
"Ayo Mas cepat ,pergi lah dari tempat ini ,jam segini biasa nya mereka akan di lepas kan "
wajah para pedagang keliling itu benar-benar panik sekali ,tapi Arya sama sekali tak melihat apapun
"Apa yang mereka takutkan ha ? tak ada apapun di depan "
Arya berjalan sambil memegang celananya dengan berjalan mengangkang
ia terlihat bersusah payah sekali
Gapura perumahan miliknya nampak dari trotoar jalan tersebut kira-kira jaraknya sekitar lima ratus meter lagi sampai
"Haduh perasaan tadi waktu berjalan menyusuri jalanan ini tadi tak merasakan begitu berat dan jauh ,tapi kenapa ini rasanya seperti berjalan berkilo-kilo meter ya !"
Arya hanya menggelengkan kepalanya , sesekali ia menguap ,"Hoam...jika aku tadi langsung pulang saja maka aku tak perlu kerepotan seperti ini "
melihat kedepan trotoar sudah sepi dan tak terlihat apapun juga ,ia kembali mempercepat langkahnya namun tiba-tiba terdengar suara gonggongan a*jing dari luar yang saling bersahutan mengejar kearahnya
"Astaga , segerombolan makhluk itu di tengah malam "
Arya berlari memutar dan bersembunyi namun tetap saja para kawanan hewan berkaki empat itu terus mengejar nya hingga membuat celananya menjadi robek ,tapi untungnya ia sampai di gerbang komplek rumah nya meski dengan keadaan yang tak berbentuk manusia , ntah kenapa malam ini sungguh sial bagi Arya ia sama sekali tak menyangka jika akan berakhir dengan drama yang menyesakkan dada
apa mungkin karena ia menelantarkan istrinya , tapi kan dari mana salahnya ,ia sama sekali tak menganiaya nya
"Astagaaaaa akhir nya "
Mengelus dadanya
Tapi dua orang security penjaga malah mengusir nya mengira jika Arya adalah orang gila
"Hei pergi dari sana ,apa yang kau lakukan ha ? "
Nafasnya masih tersengal-sengal saat security tersebut memarahi nya
"Ayo cepat pergi "
"Pak ini aku ..."
Mendengar suara Arya mereka langsung mengenali nya
"Tuan Arya ? apa yang kau lakukan malam-malam begini di sini Tuan ?"
para security nampak panik melihat Arya dengan keadaan seperti itu
"Apa anda di rampok Tuan ?"
Salah satu security mengambil ponsel miliknya untuk melapor ke kantor polisi
"Tidak ..tidak usah aku habis di kejar-kejar kawanan Anji*g tadi "
Mereka berdua pun langsung melihat jam
"Oh benar Tuan jam segini biasa nya kawanan An"ing memang sengaja di lepas oleh pemiliknya karena para pedagang selalu meninggalkan sampah di depan halaman rumahnya setiap malam "
"Bisa berikan aku air minum ?"
__ADS_1
"Oh maaf Tuan . ini minum lah "
Arya menghabiskan sebotol air mineral yang di berikan security tersebut
tapi ia merasakan jika sekarang lebih bebas bergerak ,
rupanya benar saja celananya hanya tinggal karet di pinggang nya saja , bagian bawahnya telah ikut robek saat ia berlari tadi
Antara lucu dan prihatin , security menawarkan untuk memakai pakaian nya
namun Arya menolak
"Tidak usah pak , jangan khawatir rumah saya berada di depan , tolong matikan saja lampu jalannya agar saya leluasa berjalan kerumah saya ,takut nanti para tetangga bangun ,saya di kira kolor ijo pula "
"Baik pak "
Dalam hitungan ketiga ,lampu di matikan dan Arya Langsung saja berlari menuju rumah nya
para security yang melihat langsung sedih
"Kasihan tuan Arya apa dia tak ada kerjaan lain tengah malam begini ya .."
"Huss kau diamlah aku dengar ia baru saja menikah , tapi menikah karena tertangkap di rumah sakit"
"Kau ini bergosip saja "
"Ini bukan gosip tapi benar, istriku malam.itu ada di sana ia juga melihat semuanya "
"Istri mu bekerja di rumah sakit,apa dia dokter?"
"Suster ?"
"Juga bukan !"
"Lalu apa dia pasien ?"
"Bukan Istri ku hanya numpang parkir malam itu di sana karena kehabisan minyak motor "
Obrolan pun berakhir
Arya langsung masuk diam-diam kedalam rumah dalam keadaan yang sangat mengantuk sekali . tapi ia tak berminat untuk tidur di dalam
"Aku mengantuk sekali "
Arya tertidur di atas sofa
Waktu pun berlalu , kebiasaan ibunya yang suka bangun tengah malam karena ingin buang air kecil , langsung kaget saat melihat laki-laki yang tertidur di atas sofa hanya menggunakan ****** ***** berwarna hijau ,tentu saja ibu nya langsung bereaksi ia segera mengambil sapu dan memukuli Arya yang sedang tidur sambil berteriak-teriak
"Kolor..ijo..ada kolor ijo..tolong .. tolong "
Arya langsung terbangun dan berteriak
"Mana .. mana kolor ijo nya..mana "
Memperhatikan sekelilingnya , sedangkan ibu nya terus -menerus memukul nya dengan sapu
__ADS_1
Mendengar teriakan dari luar kamar nya ,Alena langsung bangun perempuan itu begitu kuat sekali ,tak perduli Seperti apa ia sudah di perlakukan Arya ia masih saja berani melakukan segalanya ,
Nampak raut wajahnya ia begitu kelihatan lelah juga apa lagi ia baru saja selesai operasi ,
tapi untungnya ia tak terlalu merasa kan kesakitan , mungkin karena efek obat paling ampuh dan mahal yang di berikan rumah sakit tersebut pada nya
tentu saja bukan jenis obat murahan yang khusus di berikan pada kaum rakyat jelata pada Umumnya
"Ibu ada apa ?"
"Cepat bangun kan suamimu ada kolor ijo masuk kedalam rumah kita , cepat nak "
"Sebentar Bu "
Alena tak menemukan Arya seingat ia tadi Arya pergi keluar
"Ibu hentikan, ini aku Arya "
Alena pun langsung menghidupkan lampu
"Kak Arya ?"
Alena langsung berdiri dan menghampiri nya ,ibunya pun langsung melepaskan sapu.yang berada di tangannya untuk memukul Arya tersebut
"Nak kau tidak apa-apa"
Ibu nya langsung mengelus tangan Arya yang memar-memar akibat terkena gagang sapu
Alena langsung bergerak cepat dengan mengambil batu es untuk mengompres luka Arya
"Kak ayo sini "
Alena begitu telaten pada Arya ia tak memperdulikan bagaimana kelakuan Arya padanya ,ia pernah berkata pada Dimas saat itu
Cinta yang aku berikan pada nya
amat tulus dari dasar hati ku
aku tak perduli ia mau membalasnya atau tidak Nanti , yang terpenting aku akan memberikan hati ini dan tak akan pernah berharap untuk ia membalasnya
Tatapanata Alena begitu tulus pada Arya , sayang nya Arya sama sekali tak tertarik padanya meski Alena tak terlalu jelek untuk nya
tapi namanya juga hati tak bisa di paksakan , apa lagi ada pepatah yang mengatakan jika
seorang playboy jatuh cinta dan benar-benar menginginkan perempuan itu ,maka ia akan menjadi benar-benar setia
"Nak kau dari mana malam-malam begini"
ibu nya nampak. curiga
namun Alena menjawab nya "Salah Alena tadi Bu, aku menyuruh kak Arya untuk mencarikan bakso malam-malam begini ,jadinya begini "
Padahal Alena tau kemana Arya pergi , karena ia juga Mendengar suara teriakan Siska tadi
namun sebagai seorang istri sudah seharusnya ia menutupi segala kesalahan suami nya di depan orang lain termasuk di hadapan ibu mertua nya sendiri
__ADS_1