Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Terabaikan


__ADS_3

"Wah sweet sekali ternyata mereka berdua ya , lihatlah sama -sama memakai kaos oblong warna biru "


ucap Maminya bahagia


Siska langsung melotot kearah maminya


"Bisa diam tidak mami "


ungkap Siska dari dalam hatinya


"Ayo sekarang nak kita mengambil Poto keluaga "


Siska berat sekali melangkah Sepertinya


Arjuna paham tapi mamanya memaksa


"Ayo nak gandeng suamimu itu "


"Siska ayo senyum nak "


ucap maminya


Mami ini cari gara-gara sekali ya.. dari tadi dia yang selalu sibuk , kenapa bukan mami dan pak kumis saja yang berpoto seperti ini bukankah hari ini kalian juga memakai pakaian yang senada


Melihat seorang laki-laki yang melewati mereka semua


"Hai Pak kumis apa kabar ?"


Siska melambaikan tangannya


Wajah Dimas nampak berang karena ucapan Siska , apa lagi maminya ia sangat takut karena Dimas Benar-benar sama sekali tak menyukai hubungan maminya tersebut


"Rasakan kalian semua "


Selesai berpoto mama Arjuna dan papanya langsung berpamitan untuk pulang kembali


Siska pun langsung merasa senang ,


wajahnya langsung sumringah


"Akhirnya mereka pulang juga "


Siska berpura-pura sedih ,tapi dalam hati nya Begitu gembira


Jika semua orang setelah wisuda bingung mencari kerja ,tapi tidak berlaku untuk Arjuna karena ternyata diam-diam ia memiliki perusahaan yang selama ini di kelola oleh keluarga nya


"Baiklah nak baik-baik kalian ya "


Silvi langsung mengatakan "Mbak Siska aku beberapa hari ini numpang menginap di rumah kalian dulu ya , menjelang aku pindah ke apartment "


"What ? , jadi maksudnya kau akan tinggal di kota ini "


Silvi pun mengangguk "Benar sekali mbak soalnya aku tak bisa jauh-jauh dari mas Arjuna , sekalian bisa belajar juga , oh ya di kampus mbak Siska bisa menyambung kuliah lagi nggak ? rencana nya Silvi dan mas Arjuna akan mengambil S2 di sini "


Enyah...kalian semua , belum selesai satu masalah , timbul lagi masalah yang lainnya


errr...


Dimas dan Rima ,serta maminya akan segera pulang , diikuti oleh Ana dan Aditya

__ADS_1


"Ana besok aku dan Rima ngumpul di rumah mu ya "


"Iya kabarin aja dagh.."


Setelah semuanya pergi sekarang tinggal Silvi ,Arjuna dan Siska


"Ayo sekarang kita pulang "


Arjuna mengajak Silvi dan tak menghiraukan Siska ,tapi Siska masih tak perduli


ia masih berpikir terserah dan bodo amat saja dengan semua sikap Arjuna


"Ayo masuk"


Arjuna membuka pintu dan Silvi pun duduk di depan bersama nya


Siska langsung duduk di belakang , biasanya Arjuna yang membukakan pintu untuk Siska tapi hari ini setelah wisuda dan kedatangan Silvi sikap Arjuna mulai agak aneh


Ya..ya .. biarkanlah aku juga tak terlalu perduli sekali


Selama dalam perjalanan Arjuna dan Silvi selalu bercerita sambil tertawa mereka kelihatan sungguh sangat bahagia sekali , sedangkan Siska kehadirannya sama sekali seperti tak di anggap oleh mereka berdua


"Eh Silvi mau nggak mas bawa keliling kota hari ini,biar nanti lebih mengerti bagaimana situasi kota ini "


"Wah Makasih banyak mas , tapi bagaimana dengan mbak Siska "


"Oh tenang saja aku tak masalah "


dengan wajah nya yang sangat jutek sekali


"Mm kalau begitu mas antar mbak Siska pulang kerumah dulu baru kita keliling kota ya "


"Uwekkkssss menjijikkan sekali kelakuan mereka ,ya ..tapi tak apalah , semoga saja dengan begini mereka bisa lebih akrab dan membuat Arjuna melupakan aku ,yah.."


Arjuna sama sekali tak memperdulikan Siska yang duduk di belakang, biasanya Siska akan selalu menjadi yang utama oleh Arjuna tapi kali ini sama sekali tak di perduli kan oleh Arjuna


"Oke sudah sampai "


Siska masih duduk di belakang , menunggu Arjuna membukakan pintu , tapi Arjuna malah asik mengobrol dengan Silvi


Lama Siska duduk di belakang memberikan kode agar Arjuna segera membuka pintu tapi tidak kunjung juga


"Ehemm.."


Silvi menoleh "Mbak Siska belum turun juga ?"


Arjuna memutar kepalanya "Lah belum turun juga ? atau kamu mau ikut ?"


"Tidak aku tidak mau ikut "


Membuka pintu lalu membanting nya


Arjuna dan Silvi pun langsung pergi tanpa memberikan klakson


Siska yang merasa di kacangin dari tadi langsung bergerutu


"Heh.. berani sekali dia mengabaikan aku ,hmm tak apa , paling juga nanti , dia bakal balik Seperti semula , heh "


"Spada...spada...."

__ADS_1


Ketukan pintu tetangga sebelah membuat Siska menoleh kesebelah , ternyata ada yang mengantarkan barang ,


karena pintu tak kunjung di buka pengantar paket pun menitipkan barang tersebut pada Siska


Siska pun tak bisa menolak karena pengantar paket sepertinya sedang terburu-buru


"Terimakasih mbak "


"I..iya.."


Tak lama terdengar bunyi pintu terbuka


ibu Arya keluar "Tadi sepertinya ada yang memanggil tapi tak ada orang "


Siska yang melihat ibu Arya keluar pun langsung berjalan kesebelah, walaupun dengan berat hati ia pergi berjalan kerumah Arya


"Maaf ibu tadi ada pengantar paket yang memberikan ini untuk ibu "


Ibunya pun mengucapkan terimakasih lalu menawarkan Siska untuk mengobrol dan membuat kan minuman , awal nya Siska menolaknya tapi ibu Arya terus memaksa


"Tidak baik nak menolak rezeki apa lagi kita tetangga , tetangga itu adalah Keluarga terdekat kita"


Siska pun duduk berdua dengan ibu Arya ,meski ia sangat canggung sekali ,takut jikalau Arya tiba-tiba datang


"Ibu sangat senang bisa tinggal di sini nak , apa lagi anak ibu ini juga belum menikah , apa nak ..siapa namanya ?"


"Siska Bu, panggil saja Siska "


Siska memperkenalkan dirinya


"Waduh masih muda , cantik sudah menikah, ibu sangat suka sekali melihat pasangan muda , berencana mau punya anak berapa Nak " sambil terkekeh tertawa


Siska membisu karena ia sama sekali tak tau apa yang akan ia jawab


Bu ibu tau jika saya mencintai anak ibu ,hadeh...


Begitu lah kira -kira ungkapan hati Siska saat ini


Tak berapa lama mereka mengobrol ,yang di takutkan Siska terjadi ,Arya pulang kerumah


Siska pun langsung berdiri hendak pamit pulang tapi ibu Arya menahannya


"Aduh nanti dulu , kenalin anak ibu , bagaimana jika kalian bertetangga tidak saling mengenal "


Astaga ibu aku ini sangat mengenal anak ibu


Arya yang memarkir kan mobilnya langsung kaget saat melihat Siska berada di hadapannya


"Astagaaaaa , Siska ? aduh bagaimana ini , apa yang ia lakukan di rumah ku , mana tadi di gedung aku melakukan hal yang merobek harga diriku , oh tuhan "


"Itu anak ibu yang ibu ceritakan,anak ibu ini ya cukup tampan lah ,kerja juga sudah ada tapi belum juga ada tanda-tanda mau menikah ,


Arya..Arya.. apa yang kau lakukan di dalam mobil ,ayo cepat turun ,kenalkan tetangga baru kita ,ayo "


Deg


deg..


"Aduh apa lagi yang di lakukan ibu,haduh"

__ADS_1


__ADS_2