
Arjuna sempat gugup dengan pernyataan Siska ia tak menyangka jika perempuan tangguh yang berada di hadapannya itu akan seberani itu ,ia mencoba menenangkan jantung nya yang saat ini sudah berdegup begitu kencang sekali saat ini
"Ehem.."
Berdehem agar tak nampak jika ia sebenarnya sudah begitu tak karuan ,jika Siska mengatakan original maka ia pun juga sama , sama-sama tak pernah menyentuh wanita, ciuman pertama nya adalah Siska begitu pula sebaliknya
walaupun kejadian itu hanya berlangsung dengan hanya menempelkan bibir saja dengan tidak di sengaja
Siska berdiri dengan tegarnya ,ia sama sekali tak menangis di hadapan Arjuna , meski di dalam hatinya saat ini ia sebenarnya seperti kerupuk yang apa bila di siram air maka akan ciut Dengan sendiri nya
"Mmm original ,yah lucu sekali di zaman sekarang masih ada yang original , tapi maaf Siska aku masiu pikir-pikir dulu , lihat nantilah di rumah ya ... soalnya aku masih banyak kerjaan , sebaiknya kau pulang saja dulu "
Arjuna sebenarnya sengaja menutupi dirinya yang benar-benar gugup sekali
Apa Siska mendengar detak jantung ku
Dingin nya AC di ruangan itu tak terasa lagi karena ,dada Arjuna sudah mulai gerah
tapi ia begitu cerdas dalam bertindak
ia maju kedepan dan memberanikan dirinya ,lebih tepatnya memaksa untuk terlihat baik-baik saja dan sedikit brengse* dihadapan Siska ,ia mendekati wajahnya kearah Siska
Sialan apa yang akan ia lakukan padaku ha
Bug...
Satu hantaman mendarat di perut Arjuna
tindakan spontan yang di lakukan saat seseorang merasa sedang berada di bawah ancaman , hingga membuat ia perlu melindungi dirinya
"Awwww , sakit sekali "
Arjuna terpental jatuh Sambil memegang perutnya
Untunglah Silvi masuk kedalam ruangan dan ia kaget saat mendapati Arjuna sudah tersungkur Seperti itu
"Mas Arjuna ! astaga kenapa mas "
Siska yang berdiri dengan heran melihat kearah tangan nya ,"Siska apa yang kau lakukan ha "
Silvi melihat kearah Siska "Mbak ada apa ini "
"Bukan..bukan aku..tapi ini salah tangan ku ini yang tiba-tiba bergerak "
__ADS_1
Arjuna terlihat kesakitan tapi sebenarnya ia ingin tertawa karena mendapatkan Siska yang benar-benar ketakutan ,ia begitu jelas Mendengarkan hembusan nafasnya yang tak beraturan
"Sebaiknya aku segera pulang saja dulu , bye "
Meninggalkan Arjuna dan Silvi di kantornya
pada saat melangkah keluar ia berpapasan kembali dengan ketiga karyawan yang tadi sempat menertawakan nya
"Bu.. ibu..."
Siska berhenti "Ada apa ?"
"Bagaimana dengan kami ?"
Kebetulan minyak mobil nya tinggal sedikit ,ide gila itu muncul di saat yang tepat pula meski jantung nya masih berdegup dengan kencang karena ulah Arjuna tapi sekali lagi ia sedang butuh uang
"Jadi begini dompet ku ketinggalan , bisakah kalian meminjamkan aku yang ,nanti kalian boleh ambil di dalam dengan bos kalian "
Dengan cepat ke-tiga perempuan tersebut mengeluarkan uang dari dompet nya
"Ini Bu , ambil saja"
Mereka mengeluarkan uang ratusan ribu , tapi karena ia hanya butuh minyak mobil untuk sampai kerumah nya saja ia hanya mengambil seratus ribu saja
"Maafkan kami Bu"
menundukkan kepalanya ,
Siska langsung masuk kedalam lift sampai memegang dada nya
Di ruangan kantor Arjuna
Silvi membantu Arjuna untuk berdiri "Ayo mas berdiri,mas tidak apa-apa kan "
"Iya mas baik-baik saja ,hanya mas tak menyangka , tenaga Siska luar biasa sekali "
Kirana pun langsung heran "Memang nya mas ngapain tadi sampai mbak Siska marah "
Arjuna hanya tertawa saja ,ia sekarang tau apa kelemahan Siska ,
"Tidak ada ,Adikku mas hanya sudah mendapatkan beberapa ide agar bisa membuat perempuan keras kepala itu takluk "
Silvi mengangguk setuju karena ia tau Arjuna seperti apa , walaupun ia sama sekali tak pernah berpacaran dengan perempuan manapun tapi Arjuna adalah salah satu idola di tempatnya , meski dari sekian banyak perempuan tak ada yang pernah menolak untuk dijadikan kekasih nya , hanya saja ia masih merasa penasaran dari sekian banyak perempuan yang pernah bertemu dengan nya hanya Siska saja yang benar-benar tak bisa Melihat sosok nya , meskipun awalnya memang kesalahannya menikahi Siska secara paksa ,namun ia tak menyangka jika Siska sosok yang setia soal hati dan juga tak tergila-gila dengan harta
__ADS_1
"Aku akan berusaha mencari kunci untuk membuka gembok hati perempuan keras kepala itu "
"Semangat mas ,meski mas harus bersikap sedikit brengse* "
Kirana tertawa
Di dalam perjalanan Siska langsung mampir ke pom bensin untuk mengisi minyak mobil nya
ia sendiri merasa tak percaya dengan apa yang sudah ia lakukan hari ini
"Huh bahkan dia benar-benar membuat aku tak memiliki harga diri lagi , sialan ,oh "
Mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi ia ingin cepat-cepat untuk sampai kerumah namun di saat yang sama motor Dimas lewat dari arah berlawanan dengan membawa seorang perempuan yang menggunakan helm
tapi karena laju kendaraan yang ia bawa begitu cepat membuat ia tak bisa memberhentikan mobilnya secara tiba-tiba ,bisa bahaya nantinya
"Lah itu bukannya motor kak Dimas, itu kak Dimas kan ?"
Siska langsung mengambil ponsel miliknya untuk menghubungi Dimas tapi sayang sekali ponsel Dimas tidak aktif
"Sialan tidak aktif lagi"
Pikiran Siska mulai bercabang kemana-mana mengenai kakaknya
"Apa mungkin alasan kuat kak Dimas membatalkan pernikahan nya dengan Rima karena perempuan itu , lalu bagaimana dengan Rima ,tapi semoga saja dugaan ku salah itu hanya teman kak Dimas saja , lagi pula kakakku bukan seorang penjahat cinta seperti pria mats keranjang pada umumnya "
Siska melihat melauiy kaca spion mobil nya
"Tapi dari jaketnya seperti tak asing aku lihat di mana ya .."
masih dengan memegang kemudi mobil nya
ia pun kembali kerumah
seperti biasa pemandangan yang akan selalu dia temui , Arya masih sakit karena membayangkan lilitan handuk di kepala Siska pagi tadi , sampai-sampai saat Siska turun dari mobil ia sama sekali tak mau menoleh lagi , meski ia akan menerima Siska apa adanya dan dalam bentuk seperti apapun ,tapi Arya tetap berusaha untuk mengontrol hatinya agar tak bertindak di luar akal sehat ,apa lagi ia sedang berusaha menjadi laki-laki yang bisa mengendalikan emosi nya
"Siska ,dari bau nya saja aku tau jika itu dia "
Arya yang sedang membersihkan mobil tersebut pun langsung bersandar di belakang mobil nya , ternyata diam-diam dari dalam rumah ibunya memperhatikan semua sikap anehnya ,
"Arya kenapa ya ,atau ini hanya perasaan ku saja "
Mencoba untuk tidak mencari pembenaran tapi biasanya feeling seorang ibu itu akan selalu benar
__ADS_1