Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Part 271


__ADS_3

Malam ini mereka berdua duduk ditepi pantai dengan menghadap ombak pantai yang menyapu pasir-pasir ditepinya


untuk pertama kalinya didalam hidup mereka berdua bisa berduaan sedekat ini dengan lawan jenis masing-masing, ditempat yang berbeda yang romantis dan jauh dari keramaian


"Makanannya enak"


ucap Arika dengan lahapnya


Bian malah asik menikmati suasana pantai tersebut "Sungguh Indah sekali ciptaan Tuhan"


"Tapi aku lebih suka jika kita berada di pegunungan lebih sejuk dan dingin"


"Ah masa?"


Bian membalikkan pertanyaannya


"Benar pantai memang cantik tapi aku lama tinggal didekat pantai ingin mencoba suasana yang baru dan berbeda itu maksudnya"


Arika melanjutkan makannya


"Ya tapi kau tidak merasa dingin apa?"


"Maksudnya ?"


"Itu dua gunung kembar yang selalu kau bawa itu apa tak membuatmu merasa berat dan kedinginan?"Bian tertawa


Dengan cepat Arika langsung menutup dadanya


"Kau ..."


"Sudahlah jangan seperti anak-anak kita sama-sama sudah dewasa kan? lanjutkan makannya"


Kurang ajar sekali dia, beraninya mengatakan hal-hal yang membuat aku marah sekali


apa dia pikir dengan menjadikan aku istrinya ia bebas melakukan apa saja yang ia sukai ha?"


Seorang anak kecil gendut dan lucu tiba-tiba menghampiri mereka berdua, anak kecil itu benar-benar lucu dan gemoy sekali

__ADS_1


Arika yang sangat suka anak kecil langsung memeluknya "Ya ampun sayang lucu sekali anak siapa ini ya ampun"


Arika langsung menggendongnya rupanya anak itu adalah anak salah satu penduduk sekitar yang memang suka sekali bermain disekitar tempat itu


"Hei sayang sini jangan ganggu Tante dan oom itu"


Arika menciumnya berkali-kali


"Biar aku saja yang menggendongnya, tidak apa-apa, jangan khawatir"


"Maafkan saya Tuan dan Nona, karena adik saya ini memang sering ikut kemari apa lagi jarak rumah kami sangatlah dekat, itu disana".! menunjuk kearah yang tak jauh dari hotel tersebut


"Siapa namanya sayang"


"Kimmy Tante"


jawab sang kakak


"Umurnya berapa Kimmy kok lucu sekali ya?"


Arika berkali-kali menciumnya


"Nen...nen...nen..."


"Aduh Kimmy itu bukan Mamamu, ayo sini kita pulang saja kakak akan mengantarkanmu pulang dulu"


Tapi Kimmy tak mau melepaskan pelukannya ia malah menangis "Nen... nen...nen..."


"Maaf Nona, karena Kimmy telah menganggu Anda, permisi "


anak balita lucu itu nampak meraung-raung karena tak ingin melepaskan pelukannya dari Arika


"Ya ampun lucu sekali anak itu, badannya gembul dan putih sekali"


"Ayo cepat habiskan makananmu"


"Oh iya aku sampai lupa"

__ADS_1


Arika tersenyum-senyum sendiri karena membayangkan wajah Kimmy


"Lucu sekali ya ampun anak itu sungguh sangat gemoy"


"Lucu ya ?"


"iya, apa kau tak suka anak kecil?"


"Ya tentu saja aku suka, apa kau mau anak kecil seperti itu?"


"Ya tentu saja aku mau"


Arika menjawab dengan datar sekali pertanyaan Bian, tapi ia tak sadar jika Bian sedang memberikan pertanyaan jebakan padanya


"Baiklah kalau begitu nanti akan kita buat"


"Maksudnya?"


Arika heran


"Kau ingin anak kecil seperti itu kan?"


"Iya, lalu?"


"Ya nanti kita akan membuatnya"


Bengong.


Arika langsung terbatuk-batuk


Buru-buru Bian memberikan air minum


"Ini cepat minum, setelah ini kita akan membuat anak bayi lucu"


Arika yang sedang minum langsung muncrat kewajahnya Bian


Byurrr......

__ADS_1


"Astaga"mengusap wajahnya


__ADS_2