Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Part 122


__ADS_3

Dimas langsung berpamitan pulang meski ia berjanji dengan Arya untuk kembali lagi nanti untuk menjenguknya


"Nanti aku akan datang lagi untuk menjengukmu"


"Tidak usah repot-repot aku mau istirahat saja dulu dirumah jika kau datang menjengukku ,aku khawatir malah akan membuat aku semakin tak konsentrasi untuk beristirahat , kau paham kan ?"


Arya terlihat becanda Seperti biasanya padahal Dimas Benar-benar tulus ingin menjenguk Arya


"Terimakasih kak Dimas jangan khawatir aku akan menjaga kak Arya dengan sepenuh hati, separuh jiwa dan ragaku ,aku akan melakukan yang terbaik dari yang paling baik jangan ragukan itu ,bahkan jika waktu 1 kali 24 jam maka aku akan menjadi waktu yang selalu bangun untuk menjaganya "


"Ehem... "ucap ibu Arya , terkadang kata-kata tulus yang diucapkan Alena untuk Arya terkesan gombal , namun kata-kata tersebut berhasil membuat wajah Arya merah padam dan tubuhnya bergetar karena grogi mendengar ucapan Alena tersebut


"Baiklah aku pamit dulu Arya , Bu, Aleena"


Dimas pun langsung keluar dan pulang kerumahnya ,tapi sesampainya di rumah ia tak menemukan siapapun juga ,hanya ada pembantu mereka dirumah. ya semenjak menikah Mami Dimas memutuskan untuk memperkerjakan pembantu karena mami nya dan pak kumis ingin menikmati masa tua hanya berdua saja bahagia tanpa penganggu


"Tuan Dimas "

__ADS_1


"Iya Bi ,mana Mami dan pak kumis ?"


"Tadi mereka mengatakan pergi kerumah Non Siska untuk melihat keadaannya"


"Astaga "


Dimas langsung menepuk kepalanya ia sampai lupa jika ia melupakan sesuatu "


"Karena terlalu mengkhawatirkan Arya aku sampai melupakan Siska , kemana saja aku"


Buru-buru Dimas langsung mengambil motornya dan pergi kerumah Siska , namun apa yang terjadi di tengah perjalanan ia kehabisan bensin tak pernah -pernahnya seorang Dimas melakukan hal seceroboh itu ia bahkan sangat teliti jika ada satu baut motornya ada yang lepas namun ntah kenapa kali ini ia melakukan semuanya dengan begitu tergesa-gesa,apa Mungkin karena efek penyakit yang ia derita atau ntahlah...


"Kak Dimas ada yang bisa dibantu"


Dimas terdiam saat melihat perempuan cantik yang keluar dari dalam mobil mewah tersebut , kesederhanaan Rima yang selama ini ia tunjukkan padanya seketika berubah


"Ri..ma.."

__ADS_1


Dimas nampak sedih sebenarnya namun ia langsung Tersenyum bahagia melihat Rima yang semakin mempesona dan kelihatan ia sangat berkelas sekali


"Kak Dimas kenapa ? "


"Oh tidak ada aku hanya kehabisan bensin , sebentar lagi juga sampai "


"Biar aku bantu Belikan Kak "


jawab Rima menawarkan bantuan


"Tidak usah lihatlah tempatnya tidak terlalu jauh lagi pula aku sudah lama tidak berolahraga anggap saja aku sedang melemaskan otot-otot ku yang sedang kaku "


Dimas langsung pergi meninggalkan Rima


Mata Rima nampak berkaca-kaca ia seakan mengerti bagaimana rasanya menjadi Siska ,namun semuanya tak segampang itu ia rasakan


"Nona , Tuan sudah menunggu anda nanti kita ketinggalan pesawat , apa anda masih lama ?"

__ADS_1


"iya sebentar aku akan segera masuk kedalam mobil"


Ia pun langsung masuk kedalam mobil dan mengangkat kepalanya melihat dengan rasa sedih saat melewati Dimas yang sedang mendorong motornya


__ADS_2