Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Satu-satunya cara


__ADS_3

Pikiran Siska sangat kacau ,selama ini ia pikir cukup perceraian orangtuanya saja yang membuat ia pusing tapi semakin dewasa justru ia semakin di hadapkan dengan banyak persoalan hidup


"Ternyata menjadi orang dewasa itu tak seindah yang kubayangkan, hmm aku rindu masa kecilku,meski saat aku kecil aku tak tau jika mami dan Daddy sudah tak bersama lagi,oh Tuhan"


Sepanjang perjalanan ia selalu saja memaki Arjuna ,karena memang tak ada yang bisa membuat ia merasa nyaman saat ini


Seorang Siska yang biasanya keras akhirnya mau tidak mau harus berlutut dengan keadaan


"Ini yang namanya pengorbanan untuk keluarga ,yeah .. huh..


apa aku sudah bisa di sebut anak berbakti "


Siska melajukan mobilnya dengan cepat untuk segera sampai ,ia pun tak terlalu ambil pusing dengan alamat yang di berikan oleh Arjuna


*Belok kekiri


belok kekanan seratus meter


lokasi yang anda tuju ada di sebelah kanan*


Suara google maps mengantarkan Siska kesebuah gedung perkantoran elit di kota tersebut , bersebelahan dengan Bratawijaya grup milik Aditya


"Hah apa benar di sini kantor nya ? heh..kaya sekali dia , atau ia hanya sedang menunggu saja hah ntahlah aku tak terlalu ambil pusing juga niatku hanya ya sedang membutuhkan uang nya saja "


Siska langsung berhenti di bawah gedung tersebut , rupanya Silvi dan Arjuna memantau nya melalui Cctv kantor tersebut


"Mas..mas... lihatlah itu mobil mas ada di sana"


"Mana ?"


Arjuna langsung melihat layar Cctv , wajahnya pun langsung berubah sumringah ,dan ia langsung tersenyum bahagia


Namun Kirana yang sedang menyamar menjadi Silvi tersebut pun langsung menepuk pundak kakaknya itu


"Mas , Jangan senang dulu ,ingat masih banyak perjuangan nya , mas juga harus tetap pendirian harus tegas padanya ,Karena yang mas hadapi ini bukanlah perempuan manis tapi tangguh dan tidak takut apapun "


Arjuna tersenyum "Ia tangguh dan pemberani hanya saja dia memiliki otak yang lemot "


Mereka berdua pun tertawa dari atas sana


Kirana pun langsung mengambil ponsel Arjuna


" Ini mas lakukan sekarang "


"Baik "


Siska yang menunggu di bawah sama sekali tak mau menelpon Arjuna


"Ah aku akan menunggu di sini saja , tempat dimana orang-orang keluar , aku malas menghubungi nya lagi , bisa-bisa ia nanti tambah besar kepala "


Beberapa menit kemudian sebuah pesan masuk ke ponsel miliknya


"Cepat lah keatas, waktu mu hanya lima menit untuk sampai ke atas ,jika tidak maka kau tak memiliki kesempatan untuk berbicara dengan ku ,aku sangat sibuk !"


"Sialan ! dia benar-benar menguji kesabaran ku , argghhhhhhhh "


Memiliki tenaga yang super kuat , berlari adalah hal yang biasa baginya. apa lagi ia adalah seorang atlit ,


dalam waktu lima menit ia pun langsung tiba kelantai atas ,


Saat pintu lift terbuka semua karyawan langsung berdiri dan memberikan penghormatan pada nya ,dengan membungkuk kan tubuhnya

__ADS_1


"Selamat datang Nona "


"Selamat datang ,Nona Muda "


Siska yang sama sekali tak pernah di perlakukan bak ratu Seperti itu langsung kaget ,ia tak menyangka jika ia akan di sambut "Hh apa yang sedang mereka lakukan ha ,"


Namun sungguh di sayangkan sekali , karena Siska bukanlah tipe perempuan yang gampang luluh dengan perlakuan seperti itu


ia malah terkesan cuek saja dan melewati semua nya


namun saat ia melewati salah satu grup perempuan yang kelihatan begitu menor sekali


semuanya berubah


"Oh ini ya istri Pak Arjuna , cantik sih cuma wajahnya seperti pakaian yang belum di setrika kusut "


Mereka pun tertawa


Siska yang mendengar pun langsung berhenti dan membalikkan tubuhnya


"Hei kau lihat dua berhenti "


"Santai saja dia tak akan berani memarahi kita ,tak akan mungkin dia itu Istri seorang bos santai saja "


Siska langsung mendekati nya ,lalu kembali mendekatkan wajahnya dan tubuh nya ,hingga mereka semua menempel ke dinding


"Maaf Bu.."


Mereka tak percaya jika istri bos mereka bisa melakukan hal gila seperti itu


"Kalian harus tersenyum sambil berdiri di sini ,jangan duduk dan terus tersenyum , berhenti jika aku katakan berhenti ,jika tidak aku akan menyuruh bos kalian memenjarakan kalian karena sudah melakukan perbuatan tak menyenangkan dan ujaran kebencian "


Mereka pun langsung terdiam


sambil melipat kedua tangannya


Rupanya Arjuna dan Kirana memperhatikan dari dalam dengan menggelengkan kepalanya


apa lagi mereka berdua sangat lah lembut dan sopan sekali Budi bahasanya


"Ya ampun mas ,mbak Siska mengerikan sekali ya "


Tapi Arjuna malah tertawa "Mereka itu belum tau jika mas menikah dengan wonder woman ,Hadeh lihatlah wajah mereka yang kena marah Siska , lucu sekali "


Silvi sampai mengelus dadanya "Mas semoga saja mbak Siska bisa berubah ya "


Ikutan tertawa juga akhirnya


Setelah itu Siska bertanya di mana ruangan Arjuna ,


"Di sebelah sana Bug "


"Terimakasih ya "


dan melirik kearah tiga orang karyawan yang lagi di hukum tersebut


"Jangan berhenti tersenyum sampai urusan ku selesai "


Mereka langsung menganggukkan kepalanya


"Hah.. aku akan memohon padanya ,alah..."

__ADS_1


Siska sebenarnya tak rela merendahkan dirinya sendiri tapi ada dua hal yang membuat ia tak malu ,pertama ia yakin jika Arjuna tak akan menolak untuk menolak nya lagi pula ia tak perlu malu karena Arjuna juga tak berarti apapun untuk nya


yang kedua ia juga ingin menunjukkan pada Dimas dan mami nya jika ia bisa juga berbakti dengan caranya sendiri


Baru saja Siska ingin mengetuk ,pintu langsung terbuka "Eh ada mbak Siska "


Kirana merapikan rambut dan baju di bagian belahan dadanya yang sengaja ia buat agak berantakan


Siska pun langsung syok dan tak menyangka dengan apa yang ia lihat


tapi dari dalam Arjuna langsung memanggil Kirana kembali


"Silvi ini punyamu ketinggalan "


Arjuna menunjukkan ****** ***** yang berada di dekat tempat duduk , sambil memakai kembali jasnya


Siska mencoba menahan emosi nya , perasaan nya campur aduk ,karena senakal-nakalnya ia ,hal menjijikkan Seperti itu sama sekali tak pernah ia lakukan


Ternyata dia sungguh murahan sekali


"Oh iya mas "


Kirana kembali mengambil ****** ***** tersebut lalu memasukkan nya kedalam tasnya


Wajah Siska berubah


"Eh kau kenapa tak menelpon jika sudah


di atas "


Mencoba bersikap seolah tak terjadi apa-apa , padahal kan memang iya tak terjadi apapun


wkwkwkwkwk


"A..a.."


"Ada perlu apa kau mencari ku "


Siska menahan sesak di dadanya , ia sekarang mendadak takut menghadapi Arjuna ,karena biar bagaimanapun ia adalah perempuan baik-baik ,meski lama sekolah di Belanda ia sama sekali tak terjebak dengan pergaulan bebas di luaran sana


"Aku ingin kau meminjamkan aku yang "


Arjuna kaget


"Pinjam uang berapa ? "


"Lima ratus milyar ada ?


Arjuna langsung membalikkan tubuhnya


"Hahaahhaa lima ratus milyar ? www banyak sekali ,lalu apa yang akan kau jaminkan untuk ku "


Siska memejamkan mata nya ,ia menarik nafas nya dalam-dalam


tak di pungkiri , meski ia tak takut apapun tapi tak ada pilihan lain selain meminta bantuan pada Arjuna


"Aku menggadaikan diriku untuk jaminannya "


Arjuna terdiam ia tak menyangka jika rencana yang mereka lakukan akan berjalan seperti itu , untunglah Arjuna cerdas ia sama sekali bersikap natural


"Apa dirimu ? hahahahaa apa yang bisa aku lihat dari dirimu ,memang nya apa yang berharga dari dirimu itu ha ,yang bisa membuat ku meminjam kan uang sebanyak itu padamu !"

__ADS_1


Siska sebenarnya ingin menangis karena ia adalah perempuan biasa,meski di luar ia kelihatan sangat tangguh dan tak terkalahkan tapi jauh di dalam dirinya ia sangat lah rapuh dan butuh tempat sandaran bergantung


"Semua tubuh ku masih original belum pernah di sentuh siapapun !"


__ADS_2