Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Part 317


__ADS_3

Tatapan Siska tak kalah syok, terlebih melihat Raja yang membawa sesuatu seperti orang yang mau lamaran


"R-raja, apa yang kau lakukan" Siska mendadak gelagapan, khawatir akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, sementara itu Dimas adalah kakak kandungnya, yang tak mungkin langsung dia usir


"Mama Siska apa kau akan membiarkan kami semua berdiri di luar dan tidak boleh masuk"


Alea yang berada di dalam kamar langsung berlari masuk ke kamar Nenek nya, karena tak menyangka Raja akan datang lagi hari ini, setelah kejadian tadi yang jelas-jelas membuat emosi Arya baik turun tak terkendali


"Nenek, aku takut" Alea langsung memeluk Neneknya

__ADS_1


"Sudah jangan takut dan khawatir, seharusnya kau bersyukur dengan kelakuan Papamu Alea, itu artinya tidak sembarangan laki-laki yang bisa mendekatimu, tenang saja, Papamu pasti tahu apa yang terbaik untuk mu"


"Tapi Nenek, aku menyukainya, lihat saja Arika bisa menikah muda, lalu apa bedanya aku dan Arika, bukankah dengan menikah membuat kita terjauh dari perbuatan maksiat, dan membuka banyak pintu rezeki yang sangat luas"


Neneknya langsung menarik nafas panjang


"Nenek tapi aku bisa berenang!, lalu apa lagi yang harus di khawatirkan, jika ada sesuatu terjadi, ya aku langsung saja melompat dari atas kapal, apa susahnya" Alea masih saja menyela ucapan neneknya


"Apa kau katakan barusan, melompat dari kapal?, astaga Alea kau ini lupa, jika kau melompat dari atas kapal, sekalipun kau jago berenang ini adalah larutan, kau tak akan mungkin bisa selamat, kecuali bertahan didalam kapal tersebut sehingga sampai ke tujuan dengan selamat"

__ADS_1


"Tapi nenek ini bukan sebuah kapal ini sebuah pernikahan, apa nenek paham" Alea masih saja keras kepala, bertahan dengan pikirannya, karena merasa masih muda dan cenderung keras kepala


"Alea pernikahan itu tak semudah yang kau bayangkan, kenapa Arika bisa?, karena dia sudah melewati banyak hal yang menyakitkan dia sangat dewasa dalam bersikap,tapi kau? sampai saat ini Nenek belum pernah melihat kau menjadi dewasa, bagaimana mungkin kau bisa masak untuk suamimu, jika kau saja sama sekali tak bisa masak, bagaimana kau akan membersihkan rumah"


Neneknya masih menggelengkan kepalanya, sembari ingin tahu jawaban dari cucu ya itu


"Ya ampun Nenek, kenapa berpikir pendek, apa nenek lupa, jika aku menikah dengan laki-laki kaya, tentu saja aku akan menjadi ratu didalam kerajaan, jika aku ingin apapun tentu saja ada pelayan yang akan menyediakan semua nya, untuk apa menikah dengan orang yang akan membuat aku kehilangan kewarasan ku, aku tidak bodoh Nenek" Alea tertawa geli mendengar pertanyaan neneknya


"Nenek terlalu berlebih-lebihan dalam berpikir tentang ku, jaman sudah canggih, kalau lapar tinggal pesan saja, semuanya bisa di kendalikan jika ada uangnya Nenek,kalian tak perlu mengkhawatirkannya, aku ibu sudah tahu apa yang akan aku lakukan, jangan berpikir aku ini tidak dewasa nenek, karena dewasa itu bukan hanya sekedar umur saja, contohnya saja Nenek, umur saja sudah tua tapi nenek masih seperti remaja"

__ADS_1


__ADS_2