna
Siska keluar dari kamar nya
dengan membawa koper
"Apa cukup membawa pakaian segini"
Koper nya Begitu besar
"Cukup untuk pakaian kita berdua "
Menahan amarahnya , kemudian kembali teringat uang yang sudah cukup banyak di keluarkan oleh Arjuna untuk nya
Dan kembali merendahkan volume suaranya
"Maksudnya bagaimana "
Siska berbicara lembut dan tersenyum mania sekali ,
sekarang giliran Arjuna.yang tak karuan
Astaga pantas saja Arya tak bisa melupakan nya , aku justru takut saat ia bersikap manis seperti itu , semakin mempesona saja
"Ya , dari pada banyak menghabiskan tempat di bagasi mobil , sebaiknya kau susun baju ku masuk kedalam koper mu itu "
"Baiklah jangan khawatir , apapun yang anda perintah kan aku akan melakukan semuanya dengan senang hati , kalau boleh tau mau berapa banyak pakaian anda yang akan di bawa "
"Ya kau hitung saja sendiri ,kita akan beberapa hari di sana untuk bekerja "
"Baiklah akan segera aku siapkan ,anda tinggal terima bersih saja "
Siska tersenyum dan mohon pamit pada Arjuna yang sedang kacau sekali perasaan nya karena melihat wajah manis istrinya itu
"Hah menjadi berpura-pura baik itu bukanlah bagian dari diriku ,ah tapi ini semua demi kebaikan bersama ya Tuhan semoga saja kau bisa menilai bagaimana pengorbanan ku "
Siska membuka lemarinya dan memasuki beberapa lembar pakaian lalu berdiri kembali untuk memasukkan pakaian milik Arjuna
Karena jijik melihat pakaian Arjuna ,Siska pun memasukkan pakaian dengan sembarangan
__ADS_1
"Oke sudah siap "
Malam ini semuanya tidur dengan nyenyak
sekali
...
Di tempat lain
Dimas kembali menjemput dan berboncengan dengan seorang perempuan
"Kau ini ceroboh sekali , bagaimana jika tak ada yang menjemput mu tadi "
"Maafkan aku kak Dimas ,tapi aku harus profesional bekerja ,aku masih banyak membutuhkan biaya untuk pengobatan ayah ku"
"Tapi bagaimana apa dia sudah menunjukkan cinta kepada mu ?"
"Ntahlah kak Dimas meski aku memang jatuh cinta dengan kak Arya tapi ia sama sekali tak bisa aku luluhkan "
"Kelakuan mu itu menjijikkan , bagaimana mungkin ada laki-laki yang menyukai mu sekali pun kau juga tak kalah menarik di bandingkan Siska "
Alena langsung tertawa "Nah itu masalahnya kak , jika aku harus sama seperti perempuan lainnya , bagaimana mungkin ia akan mengingat ku sedangkan di dalam otak nya hanya ada Siska "
"Lalu bagaimana rencana mu selanjutnya Alena " sambil berteriak-teriak di atas motor
"Jika seseorang amat mencintai perempuan lain dan tak mampu melupakan nya , maka aku akan menyusupi hatinya dengan cara lain kak ,aku akan membuat Arya tak bisa melupakan aku ,tak apa dia membenci ku , tak apa dia tak menyukai ku ,tapi akan ada aku di otaknya setiap hari dan ia selalu merasa jika aku ada di sekeliling nya "
Dimas tertawa "Ya aku tau kau juga cerdas, lagi pula bukankah kau juga sama dengan nya ,kau sering menaklukkan banyak pria bukan"
"Tentu saja kak tapi aku ada batasan ,"
Alena tersenyum
"Lagi pula aku juga menaruh hati padanya "
"Sekalian menyelam sambil minum air kan "
Dimas tertawa
"Hmm aku tak tau lagi Alena , Arya itu sahabat baik ku , aku mengerti ia sangat mencintai adikku Siska , dan memang mereka pun saling mencintai ,hanya saja aku tak mau adikku Siska nanti akan tahan dengan nya , Arya itu mantan playboy aku takut jika nanti hobinya kembali lagi "
"Hehe jika bukan karena uang aku juga tak mau mengambil resiko ini kak , memindahkan rasa cinta Siska kepada ku , meski mustahil , setidaknya nanti jika ia ingin menikah Dengan ku ,ya aku akan mengiyakan ,jika suatu saat ia kambuh lagi hobi nya , aku akan mengambil keputusan untuk meninggalkan nya "
Dimas pun langsung tertawa "Jangan lah seperti itu Alena , "
"Ayah ku sedang membutuhkan banyak uang kak ,jika tak bekerja dengan mu ,mana mungkin aku bisa mendapatkan uang sebanyak ini "
.....
Haloha ..sayang kuh semua ...
maafkan author tak bisa membalas komen kalian satu-persatu ya ...
Author geli baca komentar kalian semua nya wkwkwkwk
jangan lupa tinggalkan jejak cinta kalian ya ...
like,vote dan komen ya..
__ADS_1
INSha Allah malam ini kita crazy up lagi