Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Hujan


__ADS_3

Arjuna pun mengajak Siska untuk duduk ,


"Kau jangan khawatir sebentar lagi lampu akan hidup sabarlah ..."


Siska tak menyadari jika Arjuna sedang memberikan rasa nyaman padanya ,


Angin kembali berhembus dengan kencang , terdengar suara guyuran air hujan membasahi atap rumah mereka ,


Plak....


Terdengar bunyi suara "Awwww suara apa itu "


Siska menaikkan kakinya di atas sofa ,ia tampak ketakutan sekali , itulah Siska mau seberani apapun ia terhadap manusia ,tapi tetap saja pikiran tentang hantu menari-nari di dalam otak nya


Tangan Siska tak sengaja menyentuh sesuatu yang sedang berdiri dengan keras


Arjuna kaget tapi ia sama sekali tak membiarkan Siska untuk menyingkirkan tangan nya ,tak Munafik ia sedang menikmati nya untung saja lampu masih mati ,Siska yang juga sama sekali tak pernah menyentuh apapun itu tak merasa aneh karena ia mengira itu kursi


Arjuna mematikan ponsel nya , dan membiarkan Siska memegang dan meraba teman kecil Arjuna yang sedang dalam tegangan tinggi tersebut


Benda apa ini kok keras sekali


Siska tak berani bertanya pada Arjuna tapi jika saja ia bisa melihat bagaimana keadaan wajah Arjuna saat ini ,apa lagi letak makhluk kecil itu berada di samping paha mulus milik Siska


tiba -tiba lampu langsung hidup , Arjuna dan Siska kaget dan yang lebih membuat Siska kaget saat ia melihat ternyata benda yang ia pegang adalah makhluk itu


"Astaga "


Siska langsung berdiri dan Melihat kearah tangan nya , lalu segera berlari kecil kekamar mandi ,


Arjuna tampak terengah-engah mengatur nafasnya yang tak karuan


"Baru di luar saja begini rasanya , aastaga "


Memutar kepalanya dan langsung masuk kedalam kamar


Berbeda dengan Siska yang masuk kedalam kamar mandi


"Ihh menjijikkan bisa-bisanya aku memegang benda itu dan dia hanya diam saja ,apa dia bego ya .. atau dia sudah sering , ih amit-amit menjijikkan sekali"


Siska mencuci tangan nya dengan menggunakan sabun berkali-kali

__ADS_1


Setelah selesai ia membuka pintu toilet dengan perlahan ,dan mulai mengeluarkan kepalanya


"Aman , orang nya sudah tidak ada "


Siska pun buru-buru masuk kedalam kamar , meski lampu sudah hidup tapi tetap saja perasaan mereka berdua malam ini tak karuan ,tak ada yang salah sebenarnya , karena apa yang terjadi pada malam hari ini adalah bentuk cinta Tuhan pada hambanya yang memang halal


Siska yang tak bisa memejamkan matanya juga malam ini ia terus terlihat begitu gelisah bukan karena memikirkan Rima yang sedang dirawat tapi ia terganggu dengan tatapan tajam mata Arjuna tadi " aduh apa ia menggunakan ilmu hipnotis untuk membuat ku tak bisa tidur malam ini ha "


membolak-balik kan tubuhnya agar bisa tertidur tapi tetap saja tak bisa tidur , hal yang sama juga di rasakan oleh Arjuna , meski mereka hanya di batasi satu dinding pemisah saja ,kamar mereka yang bersebelahan


membuat mereka saling memandang dinding yang sama ,


Arjuna tak karuan dengan Segala yang ada di tubuh Siska


Rasa penyesalan mulai kembali muncul


"Aduh kenapa tadi aku tak mengambil alih kesempatan emas itu ,ya Tuhan aku ini hanya manusia biasa ,lagi pula istri ku,ya kan hal yang wajar bagiku untuk bisa menyentuh nya


argghhhhhhhh ,," Arjuna tidur tertelungkup sambil tersenyum-senyum membayangkan semua kelakuan Siska tadi


"Dia memang manis sekali ,tapi aku tak pernah tega ,melihat ia menangis seperti tadi , Terimakasih mami ,kak Dimas semoga saja cara ini berhasil meruntuhkan tembok hati Siska "


Semalaman Arya tak bisa tidur ia duduk di kursi sambil memainkan gitar nya ,


alunan musik yang ia petik sungguh menyayat hati ,


membuat ibunya keluar dari kamar


"Nak.."


Arya kaget "Ibu ..belum tidur "


Ibunya langsung memegang kepalanya


"Alunan musik mu yang telah membangun kan ibu "


"He iya Bu ,Arya tak bisa tidur "


"Tumben ,biasanya kau akan sangat nyenyak sekali jika sudah berurusan dengan hujan "


Arya langsung menelan air liur nya

__ADS_1


Iya Bu hujan kali ini berbeda ,apa lagi jika ibu tau di balik tembok rumah kita ini ,ada seseorang yang aku cintai. sudah pasti sedang bermesraan dengan suaminya , ibu aku benci hujan semenjak melihat kearah tembok itu ...


Ucap Arya dalam hati nya


"Tidak ada Bu ,Arya hanya belum bisa tidur saja "


Jam menunjukkan pukul satu dini hari


Arya sedang berusaha menutupi perasaan nya namun hati seorang ibu paham apa yang sebenarnya ia rasakan ,hanya saja ibunya tak tau jika masalah terbesar nya ada di samping tembok rumah mereka , yaitu dinding pembatas rumah Arjuna dan Siska .


"Nak kenapa ,apa kau sedang memiliki masalah dengan hati mu, siapa perempuan itu ?"


Ibunya menatap nya , mendengar pertanyaan dari ibunya ,Arya tak kuasa menjawab nya , air mata sudah tak tahan lagi ingin keluar dari pelupuk mata nya , hanya saja ia adalah seorang laki-laki, dan juga pelindung ibunya


ia ingat pesan ayah nya ,


Seberat apapun masalahmu nanti ..


seorang lelaki tak boleh menampakkan kesedihan nya di depan orang lain


terlebih di hadapan seorang perempuan ,jangan terlihat lemah , kodrat laki-laki itu adalah pelindung


Arya langsung berdiri dan membelakangi ibunya


"Bu , sudah jam satu rupanya,ayo kita beristirahat Bu "


Ibunya menarik tangannya "Ayo kau temani ibu nak ,ibu takut tidur sendirian malam ini,ibu takut jika melalui hujan ini Tuhan juga akan membawa ibu dan kau tak ada di samping ibu"


Arya langsung memeluk ibunya , sebenarnya ibunya sengaja mengatakan hal itu , karena ia tau jika Arya sedang berjuang menutupi perasaan sedih nya , malam itu pun Arya ibarat kembali menjadi anak kecil yang tidur di samping ibunya ,benar kata orang , seorang ibu adalah obat ampuh dalam menenangkan anak-anaknya


meski hujan malam ini membuat ia tak karuan tapi karena ada ibunya yang tidur bersama nya


membuat ia semakin kuat ,


alasan utama ia harus terus berjuang dan bahagia adalah ibunya , jika ia tak bisa membahagiakan ayahnya ,maka ada satu kunci syurga yang harus ia rawat dengan segala kebahagiaan nya ,


"Tidur lah nak, percaya lah ibu akan selalu berada di sisimu saat dunia menjatuhkan mu "


Arya akhir nya meneteskan air mata saat mendengar kan ucapan dari ibunya itu


Ibu maafkan aku membohongi mu , tapi cinta itu ternyata sungguh menyakitkan ibu, aku tak pernah sekacau ini sebelum nya

__ADS_1


__ADS_2