Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Part 305


__ADS_3

Dimas tak bisa lagu berkata apapun karena memang semuanya sudah terjadi


"Sebaiknya sekarang kita bersikap biasa saja saat bertemu dengan Arya, seolah-olah kita tidak tahu apa yang terjadi pada mereka berdua, kau tau sendiri kan bagaimana Arya"


"Iya kak Dimas aku tau, jadi kita tidak perlu melakukan hal-hal yang memancing emosinya"


Rima pun langsung mengajak Dimas untuk mengobrol didepan.


sementara itu Raja benar-benar tak bersemangat untuk melakukan apapun lagi, namun yang pasti ia tak bisa melakukan ini sendiri, langsung mengambil handphonenya dan mulai menelpon Arika


"Satu-satunya jalan aku harus meminta bantuan pada Arika dan Bian"


Arika yang masih uring-uringan dikamar


berbaring"Aku tidak mau pulang dulu, rasanya apa lagi aku membayangkan kak Bian yang memeluk perempuan itu dengan mesra sekali, berbicara dan mengobrol dengan tertawa bahagia, seperti dunia milik mereka berdua saja, aku jadi khawatir menjadi seperti lady Diana yang hanya dijadikan pelarian saja karena cintanya pada Kamila"


Arika sungguh benar-benar sangat keterlaluan sekali pikirannya, padahal sebenarnya masalah ini bisa langsung ditanyakan pada Bian, karena didalam kehidupan rumah tangga sangat penting sekali komunikasi antara keduanya karena kunci setiap hubungan adalah dengan adanya komunikasi


Tulilit.... tulilit...

__ADS_1


handponenya berbunyi


" Siapa lagi ini ..."


ia langsung mengambil handponenya


"Raja?, ada apa dia menelepon ku?"


Arika mulai merasakan ada sesuatu yang aneh ini


"Hmm, aku tau ini pasti masalah nya dengan Alea" langsung mematikan handphonenya


"Masalah ku saja sudah sangat banyak sekali, dan sekarang mau ditambahin dengan masalah ini lagi sungguh sangat keterlaluan sekali, aku benar-benar tak sanggup mendengarnya"


raja berdiri dan langsung keluar mengambil motornya ia ingin menenangkan dirinya dengan mencari angin segar di luar sana


"Raja kau mau kemana Nak?" Dimas langsung mengejarnya


"Papa aku mau mencari udara segar di luar "

__ADS_1


"Ingat nak, jangan cari masalah baru dengan mengorbankan perasaan gadis lain, karena kau harus menjadi laki-laki yang bertanggungjawab menyelesaikan masalah yang lama, karena itu hanya akan menambah masalah baru"


"Iya Pa, raja tau jangan khawatir tak ada yang perlu di khawatirkan karena memang raja sangat mencintai Alea dengan tulus"


"Tanggung jawab Nak, karena Arya akan melakukan yang terbaik untuk Putri nya"


"Raja tau Pa, raja pergi dulu ya" langsung melaju kan motor nya dengan kencang


Rima langsung memeluk Dimas dari belakang dengan mata yang sudah berkaca-kaca


"Aku tau bagaimana rasa sakitnya, tapi dia sudah dewasa, masalah hati tak ada yang bisa mencampurinya,siap jatuh hati haru siap juga patah hati" ucap Rima


"Kau benar sayang, tapi aku melihat Raja, banyak berubah"


"Semoga saja ia berubah menjadi lebih baik lagi , karena yang bisa merubah seseorang hanya lah perasaan cinta saja"


Dimas dan Rima saling menguatkan satu sama lainnya


"Tak selamanya harta bisa membuat orang bahagia jika batinnya tersiksa " ucap Rima perlahan

__ADS_1


"Aku berdoa cukup kisah cinta kita saja yang menguras air mata jangan sampai anak kita, karena rasanya sungguh sangat menyakitkan sekali, apalagi Alea pasti juga merasakan hal yang sama"


"Tenang, jodoh akan selalu menemukan takdir nya, cepat atau lambat " ucap Dimas menenangkan Rima


__ADS_2