
Didalam perjalanan pulang kerumahnya Arika Tersenyum manis ia membayangkan jika laki-laki yang baru saja ia temui tadi akan menjadi papanya,
"Kenapa aku merasa papa Arika sangat cocok untuk mama, dia setia dan mama sangat sabar "
Arika tersenyum-senyum sendiri , meskipun papanya selalu mengirimkan uang padanya namun papanya jarang sekali memanjakanya karena ia sangat sibuk setiap harinya pergi pagi pulang malam hari ,ia malah banyak menghabiskan waktu bersama mamanya dirumah dan juga adiknya Rangga .
meski hubungan Arika ,Rangga dan Silvi sangat lah baik hanya saja Arika tau bagaimana hati mamanya
"Papa memang sempurna tapi aku juga butuh kasih sayang seorang papa, yang perhatian seperti papa Alea"
Ditengah perjalanan menuju rumah nya , mobilnya tak sengaja menumbur mobil milik Bian ,karena rambutny tersangkut pada mainan boneka yang berada dekat tempat duduk kursinya
"Awwwwww , Astaga"
Arika langsung menepikan mobilnya karena dari kecil ia sudah dididik untuk bertanggung jawab dalam segala hal ,Arika pun langsung keluar dari dalam mobilnya untuk bertanggung jawab atas kesalahannya
sialnya mobil yang ia tabrak adalah mobil Bian ,
Bian yang mewarisi sikap arogan ayahnya waktu masih muda , langsung naik pitam apa lagi mobil yang di tabrak oleh Arika adalah mobil kesayangannya
"Hei man... mobilku !"
Rupanya Bian tak sendiri didalam mobil ia sedang bersama temannya
"Astaga cari penyakit tu orang berani sekali dia menabrak mobil seorang Bian "
__ADS_1
Saat Arika keluar dari mobilnya temannya langsung sadar jika ia adalah mahasiswa baru dikampus tadi yang rambutnya tak Sengaja terkena lemparan permen karet Bian
"Bian itu Maru di kampus tadi yang rambutnya kena permen karet kamu tau , jangan-jangan dia sengaja balas dendam sama kamu , tapi dari mobil yang ia bawa , mobil nya juga mahal Bian Sepertinya ia bukan anak orang sembarangan "
"Ah bodo amat ,kamu nggak lihat apa , mobil aku ini lebih mahal dari rambut dia dan juga mobil dia , aku tidak mau tau ,biar saja dia perempuan "
Tok
tok .
Arika mengetuk kaca mobil tersebut
Bian langsung membuka kaca mobilnya
"Maaf Mas saya nggak sengaja menabrak mobil Mas, tapi saya akan mengganti semua kerugian yang Mas , alami karena saya "
"Memangnya kamu punya apa ? bisa mengganti kerusakan mobil saya ini , kamu tau jika mobil saya ini hanya ada 10 unit didunia "
Arika menahan hatinya apa lagi seorang gadis keturunan bangsawan sepertinya dididik sangat sopan dan santun baik dari perkataan dan juga sikapnya
Sombong sekali dia ,apa dia tidak tau jika papa ku memiliki dua buah mobil yang sama dengan mobil miliknya ini , Memangnya dia siapa ? sampai Suka meremehkan orang lain
"Baik jadi maunya Mas bagaimana biar saya akan menggantinya ,mau di ganti uang atau saya ganti dengan mobil yang sama persis seperti mobil ini !"
Kau pikir aku tak sanggup menggantikannya
__ADS_1
hmm mama pernah berkata jika sombong dengan orang sombong itu adalah sedekah
Taman Bian langsung mendekat dan berbisik
"Bian Sepertinya kau salah orang "
Tersenyum kecil
"Dia juga Sama kaya seperti mu "
"Oh Nona apa anda orang kaya sehingga bisa juga memiliki mobil.yang sama dengan seorang Bian "
tertawa meremehkan Arika
Ntah apa yang disombongkan manusia ini,bisa -bisanya ia mengatakan jika dirinya begitu sempurna apa dia lupa jika harta dunia ini hanya titipan saja ,apa lagi jika nyawa sudah berpisah dari badan ,apa lagi yang bisa dibanggakan
"Kalau saya memang bukan orang kaya karena belum bekerja tapi jika Mas mau,saat ini juga saya akan menyuruh papa saya untuk mengirimkan mobil milik saya yang sama dengan Mas kemari , lagi pula mobil tersebut tak pernah saya pakai juga ,hanya menjadi barang berdebu saja didalam garasi "
Ucap Arika tak kalah sombong pada Bian
Bian dan temannya langsung terdiam ,namun bukan Bian namanya ,ia tak akan pernah mau kalah dengan siapapun , benar-benar persis papanya masih muda dahulu
Padahal mobilnya hanya lecet saja
Pemanasan dulu bentar ya....
__ADS_1
nanti malam kita star crazy up ...
jagn lupa vote nya ya π