Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
part 294


__ADS_3

Dokter pun masuk dengan keadaan yang berantakan, di ikuti oleh Bian


"Ini Dok istri saya" Arika yang awalnya sedang tertidur langsung terbangun karena alat dokter yang menyentuh kulitnya itu terasa sangat dingin sekali


"Dingin sekali, apa ini" Arika membuka matanya perlahan, lalu ia kaget saat melihat Dokter dan suster yang berdiri dihadapannya itu


"Hantu ..." teriaknya karena memang mereka tidak seperti seorang dokter, karena kaget dokter juga ikut berteriak-teriak


"Astaga, " Bian langsung menenangkan Arika


"Ini dokter yang akan memeriksamu, jangan khawatir ayo tenanglah"


"Tapi bagaimana mungkin kau bisa menemukan dokter seperti itu?"ucap Arika heran


"Aku tidak mungkin heran dengan keadaan seperti itu,tapi kenapa dokter dan suster ini sangat mengerikan sekali"


mereka saling berpandangan lalu melihat kearah cermin, sama halnya seperti Arika mereka berdua juga kaget saat melihat diri mereka sendiri


"Ya Tuhan, dokter"


"Iya Suster, aku juga paham"


mereka memeriksa Arika beberapa menit

__ADS_1


"Oh ini hanya masuk angin saja, mungkin Nona Arika terlalu kelelahan, jangan banyak bergerak dulu, istirahat yang cukup dulu ya, jangan nakal" ucapnya sambil tersenyum-senyum sendiri


"Baiklah kalau begitu saya akan memberikan vitamin dan resep obat ini, jangan lupa untuk hari ini harus istirahat total ya Tuan Bian" sambil menepuk pundak Bian, seolah memberikan tanda untuk sabar dulu beberapa hari ini


"Baiklah dokter aku akan membiarkan ia istirahat"


"Ya baiklah, kalau begitu kami permisi dulu" mereka pun keluar dari dalam kamar sudah seperti profesor robot yan rambutnya berantakan


"Dokter bagaimana keadaan menantuku?" tanya Ana


"Hanya butuh istirahat saja Nyonya "


"Baiklah Dokter, terimakasih "


"Tenyata kita yang terlalu berharap berlebihan Siska, aku pikir kita akan mendapatkan kabar baik lagi"


mereka langsung mengintip Arika yang tertidur


"Sudah jangan di ganggu lagi, mungkin dia memang kelelahan, sudah biarkanlah.nanti juga hamil dia" ucap Siska


"Ya sudah, tapi aku tak melihat Arya mana dia?"


"Hah, aku tidak tahu apa yang terjadi padanya, ia sedang mengantarkan Alea kekampus , dan akan menunggunya pulang, apa yang ada dipikirannya aku juga tak mengerti "

__ADS_1


Siska menggelengkan kepalanya


"Ayo kita duduk dan bercerita dulu di bawah, suamiku juga sedang main golf, nanti juga pulang "


Mereka turun kebawah, dan melihat Bian yang sudah tampak lega


"Bian kemari dulu"


Bian langsung menarik nafasnya dalam-dalam


"Astaga, apa lagi yang diinginkan mereka berdua, ini pasti akan sangat menyebalkan sekali nantinya" apa yang sedang mereka lakukan berdua-duaan di tempat ini, haduh..."


"Bian, ayo cepat apa saja yang sudah kalian lakukan di sana" Ana terlihat antusias sekali, tapi Siska langsung menutup mulutnya


"Ya ampun pertanyaan mamamu ini tidak penting sekali ya Bian"


Siska yang sudah berubah menjadi lemah lembut saat ini merasa tidak enak


"Iya nih, mama Siska, mama ana memang suka bertanya yang aneh -aneh, seperti tidak pernah muda saja "


Bian wajahnya langsung memerah


"Hah, Siska lepaskan aku, ini untuk kebahagiaan kita juga nanti, setidaknya kita akan memiliki cucu yang bisa kita prioritaskan lagi, karena tak mungkin bagiku memprioritaskan mereka lagi,apa lagi putriku saat ini yang sibuk dengan dunia baru nya,bahkan ia sampai tak mau menemani ku lagi"

__ADS_1


"Namanya juga anak muda sudahlah, semuanya ada masanya Ana"


__ADS_2