
"Alea!" Arika membalas melotot dan kali ini mereka berdua saling bertatapan dengan melotot
Siska yang baru saja menyiapkan makanan langsung kaget melihat keduanya
"Alea, Arika,kalian kenapa Nak?"
dengan bersamaan mereka berdua menoleh
"Hanya masalah kecil Ma, kami kau kekamar dulu"
Langsung berdiri dan bergandengan tangan berdua
"Aneh sekali mereka, ada apa sebenarnya,ayo makan dulu ini mama baru masak enak"
"Nanti saja Ma"
Arika menarik tangan Alea
"Tapi aku lapar Arika"
"Nanti saja, ayo"
Alea tak bisa menolak arika yang bar-bar itu
"Arika aku merasakan kau sedang berubah menjadi mama Siska waktu muda dulu, ada apa ini"
Alea langsung duduk diatas kasur dan arika mulai bercerita
"Kau tau tidak kak Bian, mulai menunjukkan keanehan"
"Keanehan?, maksudnya kak Bian itu Homo?"
Alea tak kalah kaget
"Haduh, bukan itu aleaa..."
Arika langsung terdiam lagi. ia bingung mau cerita atau tidak karena itu adalah masalah rumah tangganya, tapi jika tidak diceritakan ia bisa gila menghadapi ini semua
"Arika, jadi tentang apa, ayo cepat katakan!"
"Tidak jadi" Arika langsung tersenyum
"Hah, kau ini hanya membuat ku pusing,saja. kalau begitu aku mau makan lapar"
Alea langsung keluar untuk mengambil makanan didapur namun langkahnya terhenti saat mendengar obrolan Nenek nya dan Bian yang sedang berada di luar
"Jadi apa saja yang terjadi pada saat Arika pulang tadi,apa dia mual-mual?"
"Iya Nek, benar dan juga ia sering marah-marah, padahal dokter hanya mengatakan masuk angin saja"
"Dokter sudah periksa urinnya belum?"
__ADS_1
Bian terdiam"Tidak ada tes urin Nek, kenapa Nek?"
Neneknya tersenyum," Nggak apa-apa cuma jaga saja Arika kalau mau kemana-mana,apa lagi kalian baru pulang dua Minggu ya kan?" sambil tersenyum-senyum sendiri
"Iya Nek, jelas itu. aku akan selalu menjaga Arika"
"Tapi harus ekstra ya" sambil senyum-senyum sendiri.
Alea yang menguping tak mengerti apa yang sedang dibicarakan neneknya dan ia semakin menjadi penasaran.
"Ya sudah, kalau begitu langsung makan saja sana,mama mertuamu itu sudah masak yang banyak, kami satu buah rumah ini selalu makan enak karena dia memasak terus sepanjang hari"
"Baik nenekku yang cantik dan awet muda" puji Bian hingga membuat neneknya tertawa geli
"Kau bisa saja"
Alea langsung mencibir neneknya dari belakang
"Halah, nenek padahal senang itu sok-sok malu pula"
Neneknya langsung berjalan menuju kamarnya,Alea pun langsung menyelinap diam-diam untuk masuk kedalam kamar neneknya untuk mencari tahu apa maksud ucapannya itu
"Aku ingin merebahkan badanku sebentar saja" baru saja ia mau menutup pintu Alea sudah membuat nya kaget karena langsung masuk kedalam kamar
"Halo Nenek!"
"Astaga Alea, apa yang sedang kau lakukan.hampir saja kau membuat nenek selangkah lagi masuk surga..."mengelus dadanya
"Doa mu sungguh jelek sekali, aku sudah bahagia melihat papamu selalu tertawa, dan mungkin ini sudah saatnya aku bertemu dengan kakekmu dan juga mama mu"
"Enak saja Nenek, aku belum memberikan cicit untuk nenek, tidak bisa!"
"Nanti aku juga diberikan cicit dari Arika saja, itu sama saja bukan!"
"Hah, dari Arika?, maksudnya Nenek,Arika hamil?"
Neneknya terdiam karena itu pamali tidak boleh disebutkan jika baru berusia satu Minggu
"Ya mana Nenek tau, nenekkan bukan dokter!"
Alea mendekati wajahnya
"Nenek aku tidak suka nenek menyimpan rahasia dengan ku,atau nenek sekarang sudah tidak sayang denganku lagi ya, mentang-mentang sudah memiliki cucu yang kaya raya?" Alea itu sengaja memancing Neneknya untuk berbicara karena ia sangat tau neneknya sangat menyayanginya
"Alea, apa yang ingin kau ketahui ha, nenek ini ngantuk" padahal Nenek nya sudah tau pasti Alea tadi menguping pembicaraannya dengan Bian,ia tau bagaimana sifat Alea karena dari bayi ia lah yang mengurusnya,sama seperti Arya Alea itu sangat jahil sekali.
"Nenek sudah tidak menyayangi aku lagi, lihatlah Nenek sudah tidak perduli lagi dengan aku, semuanya untuk arika saja, baiklah jika nenek mau nya begitu, aku juga tak mau perduli lagi dengan nenek" Alea mengancam neneknya.tapi ibu Arya tersebut sama sekali tak perduli dengan ancaman cucunya itu.
"Terserah kau saja Alea, tak usah membuat Nenek jadi pusing dengan pertanyaan mu itu"
"Oh Nenek ini rupanya benar-benar ya" Alea langsung membalikkan tubuhnya dan duduk disamping neneknya
__ADS_1
"Ayo nenek mengaku lah, apa yang terjadi pada Arika cepat"
"Alea, pamali tidak baik, nanti saja kau juga tau, nenek mau tidur capek"
Di luar terdengar Arya memanggil namanya
"Aleaa ayo keluar, ajak nenek makan bersama,mama sudah masak ini"
"Sebentar Pa, nenek tidak mau makan katanya mau tidur saja"
"Ya sudah,kau saja keluar, ayo Nak.."
"Hah, menyebalkan semuanya"
"Sudah cepat keluar sana, jangan tunggu hal-hal yang tidak penting lagi karena tidak mungkin mereka menunggu mu, ayo Alea"
Alea langsung berdiri "Baiklah Nenek,tapi nenek jangan lupa urusan kita belum selesai"
langsung segera keluar
"Mana Arika?" heran tak menemukan saudaranya itu
"Di kamar,tidur dia sepertinya kelelahan sekali" ucap Siska
"Astaga, baru jam segini.sudah seperti Nenek saja, tukang tidur dia"
semuanya langsung tertawa
"Dia memang kelelahan sekali Alea,apa lagi mungkin karena perjalanan jauh juga"
"Ya baiklah, tapi besok arika mulai masuk kuliah lagi kan kak Bian, soalnya aku pusing sekali setiap hari tidak bisa bawa mobil harus diantar jemput papa sudah seperti anak kecil saja!"
Alea menoleh kearah Arya
"Bukan begitu,anak jaman sekarang ini mengerikan pergaulan nya, salah-salah nanti bahaya, apa lagi laki-laki jaman sekarang itu kalau suka sama perempuan akan melakukan segala cara untuk mendapatkannya"
Bian tersenyum geli, karena ia tau Raja sedang galau karena tau Alea adalah anak Arya.laki-laki yang sering membuat ia kesal
"Halah, papa aja bagaimana dulu,nggak usah terlalu berlebihan lah Pa, lagian Alea juga tau mana yang baik dan yang buruk"
"Tau apa kamu soal pergaulan dunia ini,anak baru gede saja banyak sekali bacotan nya"
Siska langsung menenangkan Arya, karena tau Arya sedang naik darah.ia memang sangat protektif soal Alea, karena takut hal yang tidak-tidak terjadi pada Alea
"Sudah,ayo dimakan dulu, nanti Lanjutkan lagi debatnya, kasian makanannya dingin nanti"
mencoba bersikap netral
"Alea ini keras kepala sekali,dikasih tau orang tua,malah ngeyel"
melotot menatap Alea
__ADS_1
"Sudah ayo makan ayo ..."